Claim Missing Document
Check
Articles

SEMIOTIKA LAGU HIJAU DI ALBUM SINESTESIA EFEK RUMAH KACA Rd. Giat Raharja Kusuma; Sri Dewi Setiawati; Baruna Tyaswara
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/kom.v2i2.846

Abstract

ABSTRACTThis study discusses the meaning contained a verse of the song belongs to Efek Rumah Kaca, entitled Hijau. Hijau is a depiction of a song from the media at this time very freely accessible to everyone. Hijau herein contains two words, namely green: Empty talk and green Poisoning: How to Waste, in finding out a meaning in it. The language used is very distinctive songwriter and can give a lot of sense, and therefore the researchers used a method semiotics Charles Sanders Peirce is where the research examined the object of his through the three studies namely Icons, Indexes and Symbols. The results of this study rather than a description of the actual meaning of the the Hijau song.Keywords : Song, Semiotic, Hijau ABSTRAK Penelitian ini membahas sebuah makna yang terkandung dari bait lagu Efek Rumah kaca yang berjudul Hijau. Lagu Hijau merupakan penggambaran sebuah  informasi dari media saat ini yang sangat bebas bisa diakses oleh setiap orang. Hijau disini berisikan dua buah lirik yaitu Hijau:Keracunan omong Kosong dan Hijau: Cara Pengolahan Sampah, dalam mencari tahu sebuah makna yang ada didalamnya. Bahasa yang digunakan penulis lagu sangat khas dan dapat memberikan banyak arti, maka dari itu peneliti menggunakan metode semiotika Charles Sanders Peirce yang dimana penelitian ini mengkaji objek nya melalui tiga kajian yaitu Ikon, Indeks, dan Simbol. Hasil daripada penelitian ini merupakan deskripsi makna Lagu hijau yang sebenarnya.Kata Kunci: Lagu, Semiotika, Hijau 
MEMBANGUN CITRA POSITIF JEMBATAN PENYEBRANGAN ORANG MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA Sri Dewi Setiawati; Veny Purba
Dialektika Vol 4 No 2 (2017): Vol.4 No.2 (2017) September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The pedestrian bridge (JPO) is a public facility that has an important role in maintaining the safety of pedestrians. Unfortunately, many JPOs do not work optimally from their use, such as JPO on Jl. Merdeka in the city of Bandung. Road segment is a road segment that has a high traffic density and pedestrian high. JPO as a means of pedestrian safety for pedestrians, the current condition is apprehensive. Physically many JPOs are ultimately unkempt so it is not worth to be passed, other than that the number of crime actions that occur above the JPO makes JPO image worse. It requires a proper technology that will be able to build a positive image of JPO in the eyes of the public, such as Augmented reality (AR). So that society perception will change and society will always use JPO without forced. This research uses qualitative methodology, with case study method. The micro focus of this research is how to form positive perception through AR, how to form cognition through AR, how to form attitude to be able to interact with JPO through AR, how to form motivation interaction with JPO through AR. This research will get results that can be an example of socialization of government programs can be done through a more creative method.
PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM WORD OF MOUTH MARKETING ARMIDALE ENGLISH COLLEGE Moch Armien Syifaa Sutarjo; Sri Dewi Setiawati
Dialektika Vol 8 No 2 (2021): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/dialektika.v8i2.1972

Abstract

Budaya organisasi memiliki berbagai fungsi, seperti menjadi pedoman bagi anggotanya dan juga menjadi identitas diri bagi mereka. Selain itu, budaya organisasi dapat menjadi menjadi sebuah elemen penting dalam kegiatan pemasaran Word of Mouth (WoM), seperti yang terjadi di Armidale English College (AEC), sehingga mampu mendatangkan calon siswa baru yang relatif banyak dan konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi putsaka dengan informan yang berasal dari berbagai stakeholders yakni pengelola lembaga, pengajar, staf, siswa, orang tua siswa, dan alumni. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi yang terbentuk di AEC diterapkan secara sistematis kepada semua anggota AEC yakni pengelola, guru, staf dan murid secara horizontal dan vertikal. Penerapan nilai-nilai budaya AEC yang juga dilakukan di luar lingkungan AEC yang berupa kemampuan bahasa Inggris yang bagus dan karakternya yang lebih aktif, kemudian menjadi topik utama dalam komunikasi Word of Mouth dan kemudian menarik minat masyarakat untuk mendaftar dan menjadi bagian dari AEC. Selain informasi mengenai kualitas bahasa Inggris dan karakter murid-muridnya, sumber pemberi informasi menjadi faktor penting dalam menarik perhatian masyarakat. Kualitas bahasa Inggris murid-murid AEC dan karakternya yang berbeda menjadi daya tarik utama bagi calon siswa baru AEC.
COMMUNITY RELATIONS CAFE KOMUNITAS BOBER CAFE TERHADAP KOMUNITAS DI KOTA BANDUNG Ela Rahayu; Sri Dewi Setiawati
Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/komunikologi.v4i2.8525

Abstract

AbstrakCommunity relations berpengaruh terhadap terbentuknya ruang komunikasi yang dapat mempererat hubungan, membangun kepercayaan dan mendapatkan dukungan antara cafe dan komunitas. Sebagai cafe ruang komunitas, Bober cafe bekerja sama dengan komunitas dalam mengembakan usahanya. Bober cafe melakukan beberapa cara dalam membangun relationship yang dapat mempererat hubungan dengan komunitas. Dengan adanya relationship antara Bober cafe dengan komunitas maka banyak kegiatan yang komunitas lakukan di Bober cafe yang dapat membuat komunitas tersebut berkembang dan tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara Bober Cafe dalam membangun relationship dengan para komunitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah dalam membangun hubungan kedekatan antara Bober Cafe dengan Komunitas upaya yang dilakukan oleh Bober Cafe dan komunitas dalam membangun relationship dilakukan dengan cara simetris dan asimetris. cara menjalin relationship yang dilakukan diantaranya dengan memberikan kemudahan akses informasi kontak dan juga kemudahan akses fasilitas, saling terbuka mengenai hubungan yang dijalin, bersikap positif dalam menerima saran dan masukan, terlibat dalam memberikan ide dan masukan kepada satu sama lain,memberikan fasilitas untuk komunitas berkegiatan di Bober cafe secara free juga dalam cara asimetris pembinaan hubungan dengan memperhatikan keseimbangan kepentingan bober cafe dengan komunitas sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan. AbstractCommunity relations affects the formation of communication spaces that can strengthen relationships, build trust and gain support between the cafe and the community. As a community space cafe, Bober Cafe collaborates with the community in developing its business. Bober Cafe does several ways to build relationships that can strengthen relationships with the community. With the relationship between the Bober Cafe and the community, there are many activities that the community does at Bober Cafe that can make the community develop and grow. This study aims to determine how Bober Cafe builds relationships with communities. The method used is qualitative with a case study approach. The results of this study are in building a close relationship between Bober Cafe and the Community, the efforts made by Bober Cafe and the community in building relationships are done in a symmetrical and asymmetric way. how to establish a relationship that is carried out, among others, by providing easy access to contact information and also easy access to facilities, being open to each other about relationships, being positive in receiving suggestions and input, engaging in providing ideas and input to one another, providing facilities for community activities in Free bober cafe also builds an asymmetrical relationship by paying attention to the balance of bober cafe's interests with the community so as to create mutually beneficial relationships.
PENYAJIAN JURNALISTIK ONLINE INFOBDG UNTUK MENJADI SUMBER INFORMASI KREDIBEL Dewi Rani; Sri Dewi Setiawati
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v6i2.17100

Abstract

This research deals with Infobdg online journalism through social media. The purpose of this study is to analyze Infobdg's efforts to become a credible source of information. The method used is a qualitative method with data collection techniques through interviews. The results of this study indicate that Infobdg efforts to become a credible source of information are good enough by fulfilling the credibility element seen from the elements of trustworthiness, accuracy, bias, completeness of the news (completeness). Infobdg consistently prioritizes truth rather than speed in providing information to the public.
Pendekatan Triple Helix dalam Membentuk City Branding Sri Dewi Setiawati; Asep Suryana; Dadang Sugiana; Centurion Chandratama Priyatna
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.561

Abstract

City branding saat ini banyak digunakan sebagai strategi pemasaran pariwisata. Di Indonesia city branding masih hanya berbertuk jargon dari pemerintah saja. City branding bukan sebuah jargon, tetapi city branding adalah bagaimana menggali potensi daerah untuk membentuk positioning yang akan mudah diingat oleh para wisatawan. Untuk semakin memperkuat positioning tersebut, perlu peran aktif dari berbagai pihak dalam melakukan strategi branding dalam wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan sebuah konsep city branding dengan menggunakan pendekatan triple helix antara pemerintah, UKM dan pihak komunitas yang didalamnya banyak terdapat akademisi. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan dalam membangun city branding penting membangun hubungan antara ketiga pilar pemerintah, UKM dan komunitas. Hal ini dikarenakan dalam membangun city branding, bukan hanya memberikan tagline atau jargon pada suatu wilayah. Tetapi perlu bukti fisik yang muncul, dapat dilihat dan dirasakan oleh para wisatawan. Peran aktif dari para pelaku UKM yang dibantu oleh komunitas kreatif dalam melahirkan produk-produk kreatif, menjadi peran penting dalam memberikan bukti fisik dari sebuah city branding. Peran pemerintah tentu menjadi yang utama, sebagai pemilik regulasi yang mendukung peran dari para UKM dan komunitas.
ANALISIS STRATEGI DIRECT RESPONS MARKETING EFEK RUMAH KACA DI KONSER SINESTESIA Dian Kurniawan Fauzi; Sri Dewi Setiawati
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/kom.v3i1.1223

Abstract

ABSTRACTThis study suggests about how the Public Relations Marketing strategy in increasing the sales of concert tickets synesthete, namely by using a strategy of Direct Response Marketing. A activities carried out in the public relations practitioner at the target through media, with the aim to create market excitement, developing the core customer base and turn loyal customers into advocates. Facts found in the field of marketing strategy Efek Rumah Kaca before the concert synesthete is to provide works created or songs for a demographic that can be downloaded for free at website Efek Rumah Kaca or through SoundCloud account and sites Ripstore Asia.Keyword: Greenhouse Effect, Marketing and Public Relations, Marketing Strategy, Direct Response Marketing, Concerts synesthete ABSTRAKPenelitian ini mengemukakan tentang bagaimana strategi Marketing Public Relations dalam meningkatkan penjualan tiket konser Sinestesia, yakni dengan menggunakan strategi Direct Response Marketing. Sebuah kegiatan yang dilakukan praktisi humas dalam membidik sasaran melalui media, dengan tujuan untuk menciptakan kegairahan pasar, mengembangkan basis pelanggan inti dan mengubah pelanggan yang setia menjadi pembela. Fakta yang ditemukan di lapangan tentang strategi marketing Efek Rumah Kaca sebelum konser Sinestesia adalah dengan menyediakan karya yang diciptakan atau lagu-lagu untuk demografis secara gratis yang dapat diunduh diwebsite Efek Rumah Kaca atau melalui akun SoundCloud dan situs Ripstore Asia.Kata Kunci : Efek Rumah Kaca, Marketing Public Relations, Strategi Marketing, Direct Response Marketing, Konser Sinestesia
Penggunaan Media Sosial Instagram Haloa Cafe sebagai Komunikasi Pemasaran Online Nurul Rizky; Sri Dewi Setiawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2020): October
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jik.2020.10.2.177-190

Abstract

The rapid development of business today has resulted in increasingly fierce competition. Not only how a business provides products and services but how the products and services that have been produced can be accepted, known, by consumers. Marketing communications today can be done anywhere and anytime due to technological advances such as social media. In this study the researcher aimed to find out how the Haloa Cafe's marketing strategy through social media Instagram, in this study using the new media theory. The method used is a case study with a qualitative approach. The result of this research is that Haloa Cafe chooses social media Instagram as the main marketing tool in social media. This is attributed to the increasing number of Instagram social media users and in accordance with the marketing target of Haloa Café.
Strategi Membangun Loyalitas Pasien Selama Pandemi Covid-19 Pada Klinik Rehabilitasi Narkoba Balqis Asyifa; Sri Dewi Setiawati
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 7 No 1 (2021): FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v7i1.3635

Abstract

Tahun 2020 menjadi tahun dimana hampir seluruh dunia tengah dihadapkan dengan pandemi COVID-19 yang berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk dunia kesehatan. Klinik Utama Medika Antapani II Bandung yang ditunjuk BNN sebagai salah satu klinik rehabilitasi dalam mewujudkan Indonesia bebas narkoba, berupaya memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien adiksi narkoba di tengah situasi ini. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam membangun loyalitas pasien terhadap klinik. Dalam menumbuhkan loyalitas pasien adiksi narkoba di tengah pandemi COVID-19 Klinik Utama Medika Antapani II Bandung ditunjang dengan strategi CRM (Customer Relationship Management) melalui keputusan strategis, seleksi dan interaksi. CRM merupakan teknik berbisnis yang berorientasi pada pelanggan dalam hal ini adalah orientasi pasien. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan SDM dan teknologi, Klinik Utama Medika Antapani II Bandung mampu mempertahankan kepercayaan pasien adiksi narkoba terhadap klinik. Kata Kunci: loyalitas pasien, klinik rehabilitasi, CRM, COVID-19
Strategi Komunikasi Podcast Dalam Mempertahankan Pendengar Mochamad Irfan Radika; Sri Dewi setiawati
MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3 No 2 (2020): Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/medialog.v3i2.699

Abstract

Perkembanagan teknologi diiringi oleh perkembangan zaman, membuat munculnya banyak sekali teknologi-teknologi baru yang di buat untuk menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan bagi manusia, podcast merupakan suatu konten dalam audio broadcast di media baru internet, podcast DoYouSeeWhatISee merupakan podcast bertemakan horor yang merupakan salah satu podcast terbaik di Indonesia , Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi yang di gunakan podcast DoYouSeeWhatISee dalam mempertahankan pendengar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan pengumpulan data yang di lakukan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. penelitian ini menggunakan aspek strategi komunikasi yaitu pengenalan khalayak, penyusunan pesan, menetapkan metode, penetapan media. Hasil penelitian strategi komunikasi yang dilakukan dalam mempertahankan pendengar oleh podcast DoYouSeeWhatISee adalah konten yang berkualitas, kemudahan dalam mendengarkan, dan ter-update secara berkala