Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Efikasi Diri Penderita Hipertensi melalui Edukasi dan Pelatihan Manajemen Non-Farmakologis Oktarina, Yosi; Mekeama, Luri; Sari, Yulia Indah Permata; Subandi, Andi; Nurhusna, Nurhusna
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7357

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan melalui manajemen farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu strategi non-farmakologis yang berperan penting adalah peningkatan efikasi diri pasien dalam melakukan perawatan diri. Hasil identifikasi awal di wilayah mitra menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi belum memiliki kesadaran dan kemampuan yang memadai dalam melakukan perawatan diri. Sehingga hal ini menjadi dasar perlunya intervensi berbasis manajemen non farmakologis untuk meningkatkan efikasi diri penderita hipertensi, sehingga akan berdampak pada kemampuan perawatan diri pasien. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan efikasi diri pada penderita hipertensi. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi identifikasi permasalahan mitra, penyusunan rencana intervensi, pelaksanaan edukasi kesehatan tentang hipertensi, serta pelatihan peningkatan efikasi diri melalui pendekatan manajemen non-farmakologis, Pengabdian dilakukan pada 20 orang penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian, Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor efikasi diri dari 3,29 menjadi 3,64 setelah intervensi. Adanya peningkatan efikasi diri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perawatan diri khususnya dalam mengendalikan tekanan darah
Hubungan Health Literacy dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Ariani, Dhea; Rudini, Dini; Sari, Yulia Indah Permata; Martawinarti, Rts Netisa; Sari, Putri Irwanti
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is classified as a non-communicable disease that necessitates prolonged therapeutic management. Adherence to antihypertensive medication is a key determinant in achieving controlled blood pressure levels and preventing potential complications. Health literacy likewise plays a critical role in shaping an individual’s capacity to comprehend medical information and make informed decisions related to treatment. This study was conducted to examine the association between health literacy and medication adherence among individuals with hypertension in the operational area of Puskesmas Simpang IV Sipin. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 150 participants were recruited using a purposive sampling technique. Data collection utilized the HLS-EU-Q16 and MMAS-8 instruments, while data analysis was performed using Pearson correlation. The findings revealed that the average health literacy score was 10.61, and the average medication adherence score was 5.86. Pearson correlation testing showed a significant relationship between health literacy and medication adherence (p < 0.001) with a correlation coefficient (r = 0.65). These results indicate that higher levels of health literacy are associated with better adherence to antihypertensive therapy. Enhancing patients’ health literacy may therefore serve as an effective strategy to improve adherence to antihypertensive treatment.
PENGARUH LATIHAN ACTIVE LOWER ROM TERHADAP RISIKO NEUROPATI PERIFER PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Syafitri, Zakia Ulifa; Nurhusna, Nurhusna; Sari, Yulia Indah Permata; Sari, Putri Irwanti; Rudini, Dini
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 4 No. 04 (2025): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v4i04.1944

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a long-term metabolic disorder marked by elevated blood sugar levels and can lead to long-term complications, including peripheral neuropathy, which causes decreased foot sensitivity and increases the risk of ulcers and amputation. Preventive efforts can be carried out through physical exercises such as Active Lower Range of Motion, which help improve peripheral blood circulation and nerve sensitivity. This study employed a quasi-experimental approach using a pretest–posttest control group design involving 36 respondents with type 2 DM. The intervention consisted of regular Active Lower ROM exercises, and foot sensitivity was assessed using a 10-gram monofilament. The results showed that most respondents were 60–70 years old and predominantly female. Wilcoxon and Mann-Whitney analyses indicated a notable change was observed between the pre-intervention and post-intervention results (p=0.000), demonstrating that ALROM exercises effectively reduce the risk of peripheral neuropathy. This exercise can serve as a safe, simple, and beneficial non-pharmacological therapy for individuals with type 2 DM.
Pengaruh latihan keseimbangan terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia Visabilillah, Ananda Putri; Mawarti, Indah; Mekeama, Luri; Sari, Yulia Indah Permata; Imran, Suryadi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2204

Abstract

Background: The aging process causes a decline in muscle strength, sensory function, and balance in older adults, which leads to postural instability when standing and walking, increasing the risk of falls. Falls in older adults can have negative impacts such as injury, activity limitations, and decreased independence. Therefore, balance training is necessary to improve postural stability and the ability to maintain balance. Purpose: To determine the effect of balance training on reducing the risk of falls in older adults. Methods: This quasi-experimental study used a non-equivalent control group design. The sample size was 36 older adults divided into an intervention group (18 individuals) and a control group (18 individuals). Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Results: There was a significant reduction in fall risk in the intervention group after balance training (p < 0.5), while no significant change was found in the control group (p > 0.05). Comparison between groups showed a significant difference after intervention (p < 0.05). Conclusion: Balance training has been shown to provide significant benefits in improving balance ability and reducing fall risk in the elderly. Elderly individuals who regularly engage in balance training demonstrated greater postural stability improvements compared to those who did not receive training, suggesting that balance training can be implemented sustainably as a fall prevention measure in the elderly.   Keywords: Balance Training. Elderly; Fall Risk.   Pendahuluan: Proses penuaan menyebabkan penurunan kekuatan otot, fungsi sensorik, dan kemampuan keseimbangan tubuh pada lansia yang berdampak pada ketidakstabilan postur saat berdiri dan berjalan sehingga meningkatkan risiko jatuh. Kejadian jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak negatif berupa cedera, keterbatasan aktivitas, dan penurunan kemandirian, sehingga latihan keseimbangan diperlukan untuk meningkatkan stabilitas postural dan kemampuan mempertahankan keseimbangan tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan keseimbangan terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Metode: Penelitian dengan desain quasi-eksperimental menggunakan non-equivalent control group design. Sampel berjumlah 36 lansia yang dibagi menjadi kelompok intervensi (18 orang) dan kelompok kontrol (18 orang). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: Terdapat penurunan risiko jatuh yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan latihan keseimbangan (p < 0,.5), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan (p > 0.05). Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna setelah intervensi (p < 0.05). Simpulan: Latihan keseimbangan terbukti memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan keseimbangan tubuh dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Lansia yang melakukan latihan keseimbangan secara teratur menunjukkan peningkatan stabilitas postural yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak mendapatkan latihan, sehingga latihan keseimbangan dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia.   Kata Kunci: Lansia; Latihan Keseimbangan; Risiko Jatuh,.
Pengaruh Paket Edukasi SADARI Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri SMAN 2 Kota Jambi Tentang SADARI Elvira Monalisa; Kamariyah; Lisa Anita Sari; Yulia Indah Permata Sari; Meinarisa
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.134

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang dapat terjadi pada wanita setelah masa pubertas, dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kasus masih terdeteksi pada stadium lanjut, padahal angka kematian dapat ditekan melalui deteksi dini. Salah satu upaya pencegahan primer adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang sebaiknya dimulai sejak usia remaja atau menarche. Edukasi SADARI diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pre-test post-test yang dilaksanakan di SMAN 2 Kota Jambi tahun 2025 dengan 30 responden, menggunakan teknik Proportionate Stratified Sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah pemberian paket edukasi SADARI, dengan 27 responden (90%) berada pada kategori pengetahuan baik dibandingkan sebelumnya seluruh responden (100%) berada pada kategori kurang (p = 0,001; p < 0,05). Sikap responden juga meningkat, di mana 25 responden (83,3%) menunjukkan sikap positif setelah edukasi dibandingkan kondisi awal yang didominasi sikap negatif (p = 0,001; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa paket edukasi SADARI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri. Responden diharapkan dapat melakukan SADARI secara rutin dan benar, sekolah disarankan mendukung edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan, dan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih interaktif.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN KOTA JAMBI Ditatri Utami; Sri Mulyani; Yulia Indah Permata Sari; Nurhusna; Putri Irwanti Sari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40729

Abstract

Background: Hypertension in pregnancy is one of the main causes of maternal and perinatal morbidity and mortality. Psychological factors such as stress and lifestyle factors such as diet are known to play a role in increasing the risk of hypertension during pregnancy. Objective: To determine the relationship between stress levels and diet with the incidence of hypertension in pregnancy at Simpang IV Sipin Community Health Center, Jambi City. Method: Quantitative research with a cross-sectional design. The study sample consisted of 96 pregnant women in the second and third trimesters selected using a total sampling technique. Stress levels were measured using the DASS-42 questionnaire, diet was measured using a structured questionnaire, and blood pressure was classified into Grade 1, 2, and 3 hypertension. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. Results: Most respondents experienced mild stress (70.8%), had a good diet (54.2%), and had Grade 1 hypertension (88.5%). Spearman's test results showed a strong and significant relationship between stress levels and the incidence of hypertension (rs = 0.691; p < 0.001), as well as a moderate and significant relationship between diet and the incidence of hypertension (rs = 0.386; p < 0.001). Conclusion: Stress levels and diet are significantly associated with the incidence of hypertension in pregnancy. Stress screening and nutrition education are needed as part of antenatal care.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN KOTA JAMBI Ditatri Utami; Sri Mulyani; Yulia Indah Permata Sari; Nurhusna; Putri Irwanti Sari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.40731

Abstract

Background: Hypertension in pregnancy is one of the main causes of maternal and perinatal morbidity and mortality. Psychological factors such as stress and lifestyle factors such as diet are known to play a role in increasing the risk of hypertension during pregnancy. Objective: To determine the relationship between stress levels and diet with the incidence of hypertension in pregnancy at Simpang IV Sipin Community Health Center, Jambi City. Method: Quantitative research with a cross-sectional design. The study sample consisted of 96 pregnant women in the second and third trimesters selected using a total sampling technique. Stress levels were measured using the DASS-42 questionnaire, diet was measured using a structured questionnaire, and blood pressure was classified into Grade 1, 2, and 3 hypertension. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. Results: Most respondents experienced mild stress (70.8%), had a good diet (54.2%), and had Grade 1 hypertension (88.5%). Spearman's test results showed a strong and significant relationship between stress levels and the incidence of hypertension (rs = 0.691; p < 0.001), as well as a moderate and significant relationship between diet and the incidence of hypertension (rs = 0.386; p < 0.001). Conclusion: Stress levels and diet are significantly associated with the incidence of hypertension in pregnancy. Stress screening and nutrition education are needed as part of antenatal care.
Hubungan Self Efficacy dengan Perilaku Perawatan Diri Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Andrisa Devitasari; Yulia Indah Permata Sari; Andika Sulistiawan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31342

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis kompleks yang membutuhkan perawatan medis, manajemen mandiri yang baik serta dukungan yang berkelanjutan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Risiko komplikasi dapat diturunkan melalui perilaku perawatan diri dengan keyakinan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self efficacy dengan perilaku perawatan diri pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian bertempat di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, dilakukan pada bulan Februari – Maret 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner DMSES dan SDSCA dengan jumlah responden 85 responden. Hasil penelitian dengan uji statistik Spearman's rho diperoleh nilai signifikan atau Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 dan angka koefisien korelasi 0,545 menunjukkan terdapat hubungan antara self-efficacy dengan self- care pada pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, karena mayoritas responden memiliki self- care baik dengan tingkat self-efficacy tinggi. Upaya promosi kesehatan mengenai self-care diabetes mellitus perlu ditingkatkan agar dapat menambah pengetahuan dan keyakinan pasien dalam pelaksanaan sel- care diabetes mellitus.
The Relationship Between Online Game Addiction and Cognitive Function Among Students in the E-Sport Student Activity Unit at Jambi University Anggun Meiliani Aulia; Riska Amalya Nasution; Yulia Indah Permata Sari
Jurnal Pinang Masak Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pinang Masak (JPIMA)
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpima.v4i2.47214

Abstract

Excessive online gaming negatively impacts individuals, especially in academic settings, by reducing motivation, commitment, and cognitive functions critical for success. This study explores the correlation between online game addiction and cognitive function among members of the E-Sports Student Activity Unit at Universitas Jambi. A quantitative correlational design was applied with 66 participants selected by proportionate stratified random sampling. Online game addiction and cognitive function were assessed using the GASA and MoCA-Ina instruments, respectively. Results showed that 37.9% of respondents had moderate addiction levels, while 65.2% maintained normal cognitive function. Spearman rho test revealed a significant negative correlation (r = 0.784, p < 0.05), indicating that higher addiction levels were associated with lower cognitive function. The findings suggest the need for educational and counseling interventions to promote balanced gaming and academic performance.
Healthy Movement, Strong Heart: Cardio Exercise as an Intervention for Improving Both Cardiorespiratory Fitness and Cardiovascular Health Sari, Putri Irwanti; Subandi, Andi; Meinarisa; Sari, Yulia Indah Permata; Oktaria, Rina; Mawarti, Indah; Yuliana; Nasution, Riska Amalya; Martawinarti, RTS Netisa
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i1.1041

Abstract

Cardiovascular disease remains a major cause of morbidity and mortality in the community. Cardiorespiratory fitness and hemodynamic parameters such as blood pressure, heart rate, and its variability are important indicators of heart health. Cardio exercise as a form of physical intervention has the potential to improve cardiorespiratory fitness and hemodynamic conditions in the community. This Community Service Activity aims to broadcast the effects of exercise on cardiorespiratory fitness and hemodynamic parameters in the community, and to see the extent of changes that occur after regular intervention. The methods used were lectures, interviews, observations and physical examinations (pretest-posttest). Participants totaling 34 people from the local community participated in a 60-minute cardio exercise program. Parameters measured included cardiorespiratory fitness (VO₂max or estimated physical task performance), systolic and diastolic blood pressure, resting heart rate, and heart rate after activity. Results: After the exercise intervention, there was a significant improvement in hemodynamic status. The cardiorespiratory fitness status min-max from 12.93-27.67 ml/kg/min with an average value of 17.11 ml/kg/min. Conclusion: Cardio exercise has been proven to be effective as an intervention to increase cardiorespiratory fitness and improve hemodynamic parameters in the community. Regular cardio exercise programs are recommended as part of a public health strategy for preventing heart disease and improving quality of life.
Co-Authors Adinda Adinda Adinda Adinda Afriani, Shelly Agustina, Rati Elvi Amalia, Mita Ambarwati Ambarwati Ambarwati Andi Subandi Andika Rahmad Siregar Andika Sulistiawan Andrisa Devitasari Anggraini, Citra Julia Anggun Meiliani Aulia Apri Yani Sitompul Ariani, Dhea Aulia, Esa Surya Azizi, Putri Dwi Bagas Setiawan, Bagas Budhialon, Poltak Robert Chloranyta, Shanty Dewi Damayanti Ditatri Utami Elvira Monalisa Erwan Efendi Fadliyana Ekawati Fadliyana Ekawaty Fariska Rian Elfandes Febri Adriati Fitri Yuliastuti Frestinawati, Senintyas Harnum, Assyafiah Hasanul, Fikri Hendrik Prayitno Luawo Hikmawati Hikmawati Juniana, Maolia Kamariyah kamariyah, kamariyah Khoiru Ulfah Kirana, Febiyora Chandra Komala, Rossie Intan Lisa Anita Sari Lukman, Muhammad Nasril Luri Mekeama Maghfirawati, Okti Manalu, Nada Utami Martawinarti, RTS Netisa Martawinarti, Rts. Netisa Maruhawa, Tamara Khaisya Masdaf, Agino Saputra Mawarti, Indah Meinarisa, Meinarisa Muhammad Fahri, Muhammad Muhammad Taqwa Mutia Salsa Billa Mutmainnah, Muthia Nadia Br. Pasaribu Nanda Poniar Nurhusna OKTARIA, RINA RINA Pratama, Oky Agung Aditya Putri Irwanti Sari Putri, Rizky Amanda Rakhman, Sitti Riska Amalya Nasution Ritonga, Rohani Rohmah, Ulfa Nur Rts. Netisa Martawinarti Rudini, Dini Rudini, Dini Santhi, Fera Afri Santi, Lala Delva Sapti Ayubana Sari, Elliza Puspika Sary, Elsa Volinda Saskiyanti Ari Andini Satria Saputra Septidianti, Chantika Sholihin Sholihin Sinta WIjayanti Sitompul, Qory Amalia Az-Zahra Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Suryadi Imran, Suryadi Suryati Syafitri, Zakia Ulifa Syafruddin Syam Teguh, Saeful Hadi Tria Anisa Firmanti Ujang Sumarwan Ummami, Ellysha Azzahra Veni Misriyani Veoleta Sijabat, Melan Visabilillah, Ananda Putri Wahyuni Dazura Waluyo Waluyo Wijayanti, Sinta Wirda Hayani Syahputri Wulandari, Elsa Yosi Oktarina Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yurni yurni Yusprisan, Ajeng Ananda