Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Potensi Ekstrak Etanol Rimpang Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Antibakteri Karies Gigi: Potential of Lemongrass Rhizomes Ethanol Extract (Cymbopogon citratus) as an Antibacterial for Dental Caries Lumbanraja, Gabriel Permadi; Pelawi, Herdinta Jandri; Purba, Ignasius Wardi Saputra; Lumbantobing, Hizkia Marulitua; Sari, Nur Maulida
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i4.2311

Abstract

Lemongrass (Cymbopogon citratus) known as traditional plant that has potential as a medicinal plant. This study aims to analyze the secondary metabolite of lemongrass rhizomes and its potential as antibacterials for dental caries. Maceration was carried out using ethanol solvent, known as polar solvent. The phytochemical screening was evaluated by qualitative test methods. Antibacterial activity was examined using agar well diffusion method against Streptococcus mutans and Streptococcus sobrinus. The results of phytochemical screening showed that the ethanol extract of lemongrass rhizomes (Cymbopogon citratus) contained alkaloids, flavonoids, tannins and triterpenoids. Antibacterial activity of ethanol extract of lemongrass rhizomes (Cymbopogon citratus) showed potential activity to inhibit the Streptococcus mutans growth with 8-14 mm and Streptococcus sobrinus growth with 11-16 mm at range of concentration 3-50 µg/well. Based on the results, the ethanol extract of lemongrass rhizomes (Cymbopogon citratus) display potential as antibacterial agent of dental caries. Keywords:          antibacterial, Cymbopogon citratus, phytochemicals, dental caries   Abstrak Tumbuhan serai dapur (Cymbopogon citratus) merupakan salah satu jenis tumbuhan tradisional yang berpotensi sebagai tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit sekunder rimpang serai dapur dan potensinya sebagai antibakteri karies gigi. Maserasi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol yang merupakan jenis pelarut polar. Pengujian kandungan metabolit sekunder tumbuhan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar sumuran terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Streptococcus sobrinus. Hasil analisis fitokimia menunjukkan ekstrak etanol rimpang serai dapur mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan triterpenoid. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang serai dapur memiliki potensi menghambat bakteri Streptococcus mutans dengan zona penghambatan sebesar 8-14 mm dan Streptococcus sobrinus dengan zona penghambatan sebesar 11-16 mm pada konsentrasi 3-50 µg/well. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ekstrak etanol rimpang serai dapur (Cymbopogon citratus) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antibakteri karies gigi alami. Kata Kunci:         antibakteri, Cymbopogon citratus, fitokimia, karies gigi
Aplikasi Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Sebagai Active Agent Dalam Pembuatan Edible Coating Berbasis Tepung Agar Pada Produk Bakso Sapi Farida Aryani; Sari, Nur Maulida; Lisnawati, Andi
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.942

Abstract

Kesadaran masyarakat akan penggunaan bahan tambahan makanan alami berdampak baik bagi pengembangan penggunaan minyak atsiri sebagai salah satu alternatif sebagai bahan pengawet makanan. Salah satu minyak atsiri yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah minyak atsiri yang berasal dari daun jeruk purut (Citrus hystrix). Minyak atsiri dari daun jeruk purut dapat ditambahkan sebagai active agent dalam pembuatan coating pada produk bakso sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi minyak atsiri daun jeruk purut yang paling efektif untuk digunakan pada pembuatan edible coating yang dapat memperpanjang masa simpan produk bakso sapi dan tingkat kesukaan panelis terhadap produk bakso sapi dengan adanya penambahan konsentrasi yang berbeda. Tahapan penelitian diawali dengan proses pengambilan sampel bahan baku pembuatan minyak atsiri daun jeruk purut, lalu dilanjutkan dengan proses penyulingan dengan menggunakan metode uap dan air (water steam distillation), lalu kemudian dilakukan proses pemisahan minyak. Pembuatan edible coating menggunakan tepung agar dengan minyak atsiri daun jeruk sebagai active agent dilakukan dalam beberapa konsentrasi yaitu 0.1% ; 0,3% ; dan 0,5%. Bakso yang disimpan pada suhu 25oC selama 2 hari telah mengalami kerusakan berdasarkan nilai pH dan total mikroba. Sedangkan pada suhu 12 оC sampai hari ke-12 dan suhu 4 oC sampai hari ke 19 bakso yang ditambah minyak atsiri jeruk purut masih baik berdasarkan pH dan total mikroba. Bakso yang dihasilkan disukai panelis dengan sifat sensorik terhadap warna, dan tekstur, kecuali pada rasa dan aroma hanya disukai bakso dengan konsentrasi 0 dan 1% kandungan minyak atsiri jeruk purut pada edible coating bakso. Edible coating pada bakso dengan penambahan bahan anti bakteri dari minyak atsiri jeruk purut memiliki fungsi sebagai bahan antibakteri yang baik. Secara keseluruhan, penelitian ini menghasilkan paket teknologi tepat guna dalam optimalisasi potensi minyak atsiri jeruk purut sebagai upaya inovatif dalam pengembangan Ipteks pengemasan pangan yang aman dan ramah lingkungan, khususnya pada pengemasan bakso.
Studi Sifat Fisika, Mekanika dan Keawetan Rotan Manau (Calamus manan Miq.) yang Telah Melalui Proses Penggorengan Minyak Jelantah Salusu, Heriad Daud; Waldini, Vania Azhara; Patulak, Ita Merni; Sari, Nur Maulida; Nurmarini, Eva; Yusuf, Andi; Andriany, Riri
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1975

Abstract

Rotan merupakan komoditas utama hasil hutan bukan kayu, karena memiliki nilai jual yang tinggi dan pasaran yang luas terutama pasar ekspor. Produk rotan telah turut berperan menambah penerimaan ekspor unggulan selain minyak dan gas bumi, serta dapat disejajarkan dengan penerimaan ekspor utama pertanian lainnya seperti kopi, karet, dan minyak sawit. Rotan Manau merupakan salah satu dari berbagai jenis rotan yang memiliki kualitas baik untuk bahan meubel dan furniture. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan penggorengan Rotan Manau yang memanfaatkan minyak jelantah pada sifat fisika dan mekanika seperti kadar air, keteguhan lentur (MoE) dan keteguhan patah (MoR) serta keawetan rotan terhadap serangan jamur. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengambilan bahan baku, pemotongan sampel uji, penggorengan rotan, pengujian sifat fisika, mekanika dan pengamatan serangan jamur pada rotan, setelah itu hasil pengujian dihitung dan di rata-ratakan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kadar air sampel (tanpa perlakuan) yaitu 16,386%, keteguhan lentur (MoE) 14355,15 kg/cm2 dan keteguhan patah (MoR) 162,81 kg/cm2. Dibandingkan pengujian sampel dengan perlakuan memiliki kadar air 10,463%, keteguhan lentur (MoE) 21151,07 kg/cm2 dan keteguhan patah (MoR) 213,74 kg/cm2. Hasil persentase dari pengamatan serangan jamur pada Rotan Manau tanpa perlakuan adalah sebesar 17,69%, sedangkan dengan perlakuan sebesar 5,4%. Persentase daya hambat minyak jelantah dalam mencegah serangan jamur pada rotan adalah sebesar 68,30%.