Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Marketing Communication dalam Promosi Industri Ekonomi Kreatif Pariwisata Moch. Armien Syifaa Sutarjo; Anisa Diniati; Sri Dewi Setiawati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Mei 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i3.417

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital memaksa semua pihak beradaptasi dan berinovasi, tidak terkecuali para pelaku ekonomi kreatif. Hadirnya berbagai platform digital, memberikan ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk mempromosikan dan memasarkan hasil karyanya. Namun, berkomunikasi untuk dapat menarik perhatian dan mempersuasi audiens melalui media digital tidaklah mudah. Setidaknya diperlukan kemampuan Public Speaking yang baik serta keterampilan dalam hal Digital PR dan Marketing Communication. Kita tidak bisa menganggap bahwa teknik berbicara sederhana akan bisa membuat seseorang mampu mempengaruhi, menguasai atau bahkan mempersuasi orang lain untuk dapat memberikan perhatiannya kepada produk yang sedang dipasarkan. Kami sebagai tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Telkom mendukung para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung agar dapat melakukan kegiatan pemasaran secara digital, di mana mereka dalam keseharaiannya harus menyampaikan pesan agar sampai kepada konsumen. Dengan mengikuti program pelatihan pada kurun waktu tertentu, masyarakat sasar akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam mengembangkan keterampilan komunikasi pemasaran mereka.
Pelatihan Digital Marketing Sebagai Strategi Penerimaan Peserta Didik Baru Di Sekolah Martha Tri Lestari; Sri Dewi Setiawati; Lusy Mukhlisiana; Anisa Diniati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 4 No. 1 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i1.732

Abstract

Era pandemi memberikan banyak perubahan dan penyesuaian baru dalam berbagai lini, termasuk pada strategi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi industri pendidikan. Awalnya PPDB selalu dilakukan secara offline dan berinteraksi langsung dengan para calon siswa serta orang tua murid sebagai calon stakeholder dalam industri sekolah. Namun, kondisi pembatasan aktvitas membuat para pelaku industri pendidikan perlu melakukan sebuah inovasi baru dalam menarik minat para stakeholder nya terhadap institusi. Strategi digital marketing menjadi solusi yang tepat untuk dapat berinteraksi dan menjangkau para calon stakeholder. Namun, peserta sasar, masih belum dapat optimal dalam melakukan strategi digital marketing. Untuk itu program pelatihan ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu meningkatkan kemampuan strategi digital merketing pada industri pendidikan agar dapat mengoptimalkan kegiatan PPDB. Program ini dilakukan dengan memberikan pelatihan materi dan praktek langsung agar dapat mudah memberikan pemahan dan pengaplikasiannya. Hasil yang di peroleh dari program ini adalah peningkatan pemahaman pada peserta sasar tentang digital marketing, bentuk aplikasi langsung dari program digital marketing dalam industri pendidikan.
Perspektif Dramaturgi Pada Komunikasi Antar Budaya Indonesia-Australia Moch. Armien Syifaa Sutarjo; Anisa Diniati; Sri Dewi Setiawati
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 22, No. 1 June 2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v22i1.2070

Abstract

Individuals meet and communicate with other individuals in various social contexts every day. They interact and communicate by bringing with them the patterns of thinking, feeling and behavior they have learned during their lives. All forms of communication must have a cultural background, and the differences that exist in the communication process become a major obstacle. This study aims to discover how communication exists amid cultural differences between Indonesia and Australia so that the communication process continues to run well, using Erving Goffman's Dramaturgy theory approach, with the concept of backstage and frontstage. This research is qualitative research using a phenomenological approach. Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation studies. The results of this study indicate that in the preparation stage (backstage), before directly meeting and communicating with Australian families, they used two kinds of information sources: Internet References and Human References. In their daily interactions, in presenting the frontstage, there were two kinds of characters shown by the speakers, namely Westernized Indonesian and Indonesianized-Indonesian.
Pengelolaan Media Sosial Sebagai Strategi Digital Marketing Pariwisata Retnasary, Maya; Dewi Setiawati, Sri; Fitriawati, Diny; Anggara, Reddy
Jurnal Kajian Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v1i1.130

Abstract

ABSTRAK Penggunaan media sosial sebagai strategi digital marketing saat ini sudah banyak digunakan. Tetapi dalam bidang pariwisata, penggunaan media sosial lebih banyak diginkaan oleh para influencer traveler dari pada pemerintah. Pemerintah selaku pihak yang bertanggung jawab dalam mempromosikan agenda wisata, sangat diperluakn keahlian dan pengelolan khusus dari media sosial. Sayangnya tidak banyak instansi pemerintah yang aktif mengelola media sosial dalam mempromosikan pariwisatanya. Salah satu pemerintah yang aktif mempromosikan pariwisata melalui media sosial adalah pemerintah kabupaten bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana cara pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai media promosi dari pariwisata daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan jika konten dari media sosial memiliki peran yang penting. Melalui akun instragram disparbudkab.bdg menghasilkan akun yang informatif dan persuasif. Hal tersebut tidak lepas dari proses pembentukan konten yang terorganisir dengan baik. Peran aktif pemerintah untuk melibatkan pihak yang ahli dibidang konten media sosial juga menjadi kunci kesuksesan akun disparbudkab.bdg dalam mengelola konten pariwisata di daeranya. Kata Kunci : Konten Digital, Instagram, Pariwisata. ABSTRACT The use of social media as a digital marketing strategy is now widely used. But in the field of tourism, it is more widely used by influencer travelers than the government. As the party responsible for promoting the tourism agenda, the Goverment needs special expertise and management from social media. Unfortunately there are not many government agencies that actively manage social media in promoting tourism. One of the government that actively promote tourism through social media is the Bandung regency government. The purpose of this study is to explain how local governments optimize the use of social media as a promotional medium for tourism in the area. The research method used is descriptive qualitative. The results of this study explain if content from social media has an important role. Through the instragram account disparbudkab.bdg generates an informative and persuasive account. This is inseparable from the process of forming well-organized content. The active role of the government to involve those who are experts in the field of social media content is also a key to the success of the disparbudkab.bdg account in managing tourism content in its area. Keywords: Digital Content, Instagram, Tourism.
Peran Komunitas Seni Budaya dalam Pembentukan City Branding Pupung Zulyan; Sri Dewi Setiawati
EDUTOURISM Journal Of Tourism Research Vol. 2 No. 02 (2020): TOURISM DESTINATION AND COMMUNITY DEVELOPMENT
Publisher : Samarinda State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53050/ejtr.v2i02.135

Abstract

This research aims to find out what efforts are made by the Kitchen community of art and culture of Bandung to help form City Branding. Community. Bandung's art and cultural kitchen is a community that does traditional Sundanese art and culture through tourism. The activities carried out by the community Kitchen arts and culture are expected to not only preserve traditional arts and culture but also preserve nature and improve the economy of the surrounding community. The role of The Kitchen Arts and Culture Community in the establishment of city branding Bandung city by becoming one icon of Bandung City. Starting from the preservation of traditional arts and culture that they do as a characteristic formation for the deference of marketing of traditional arts and cultures that originate from their area through tourism activities and become ambassadors representing the city of Bandung to several cities in Indonesia. For the role of the government in the establishment of city branding, it is necessary to align the objectives between the previous officials and the new officials, so that the goals made can be realized to the maximum, because often occurs when the shift in the position of existing programs needs to be re-socialized from the beginning.
Pemberdayaan Adaptasi Digital UMKM Generasi X Dengan Metode Komunikasi Digital Setiawati, Sri Dewi; Lestari, Martha Tri; Mukhlisiana, Lusy
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Juli 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i5.554

Abstract

Era 5.0 mendorong para pelaku usaha untuk dapat mengandalkan teknologi dalam membantu aktivitasnya, salah satunya pemasaran. Namun masih banyak kendala yang harus dihadapi para pelaku usaha untuk dapat beradaptasi dengan teknologi, seperti mengelola media sosial. Banyak pelaku UMKM yang belum dapat mengelola media digital dengan baik sebagai media pemasaran. Kendalanya ada pada kurangnya pemahaman dalam mengoperasikan media sosial. Penggunaan media sosial sebagai media pemasaran tak lebih hanya sekedar mengikuti tren yang sedang berkembang. Belum ada pengelolaan yang khusus dalam membangun pola komunikasi dari penjual kepada pembeli di media sosial. Hal ini menjadi penting mengingat media sosial merupakan elemen dalam proses komunikasi. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut diperlukan sebuah pelatihan untuk membangun pemahaman terkait media sosial sebagai media komunikasi antara penjual dan pembeli. Untuk itu kami tim pengabdian masyarakat dari Universitas Telkom bermaksud membantu dalam menyelesaikan permasalahan UMKM terutama dalam memahami pengelolaan media digital. Adapun mitra dai kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang, mengingat Kabupaten Sumedang sebagai Pengelola e-goverment nomor satu di Indonesia. Pelatihan ini akan diberikan kepada para pelaku UMKM untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam beradaptasi dengan media sosial. UMKM yang mendapatkan pelatihan adalah UMKM yang berada pada kelas mikro namun sudah memiliki toko online ataupun gerai di e-commerce. Sehingga ke depannya menggunakan media sosial bukan lagi hanya sebagai tren saja tetapi bentuk betul sebagai sebuah strategi yang terencana untuk membantu meningkatkan kualitas UMKM Indonesia.
Pengaruh Konten Instagram @Folkative Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Generasi Z Setiawati, Sri Dewi; Herlambang, Zahra Khairunnissa
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 5 No. 1 (2025): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmh.v5i1.1083

Abstract

The need for information has become increasingly important in society to meet various needs. With the advancement of technology, the Internet has transformed how people access information. Information can be easily accessed through the internet and social media platforms. Folkative is one of the popular Instagram accounts among the younger generation, serving as a digital source of up-to-date information. A distinctive feature of @folkative's content is its emphasis on text. Therefore, this study examines the influence of Instagram content from @folkative on fulfilling the information needs of Generation Z. The aim of this research is to determine the extent to which @folkative's Instagram content impacts the information needs of Generation Z. This research uses a quantitative approach with a descriptive research design. The sampling technique employed is purposive sampling, with a total of 400 respondents. Data analysis is conducted using simple linear regression, and hypothesis testing is performed through a T-test. The study is based on the Uses and Gratification theory, utilizing the model of media usage and effects. The results of this study indicate that @folkative's Instagram content influences the information needs of Generation Z by 60.3%, with the sub-variables of communication and context having the most significant impact. The remaining 39.7% is influenced by other factors.
Strategi Konten Budaya Pantun Khas Kalimantan Pada Media Sosial Instagram Diskominfo Kota Pontianak Suryamaulana, Muhammad Kevin; Setiawati, Sri Dewi
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum2931

Abstract

This research discusses Thursday's Content Strategy on Social Media on Instagram Diskominfo Pontianak City. This Thursday Berpantun content itself is a regular content owned by the Pontianak City Diskominfo, Kamis Berpantun also includes elements of Malay culture by berpantun to convey information and appeals to the public so that it is easy to understand. The goal is to analyze the Strategy of Thursday Content on Social Media on Instagram Diskominfo Pontianak City, this study uses a qualitative method with data collection through interviews and observations. The results show that overall Thursday content is designed to be a medium that combines entertainment, education, and the delivery of important information through a strong local cultural approach. The process of preparing this Thursday content is by determining the theme to be discussed, writing a rhyme script, filming preparation, editing, publication, and feedback.
Strategi Branding dan Inovasi Produk untuk Meningkatkan Akses Pasar UMKM Kabupaten Bandung Mukhlisiana, Lusy; Setiawati, Sri Dewi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.660

Abstract

Branding menjadi salah satu aspek penting yang sering kali diabaikan oleh pelaku UMKM. Padahal, strategi branding yang tepat dapat membantu UMKM membangun identitas produk yang kuat, meningkatkan loyalitas konsumen, dan membuka peluang baru di pasar yang lebih kompetitif. Selain itu, inovasi produk juga menjadi kunci dalam memenangkan persaingan, terutama di era digital dimana selera dan kebutuhan konsumen berubah dengan cepat. Meskipun jumlah pelaku UMKM terus meningkat , bukan berarti para pelaku UMKM tidak menghadapi permaslahan dalam mengembangkan usaha. Kendala yang banyak dihadapi para pelaku UMKM adalah terkait dengan pemasaran. Permasalahan pemasaran pelaku UMKM bukan terfokus pada kualitas produk, tetapi bagaimana meningkatkan nilai tambah pada produk tersebut, sehingga konsumen dapat merasakan nilai lebih dari produknya. Permasalahan ini dapat ditanggulangi melalui strategi Branding. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan agar dapat memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah branding UMKM adalah Strategi Branding dan Inovasi Produk Untuk Meningkatkan Akses Pasar UMKM Kabupaten Bandung.
Strategi Konten Edukasi Kesehatan Pada Media Sosial Instagram @yakespertamina Sanggalih, Brajamusa Risurya; Setiawati, Sri Dewi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia sosial telah menjadi salah satu alat komunikasi yang paling efektif dalam menyampaikan informasi kepadamasyarakat, termasuk informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konten edukasikesehatan yang diterapkan oleh akun Instagram Yakes Pertamina, dengan fokus pada cara platform tersebut digunakanuntuk menyampaikan informasi kepada publik, terutama generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan utama, yaitumedical advisor sekaligus social media specialist di Yakes Pertamina, serta informan pendukung dari bidang Humas.Observasi langsung terhadap akun Instagram Yakes Pertamina juga dilakukan untuk memahami pola penyajiankonten, interaksi dengan audiens, dan efektivitas strategi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YakesPertamina menggunakan pendekatan komunikasi visual yang terintegrasi melalui konten berupa infografis, videopendek, dan unggahan berbasis cerita (storytelling) untuk meningkatkan daya tarik dan pemahaman audiens. Fiturinteraktif Instagram, seperti polling, kuis, dan sesi tanya jawab, dimanfaatkan secara optimal untuk membangunhubungan dengan pengikut dan mendorong keterlibatan aktif. Strategi ini dirancang untuk menjawab kebutuhangenerasi muda yang lebih menyukai informasi ringkas, visual, dan mudah diakses. Namun, terdapat tantangan dalammenjangkau audiens yang lebih luas, terutama mereka yang kurang aktif di media sosial. Penelitian ini menyimpulkanbahwa strategi konten Yakes Pertamina cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, meskipun masihmemerlukan penguatan dari segi diversifikasi topik dan konsistensi dalam merespons audiens. Rekomendasi yangdiberikan meliputi eksplorasi tema konten yang lebih variatif, pengoptimalan analitik media sosial untuk memantauefektivitas strategi, dan penyesuaian gaya bahasa agar lebih sesuai dengan karakteristik audiens target. Penelitian inidiharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi kesehatan lain dalam mengembangkan strategi komunikasi digital yangrelevan, kreatif, dan berbasis kebutuhan audiens.Kata Kunci-strategi konten, edukasi kesehatan, Instagram, Yakes Pertamina, media sosial