Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MANAJEMEN HIPERTERMI TERHADAP PERBAIKAN TERMOREGULASI PADA ANAK DENGAN KEJANG DEMAM DI IGD RSOJ PERTAMINA MAKASSAR Syamsuddin Syamsuddin; Sudarman Sudarman; Wan Sulastri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam merupakan kondisi neurologis yang umum terjadi pada anak usia 6 bulan–5 tahun, ditandai oleh peningkatan suhu tubuh ≥38°C tanpa infeksi sistem saraf pusat. Manajemen hipertermia melalui kompres hangat merupakan intervensi non-farmakologis efektif untuk membantu perbaikan termoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk penerapan manajemen hipertermia dalam memperbaiki termoregulasi pada anak dengan kejang demam di IGD RSOJ Pertamina Makassar. Hasil yang diperoleh menunjukkan Setelah 30 menit intervensi, suhu tubuh menurun dari 39,9°C menjadi 37,2°C dan tidak ada kejang berulang selama observasi. Kesimpulannya, intervensi sederhana seperti kompres hangat dapat menjadi bagian penting dalam tata laksana awal di IGD untuk mencegah komplikasi.
PENGARUH SUCTION ETT TERHADAP PENINGKATAN OKSIGEN PADA PASIEN STROKE HEMORAGIC DI RSOJ PERTAMINA ROYAL BIRINGKANAYA MAKASSAR Ikbar Ibrahim; Sudarman Sudarman; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia pada negara maju ataupun negara berkembang. Stroke perdarahan intraserebral (Intracerebral Hemorrhage, ICH) atau yang biasa dikenal sebagai stroke hemoragik, yang diakibatkan pecahnya pembuluh intraserebral. Kondisi tersebut menimbulkan gejala neurologis yang berlaku secara mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan suction ETT terhadap peningkatan saturasi oksigen (SPO2) pasien Stroke Haemoragik. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan membuat kesimpulan berdasarkan pemberian tindakan suction ETT. Teknik suction yang digunakan adalah metode open suction system. Suction dilakukan kurang dari 15 detik dilanjutkan dengan pemberian oksigen dengan cara Ventilasi BVM setiap setelah penghisapan. Hasil pengkajian ditemukan keluhan utama penurunan kesadaran GCS 3 dan sulit bernafas. didapatkan masalah keperawatan utama bersihan jalan nafas tidak efektif, Intervensi keperawatan utama adalah manajemen jalan nafas buatan. Implementasi dilakukan sekitar 10-20 menit. Evaluasi didapatkan Kadar saturasi oksigen sebelum Suction ETT adalah 87%. Dan menjadi 98% setelah di lakukan Suction ETT Dari evaluasi tersebut disimpulkan bahwa Suction ETT Efektif untuk meningkatkan SPO2 pasien stroke haemoragik. Diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan khususnya pada pasien Stroke Haemoragik dan dapat menerapkan evidenbase terapi Suction ETT untuk meningkatkan SPO2 pasien dengan masalah bersihan jalan nafas pada pasien terintubasi.
Penerapan Posisi Semi-Fowler dan Terapi Oksigen untuk Mencegah Peningkatan Tekanan Intra Kranial pada Pasien Stroke Non Hemoragik di IGD RSOJ Pertamina Makassar Sastriyadi Kuswanto Thamrin; Sudarman Sudarman; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan kegawatdaruratan neurologis yang sering menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Peningkatan TIK memperburuk prognosis pasien dan meningkatkan risiko kematian. Penatalaksanaan awal yang tepat, termasuk posisi semi-Fowler dan terapi oksigen, dapat membantu menurunkan risiko peningkatan TIK, mengetahui efektivitas penerapan posisi semi-Fowler dan terapi oksigen terhadap pencegahan peningkatan TIK pada pasien stroke non hemoragik di IGD RSOJ Pertamina Makassar, studi kasus deskriptif observasional pada seorang pasien stroke non hemoragik yang mengalami sesak napas dan kelemahan ekstremitas, intervensi yang diberikan berupa posisi semi-Fowler (30–45°) dan terapi oksigen 2–3 L/menit melalui kanul nasal. Data dikumpulkan melalui observasi tanda vital, frekuensi napas, saturasi oksigen, dan kondisi neurologis pasien, sebelum intervensi, pasien menunjukkan frekuensi napas 34x/menit dengan saturasi oksigen 96%. Setelah intervensi posisi semi-Fowler dan terapi oksigen selama 30 menit, saturasi oksigen meningkat menjadi 98% dan frekuensi napas menurun menjadi 29x/menit. Kondisi ini menunjukkan stabilisasi respirasi dan menurunnya risiko peningkatan TIK, kesimpulannya Penerapan posisi semi-Fowler dan terapi oksigen terbukti efektif membantu mencegah peningkatan TIK pada pasien stroke non hemoragik. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai tindakan keperawatan non-farmakologis di instalasi gawat darurat.
PENERAPAN TERAPI MEDITASI HOME CARE DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS BIRA KOTA MAKASSAR Nur Fadillah; Akbar Asfar; Sudarman Sudarman; Brajokson Siokal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan tanda klinis ketika pengukuran sistolik dan diastolik lebih dari 140 mmHg dan 90 mmHg yang dapat diartikan sebagai peningkatan tekanan darah dari batas normal. Hipertensi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Salah satu penanganan dalam penurunan tekanan darah adalah menggunakan terapi meditasi kesadaran nafas. terapi meditasi adalah teknik latihan konsentrasi yang digunakan untuk meningkatkan taraf kesadaran, yang dapat membawa proses mental yang lebih terkontrol. 8 Meditasi juga merupakan kegiatan mental terstruktur, untuk menganalisis, menyimpulkan, dan mengambil keputusan yang lebih lanjut digunakan untuk memutuskan, mengambil langkah tertentu, atau menyelesaikan suatu permasalahan.Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas mrditasi home care dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas bira. Metode penelitian ini salah satu penelitian kualitatif deskriptif berupa penelitian metode studi kasus yaitu mengumpulkan data yang mengunakan kuesionar. Hasil observasi sebelum dan sesudah pemberian terapi meditasi pada pasien yang mengalami kecemasan dengan hepertensi mendaapatkan hasil yaitu penurunan tingkat kecemasan namun tidak terlalu signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan terapi masase meditasi pada ketiga pasien cukup mempengaruhi penurunan kecemasan klien setiap harinya. Manfaat terapi masase meditasi dalam menurunkan tingkat kecemasan klien penderita hipertensi memberikan keuntungan secara psikologis, dengan mengendalikan perhatian secara lebih sehingga dapat memilih apa yang akan menjadi fokus pada subjek secara mengalir. Hasil akhir selesainya di terapkan terapi meditasi kesadaran nafas di dapatkan pasien penderita hipertensi mengalami penurunan tingkat kecemasan.
PELAYANAN HOME CARE DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BIRA Nur Ayunda; Sudarman Sudarman; Brajokson Siokal; Fatma Jama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahun. Menurut WHO, lebih dari 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, dan angka ini diperkirakan mencapai 1,5 miliar pada tahun 2025. Di Indonesia, Riskesdas 2018 melaporkan prevalensi hipertensi sebesar 34,1%, sedangkan di Sulawesi Selatan mencapai 28,1%. Hipertensi yang tidak dikontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu upaya pengendaliannya adalah melalui pelayanan home care yang menekankan edukasi dan pendampingan pasien dalam kepatuhan minum obat serta kontrol tekanan darah secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelayanan home care terhadap tingkat kepatuhan minum obat dan kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Bira. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah tiga pasien hipertensi yang dinilai tingkat kepatuhan minum obatnya menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) serta pemantauan tekanan darah selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kepatuhan dari <6 (rendah) menjadi 8 (tinggi) dan penurunan tekanan darah dari 168/110 mmHg menjadi 150/98 mmHg setelah intervensi home care. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelayanan home care efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan pengendalian tekanan darah melalui pemberian edukasi, dukungan keluarga, dan pemantauan berkelanjutan.
PENERAPAN OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAMPANG Agusrianti Agusrianti; Rahmawati Ramli; Sudarman Sudarman; Suhermi Suhermi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah utama di dunia, baik di negara maju maupun negara negara berkembang, termasuk Indonesia. Hipertensi dijuluki Silent killer karena tidak menunjukkan gejala, sehingga perlu dilaksanakan penanganan untuk pengendalian hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi secara dini. Tujuan karya tulis ilimiah ini adalah untuk mlelngetahui efektivitas penerapan relaksasi otot progresif dalam menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi di Puskesmas Pampang. Metode penelitian ini merupakan studi kasus terhadap Ny.J sebagai subjek yang menderita nyeri kepala. Nyeri kepala digunakan untuk menilai subjek sesudah intervensi. Selain itu, data demografis dan karakteristik nyeri kronis, ansietas dan defisit Pengetahuan juga dikumpulkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik relaksasi otot progresif secara signifikan menurunkan nyeri kepala. Subjek yang menerima Teknik relaksasi otot progresif juga melaporkan Ansietas, Defisit Pengetahuan klien terkait dengan penyakitnya berkurang dan penurunan frekuensi nyeri kepala menurun. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan relaksasi otot progresif pada pasien hipertensi bermanfaat dalam menurunkan nyeri kepala. hasil ini memberikan dasar yang kuat untuk merekomendasikan penerapan relaksasi otot progresif sebagai bagian dari strategi pengobatan yang komprehensif untuk menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi.
PENERAPAN MANAJEMEN DIARE DALAM OPTIMALISASI ELIMINASI FEKAL PADA PASIEN DI IGD RS PELAMONIA MAKASSAR Sudarman Sudarman; Akbar Asfar; Muhajirin Maliga; Erna Erawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan manajemen diare dalam mengoptimalkan eliminasi fekal pada pasien diare akut yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar. Proses asuhan keperawatan diterapkan melalui lima tahap sistematis, meliputi pengkajian komprehensif, penetapan diagnosis keperawatan, perumusan rencana intervensi, implementasi tindakan terapeutik, serta evaluasi luaran keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen diare secara terstandar, terarah, dan berkesinambungan berkontribusi signifikan dalam menurunkan frekuensi buang air besar, memperbaiki konsistensi feses, serta mencegah ketidakseimbangan elektrolit. Peran perawat menjadi krusial dalam memberikan asuhan keperawatan holistik yang berorientasi pada kebutuhan individual pasien, sehingga mampu mempercepat pemulihan klinis secara menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan manajemen diare sesuai standar operasional prosedur merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan pada pasien diare.
Penerapan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Anggota Keluarga yang Mengalami Hipertensi di Wilayah Puskesmas Maccini Sawah Sitti Aisyah; Brajakson Siokal; Sudarman
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2351

Abstract

Hipertensi yang biasa disebut dengan pembunuh gelap (Sillent Killer) merupakan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik diatas 140 mmHg dan lebih dari 90 mmHg yang dapat dialami oleh seseorang yang biasanya terjadi tanpa gejala atau tidak disadari oleh penderita dan jika hal ini dibiarkan dan tidak diobati akan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pasien hipertensi yaitu diet hipertensi yang merupakan salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Dukungan Keluarga adalah sikap tindakan, dan penerimaan terhadap anggota keluarga yang mengalami hipertensi. Untuk mengetahui penerapan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet anggota keluarga yang mengalami Hipertensi di Wilayah Puskesmas Maccini sawah. Setelah dilakukan implementasi keperawatan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada Tn.A setelah mendapatkan dukungan keluarga dan mematuhi diet hipertensi. Salah satu hal yang dapat membuat klien patuh terhadap diet hipertensinya yaitu dengan dukungan keluarga yang diberikan berupa dukungan emosional, informasi, instrumental dan penghargaan dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Anggota Keluarga pada pasien hipertensi
TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI UNTUK MENURUNKAN NYERI POST OPERASI Wa Ode Sri Asnaniar; Wan Sulastri Emin; Akbar Asfar; Samsualam Samsualam; Sudarman Sudarman; Yusrah Taqiyah; Novitri Cahyani Marinda; Muslimah Kurniawati; Tisna HS Sianu; Armelia Sri Diah Safitri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2816-2822

Abstract

Rasa nyeri pasca operasi paling sering dialami oleh sebagian besar pasien yang menjalani prosedur pembedahan. Kontrol nyeri pasca operasi memainkan peran penting dalam memfasilitasi pemulihan pasien ke fungsi normal dan mengurangi kejadian efek fisiologis dan psikologis yang merugikan terkait dengan nyeri akut yang tidak terkontrol. Manajemen nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko menjadi nyeri lanjut atau nyeri kronis. Penatalaksanaan nyeri meliputi dua metode yaitu secara farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yaitu Teknik relaksasi genggam jari atau finger hold dimana merupakan salah satu terapi non farmakologis yaitu relaksasi dengan menggenggam jari. Target utama dari pemberian Pendidikan Kesehatan ini berupa pasien di ruang bedah anyelir RS TK II Pelamonia Makassar terdapat banyak pasien pre op maupun pasien post op, yang tentunya harus dilakukan tindakan maupun edukasi mengenai nyeri pasca operasi dimana pada tahap ini Perawat memiliki peran penting dalam pengelolaan pasien yang menghadapi nyeri pasca operasi. Berdasarkan ini kami melakukan salah satu kegiatan Pendidikan Kesehatan berupa penyuluhan tentang terapi relaksasi genggam jari untuk meredakan nyeri post op. Hasil pelaksanaan tersampaikannya tujuan dari penyuluhan, Tersampaikan materi dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan.
Pemberian Rebusan Daun Kelor untuk Menurunkan Tekanan Darah Kadriah Kika; Sudarman; Haeril Amir; Andi Yuliana
Window of Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v7i1.1399

Abstract

Moringa oleifera decoction is a non-pharmacological therapy that plays an important role in controlling LDL in the blood which is the forerunner of hypertension.  This study aims to determine the effect of giving moringa leaf decoction to reducing blood pressure in the working area of   the Bontomarannu Public Health Center 2023. In this study the method used was quantitative research with a quasy experimental design pre and posttest non-equivalent control group.  55 people participated in this research.  A sample of 48 people was determined by purposive random sampling which was divided into 24 people from the control and intervention groups.  The statistic test used an independent t-test to determine the effect of moringa oleifera decoction on lowering blood pressure.  The results showed that there were significant changes in systolic blood pressure p=0.01 and diastolic blood pressure p=0.01.  The conclusion of this research is that giving Moringa oleifera lowers blood pressure.  Therefore, through this research, people can apply this non-pharmacological therapy as a traditional treatment in reducing blood pressure.
Co-Authors A. Yuna Triana AA Sudharmawan, AA Abd. Haris, Rizka Putri Yulianti Agusrianti Agusrianti Agustini, Tutik Akbar Asfar Akbar Asfar Akbar Asfar Alam , Rizqy Iftitah Aldri Frinaldi Andi Fatmawati Andi Surahman Batara Andi Yuliana Andi Yuliana Armelia Sri Diah Safitri Asfar, Akbar Asnaniar, Wa Ode Sri Awindah Azwar Azwar Besse Aulia Rahma Brajakson Siokal Brajakson Siokal Brajokson Siokal Dewi Ulfani Eka Lutfiatus Solehah Ernasari Ernasari Fairus Prihatin Idris Fatma Jama Firmansyah Firmansyah Gusniaty, Gusniaty Haeril Amir Haeril Amir Ibrahim, Fifi Nur Afifah Idris, Fairus Prihatin Ikbar Ibrahim Irmiatinarahma Pago Joko Prasetyo Jumini, Vivi Kadriah Kika La Asu, Supardin Lamukara, Iin Utami Yasrianti Maliga, Muhajirin Masita Duhaling Muammar Muammar, Muammar Muhajirin Maliga Muslimah Kurniawati Nadia Aryani Mustar Novitri Cahyani Marinda Nur Ayunda NUR FADILLAH Nur Ilah Padhila Nur Rahmah Nur Ummi Hayati Nurwahidah Nurwahidah Nuzulia Ramadhani Syarfan Purnama, Hukma Ratu Putri Amalyah Ambanaga Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmawati Ramli Rochfika Rochfika Safruddin, Safruddin Samsualam, Samsualam Sastriyadi Kuswanto Thamrin Satriani Satriani Sintawati Majid Sintawati Majid Sitti Aisyah Suci Hardiyanti Suharto Putri Suharto Putri, Suci Hardiyanti Suhermi Suhermi Suhermi Suhermi Syafutri Reski Wanti Laguni Syamsu Nujum Syamsuddin Syamsuddin Taqiyah, Yusrah Tisna HS Sianu Tjahjaningrum, Sajekti Wa Ode Sri Asnaniar Wa Ode Sri Asnaniar Wan Sulastri Wan Sulastri Emin Wan Sulastri Emin Wan Sulastri Emin Widyastuti Widyastuti Yulia Ervianti Yusrah Taqiyah