Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Assessment Rawat Inap RS X di Pasuruan Kuni Adilata; Novita Nuraini; Maya Weka Santi; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.706

Abstract

Assessment awal medis rawat inap merupakan formulir untuk memulai proses asuhan pasien. Terdapat ketidaklengkapan pada formulir Assessment awal medis paru sebesar 78,9%, pada formulir Assessment awal medis bedah sebesar 92,5%, dan pada formulir Assessment awal medis umum sebesar 100%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir Assessment awal medis rawat inap menggunakan teori kinerja Gibson serta menyusun upaya perbaikan dengan brainstorming. Riset ini berjenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan tertulis, wawancara, observasi, dokumentasi. Subjek dalam riset ini yaitu dokter spesialis bedah, dokter spesialis paru, dokter umum, pelaksana analisis, kepala rekam medis, dan perawat ruang rawat inap. Hasil riset menjelaskan bahwa faktor individu dan faktor psikologi tidak menjadi penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir Assessment awal medis rawat inap. Faktor organisasi yaitu tidak adanya sistem reward dan punishment kepada petugas apabila petugas mengisi formulir Assessment awal medis rawat inap dengan lengkap. Upaya perbaikan permasalahan tersebut yaitu pemberian reward dapat diberikan berupa pujian atau memasukkan petugas dalam pegawai teladan, punishment dapat berupa teguran secara lisan kepada petugas.
Analisis Penyebab Pending Klaim BPJS Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Kaliwates Aprillia Maya Puspitasari; Rossalina Adi Wijayanti; Maya Weka Santi; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.707

Abstract

Rumah Sakit Umum Kaliwates akan melakukan pengajuan klaim setiap tanggal 10 bulan berikutnya, akan tetapi pada caturwulan 1 tahun 2022 terjadi pending klaim sebesar 6,57% dengan risiko berdampak pada arus kas rumah sakit. Penelitian memiliki tujuan untuk mengentahui penyebab terjadinya pending klaim di Rumah Sakit Umum Kaliwates dengan menggunakan teori Harrington Emerson (man, method, machine dan money). Unsur man pada penelitian ini membahas mengenai pengetahuan petugas. Unsur method tentang mengenenai ketesedian Standar Prosedur Operasional dan Berita Acara. Unsur machine mengenai penggunaan komputer. Terakhir unsur money, tentang dana yang ada di rumah sakit. Metode penelitian berupa penelitian kualitatif. Wawancara, observasi, serta dokumentasi dipilih untuk pengumpulan data. Hasil yang diperoleh mengenai penyebab terjadinya pending klaim, yaitu kurangnya sosialisasi Standar Prosedur Operasional dan kurangnya sosialisasi mengenai perubahan berita acara kesepakatan koding oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti pemberitahuan secara lisan ketika ada pertemuan rutin dan koordinasi jika terjadi perubahan berita acara kesepakatan koding.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Rawat Inap di RSU BaliMed Negara Bali Ni Made Oktin Permata Sari; Maya Weka Santi; Ervina Rachmawati; Sabran Sabran
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.708

Abstract

Formulir informed consent penting untuk diiisi lengkap karena mempengaruhi mutu kualitas rekam medis dan pelayanan kesehatan. Rata-rata ketidaklengkapan pengisian informed consent di Rumah Sakit Umum BaliMed Negara Bali Bulan Januari-Juli 2022 sebesar 20,83%. Ketidaklengkapan pengisian informed consent mengakibatkan berkurangnya validitas alat bukti hukum dan utilitas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian informed consent pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum BaliMed Negara Bali. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, CARL, dan brainstorming. Subjek penelitian yaitu 3 dokter, 2 perawat rawat inap, 1 petugas assembling, kepala rekam medis dan sumber daya manusia. Objek penelitian adalah informed consent. Hasil penelitian menunjukkan faktor ability yaitu kurangnya pengetahuan dokter dan perawat, serta belum pernah diadakannya pelatihan pengisian informed consent. Motivation yaitu tidak adanya reward dan punishment bagi dokter dan perawat. Opportunity yaitu belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan job desc terkait kelengkapan formulir informed consent. Hasil prioritas masalah yaitu belum terdapat SOP, pelatihan, serta kurangnya pengetahuan dokter dan perawat terkait pengisian formulir informed consent. Upaya perbaikan masalah yaitu membuat, mensosialisasikan, dan memberikan SOP ke setiap poli, serta mengirimkan dokter dan perawat untuk mengikuti pelatihan atau seminar terkait pengisian informed consent.
Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di UPTD Rumah Sakit Jiwa dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Narita Dwiyana; Rossalina Adi Wijayanti; Maya Weka Santi; Gamasiano Alfiansyah
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.732

Abstract

Standar waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap adalah 2x24 jam setelah pasien dinyatakan keluar rumah sakit. Pengembalian berkas rekam medis rawat inap di UPTD Rumah Sakit Jiwa dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulaun Bangka Belitung masih mengalami keterlambatan. Pada bulan Januari 2023 peneliti memperoleh informasi keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap pada bulan Oktober 2022 sampai Desember 2022 yaitu sebesar 51,75%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini yaitu pengetahuan petugas terkait standar waktu pengembalian rekam medis, sikap petugas kurang respon dan kurang tanggung jawab dalam melengkapi rekam medis, pendidikan petugas filing belum sesuai dengan kompetensi rekam medis, jarak ruangan antara ruang perawatan dan ruang filing cukup jauh, petugas terkait pengembalian rekam medis belum pernah mendapatkan pelatihan rekam medis, output dari checklist kelengkapan belum pernah di monitoring dan evaluasi oleh manajemen, sosialisasi SOP yang belum merata dan rutin dilakukan. Upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan monitoring evaluasi rutin terhadap laporan indikator mutu rumah sakit sebagai salah satu upaya perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan pengembalian rekam medis rawat inap dan segera menerapkan Rekam Medis Elektronik rawat inap.
Analisis Faktor Penyebab Klaim Pending BPJS Kesehatan Rawat Jalan di UPF BKMM Cikampek Nur Fitri Rosmayanti; Maya Weka Santi; Atma Deharja; Dony Setiawan Hendyca Putra
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.743

Abstract

Saat ini dalam penerapan Jaminan Kesehatan Nasional, rumah sakit diharuskan melakukan pengajuan klaim untuk memperoleh penggantian biaya layanan kesehatan. Penerapan klaim BPJS ini tidak terlepas dari beberapa tantangan, salah satunya adalah kasus klaim pending. UPF BKMM Cikampek masih mengalami klaim pending BPJS rawat jalan. Pada Oktober-Desember 2023 dari 4963 berkas yang diajukan, ditemukan sebanyak 175 berkas mengalami klaim pending. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab klaim pending pasien BPJS Kesehatan Rawat Jalan di UPF BKMM Cikampek berdasarkan teori Kinerja Gibson. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa faktor penyebab klaim pending. Pertama, variabel individu dikarenakan tidak sesuainya kualifikasi pendidikan dan tidak adanya pelatihan bagi petugas klaim secara merata. Kedua, variabel organisasi dikarenakan evaluasi terkait penyelesaian klaim pending yang tidak rutin dilakukan, tidak adanya tunjangan kinerja khusus bagi petugas klaim, serta tidak adanya uraian tugas dan standar operasional prosedur terkait penanganan klaim pending. Upaya yang diusulkan untuk memperbaiki masalah tersebut meliputi rotasi petugas pada tim penjaminan klaim BPJS rawat jalan, pelaksanan rapat rutin, serta penyusunan uraian tugas dan standar operasional prosedur terkait penanganan klaim pending.
Analisis Faktor Penyebab Ketidakamanan dan Ketidakrahasiaan Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit TK. III Baladhika Husada Jember Azmia Hanna Zahda; Maya Weka Santi; Novita Nuraini; Erna Selviyanti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.744

Abstract

Permasalahan keamanan dan kerahasiaan rekam medis ditemukan di ruang filing Rumah Sakit Baladhika Husada Jember, yaitu ditinjau dari keamanan bahwa masih banyak rekam medis berserakan dilantai ruang filing, kebutuhan rak rekam medis yang masih belum mencukupi yang berdampak pada kerusakan rekam medis dengan persentase 55% yaitu sebanyak 137 rekam medis dan ditinjau dari kerahasiaan masih terdapat petugas non-rekam medis yang sering masuk dan keluar dari ruang filing yang berdampak pada penyebarluasan isi rekam medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang menyebabkan masalah keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang filing RS Tk. III Baladhika Husada Jember. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada faktor individu (petugas filing bukan lulusan dari rekam medis, tidak pernah diadakannya seminar terutama m engenai keamanan dan kerahasiaan rekam medis), faktor organisasi pada sarana dan prasarana (rak rekam medis yang tidak cukup dan tidak ada ruang khusus rekam medis inaktif), faktor organisasi pada penghargaan (tidak adanya reward bagi petugas filing). Prioritas penyebab masalah dengan menggunakan metode CARL yaitu tidak adanya ruang untuk rekam medis inaktif. Upaya perbaikan dari permasalahan dengan menggunakan brainstorming adalah dengan menambahkan ruangan khusus rekam medis inaktif.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaktepatan Kodefikasi Penyakit dan Tindakan di RSUD RAA Soewondo Pati Dwi Nur Setyowati; Novita Nuraini; Maya Weka Santi; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.748

Abstract

Kodefikasi merupakan klasifikasi penyakit yang sejenis kedalam satu grup nomor sesuai dengan ICD 10 untuk penyakit dan ICD 9 CM untuk tindakan. Hasil studi pendahuluan diperoleh data ketidaktepatan kodefikasi ranap sebanyak 22% dan rajal sebanyak 5% dari 60 sampel. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor penyebab ketidaktepatan kodefikasi penyakit dan tindakan pasien BPJS kesehatan ranap berdasarkan aspek predisposing, enabling, reinforcing dan menentukan prioritas penyebab masalah menggunakan USG serta menyusun upaya perbaikan masalah menggunakan brainstorming. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan pertanyaan tertulis, wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian sebagai informan utama 4 koder ranap dan informan pendukung meliputi 1 Verifikator Internal, 1 koordinator verifikator, 1 kepala RM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab ketidaktepatan kodefikasi dari predisposing factor koder tidak paham tanda baca pada ICD, perintah omitcode sesuai PMK 26 Tahun 2021 dan kurang paham syarat penegakan diagnosis sesuai BA kesepakatan bersama. Dari enabling factor sarana, tidak tersedia AC diruang koder dan koder jarang mengikuti pelatihan koding. Dari reinforcing factor tidak ada SOP kodefikasi. Prioritas masalah yang harus diselesaikan adalah tidak adanya SOP kodefikasi, Adapun upaya perbaikan masalahanya adalah menyusun SOP kodefikasi.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Misfile Rekam Medis di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember Roudhotul Falah; Maya Weka Santi; Novita Nuraini; Sabran Sabran; Rika Furi Retnoningrum
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.758

Abstract

Jumlah misfile di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember pada tahun 2022 sebesar 2,85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya misfile di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember, menganalisis prioritas masalah menggunakan CARL (Capability, Accessibility, Readiness, Leverage), dan upaya perbaikan menggunakan brainstorming. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala rekam medis, enam petugas filing, dan tiga perawat ruangan Nusa Indah. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan brainstorming. Hasil penelitian yaitu kurangnya pengetahuan petugas, petugas filing yang berlatar belakang pendidikan Sekolah Menengah Atas dan belum pernah mengikuti pelatihan rekam medis, belum disiplinnya petugas, belum terhubungnya komputer di unit filing dengan genset, rak penuh, serta sebagian petugas filing belum memahami dan mengetahui isi dari standar operasional prosedur yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan prioritas masalah didapatkan hasil yaitu belum disiplinnya petugas, kurangnya pengetahuan petugas, dan rak penuh. Solusi untuk menyelesaikan masalah yaitu perlu adanya surat keputusan tentang pemberian reward dan punishment bagi petugas, memberikan pelatihan tentang rekam medis kepada petugas, serta melaksanakan retensi dan penyimpanan rekam medis diganti menjadi rekam medis elektronik.
Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DOQ-IT di Puskesmas Kendit Situbondo Sabran Sabran; Nabila Agustina; Maya Weka Santi; Gamasiano Alfiansyah
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 7 No 2 (2026): September (In Progress)
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v7i2.209

Abstract

Kendit Public Health Center currently uses paper-based medical records and has only recently begun implementing electronic medical records (EMR) in several service areas. However, this implementation faces numerous challenges, including data duplication, file damage, and the accumulation of 9,424 physical records. This situation highlights the importance of accelerating the comprehensive implementation of Electronic Medical Records (EMR) to enhance the efficiency of patient data management. This study aims to analyze the readiness for EMR implementation using the DOQ-IT method. This descriptive research involved 53 respondents, with data collected through questionnaires. The results showed that organizational alignment readiness was in the “very ready” category with a score of 31.72 out of a maximum score range of 45. The subvariables included culture (mean: 3.56), leadership (mean: 3.53), and strategy (mean: 3.47) on a 1 – 4 scale. Meanwhile, organizational capacity readiness was in the “moderately ready” category with a score of 59.77 out of a maximum score range of 100. The subvariables included information management (mean: 3.11), clinical and administrative staff (mean: 3.07), training (mean: 3.42), workflow process (mean: 2.92), accountability (mean: 2.75), budgeting (mean: 3.12), patient involvement (mean: 2.58), IT management (mean: 3.06), and IT infrastructure (mean: 2.80) on a 1 – 4 scale. Improvements are needed in organizational capacity, particularly in patient involvement, accountability, and IT infrastructure.
Optimizing E-Posyandu Through Digitalization of the Poedji Rochjati Score Card (KSPR) in Detecting the Risk of Maternal Ervina Rachmawati; Maya Weka Santi; Trismayanti Dwi Puspitasari; Yohan Yuanta
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v3i2.6695

Abstract

Jember Regency has a high maternal mortality rate (MMR) in East Java Province. Meanwhile, Arjasa Village, Jember is a partner village of Jember State Polytechnic which has the same health problem. In previous research, the e-posyandu application had not developed a system that could detect high-risk pregnant women. The purpose of this study was to optimize E-Posyandu through the Digitalization of the Poedji Rochjati Score Card (KSPR) in Detecting the Risk of Maternal in Arjasa, Jember. Methods: This was a research and development study. The sample were 15 cadres from integrated service posts in Arjasa village. The system was developed using the waterfall method. The results showed that the system’s development of e-Posyandu through the digitalization of the Poedji Rochjati Score Card (KSPR) is able to detect early high-risk pregnant women with three categories: low-risk pregnancy (KRR), high-risk pregnancy (KRT) and very high-risk pregnancy (KRST). High-risk and very high-risk pregnant women are then reported to the village midwife and the Community Health Center to get a referral to the hospital to prevent maternal mortality. Conclusion: This system has been tested with a system accuracy result of 93%, response time of <10 seconds, and user satisfaction with this system reached 87%, so it can increase the efficiency of cadres and midwives in reporting the results of early detection of high-risk pregnant women in real time to the Community Health Center. Recommendation: improve the system by shortening response time, increasing user satisfaction and increase sample size all Posyandu in Jember Regency for future research.
Co-Authors Agni Candramawa Sholikha Agus Salim Akulina Wilanti Ana Nafidatul Khoiroh Andar Sifa’il Fajeri Andri Permana Wicaksono Angga Rahagiyanto Aprillia Maya Puspitasari Atika Yuliandari Atma Deharja Atma Deharja Atma Deharja Ayu Imelda Rosita Azmia Hanna Zahda Benedicta Cherlyn Pera Cherry Triwidiarto Dahlia Indah Amareta, Dahlia Indah Deanissa Aulia Demiawan Rachmatta Putro Mudiono Dismara Anggrelya Dony Setiawan Dony Setiawan H.Putra dony setiawan hendyca putra Dwi Nur Setyowati Dyah Palupi Budiningsih Efri Tri Ardianto Elsa Mayori Erna Selviyanti Eva Tri Wicahyanti Evi Novitasari Fatika Laily Novitasari Feby Erawantini Gamasiano Alfiansyah Gamasiano Alfiansyah Gandu Eko Julianto Suyoso Haris Hammaminata Hendra Yufit Riskiawan Hendyca Putra Holida Lafissyah Ilham Aditya Aji Indah Muflihatin Ines Meiyola Pradanthi Insani Dzakirah Kuni Adilata Liza Amalia Putri M Choirur Roziqin Mega Nanda Yuni A Meiranda Normarisa Azis Mira Andriani Mochammad Choirur Roziqin Mudafiq Riyan Pratama Muhammad Yunus Nabila Agustina Najla Kamil Narita Dwiyana Ni Made Oktin Permata Sari Novita Nuraini Nugroho Setyo Wibowo Nur Fitri Rosmayanti Nurhasmadiar Nandini Nurkholis, - nurmawati, ida Puspitasari, Trismayanti Dwi Rachmawati, Ervina Refa Firgiyanto Rika Furi Retnoningrum Rossalina Adi Wijayanti Roudhotul Falah Sabran Sabran Sakinah Salsabila Salma Firyal Nabila Selvia Juwita Swari Selvia Juwita Swari Suhartini Nur Afifah Sulthan Muhammad Fauzan Laksono Suriani Sustin Farlinda Theo Mahiseta Syahniar Tiara Wirdathul Jannah Tias Agustin Ayuningrum Ulul Azmi Velynsa Diana Putri Veronika Vestine Vony Aprilia Eka Wiqoyati Maryam Wiwik Dian Sari Yessy Arniza Yohan Yuanta Yusirwan Tabrani