Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH NUGGET KELLA (KELOR DAN NILA) TERHADAP BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BADUTA Idhayanti, Ribkha Itha; Puspitasari, Dini; Sukini, Tuti; Mundarti, Mundarti
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11421

Abstract

Kondisi gizi yang bagus ialah salah satu aspek berarti buat menggapai tingkatan kesehatan yang maksimal. Baduta atau bayi usia 12-24 bulan berada pada periode emas dan periode kritis, karena mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Periode emas dapat dicapai secara optimal apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. Salah satu upaya pencegahan permasalahan gizi dengan memberikan asupan protein dan karbohidrat dalam bentuk makanan tambahan berupa pemberian nugget kelor dan nila terhadap berat badan dan tinggi badan baduta. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh nugget KELLA terhadap berat badan dan tinggi badan baduta. Jenis penelitian ini merupakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh baduta usia 12 – 24 bulan di Desa Kemiriombo wilayah kerja Puskesmas Gemawan. dan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 responden baduta. Hasil penelitian menggunakan uji T-Dependent ditemukan hasil p-value 0,000 pada berat badan (pvalue < 0,05), maka disimpulkan ada pengaruh pemberian nugget KELLA terhadap peningkatan berat badan baduta dan pada tinggi badan diperoleh p-value 0,000 (palue<0,05), maka disimpulkan ada pengaruh pemberian nugget KELLA terhadap peningkatan tinggi badan badutaHasil penelitian ini diharapkan sebagai pertimbangan dalam tindakan pencegahan masalah gizi pada balita dengan memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan bahan lokal seperti daun kelor dan ikan nila dan dapat menerapkan pemberian nugget KELLA sebagai alternatif makanan tambahan balita.
PENGARUH PENDAMPINGAN KESEHATAN WUS TERHADAP PERILAKU WUS DALAM PEMERIKSAAN IVA Idhayanti, Ribkha Itha; Sari, Nita Melia; Maryani, Siti; Masini, Masini
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12490

Abstract

Kasus kanker leher rahim menepati urutan kedua setelah kanker payudara yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 9,2 % dari total kasus kanker di Indonesia. Cara sederhana mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin yaitu dengan melakukan IVA. Saat ini cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah(sekitar 5%). Di Kabupaten Temanggung cakupan pemeriksaan IVA 5,6% dan di Kecamatan Bejen 13,6% dari sasaran 1012Tujuan Umum:Untuk mengetahui pengaruh pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA di Desa Prangkokan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan yang digunakan yaitu One Group Pre Test-Post Test Design. jumlah sampel sebesar 40 orang. Pada saat kegiatan sosialisasi tanggal 04 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi. Dalam penelitian ini d menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini adalah: Perilaku pemeriksaan IVA sebelum di lakukan pendampingan kesehatan WUS masih rendah yaitu 12,5% dari 40 responden. Perilaku pemeriksaan IVA sesudah di lakukan pendampingan kesehatan WUS meningkat menjadi 80% dari 40 responden. Ada pengaruh yang signifikan pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA yaitu adanya peningkatan 27 responden dalam pemeriksaan IVA.Diharapkan responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA agar segara mungkin melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi resiko kanker leher rahim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam penelitian selanjutnya dan dikembangkan oleh peneliti lain dengan menggunakan variable yang berbeda serta analisi yang lebih mendalam.  
HIDROTERAPI DESTILASI HIDROSOL DAUN JERUK PURUT LEBIH EFEKTIF MEMPENGARUHI KUANTITAS TIDUR ANAK PRASEKOLAH DIBANDING AIR HANGAT Idhayanti, Ribkha Itha; Munayarokh, Munayarokh; Masini, Masini; Pipit Cahyani, Tatrini Ika; Rijanto, Rijanto
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v7i2.13844

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi anak prasekolah, namun banyak di antara mereka mengalami kuantitas tidur yang tidak mencukupi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis. Mengetahui pengaruh hidroterapi air hangat dan hidroterapi jeruk purut terhadap kuantitas tidur anak prasekolah. Penelitian pra-eksperimental ini menggunakan rancangan two-group pretest–posttest yang melibatkan 74 anak prasekolah yang dipilih dengan teknik total sampling. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok: hidroterapi air hangat (n = 36) dan hidroterapi jeruk purut (n = 36). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat, uji normalitas, uji Wilcoxon, dan uji Mann–Whitney. Kedua intervensi meningkatkan kuantitas tidur dengan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing kelompok (p < 0,05). Rata-rata peningkatan durasi tidur lebih besar pada kelompok jeruk purut (1,45 jam) dibandingkan kelompok air hangat (0,85 jam), dengan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,032). Hidroterapi jeruk purut lebih efektif dibandingkan hidroterapi air hangat dalam meningkatkan kuantitas tidur anak prasekolah. Hydrosol jeruk purut direkomendasikan sebagai pilihan intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur anak.
PENDAMPINGAN KELOMPOK WANITA SEHAT SEDOYO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SECARA DINI Maryani, Siti; Handayani, Esti; Chunaeni, Siti; Idhayanti, Ribkha Itha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24837

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur (WHO). Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Peran perempuan dalam pencegahan stunting dapat dilakukan dengan mengonsumsi tablet tambah darah saat berusia remaja, periksa kehamilan, nifas, ASI eksklusif, mengikuti posyandu, pemenuhan gizi anak, dan deteksi tumbuh kembang. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pendekatan keluarga. 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode penting dalam pencegahan stunting. Tujuan dalam kegiatan ini agar terbentuk kelompok Wanita yang sehat sehingga dapat melakukan pencegahan stunting di setiap fase kehidupan. Kegiatan pengabdian ini dengan melakukan Pendampingan Kelompok Wanita Sehat Sedoyo Sebagai Upaya Pencagahan Stunting sebagai upaya mencegah kejadian stunting di lingkungan keluarga. Kegiatan pendampingan di harapkan sasaran dapat meningkat pengetahuannnya dan dapat mempraktikan upaya pencegahan stunting di sepanjang fase kehidupan Wanita. Metode dalam kegiatan ini dengan menggunakan metode ceramah, praktik pencegahan stunting dan FGD pada tiap kelompok. Sasaran dalam kelompok ini adalah kelompok remaja, ibu hamil, ibu nifas dan menyusui dan Ibu balita sejumlah 20 orang. Evaluasi dalam kegiatn ini menggunakan kuesioner berisi 20 pertanyaan tentang stunting sesuai dengan kelompok sasaran. Kegaiatn pendampingan kelompok Wanita sehat sedoyo mampu meningkatkan pengetahuan setiap kelompok. Peningkatan Pengetahuan pada kelompok remaja meningkat 20%, kelompok ibu hamil sebesar 8%, Ibu nifas 17% sedangkan ibu balita 14%.Abstract: Stunting is a condition where toddlers have less length or height compared to their age (WHO). Stunted toddlers are a chronic nutritional problem caused by many factors such as socio-economics, maternal nutrition during pregnancy, pain in babies, and lack of nutritional intake in babies. Women's role in preventing stunting can be done by consuming blood supplement tablets when they are teenagers, checking pregnancy, postpartum, exclusive breastfeeding, attending posyandu, fulfilling child nutrition, and detecting growth and development. Stunting prevention can be done with a family approach. The first 1000 days of life are an important period in preventing stunting. The aim of this activity is to form a group of healthy women so that they can prevent stunting in every phase of life. This service activity involves providing assistance to the Sedoyo Healthy Women's Group as a Stunting Prevention Effort as an effort to prevent stunting incidents in the family environment. It is hoped that the target will increase their knowledge and be able to practice stunting prevention efforts throughout all phases of a woman's life. The method for this activity uses the lecture method, stunting prevention practices and FGD for each group. The targets for this group are teenagers, pregnant women, postpartum and breastfeeding mothers and 20 mothers of toddlers. Evaluation in this activity uses a questionnaire containing 20 questions about stunting according to the target group. The mentoring activities of the Sedoyo Healthy Women group are able to increase the knowledge of each group. The increase in knowledge in the adolescent group increased by 20%, in the group of pregnant women by 8%, postpartum mothers by 17% while mothers under five were 14%.
The Influence of the Time Token Learning Model on Knowledge of Prevention Violence and Sexual Harassment in Early Adolescents Dinda Briliani Putri; Tuti Sukini; Ribkha Itha Idhayanti
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i2.3326

Abstract

Violence and sexual harassment against young teenagers in Indonesia is a serious problem that often occurs. Referring to the DP3AKB data for Central Java Province from 2016 to 2021, itshows that the highest type of violence is sexual violence. Thisis due to the low level of knowledge about sex education to prevent violence and sexual harassment in early teens. One way to prevent sexual violence and harassment is to increase the knowledge of early adolescents. The time token learning model was chosen because it is a democratic learning model, increases student participation, and increases knowledge and social skills to explore, prevent and report sexual violence and harassment. The aim of this research is to determine the effect of the time token learning model on knowledge of preventing violence and sexual harassment in early adolescents. This type of quantitative research, the research method used is quasi-experimental (Quasy Experiment), with a one group pretest-posttest research design. The population is 51 respondents and the sampling technique is purposive sampling, the total sample is 50 respondents from grade 5 students at SDN 5 Kedungsari, Magelang City. Research data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks test with an alpha of 5%. The results of the research show that there is a significant influence of the time token learning model on knowledge of preventing violence and sexual harassment in early adolescents with the Wilcoxon statistical test results from Z calculated knowledge of -6.116 with a p value = 0.000 <0.05.
Co-Authors Algania Imandafirly, Hafidza Anggit Puspitaningrum Anisa Setyowati Anisa Siti Nurjanah Arfiana Arfiana Arfiana Arfiana Arfiana Arum Lusiana arum lusiana Arum Lusiana, Arum Asih Warastuti Ayuningtyas Ayuningtyas Bambang Sarwono Bekti Yuniyanti Bekti Yuniyanti, Bekti Christin Hiyana Tungga Dewi Christin Hiyana Tungga Dewi Christin Hiyana Tunggadewi Cristiani Tamu Apu Dewi, Christin Hiyana Tungga Dinda Briliani Putri Dini Patimah Elisia, Salma Esti Handayani Esti Handayani Esti Handayani Evada Safitri Fachry Abda El Rahman Firdayanti, Dewi Fugianti, Ari Hapsari, Wanodya Herlina Tri Damailia Herlina Tri Damailia, Herlina Tri Herlina Tridamailia Humaira Tadzkiyyatus Shalihah Adz-Azahra Intani Ega Rarassari Kartini, Rubiyana Islam Kemalasari, Galuh Masini Masini Masini Masini Masini, Masini Masini, Masiani Masini, Masini Maya Agiustina, Anggarani Meisya Alfia Rosada Munayarokh Munayarokh Munayarokh Munayarokh Munayarokh Munayarokh Munayarokh, Munayarokh Munayarokh, Munayaroh Mundarti Mundarti Mundarti Mursiyah Mursiyah Muryana, Dina Yuli Naila Zahra Diva Wijayanti Niken Dwi Rahmawati Nikmawati, Nuril Nuril Nikmawati Nuril Nikmawati Pipit Cahyani, Tatrini Ika Prasetyaningtyas, Vivi Nur Puji Wahyuni Pusparani, Lili Puspitasari, Dini Rahmawati, Ulya Ratu Safitri Ramadhania Rijanto, Rijanto Rina Kusnanti Rini, Purwati Mustiko Riski Novita Sari Riva Agustina Rizqi Khoirunisa Rofiah, Siti Rofi’ah, Siti Rubiyana Islam Kartini Safitri, Eka Ani Saputra, Wahyu Joko Sari, Nita Melia Sekar Safitri Siti Chunaeni Siti Chunaeni SITI MARYANI Siti Musringah Siti Rofi’ah Siti Rofi’ah Sri Winarsih susilarini susilarini Susilowati, Purwantini Tati Herawati Tulus Puji Hastuti Tuti Sukini Tuti Sukini Tuti Sukini, Tuti Wahyu Joko Saputra Wahyu Pujiastuti Wahyu Pujiastuti Wahyu Pujiastuti, Wahyu Wiwin Reni Rahmawati Yani Purwaningsih Yulia Rosemawati Yunita Yunita