Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimalisasi Pemberian Asuhan Keperawatan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Keperawatan Mursid, Aco; Saleh, Ariyanti; Malasari, Silvia; Amahoru, Nur Badriani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i5.5063

Abstract

Salah satu tugas perawat dalam menyelenggarakan praktik keperawatan adalah sebagai pemberi asuhan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan sangat penting dalam proses pelayanan keperawatan untuk menunjang penigkatan mutu pelayanan kesehatan. Namun dalam pelaksanaannya seringkali tidak maksimal dikarenakan tidak adanya panduan dalam pemberian asuhan keperawatan. Oleh karena itu, dibutuhkan panduan yang baku sebagai standar pemberian asuhan keperawatan di Rumah Sakit. Sehingga dilakukan pendampingan penyusunan panduan asuhan keperawatan. Metode pelaksanaan ini dimulai dari penentuan masalah, identifikasi dan penentuan prioritas masalah, analisis masalah dan rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah In House Workshop peningkatan mutu dan asuhan keperawatan, serta pendampingan penyusunan panduan. Pelaksanaan in house workshop berjalan dengan baik dan antusias peserta cukup tinggi yang terdiri dari 41 peserta. Sedangkan hasil pendampingan penyusunan Panduan yaitu terdiri dari tim penyusun sebanyak 14 orang telah memahami proses penyusunan dan menyelesaikan Panduan Asuhan Keperawatan 10 penyakit. Kegiatan ini dapat memberikan perubahan positif terhadap sumber daya yang ada di Rumah Sakit. Perubahan tersebut berupa timbulnya motivasi dan upaya dalam meningkatkan pelayanan keperawatan. Hal tersebut dilakukan dengan membentuk tim penyusun Panduan Asuhan Keperawatan dan berhasil menyelesaikan sebanyak 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit. Diharapkan panduan tersebut dapat digunakan dalam pelayanan keperawatan sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.
Prinsip-Prinsip Komunikasi dalam Perawatan Paliatif dan Akhir Kehidupan Mursid, Aco; Haerianti, Masyita; Harli, Kurnia; Evidamayanti, Evidamayanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15105

Abstract

Communication is one of the determining factors in improving the quality of the care process. Communication principles are very necessary in palliative patient care. This review aimed to determine the principles of communication in palliative and end-of-life nursing. This study was a systematic review using articles from two databases, namely PubMed and Science Direct. The search keywords used were palliative care OR End-of-Life Care AND communication. With systematic screening and eligibility assessment, 8 articles were finally obtained for review. The review found the main themes, namely the principles of internal communication, namely knowledge, coaching, education and training, roles, collaboration between health workers; and the principles of external communication, namely establishing a therapeutic relationship with the patient or their relatives, empathy, involving or collaborating with the patient or their relatives, and challenges in communication, namely time, communication techniques, condition or characteristics of the patient or relatives, use of terms, and long distance communication. Furthermore, it was concluded that the care process for palliative patients was carried out by applying communication principles. What the care team needs to prepare is to fulfill internal principles first before applying external principles, as well as considering several challenges in communication.Keywords: palliative nursing; end of life nursing; communication ABSTRAK Komunikasi menjadi salah satu faktor penentu dalam meningkatkan kualitas proses perawatan. Prinsip-prinsip komunikasi sangat diperlukan dalam perawatan pasien paliatif. Tinjuan ini bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip komunikasi dalam keperawatan paliatif dan akhir hidup hayat. Studi ini merupakan systematic review dengan menggunakan artikel dari dua database yaitu PubMed dan Science Direct. Kata kunci pencarian yang digunakan adalah palliative care OR End-of-Life Care AND communication. Dengan penyaringan dan penilaian kelayakan yang sistematis, akhirnya didapatkan 8 artikel untuk ditinjau. Tinjauan menemukan tema utama yaitu prinsip internal communication yaitu pengetahuan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan, peran, kolaborasi antara tenaga kesehatan; dan prinsip external communication yaitu menjalin hubungan terapeutik dengan pasien atau kerabatnya, empati, melibatkan atau berkolaborasi dengan pasien atau kerabatnya, dan tantangan dalam komunikasi yaitu waktu, teknik komunikasi, kondisi atau karakteristik pasien atau kerabatnya, penggunaan istilah, serta komunikasi jarak jauh. Selanjutnya disimpulkan bahwa proses perawatan pada pasien paliatif dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip komunikasi. Hal yang perlu disiapkan oleh tim perawatan adalah dengan memenuhi prinsip internal lebih awal sebelum menerapkan prinsip external, serta mempertimbangan beberapa tantangan dalam komunikasi. Kata kunci: keperawatan paliatif; keperawatan akhir kehidupan; komunikasi 
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PANDUAN ASUHAN KEPERAWATAN (PAK) BERDASARKAN 3S DI RSUD KAB. MAJENE Megawaty, Irna; Yunding, Junaedi; Mursid, Aco; Maryati, Maryati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3748-3752

Abstract

Asuhan keperawatan adalah salah satu bukti dokumentasi tindakan perawatan seorang perawat kepada pasiennya. Pendokumentasian asuhan keperawatan masih dikatakan belum terlaksana dengan optimal. Pedoman pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD Kab. Majene masih menggunakan Nanda NIC dan NOC dan ternyata didapatkan masih banyak perawat yang belum mengetahui tentang askep berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI. Adanya aturan pemerintah terkait penggunaan buku SDKI, SLKI, dan SIKI dapat menjadi pedoman dalam rangka menjalankan asuhan keperawatan tepat. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan dalam pegabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan penyusunan panduan asuhan keperawatan (PAK) berdasarkan 3S di RSUD Kab. Majene dengan metode pelatihan kepada perawat. Dari hasil pendampingan penyusunan PAK didapatkan 30 standar PAK yang akan digunakan di RSUD Kab. Majene
PEMANFAATAN TERAPI RELAKSASI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI DESA ULIDANG Haerianti, Masyita; Indrawati, Indrawati; Mursid, Aco; Erviana, Erviana; Damayanti, Risna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.33-38

Abstract

Data menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia yang berada pada fase lansia mengalami penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi bagi kesehatan lansia seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Untuk mencegah komplikasi yang berkelanjutan dibutuhkan intervensi yang tepat. Salah satu intervensi yang dapat diberikan berupa terapi nonfarmakalogis seperti terapi dzikir. Dzikir merupakan bagian dari meditasi  transendetal yang melibatkan faktor keyakinan. Terapi yang melibatkan keyakinan yang dianut akan mempercepat terjadinya keadaan relaksasi. Semakin kuat keyakinan seseorang berpadu dengan respon relaksasi maka semakin besar pula efek yang didapat. Oleh karena itu tim pengabdian merasa perlu untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai terapi dzikir pada lansia untuk penanganan masalah hipertensi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan para lansia tampak antusias dan menunjukkan keinginan untuk menerapkan terapi ini sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi tekanan darah tinggi yang dialami lansia. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menunjukkan ada respon peningkatan pemahaman terkait tekanan darah tinggi dan terapi dzikir.