Articles
MADU KURMA DAN MADU ANGGUR MERAH BERMANFAAT MENURUNKAN LAMA PERSALINAN KALA I
Mundarti, Mundarti;
Yuniyanti, Bekti;
Arfiana;
Idhayanti, Ribkha Itha
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2775
Persalinan lama menyebabkan terjadinya komplikasi persalinan seperti perdarahan. danpartus lama. Salah satu sumber makanan yang mengandung kalori tinggi adalah madu dari kurma dan anggur merah serta air gula . Glukosa yang tinggi pada kurma dan anggur merah bermanfaat untuk tenaga. Serotonin ,tannin dan oksitosin pada kurma membantu kontraksi otot polos rahim pada persalinan .Madu dan anggur merah merupakan fruktosa dan glukosa sumber energi instan bagi tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat madu kurma dan madu anggur merah pada lama persalinan kala I aktif, Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain posttest only with control group design. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Secang II dengan populasi 60 ibu bersalin yang melahirkan pada bulan September sampai Nopember 2022 teknik pengambilan sampel total sampling dengam jumlah sampel kelompok intervensi ibu bersalin kala I aktif yang diberikan madu kurma dan kelompok kontrol ibu bersalin kala I aktif yang diberikan madu anggur merah jumlah 30 responden . Hasil penelitian terdapat perbedaan pemberian kombinasi madu kurma dan anggur merah terhadap lama persalinan kala 1 aktifp value 0,030. Nilai Z Score -2.164 pemberian madu kurma lebih efektif mempercepat lama persalinan kala 1 didaptkan juga mean madu kurma 22,3667 menit dibandingkan madu anggur merah mean 31,0833 menit. Madu kurma maupun madu anggur sama sama efektif walaupun ada perbedaan . Disarankan sebagai tambahan energy tambahkan kurma madu maupun madu anggur merah pada ibu bersalin untuk memperpendek waktu persalinan kala 1 aktif
Effectiveness Aromatic Ginger With Lemongrass Hydrotherapy On Reducing Blood Pressure In Mild Preeclampsia Pregnant Women
sukini, tuti;
Rahmawati, Ulya;
Maryani, Siti;
Idhayanti, Ribkha Itha
Midwifery and Nursing Research Vol 6, No 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/manr.v6i1.11249
Background: The third leading cause of maternal death in Indonesia is preeclampsia, with 1,077 cases, a 2-fold increase from the previous year. Several interventions were carried out to reduce high blood pressure in pregnant women non-pharmacologically including aromatic ginger hydrotherapy and lemongrass. This therapy is easy to do independently and ingredients are easy to find in society.Research Objectives: The aims of this study were to identify blood pressure before and after intervention and to determine the effectiveness of kencur hydrotherapy with lemongrass in reducing blood pressure in pregnant women with mild preeclampsia.Research Methods: This research was conducted in the district of Magelang. This type of quantitative research with Quasy Experimental designs using a two group pretest posttest approach. The sample in this study were pregnant women with mild preeclampsia at the Muntilan 1 Public Health Center. The sampling technique used total sampling.Research Results: The results of the Independent t-test analysis, systolic blood pressure before and after treatment obtained p value (0.000) α (0.05), while diastolic blood pressure obtained p value (0.033) α (0.05) means there is significant difference between the kencur group and the lemongrass group. From the results of the analysis, the mean difference was 5,750, thus kencur hydrotherapy was more effective than lemongrass hydrotherapy.Conclusion: The results of this study are expected that health workers can provide socialization to pregnant women with mild preeclampsia to apply non-pharmacological treatment, namely with aromatic ginger hydrotherapy so that it can reduce blood pressure.
HUBUNGAN PENGGUNAAN JENIS KONTRASEPSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI
Winarsih, Sri;
Chunaeni, Siti;
Munayarokh, Munayarokh;
Idhayanti, Ribkha Itha
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 02 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2685
Latar Belakang. Masih tingginya jumlah penduduk di Indonesia menjadi penyebab terhambatnya laju pembangunan. Pemerintah telah melakukan pengendalian jumlah penduduk dengan kebijakan penggunaan kontrasepsi bagi PUS. Dalam profil Kesehatan RI, 2019 Pelayanan kontrasepsi di Indonesia adalah serangkaian kegiatan KIE, konseling, penapisan kelayakan medis, pemasangan dan pencabutan, penanganan efek samping atau komplikasi dalam mencegah kehamilan. Akseptor kontrasepsi akan mengalami efek samping yang antara lain perubahan tekanan darah baik perubahan meningkat atau menurun, ada juga yang tidak mengalami perubahan / tetap. Perubahan menjadi hipertensi maupun hipotensi yang terjadi pada akseptor tentunya akan berdampak pada kesehatan tubuh yang berakibat status kesehatannya menurun. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan antara jenis penggunaan kontrasepsi dengan tekanan darah pada akseptor kontrasepsi . Metode penelitian : jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi 60 akseptor , teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sebanyak 60 responden Analisis data Uji bivariat menggunakan uji Chie Square dengan tingkat kepercayaan 95 %. Analisis hasil didapatkan ada hubungan antara penggunaan jenis kontrasepsi dengan tekanan darah dengan p value 0.002. Saran : Perlunya pemeriksaan tekanan darah baik pada awal maupun selama penggunaan jenis kontrasepsi agar perubahan yang terjadi dapat mendapatkan penangan yang tepat dan tidak merugikan akspetor terhadap penggunaan kontrasepsi
HIPNOTERAPI DAN TEKNIK NAFAS DALAM EFEKTIF MENURUNKAN TINGKAT STRESS MAHASISWA BARU PADA MASA COVID-19
Idhayanti, Ribkha Itha;
Fugianti, Ari;
Chunaeni, Siti
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 2: Agustus 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/jam.v7i2.853
Latar Belakang: Stress takut dan cemas menjadi masalah utama pada masa pandemi COVID 19. Tingginya kematian karena COVID-19, Januari 2021 angka kematian di Indonesia mencapai 29.518 orang, membuat banyak pihak berusaha memutuskan rantai penularan dengan berbagai cara, salah satunya dengan kuliah daring, perubahan ini meningkatkan tingkat stress pada mahasiswa baru. Studi pendahuluan pada mahasiswa keperawatan di Kota Magelang 98% mereka menyatakan tidak siap menghadapi pembelajaran daring dan merasa stress makin meningkat. Masalah stres dapat diatasi dengan relaksasi napas dalam serta hipnoterapi. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat penurunan stress mahasiswa baru pada masa pandemi COVID-19 menggunakan hipnoterapi dan teknik nafas dalam. Metode: Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan jenis quasi-experimental with pre-post design. Penelitian dilakukan di Magelang pada mahasiswa baru Sarjana Terapan Prodi Kebidanan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang bulan Mei sampai dengan Juni tahun 2021 dengan jumlah populasi 52 orang, dan teknik pengambilan sampel total sampling populations, didapatkan sampel 45 responden yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok hipnoterapi dan kelompok teknik nafas dalam. Kelompok hipnoterapi dan teknik nafas dalam diberi intervensi satu kali seminggu selama enam minggu. Penilaian kuesioner menggunakan Depression Anxiety Sress Scales (DASS). Hasil: Hasil penelitian hipnoterapi efektif menurunkan tingkat stress mahasiswa baru dengan p value 0,003 dan teknik nafas dalam efektif menurunkan tingkat stress 0,007. Saran: Disarankan tenaga pendidik ataupun di sekolah kesehatan untuk memberikan hipnoterapi ataupun teknik nafas dalam pada mahasiswa yang melakukan pembelajaran daring sebagai usaha untuk menurunkan tingkat stress sehingga meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa. Kata Kunci: Hipnoterapi, Teknik Nafas Dalam, Tingkat Stress, COVID-19, Pembelajaran Daring
Pelatihan Mencegah Stunting Dengan Mengatasi Picky Eater Dan Gerakan Tutup Mulut Pada Anak
Idhayanti, Ribkha Itha;
Masini, Masini;
Chunaeni, Siti;
Maya Agiustina, Anggarani;
Algania Imandafirly, Hafidza;
Elisia, Salma
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.188
Usia toddler 3-4 tahun seringkali anak menunjukkan perilaku picky eater atau pilih-pilih makan. Perilaku makan orang tua dan teman sebaya memiliki hubungan yang kuat dengan kejadian sulit makan (picky eater) pada anak usia toddler. Pola makan yang baik mencegah terjadinya masalah gizi terutama stunting. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang sedang dihadapi Indonesia. Pencegahan dan penurunan stunting dilakukan dengan melibatkan keluarga. Satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting. Masalah stunting menyebabkan kegagalan pertumbuhan f?sik dan perkembangan kecerdasan serta produktivitas yang menurun dan juga daya tahan tubuh balita menurun. Status g?zi dipengaruhi oleh perilaku orang tua dan lingkunganya dalam membentuk pola makan yang berpengaruh terhadap status gizi balita. Stunting di Kabupaten Magelang cukup tinggi. Dari 305 kelahiran itu 105 menderita stunting. Stunting di Desa Kalijoso masih tinggi mencapai 39 anak tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional. Sampel dari penelitian ini adalah kader desa Kalijoso. Hasil pengabdian masyarakat pengetahuan pretest 48,84 dan post test 85,2. Kesimpulan kader perlu menambah pengetahuan tentang kebutuhan si kecil, mulai dari kecukupan nutrisi, pola asuh, hingga gaya hidup, dapat meminimalisir risiko anak mengidap stunting baik mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh Bidan, tenaga kesehatan lainnya maupun informasi lain melalui media social. Saran variasi makanan yang menarik, pengenalan makanan baru harus disertai makanan lama, mencobakan makanan baru dari mulai menyentuh, membau, merasakan, mencoba memakan disertai contoh dari orang tua, memuji anak setiap mau melalukan apa yang disuruh pengasuh. Pada anak gtm dilakukan pijat gtm dari wajah maupun telapak tangan. Memantau tinggi badan anak setiap bulan di Posyandu. Pola makan yang baik mencegah terjadinya masalah gizi terutama stunting.
PENGARUH PENDAMPINGAN KESEHATAN WUS TERHADAP PERILAKU WUS DALAM PEMERIKSAAN IVA
Idhayanti, Ribkha Itha;
Sari, Nita Melia;
Maryani, Siti;
Masini, Masini
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/juk.v4i2.12490
Kasus kanker leher rahim menepati urutan kedua setelah kanker payudara yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 9,2 % dari total kasus kanker di Indonesia. Cara sederhana mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin yaitu dengan melakukan IVA. Saat ini cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah(sekitar 5%). Di Kabupaten Temanggung cakupan pemeriksaan IVA 5,6% dan di Kecamatan Bejen 13,6% dari sasaran 1012Tujuan Umum:Untuk mengetahui pengaruh pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA di Desa Prangkokan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan yang digunakan yaitu One Group Pre Test-Post Test Design. jumlah sampel sebesar 40 orang. Pada saat kegiatan sosialisasi tanggal 04 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi. Dalam penelitian ini d menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini adalah: Perilaku pemeriksaan IVA sebelum di lakukan pendampingan kesehatan WUS masih rendah yaitu 12,5% dari 40 responden. Perilaku pemeriksaan IVA sesudah di lakukan pendampingan kesehatan WUS meningkat menjadi 80% dari 40 responden. Ada pengaruh yang signifikan pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA yaitu adanya peningkatan 27 responden dalam pemeriksaan IVA.Diharapkan responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA agar segara mungkin melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi resiko kanker leher rahim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam penelitian selanjutnya dan dikembangkan oleh peneliti lain dengan menggunakan variable yang berbeda serta analisi yang lebih mendalam.
ASUHAN KEBIDANAN METODE ONE STUDENT ONE CLIENT (OSOC) UNTUK MENINGKATKAN QUALITY of LIFE (QoL) IBU HAMIL
Christin Hiyana Tungga Dewi;
Ribkha Itha Idhayanti;
Mundarti Mundarti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v12i1.270
Konsep Asuhan Continuity of Care (CoC) merupakan suatu asuhan yang diberikan secara berkesinambungan dari masa hamil sampai dengan pelaksanaan Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya dalam penurunan AKI dan AKB. Program One Student One Client (OSOC) merupakan program yang diterapkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu usaha untuk menurunkan Angka Kematian Ibu di Jawa Tengah. Jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan Posttest Only With Control Group Design. Penelitian melibatkan 30 ibu hamil TM III. Instrument menggunakan WHOQOL-BREF untuk menilai 4 domain. Uji statistic menggunakan Man-Whitney. Hasil penelitian ada pengaruh pendampingan terhadap semua domain kualitas hidup ibu hamil , domain fisik rata – rata sebesar 21,53 p value 0,000, domain psikologis rata – rata sebesar 19,30 p value 0,001, domain sosial rata – rata sebesar 20,56 p value adalah 0,000, domain lingkungan rata – rata sebesar 20,40 p value 0,002. Pendampingan yang intensive pada ibu hamil dengan model Contiuty of Care (CoC) perlu diteruskan dan diperlukan pengembangan program kerjasama dan bersinergi dengan institusi pendidikan melalui program OSOC.
EKSTRAK PANDAN DAN SEREH MAMPU MENINGKATKAN KUANTITAS TIDUR ANAK PRASEKOLAH
Ribkha Itha Idhayanti;
Wahyu Pujiastuti;
Herlina Tridamailia
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v13i2.429
Masalah kurang tidur banyak dialami oleh anak prasekolah dan jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan kelelahan di siang hari, lekas marah, hiperaktif, dan sulit berkonsentrasi. Aromaterapi dapat membantu memulihkan kuantitas tidur yang baik bagi anak. Mandi air hangat dengan aromaterapi menyebabkan otot tubuh menjadi rileks. Salah satu terapi komplementer yang digunakan untuk mengatasi gangguan tidur adalah serai dan daun pandan yang diekstrak memiliki efek antidepresan dan vasodilator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai dan ekstrak daun pandan terhadap kuantitas tidur anak prasekolah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest with control group design. Sampel sebanyak 30 responden yang terbagi menjadi 15 responden pada kelompok kontrol dan 15 responden pada kelompok intervensi diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kuantitas tidur pada kelompok kontrol sebelum mandi dengan ekstrak serai adalah 10,40 jam dan rata-rata kuantitas tidur setelah mandi mandi air ekstrak sereh adalah 11,13 jam. Rata-rata kuantitas tidur kelompok intervensi sebelum diberikan ekstrak daun pandan adalah 9,73 jam dan kuantitas tidur setelah diberikan ekstrak daun pandan adalah 12,60 jam. Terdapat perbedaan rata-rata dimana kelompok intervensi pandan lebih tinggi nilainya yakni 21,77 dan kelompok kontrol sereh nilainya 9,23. ekstrak daun pandan dan ekstrak daun sereh sama sama efektif meningkatkan kuantitas tidur anak pra sekolah dengan nilai p = 0,000. Diharapkan ibu dapat menerapkan terapi mandi air hangat dengan ekstrak daun pandan atau ekstrak serai untuk membuat anak mempunyai kuantitas tidur yang lebih baik.
HUBUNGAN PENGGUNAAN JENIS KONTRASEPSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI
Winarsih, Sri;
Chunaeni, Siti;
Munayarokh, Munayarokh;
Idhayanti, Ribkha Itha
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2685
Latar Belakang. Masih tingginya jumlah penduduk di Indonesia menjadi penyebab terhambatnya laju pembangunan. Pemerintah telah melakukan pengendalian jumlah penduduk dengan kebijakan penggunaan kontrasepsi bagi PUS. Dalam profil Kesehatan RI, 2019 Pelayanan kontrasepsi di Indonesia adalah serangkaian kegiatan KIE, konseling, penapisan kelayakan medis, pemasangan dan pencabutan, penanganan efek samping atau komplikasi dalam mencegah kehamilan. Akseptor kontrasepsi akan mengalami efek samping yang antara lain perubahan tekanan darah baik perubahan meningkat atau menurun, ada juga yang tidak mengalami perubahan / tetap. Perubahan menjadi hipertensi maupun hipotensi yang terjadi pada akseptor tentunya akan berdampak pada kesehatan tubuh yang berakibat status kesehatannya menurun. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan antara jenis penggunaan kontrasepsi dengan tekanan darah pada akseptor kontrasepsi . Metode penelitian : jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, populasi 60 akseptor , teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sebanyak 60 responden Analisis data Uji bivariat menggunakan uji Chie Square dengan tingkat kepercayaan 95 %. Analisis hasil didapatkan ada hubungan antara penggunaan jenis kontrasepsi dengan tekanan darah dengan p value 0.002. Saran : Perlunya pemeriksaan tekanan darah baik pada awal maupun selama penggunaan jenis kontrasepsi agar perubahan yang terjadi dapat mendapatkan penangan yang tepat dan tidak merugikan akspetor terhadap penggunaan kontrasepsi
SARI KACANG MERAH LEBIH EFEKTIF MENINGKATKAN KADAR HB REMAJA DIBANDING SARI KACANG HIJAU
Idhayanti, Ribkha Itha;
Firdayanti, Dewi;
Dewi, Christin Hiyana Tungga;
Masini;
Munayarokh;
Mundarti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v13i1.3257
Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul karena kekurangan zat besi sehingga pembentukan sel-sel darah merah dan fungsi lain dalam tubuh terganggu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan sari kacang merah dan sari kacang hijau pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain two Group Pretest-Posttest Design.. Jumlah populasi 70 remaja putri usia 15-17 tahun di Brondong Lamongan, Teknik sampling purposive sampling jumlah sampel 20 responden pada kelompok sari kacang merah dan 20 responden pada kelompok sari kacang hijau. Uji analisa data independent t-test Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian pada kelompok sari kacang hijau dan sari kacang merah sama – sama menunjukkan kadar heboglobin yang sama yakni sebesar 12 g/dl. Kenaikan kadar Hb terjadi setelah diberikan intevensi pada kelompok sari kacang merah kadar Hb 13,7 g/dl dan kelompok sari kacang hijau kadar Hb 13,3 g/dl Ada perbedaan kadar hemoglobin setelah intervensi pada kelompok sari kacang merah 0,63 g/dl dan kelompok sari kacang hijau yaitu 0,35 gr/dl artinya sari kacang merah dan kacang hijau sama sama berpengaruh meningkatkan kadar Hb namun hasil analisis menggunakan uji independent t-test diperoleh nilai p = 0,026 artinya sari kacang merah lebih efektif untuk meningkatkan kadar Hb remaja. Disarankan bagi remaja putri mengkonsumsi sari kacang merah untuk meningkatkan kadar Hb terutama saat menstruasi