Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kader dalam Upaya Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Sungai Duren Muthia Mutmainnah; Putri Irwanti Sari; Yulia Indah Permata Sari
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 2 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i2.4615

Abstract

Early pregnancy detection is important to identify pregnant women who have risk factors and obstetric complications. The aim of the service is to provide information and increase health cadres' knowledge about high-risk pregnancies. Activities are carried out using lecture and direct practice methods. Implementation of service in the Community Health Center Hall. The activity participants were community health center cadres totaling 36 participants. The activity went smoothly and the participants looked enthusiastic. The results of the service show that the age characteristics of the early adult category cadres are 18 (50%). After the evaluation, most of the cadres' knowledge increased regarding early detection of high-risk pregnancies compared to before the education was provided. After carrying out this community service, it is hoped that cadres can play an active role in carrying out early detection supported by health workers in an effort to prevent obstetric complications.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Demonstrasi Dan Media Video Terhadap Kemampuan Melakukan Senam Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Ambarwati Ambarwati; Andika Sulistiawan; Yulia Indah Permata Sari
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.16504

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolik menahun yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa darah lebih dari rentang normal. Penderita diabetes sangat rentan terhadap berbagai komplikasi dimana salah satunya yaitu kaki diabetik (diabetic foot). Penatalaksanaan yang bisa dilakukan untuk mengelola penyakit diabetes melitus dengan melakukan senam kaki untuk meningkatkan kelancaran peredaran darah pada kaki, selain itu pendidikan kesehatan juga perlu dilakukan sebagai bentuk upaya dalam melakukan pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan melalui metode demonstrasi dan media video terhadap kemampuan melakukan senam kaki pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Intact Group Comparison dengan menggunakan rancangan Two Group Pre Test Post Test Design. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Populasi seluruh pasien diabetes melitus sebanyak 2.515 orang dengan jumlah sampel 32 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode demonstrasi memiliki selisih nilai rata-rata 1,7 sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan 32,2 sesudah diberikan pendidikan kesehatan, sedangkan media video memiliki selisih nilai rata-rata 1,6 sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan 29,5 sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Maka dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi lebih efektif daripada media video dalam meningkatkan kemampuan melakukan senam kaki pasien DM. Kata Kunci : Penkes, senam kaki, media video,metode demonstrasi
PENERAPAN THERMOTHERAPY PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT (SKA) DENGAN NYERI DADA DI RUANG JANTUNG RSUD H ABDUL MANAP KOTA JAMBI Anggraini, Citra Julia; Permata Sari, Yulia Indah
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2023): JURNAL ILMU ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v9i2.83

Abstract

Sindrom koroner akut (SKA) merupakan suatu kegawatdaruratan jantung dengan tingkat morbiditas dan mortalitas komplikasi yang masih tinggi, sehingga dapat menyebabkan kematian mendadak bila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Keluhan utama yang paling sering terjadi pada sindrom koroner akut adalah nyeri dada yang disertai mual, sempoyongan, berkeringat, berdebar dan sesak napas. Salah satu terapi non farmakologi yang diterapkan untuk mengurangi nyeri dada pada pasien sindrom koroner akut salah satunya dengan thermotherapy. Thermotherapy adalah pemberian aplikasi panas pada tubuh untuk mengurangi gejala nyeri akut maupun nyeri kronis..Metode menggunakan desain laporan kasus (case report). Subjek yang digunakan adalah pasien sindrom koroner akut yang mengalami nyeri dada, instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale. Analisa data yang dilakukan menggunakan analisis dekriptif dengan melihat skala nyeri dari hari pertama sebelum dilakukan thermotherapy sampai hari terakhir. Hasil Pada 3x pemberian intervensi dapat dilihat penurunan skala ( Numeric Rating Scale) nyeri secara berkala. Hasil menunjukkan bahwa nyeri akut  yang dirasakan pasien setelah dilakukan pemberian thermotherapy skala nyeri berkurang. Terbukti dihari pertama pemberian thermotherapy skala nyeri menurun menjadi 3 sampai pada dihari terakhir pemberian  thermotherapy nyeri tidak terasa. Kesimpulan yang didapatkan adalah Pengaplikasian thermotherapy menunjukkan adanya perubahan dan memperoleh hasil yang optimal dan terdokumentasi dengan baik. Thermotherapy dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk peneurunan intensitas nyeri. Kata Kunci : Nyeri dada, Sindrom koroner akut, Thermotherapy
APLIKASI TERAPI BRANDT DAROFF EXERCISE TERHADAP PENURUNAN GANGGUAN KESEIMBANGAN PADA PASIEN YANG MENGALAMI VERTIGO Septidianti, Chantika; Permata Sari, Yulia Indah
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2023): JURNAL ILMU ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v9i2.81

Abstract

Latar Belakang: Vertigo bisa disebabkan adanya gangguan keseimbangan pada telinga bagian dalam atau bagian vestibular dan kemungkinan disebabkan oleh gangguan pada otak. Keluhan utama yang paling sering vertigo, diantaranya perasaan panas dingin, mual muntah, perasaan pusing, sakit kepala, tidak dapat berdiri, jantung berdebar debar, kehilangan keseimbangan keringat berlebih dan lemah. Pusing adalah keluhan utama pasien yang melaporkan vertigo berat dan mengalami keseimbangan yang berubah Upaya yang dapat dilakukan adalah latihan Brandt-Daroff metode rehabilitasi untuk kasus vertigo, senam vertigo memberikan efek meningkatkan darah ke otak sehingga dapat memperbaiki fungsi alat keseimbangan tubuh dan memaksimalkan kerja dari sistem sensori.Metode: Menggunakan desain Laporan kasus (case report). Subjek yang digunakan pasien vertigo yang mengalami penurunan keseimbangan, Instrumen yang digunakan adalah Vertigo Symptom Scale Short. Analisa: Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan melihat skor Vertigo Symptom Scale Short dari hari pertama sebelum dilakukan Terapi Brandt-darrof sampai hari terakhir.Hasil: Pada 3x pemberian intervensi dapat dilihat penurunan Skor Vertigo Symptom Scale Short Form secara berkala. Hasil menunjukkan bahwa gejala vertigo yang dialami pasien dapat berkurang setelah dilakukan terapi Brandt Daroff. Kesimpulan: Pengaplikasian terapi fisik Brandt Darrof menunjukkan adanya perubahan dan memperoleh hasil yang optimal dan terdokumentasi dengan baik. Terapi ini baik dilakukan pada pasien vertigo.Kata Kunci: Terapi fisik Brandt Daroff. Vertigo Symptom Scale, Vertigo.
PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF ESTEEM REMAJA DI SMAN 4 KOTA JAMBI Mekeama, Luri; Oktarina, Yosi; Sari, Yulia Indah Permata; Sari, Putri Irwanti; Martawinarti, Rts Netisa; Maghfirawati, Okti
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2024): JURNAL ILMU ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v10i1.99

Abstract

Pola asuh yang diberikan orang tua menjadi faktor penting bagi remaja untuk pembentukan self-esteem dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dampak Self estem akan tercermin dari sikap, perilaku, kepribadian dan cara remaja dalam membuat keputusan untuk masa depannya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Self Esteem Remaja di SMAN 4 Kota Jambi. Metode penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMAN 4 Kota Jambi sebanyak 99 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan propability random sampling. Intrumen yang digunakan berupa kuisioner pola asuh  dan self-esteem.  Intrumen pola asuh berisikan pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Instrumen self-estem menggunakan Rosenberg’s Self Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan dari 99 responden sebagian besar mendapatkan pola asuh otoriter sebanyak 65 orang (65,7%) dan pola asuh dengan frekuensi paling rendah adalah pola asuh permisif sebanyak 2 orang (2,0%). Data diuji menggunakan Spearmans rho dengan nilai p-value 0,002. Nilai korelasi Spearman sebesar 0,311 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi cukup sehingga bisa disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan self esteem pada Remaja di SMAN 4 Kota Jambi. penerapan pola asuh yang baik dan tepat diharapkan dapat membantu remaja dalam melewati fase perkembangannya sehingga akan membentuk remaja yang memiliki self-esteem yang tinggi.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Fungsi Kognitif Lansia di Puskesmas Muara Kumpe Wulandari, Elsa; Nasution, Riska Amalya; Sari, Yulia Indah Permata
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 4 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v4i1.25253

Abstract

Elderly or often called elderly is a phase passed by all human beings which is a stage where individuals are at a certain age. The prevalence of the World Health Organization (WHO) 2021 states that there are 65.6 million elderly people worldwide experienced impaired cognitive function. At Muara Kumpeh Health Center, there are still many elderly people who experience cognitive function decline with various causes and factors. This study aims to determine the relationship between sleep quality and cognitive function in the elderly in the work area of Muara Kumpeh Health Center. This type of research is quantitative with cross sectional method. The research was carried out at the Posyandu working area of the Muara Kumpeh Health Center. The implementation time starts from January 2023. The population in this study is the elderly who participate in the activities of the elderly posyandu, which is as many as 2,580 people. The sample amounted to 106 respondents. The sampling technique is non-probability sampling using Purposive Sampling. The statistical test used is the Correlation Gamma test. The results of the study found that there was a relationship between sleep quality and cognitive function in the elderly in the work area of Puskemas Muara Kumpeh. It is hoped that the Muara Kumpeh Health Center can educate families about things that can help the elderly to sleep which will later reduce the incidence of cognitive function in the elderly Abstrak Lanjut usia atau sering disebut lansia merupakan suatu fase yang dilewati oleh semua insan manusia yang merupakan tahapan dimana individu pada usia tertentu. Prevalensi World Health Organization (WHO) 2021 menyatakan terdapat 65,6 juta orang lansia di seluruh dunia mengalami gangguan fungsi kognitif. Di Puskesmas Muara Kumpeh masih banyak lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif dengan berbagai macam penyebab dan faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fungsi kognitif pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Muara Kumpeh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Posyandu wilayah Kerja Puskesmas Muara Kumpeh. Waktu pelaksanaan dimulai dari Bulan Januari 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah Lansia yang mengikuti kegiatan posyandu lansia yaitu sebanyak 2.580 orang dengan jumlah sampel 106 responden. Teknik pengambilan sampel adalah non- probability sampling Purposive Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Correlation Gamma. Hasil penelitan didapatkan bahwa terdapat hubungan kualitas tidur terhadap fungsi kognitif pada lansia di wilayah kerja Puskemas Muara Kumpeh. Diharapkan pihak Puskesmas Muara Kumpeh agar dapat mengedukasi keluarga mengenai hal-hal yang dapat membantu lansia untuk tidur yang nantinya akan dapat menurunkan kejadian  fungsi kognitif pada lansia. Kata kunci: Fungsi Kognitif, Lansia, Kualitas Tidur .
Hubungan Perilaku Ibu Dalam Pemberian Makan Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Fariska Rian Elfandes; Fadliyana Ekawati; Yulia Indah Permata Sari
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v1i3.46

Abstract

Nutritional status is a state of balance between the intake of nutrients consumed and the nutrients needed by the body which can be measured and assessed by child anthropometry. One of the dominant factors and can affect the nutritional status of toddlers is the attitude and behavior of mothers who lack awareness of the importance of toddler nutrition. The relationship between maternal behavior in feeding with the nutritional status of toddlers in the working area of the Putri Ayu Health Center, Jambi City is known. This study included quantitative research using a cross sectional design. The number of samples was 105 samples. Using the Spearman Rho statistical test. The results showed good maternal behavior obtained (88.6%), poor maternal behavior obtained (11.4%). Nutritional status of toddlers with good nutrition was obtained (79.0%), overnutrition (5.7%), undernutrition (8.5%) and poor nutrition was obtained (6.7%). The results of the Spearman Rho statistical test obtained a correlation coefficient of 0.587. The results showed that there was a relationship between maternal behavior in feeding with the nutritional status of toddlers in the Working Area of the Putri Ayu Health Center in Jambi City because the majority of respondents had good education and economic levels. It is expected that the community will increase their literacy from various sources related to toddler nutrition, especially for mothers who have toddlers to increase knowledge. The more public knowledge of the nutritional status of toddlers increases, the better the behavior of mothers in toddlers will be and the nutritional status of toddlers will increase.
PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SELF ESTEEM REMAJA DI SMAN 4 KOTA JAMBI Mekeama, Luri; Oktarina, Yosi; Sari, Yulia Indah Permata; Sari, Putri Irwanti; Martawinarti, Rts Netisa; Maghfirawati, Okti
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2024): JURNAL ILMU ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v10i1.99

Abstract

Pola asuh yang diberikan orang tua menjadi faktor penting bagi remaja untuk pembentukan self-esteem dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dampak Self estem akan tercermin dari sikap, perilaku, kepribadian dan cara remaja dalam membuat keputusan untuk masa depannya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Self Esteem Remaja di SMAN 4 Kota Jambi. Metode penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMAN 4 Kota Jambi sebanyak 99 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan propability random sampling. Intrumen yang digunakan berupa kuisioner pola asuh  dan self-esteem.  Intrumen pola asuh berisikan pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Instrumen self-estem menggunakan Rosenberg’s Self Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan dari 99 responden sebagian besar mendapatkan pola asuh otoriter sebanyak 65 orang (65,7%) dan pola asuh dengan frekuensi paling rendah adalah pola asuh permisif sebanyak 2 orang (2,0%). Data diuji menggunakan Spearmans rho dengan nilai p-value 0,002. Nilai korelasi Spearman sebesar 0,311 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi cukup sehingga bisa disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan self esteem pada Remaja di SMAN 4 Kota Jambi. penerapan pola asuh yang baik dan tepat diharapkan dapat membantu remaja dalam melewati fase perkembangannya sehingga akan membentuk remaja yang memiliki self-esteem yang tinggi.
PENERAPAN THERMOTHERAPY PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT (SKA) DENGAN NYERI DADA DI RUANG JANTUNG RSUD H ABDUL MANAP KOTA JAMBI Anggraini, Citra Julia; Permata Sari, Yulia Indah
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2023): JURNAL ILMU ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v9i2.83

Abstract

Sindrom koroner akut (SKA) merupakan suatu kegawatdaruratan jantung dengan tingkat morbiditas dan mortalitas komplikasi yang masih tinggi, sehingga dapat menyebabkan kematian mendadak bila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Keluhan utama yang paling sering terjadi pada sindrom koroner akut adalah nyeri dada yang disertai mual, sempoyongan, berkeringat, berdebar dan sesak napas. Salah satu terapi non farmakologi yang diterapkan untuk mengurangi nyeri dada pada pasien sindrom koroner akut salah satunya dengan thermotherapy. Thermotherapy adalah pemberian aplikasi panas pada tubuh untuk mengurangi gejala nyeri akut maupun nyeri kronis..Metode menggunakan desain laporan kasus (case report). Subjek yang digunakan adalah pasien sindrom koroner akut yang mengalami nyeri dada, instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale. Analisa data yang dilakukan menggunakan analisis dekriptif dengan melihat skala nyeri dari hari pertama sebelum dilakukan thermotherapy sampai hari terakhir. Hasil Pada 3x pemberian intervensi dapat dilihat penurunan skala ( Numeric Rating Scale) nyeri secara berkala. Hasil menunjukkan bahwa nyeri akut  yang dirasakan pasien setelah dilakukan pemberian thermotherapy skala nyeri berkurang. Terbukti dihari pertama pemberian thermotherapy skala nyeri menurun menjadi 3 sampai pada dihari terakhir pemberian  thermotherapy nyeri tidak terasa. Kesimpulan yang didapatkan adalah Pengaplikasian thermotherapy menunjukkan adanya perubahan dan memperoleh hasil yang optimal dan terdokumentasi dengan baik. Thermotherapy dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk peneurunan intensitas nyeri. Kata Kunci : Nyeri dada, Sindrom koroner akut, Thermotherapy
APLIKASI TERAPI BRANDT DAROFF EXERCISE TERHADAP PENURUNAN GANGGUAN KESEIMBANGAN PADA PASIEN YANG MENGALAMI VERTIGO Septidianti, Chantika; Permata Sari, Yulia Indah
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2023): JURNAL ILMU ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v9i2.81

Abstract

Latar Belakang: Vertigo bisa disebabkan adanya gangguan keseimbangan pada telinga bagian dalam atau bagian vestibular dan kemungkinan disebabkan oleh gangguan pada otak. Keluhan utama yang paling sering vertigo, diantaranya perasaan panas dingin, mual muntah, perasaan pusing, sakit kepala, tidak dapat berdiri, jantung berdebar debar, kehilangan keseimbangan keringat berlebih dan lemah. Pusing adalah keluhan utama pasien yang melaporkan vertigo berat dan mengalami keseimbangan yang berubah Upaya yang dapat dilakukan adalah latihan Brandt-Daroff metode rehabilitasi untuk kasus vertigo, senam vertigo memberikan efek meningkatkan darah ke otak sehingga dapat memperbaiki fungsi alat keseimbangan tubuh dan memaksimalkan kerja dari sistem sensori.Metode: Menggunakan desain Laporan kasus (case report). Subjek yang digunakan pasien vertigo yang mengalami penurunan keseimbangan, Instrumen yang digunakan adalah Vertigo Symptom Scale Short. Analisa: Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan melihat skor Vertigo Symptom Scale Short dari hari pertama sebelum dilakukan Terapi Brandt-darrof sampai hari terakhir.Hasil: Pada 3x pemberian intervensi dapat dilihat penurunan Skor Vertigo Symptom Scale Short Form secara berkala. Hasil menunjukkan bahwa gejala vertigo yang dialami pasien dapat berkurang setelah dilakukan terapi Brandt Daroff. Kesimpulan: Pengaplikasian terapi fisik Brandt Darrof menunjukkan adanya perubahan dan memperoleh hasil yang optimal dan terdokumentasi dengan baik. Terapi ini baik dilakukan pada pasien vertigo.Kata Kunci: Terapi fisik Brandt Daroff. Vertigo Symptom Scale, Vertigo.
Co-Authors Adinda Adinda Afriani, Shelly Agustina, Rati Elvi Amalia, Mita Ambarwati Ambarwati Ambarwati Andika Rahmad Siregar Andika Sulistiawan Anggraini, Citra Julia Apri Yani Sitompul Aulia, Esa Surya Azizi, Putri Dwi Bagas Setiawan, Bagas Bina Melvia Girsang Chloranyta, Shanty Devitasari, Andrisa Dewi Damayanti Elliza Puspika Sari Erwan Efendi Fadliyana Ekawati Fadliyana Ekawaty Fariska Rian Elfandes Febri Adriati Fitri Yuliastuti Harnum, Assyafiah Hendrik Prayitno Luawo Hikmawati Hikmawati Juniana, Maolia Khoiru Ulfah Kirana, Febiyora Chandra Komala, Rossie Intan Lisa Anita Sari Lukman, Muhammad Nasril Luri Mekeama Maghfirawati, Okti Martawinarti, RTS Netisa Martawinarti, Rts. Netisa Maruhawa, Tamara Khaisya Meinarisa, Meinarisa Muhammad Fahri, Muhammad Muhammad Taqwa Mutia Salsa Billa Mutmainnah, Muthia Nadia Br. Pasaribu Nanda Poniar Nurhusna Nurna Ningsih OKTARIA, RINA RINA Pratama, Oky Agung Aditya Putri Irwanti Sari Putri, Rizky Amanda Rakhman, Sitti Riska Amalya Nasution Ritonga, Rohani Rohmah, Ulfa Nur RTS Netisa Martawinarti Rts. Netisa Martawinarti Rudini, Dini Rudini, Dini Santhi, Fera Afri Santi, Lala Delva Sapti Ayubana Sary, Elsa Volinda Saskiyanti Ari Andini Satria Saputra Septidianti, Chantika Sholihin Sholihin Sinta WIjayanti Sitompul, Qory Amalia Az-Zahra Sri Mulyani Suryati Syafruddin Syam Teguh, Saeful Hadi Tria Anisa Firmanti Ujang Sumarwan Ummami, Ellysha Azzahra Veni Misriyani Wahyuni Dazura Waluyo Waluyo Wijayanti, Sinta Wirda Hayani Syahputri Wulandari, Elsa Yosi Oktarina Yurni yurni Yusprisan, Ajeng Ananda