Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Media Sosial Sebagai Strategi Digital Marketing Pariwisata Retnasary, Maya; Dewi Setiawati, Sri; Fitriawati, Diny; Anggara, Reddy
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v1i1.130

Abstract

ABSTRAK Penggunaan media sosial sebagai strategi digital marketing saat ini sudah banyak digunakan. Tetapi dalam bidang pariwisata, penggunaan media sosial lebih banyak diginkaan oleh para influencer traveler dari pada pemerintah. Pemerintah selaku pihak yang bertanggung jawab dalam mempromosikan agenda wisata, sangat diperluakn keahlian dan pengelolan khusus dari media sosial. Sayangnya tidak banyak instansi pemerintah yang aktif mengelola media sosial dalam mempromosikan pariwisatanya. Salah satu pemerintah yang aktif mempromosikan pariwisata melalui media sosial adalah pemerintah kabupaten bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana cara pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai media promosi dari pariwisata daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan jika konten dari media sosial memiliki peran yang penting. Melalui akun instragram disparbudkab.bdg menghasilkan akun yang informatif dan persuasif. Hal tersebut tidak lepas dari proses pembentukan konten yang terorganisir dengan baik. Peran aktif pemerintah untuk melibatkan pihak yang ahli dibidang konten media sosial juga menjadi kunci kesuksesan akun disparbudkab.bdg dalam mengelola konten pariwisata di daeranya. Kata Kunci : Konten Digital, Instagram, Pariwisata. ABSTRACT The use of social media as a digital marketing strategy is now widely used. But in the field of tourism, it is more widely used by influencer travelers than the government. As the party responsible for promoting the tourism agenda, the Goverment needs special expertise and management from social media. Unfortunately there are not many government agencies that actively manage social media in promoting tourism. One of the government that actively promote tourism through social media is the Bandung regency government. The purpose of this study is to explain how local governments optimize the use of social media as a promotional medium for tourism in the area. The research method used is descriptive qualitative. The results of this study explain if content from social media has an important role. Through the instragram account disparbudkab.bdg generates an informative and persuasive account. This is inseparable from the process of forming well-organized content. The active role of the government to involve those who are experts in the field of social media content is also a key to the success of the disparbudkab.bdg account in managing tourism content in its area. Keywords: Digital Content, Instagram, Tourism.
Kolaborasi Antara Brand House Of Smith Dan Komunitas Good Old Days Dalam Meningkatkan Brand Awareness Syahrudin, Shidqi; Setiawati, Sri Dewi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kolaborasi antara brand dan komunitas telah menjadi strategi yang semakin sering digunakan dalam upaya meningkatkan brand awareness di era digital saat ini Penelitian ini mengkaji strategi kolaborasi antara brand House of Smith dan komunitas tamiya klasik Good Old Days dalam upaya meningkatkan brand awareness salah satunya melalui event marketing bertajuk Good Gorilla. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melibatkan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Penelitian ini mengacu pada teori dari charles barger yaitu communication goals teori yang menekankan pentingnya perencanaan komunikasi yang sistematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kolaborasi ini didorong oleh semangat nostalgia dan kebutuhan membangun koneksi emosional dengan audiens. Perencanaan kampanye melibatkan strategi kreatif seperti peluncuran produk kolaboratif,aktivitas offline, dan pemilihan Key Opinion Leader yang relevan. Kolaborasi ini terbukti efektif dalam menciptakan engagement, memperluas jangkauan audiens, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap brand, kesimpulannya kolaborasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi alternatif yang kuat bagi brand lokal untuk membangun brand awareness dan loyalitas kosumen secara berkelanjutan Kata Kunci : Kolaborasi Brand, Brand Awareness, Komunitas
Pengaruh Pengelolaan Konten Instagram Terhadap Citra Positif Telkomsel (Pengaruh Pengelolaan Konten Keterlibatan Direksi Terhadap Citra Positif Melalui Konten Instagram Telkomsel Pada Hari Pelanggan Nasional 2024) Tewu, Claudia Amanda; Setiawati, Sri Dewi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital saat ini, media sosial menjadi alat utama perusahaan untuk membangun dan memperkuat citra positif di mata publik. Telkomsel, sebagai salah satu penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia, memanfaatkan Instagram sebagai platform strategis untuk berkomunikasi dengan pelanggan, terutama pada momen penting seperti Hari Pelanggan Nasional 2024. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana pengelolaan konten Instagram yang melibatkan keterlibatan langsung direksi dapat memengaruhi persepsi positif masyarakat terhadap perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pengguna instagram yang menyukai (like) dan mengomentari (comment) konten keterlibatan direksi pada akun Instagram @Telkomsel pada Hari Pelanggan Nasional 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan direksi dalam pengelolaan konten Instagram berpengaruh signifikan terhadap pembentukan citra positif Telkomsel, yang tercermin dari peningkatan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran aktif direksi dalam komunikasi digital untuk memperkuat hubungan perusahaan dengan publik. Kata Kunci - citra positif, hari pelanggan nasional ,instagram ,keterlibatan direksi, pengelolaan konten
Strategi Konten Inklusi pada Akun Instagram Sunyi Coffee Bulandari, Mekhtildis; Setiawati, Sri Dewi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konten inklusi yang diterapkan oleh Sunyi Coffee melalui akun Instagram mereka. Sunyi Coffee merupakan kedai kopi yang memberdayakan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu dan tuna wicara, sebagai bagian dari operasional bisnis mereka. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data diperoleh dari wawancara mendalam dengan pemilik usaha, admin media sosial, penyandang disabilitas, dan pengunjung kafe. Penelitian ini juga menganalisis konten Instagram Sunyi Coffee untuk mengevaluasi efektivitas penyampaian pesan inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunyi Coffee berhasil membangun citra brand inklusif melalui konten edukatif, inspiratif, dan interaktif seperti video bahasa isyarat dan kisah barista tuli. Namun, meskipun mendapat respons positif dari masyarakat umum, keterlibatan audiens disabilitas sebagai target utama masih tergolong rendah. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi komunikasi inklusif di media sosial serta memberikan rekomendasi praktis bagi UMKM dalam membangun brand berbasis keberagaman. Kata Kunci: Konten Inklusi, Instagram, Strategi Komunikasi, Sunyi Coffee, Disabilitas
Pendampingan Komunikasi Digital Inovatif bagi Pengrajin Tahu Sumedang dalam Mendukung Gastrodiplomasi Daerah Setiawati, Sri Dewi; Lusy Mukhlisiana; Martha Tri Lestari
ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu Sumedang merupakan produk gastronomi khas yang merepresentasikan identitas budaya dan potensi ekonomi Kabupaten Sumedang. Namun, industri Tahu Sumedang yang didominasi oleh UMKM masih menghadapi tantangan berupa pola komunikasi dan pemasaran yang cenderung konservatif serta belum optimal memanfaatkan media digital. Kondisi ini membatasi peran Tahu Sumedang sebagai instrumen gastrodiplomasi daerah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan kompetensi komunikasi digital pengrajin Tahu Sumedang melalui pendampingan komunikasi digital inovatif untuk mendukung penguatan gastrodiplomasi Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif berbasis komunitas yang dilaksanakan secara bertahap, meliputi pemetaan awal kompetensi komunikasi digital, literasi gastrodiplomasi, pendampingan digital storytelling, aktivasi media digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kapasitas pengrajin dalam memaknai komunikasi digital tidak hanya sebagai sarana promosi, tetapi sebagai media pembentukan narasi, identitas, dan citra gastronomi daerah. Pengrajin mulai mampu menyusun cerita produk yang menonjolkan nilai tradisi, keaslian, dan identitas lokal, serta mengelola komunikasi digital secara lebih konsisten. Analisis menunjukkan bahwa integrasi literasi digital, narrative persuasion, dan brand trust memperkuat komunikasi digital sebagai instrumen gastrodiplomasi berbasis komunitas.
LOGIKA DESAIN PESAN STORYTELLING PELAKU USAHA PEREMPUAN DENGAN PERBEDAAN MOTIVASI BERBISNIS DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Athallah, Muhammad Faiz; Setiawati, Sri Dewi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh UMKM milik pelaku usaha perempuan yang perlu untuk bisa beradaptasi ditengah perubahan yang terjadi pada media sosial. Pelaku usaha perempuan perlu mengadaptasi storytelling agarmampu menarik perhatian dan juga menciptakan ikatan dengan konsumen. Perbedaan motivasi melakukan bisnis daripelaku usaha perempuan dapat mempengaruhi bagaimana logika yang digunakan dalam menyusun danmenyampaikan pesan storytelling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui logika desain pesan storytelling yangdiciptakan pelaku usaha perempuan dengan perbedaan motivasi berbisnis. Peneltian menggunakan paradigmainterpretif dengan metode kualitatif studi kasus komparatif kepada UMKM Donat Bahagia, Dama Kara, dan Woodka.Hasil penelitian menunjukan bahwa Donat Bahagia cenderung menggunakan logika retorikal untuk mengubahpersepsi konsumen melalui narasi kebahagiaan, Dama Kara menggunakan logika konvensional untuk menyajikaninformasi terstuktur sesuai norma, dan Woodka menggunakan logika ekspresif untuk menunjukan keunikan merekdan individu. Kesimpulan penelitian menunjukan motivasi bisnis membentuk nilai yang kemudian berperan dalammenentukan logika pesan. Ketiga logika dapat efektif jika nilai individu pendiri dapat diintegrasikan dengan jugamempertimbangkan analisa mengenai identitas merek. Saran yang dapat diberikan adalah pelaku usaha perempuandapat memilih gaya storytelling yang sesuai dengan motivasi serta karakteristik pasar agar dapat menciptakan identitasmerek yang kuat.Kata Kunci : Logika Desain Pesan, UMKM, Pelaku Usaha Perempuan, Storytelling
Improving Indonesia's Culinary Image Through Gastrodiplomacy at the MSMEs Restu Mande Astuty, Nadhira Triana; Setiawati, Sri Dewi
Komunikator Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jkm.v17i2.26342

Abstract

As part of gastrodiplomacy, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in introducing Indonesian culinary products to the global market. However, they continue to face challenges, particularly in the transition to digital platforms. This study analyzes the strategies implemented by MSMEs in building the image of Indonesian cuisine—specifically rendang—and examines how digital content is used to shape perceptions in the international market. This research employs a qualitative approach using a case study of MSMEs Restu Mande. Data were collected through interviews, observations, and digital content analysis, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña technique with the support of Nvivo 12 Pro. The study utilizes the Associative Network Memory Model and Brand Awareness theory. The findings show that Restu Mande builds a positive international image of rendang through storytelling and digital content. Collaboration with local communities and participation in culinary festivals contribute to strengthening brand awareness as a collection of associative nodes that position rendang as an authentic symbol of Indonesian cuisine. The narratives presented by Restu Mande emphasize community empowerment, collaboration, and the spirit of gotong royong, reflecting distinctive aspects of Indonesian culture