Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKSI PUPUK ORGANIK PADAT DARI LIMBAH SERABUT KELAPA SAWIT DENGAN BAHAN PENUTUP GEOTEKSTIL Fahrizal Hazra; Deden Saprudin; Mohammad Khotib; Kevin Setiawan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i1.6371

Abstract

Serabut kelapa sawit memiliki C/N rasio yang tinggi sehingga dalam pemanfaatannya sebagai pupuk organik padat diperlukan proses pengomposan agar dapat menurunkan C/N rasio. Bahan penutup yang baik diperlukan dalam proses pengomposan guna menghasilkan pupuk organik padat yang efektif dan memenuhi syarat mutu. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi pupuk organik padat dari limbah serabut kelapa sawit menggunakan bahan penutup geotekstil dengan pembanding penutup plastik, serta dilakukan pengujian kualitas fisik, kimia, dan biologi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 × 2. Faktor pertama merupakan bahan penutup (P), yang terdiri atas 2 taraf yaitu, bahan penutup geotekstil (P1) dan bahan penutup plastik (P2). Faktor kedua adalah penambahan mikrob (C), yang terdiri 2 taraf yaitu, tanpa penambahan mikrob (C0), dan dengan penambahan mikrob (C1). Proses pengomposan dilakukan selama 30 hari dan dilakukan pembalikan setiap 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pupuk organik padat kualitas terbaik terdapat pada perlakuan dengan bahan penutup geotekstil yang menghasilkan warna coklat kehitaman dan beraroma seperti tanah, pH dan total hara makro (N+P2O5+K2O) yang telah memenuhi syarat berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 261 Tahun 2019, serta total mikrob yang sangat tinggi.
APLIKASI PUPUK HAYATI MIKORIZA DALAM MENINGKATKAN FASE PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) Fahrizal Hazra; Fatimah Nur Istiqomah; Rafid Nanda Saputra
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2023.010.2.10

Abstract

Peanut has long been cultivated in Indonesia and is generally grown on dry land. The continuous use of inorganic fertilizers can have a negative impact on the soil, so there is a need for environmentally friendly fertilizers such as biological fertilizers. This study aimed to elucidate the effect of mycorrhiza biofertilizer on the vegetative and generative growth of peanuts. The study was conducted in the experimental field of Cikabayan IPB with a three-factor Completely Randomized Design. The treatments tested were 1) control, 2) 100% NPK fertilizer, 3) 100% organic fertilizer, 4) 100% organic fertilizer + NPK, 5) 5 g mycorrhizae, 6) 100% NPK + mycorrhizae 5 g, 7) 100% organic fertilizer + mycorrhiza 5 g, and 8) organic fertilizer + NPK 100% + mycorrhiza 5 g. Parameters observed included plant height, number of primary branches, number of pods, pod weight, colonization or root infection, number and types of spores. The results showed that the application of NPK fertilizer + organic fertilizer + mycorrhizae 5 g could increase vegetative and generative growth in peanut plants. The treatment of NPK+ organic fertilizer + mycorrhizae 5 g (AOM) had a very high percentage of infection, which was 86.67%. The AOM treatment had a high number of spores, which was 32 spores and 3 types of spores were successfully associated, namely Acaulospora sp1, Acaulospora sp 2 and Glomus etunicatum.
PESTISIDA ORGANIK SEBAGAI PENGENDALI BERCAK DAUN JAHE MERAH (Zingiber officianale var Rubrum) YANG DISEBABKAN Nigrospora sphaerica Dian Emilia Maulidiyah; Fahrizal Hazra; Risa Rosita
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan jahe merah belum dapat diimbangi dengan peningkatan produksi jahe merah. Salah satu faktor yang mendorong terjadinya penghambatan yaitu banyaknya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menyebabkan kegagalan produksi jahe merah. Berdasarkan penelitian Rosita et al. (2022), pestisida organik Liqcoris 15% dapat mengendalikan penyakit virus mosaik dan kutu daun tanaman cabai. Sementara itu pada komoditi jahe merah kemampuan daya hambat pestisida organik Liqcoris 15% dalam mengendalikan bercak daun yang disebabkan oleh fungi patogen belum dilaporkan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi secara morfologi fungi patogen Nigrospora sphaerica, mengetahui apakah Nigrospora sphaerica merupakan fungi patogen penyebab bercak daun pada tanaman jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) serta menganalisis efektivitas pemberian pestisida organik Liqcoris dengan konsentrasi 15%. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Biosistem Lanskap Manajemen (BLM), laboratorium Fitopatologi dan rumah kaca SEAMEO BIOTROP Bogor, Jawa Barat pada bulan Agustus 2022-Februari 2023. Hasil identifikasi morfologi diperkuat oleh hasil identifikasi molekuler penelitian sebelumnya. Nigrospora sphaerica merupakan fungi patogen penyebab penyakit bercak daun pada tanaman jahe. Aplikasi penyemprotan pestisida organik Liqcoris konsentrasi 15% ke daun efektif menghambat penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Nigrospora sphaerica dari intensitas penyakit 14,84% menjadi menurun menjadi 12,94 % dengan persentase penurunan 12,80% setelah 3 minggu pemberian aplikasi.
POTENSI PUPUK HAYATI MIKORIZA FUMYCO DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN AKASIA (Acacia mangium Willd.) DI NURSERY Hazra, Fahrizal; Istiqomah, Fatimah Nur; Firdaus, Ibrahim Dhiaulhaq
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.1.16

Abstract

Akasia (Acacia mangium Willd.) merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki prioritas unggul dalam pengembangan hutan tanaman industri di Indonesia. Pemberian pupuk hayati dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan kualitas tanah sehingga mampu menunjang pertumbuhan, hasil, serta kualitas berbagai tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman akasia di nursery, menganalisis infeksi akar dan jenis spora mikoriza, serta mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza terhadap sifat kimia dan biologi tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal dengan enam taraf perlakuan dan dua belas ulangan, sehingga satuan percobaan adalah 72 polybag. Perlakuan pengujian pupuk hayati berdasarkan Peraturan Menteri No. 1 Tahun 2019 antara lain kontrol (tanpa pupuk NPK dan pupuk hayati); 1 NPK; 1 pupuk hayati; 1 NPK standar + 1 pupuk hayati; 3/4 NPK + 1 pupuk hayati; serta 1/2 NPK + 1 pupuk hayati. Perlakuan kombinasi 1 NPK standar + 1 pupuk hayati memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada parameter tinggi, jumlah daun, dan berat kering tajuk (BKT), sedangkan kombinasi 1/2 NPK + 1 pupuk hayati paling baik pada parameter diameter batang dan berat kering akar (BKA). Nilai Relative Agronomic Effectiveness (RAE) pada perlakuan 1 NPK + 1 pupuk hayati menunjukkan hasil yang paling efektif secara agronomi.
EFFECT OF MAGNETITE AND CHITOSAN-MAGNETITE ADDITION ON BACTERIAL LEVELS AND NH3-N (FREE-LIVING N2-FIXING BACTERIA CULTURE) Umar, Ali; Saprudin, Deden; Hazra, Fahrizal
Jurnal Kimia Riset Vol. 8 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v8i2.47647

Abstract

Free-living N2-fixing bacteria are essential in the soil because they provide a source of nitrogen in the form of ammonium needed by plants to be used in building protein blocks. The fixation of free N2 needs to be increased by adding nanomaterials such as magnetite (Fe3O4), which has an active group and can be a source of nitrogenase enzyme cofactor. In this study, increased N2 fixation used N2-fixing bacteria in Burks medium. This increase was determined by measuring NH3 levels using the Phenate method formed after Burks medium was treated with Fe3O4 and chitosan-magnetite (CS-Fe3O4). The study found that the number of bacteria can be well decreased. This research showed that using Fe3O4 and CS-Fe3O4 increased NH3-N levels in cultures of free-living nitrogen-fixing bacteria by 15.40% and 75.54%. For future development, it can be in the form of optimization, the effect of adding the same material to plant secondary metabolites, and the mechanism of bacteria in using the material.
The Potensi Fumyco (Fungi Mikoriza Arbuskula) Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pembibitan Hazra, Fahrizal; Nur Istiqomah, Fatimah; Nurul Fadilla, Ardina
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i3.232

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman perkebunan penghasil minyak nabati yang menjadi komoditas unggulan di Indonesia. Pemberian pupuk hayati menjadi salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di Nursery. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan 6 taraf perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan pengujian pupuk hayati berdasarkan Peraturan Menteri No.1 Tahun 2019 yaitu Kontrol (A); Pupuk NPK standar (15-15-15) 2,5 g (B); 20 g pupuk hayati (C); NPK standar+20 g pupuk hayati (D); 3/4 NPK standar+20 g pupuk hayati (E); dan 1/2 NPK standar+20 g pupuk hayati (F). Pemberian pupuk hayati mikoriza baik tunggal maupun kombinasi dengan berbagai dosis NPK mampu meningkatkan tinggi, diameter, jumlah daun, bobot kering (BK) akar dan tajuk bibit kelapa sawit umur 12 minggu setelah tanam (MST) dibandingan dengan kontrol dan pupuk NPK standar. Nilai Relative Agronomic Effectiveness (RAE) pada perlakuan 3/4 NPK+20 g pupuk hayati mikoriza menunjukkan hasil yang paling efektif secara agronomi dengan nilai RAE tinggi bibit 504,63%, diameter 758,82%, jumlah daun 504,62%, BK tajuk 378,33%, dan BK akar 291,81%.
Uji Infektivitas Dan Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dalam Meningkatkan Ketersediaan Unsur Hara P, Total Mikrob, Dan Respirasi Tanah Pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Hazra, Fahrizal; Nur Istiqomah, Fatimah; Rizqi Novanto, Praditya; Nurul Fadilla, Ardina
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis infeksi akar dan jenis spora oleh mikoriza serta mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati dan kombinasi pupuk NPK terhadap sifat biologi dan kimia tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan pengujian pupuk hayati yaitu Kontrol (A); Pupuk NPK standar (15-15-15) 2,5 g (B); 20 g pupuk hayati (C); 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D); 3/4 NPK standar+20 g pupuk hayati (E); dan 1/2 NPK standar+20 g pupuk hayati (F). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 3/4 NPK standar+20 g pupuk hayati (E) mampu membentuk kolonisasi pada akar bibit kelapa sawit sebesar 100%. Jumlah spora paling tinggi yaitu 94 spora/10 gr terdapat pada perlakuan 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D) dengan 6 jenis spora yaitu; Glomus sp1, Glomus sp2, Glomus sp3, Acaulospora sp1, Acaulospora sp2, dan Acaulospora sp3. Pemberian mikoriza dan berbagai dosis NPK pada bibit kelapa sawit menunjukkan adanya peningkatan ketersediaan fosfor, total mikrob, dan respirasi di dalam tanah. Perlakuan 1 NPK standar+20 g pupuk hayati (D) merupakan perlakuan paling baik dalam meningkatkan ketersediaan P, yaitu 68,98 ppm. Total populasi mikrob tertinggi terdapat pada perlakuan pupuk hayati mikoriza 1/2 NPK + 20 g pupuk hayati (E), yaitu 31,76 x 105 SPK/g. Respirasi tertinggi terdapat pada perlakuan 3/4 NPK + 20 g pupuk hayati (F), yaitu 7,94 g C/hari.
PEMANFAATAN ISOLAT BAKTERI DEKOMPOSER SEBAGAI BIOAKTIVATOR KOMPOS Hazra, Fahrizal; Rosita, Risa; Rahmadani, Ghina Radhiyya
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.2.85-90

Abstract

Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari hasil pelapukan bahan-bahan organik. Proses pengomposan secara konvensional membutuhkan waktu yang lama sehingga diperlukan penambahan bioaktivator untuk mempercepat proses pengomposan. Environmental Technology and Security (ETS) section SEAMEO BIOTROP pada tahun 2023 menghasilkan BIOTROP Kompos (BIOPOS) sebagai hasil pengelolaan mandiri sampah dedaunan dan baglog jamur di SEAMEO BIOTROP. Namun, BIOPOS masih perlu dikembangkan lebih lanjut untuk dilakukan eksplorasi bakteri dekomposer yang dapat dijadikan bioaktivator BIOPOS guna mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengisolasi, karakterisasi, dan menguji efektivitas bakteri dekomposer sebagai bioaktivator BIOPOS dalam mendekomposisi bahan organik. Isolat bakteri BIOPB, BIOKB, BIOPI, KSCMI, dan TJCMB dikarakterisasi secara morfologi, fisiologi, dan biokimia. Metode eksperimental dilakukan dalam pembuatan dan pengaplikasian bioaktivator BIOPOS. Hasil karakterisasi menunjukkan isolat bakteri BIOPB, BIOKB, KSCMI, dan TJCMB berpotensi sebagai bakteri dekomposer. Isolat bakteri dekomposer lebih efektif dalam mendekomposisi bahan BIOPOS dibandingkan EM4 dilihat dari tingginya suhu BIOPOS yang mencapai 52°C.
Uji Infektivitas dan Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula dalam Meningkatkan Ketersediaan Unsur Hara P dan Total Mikroba pada Bibit Akasia (Acacia mangium) Hazra, Fahrizal; Istiqomah, Fatimah Nur; Firdaus, Ibrahim Dhiaulhaq; Fadhilla, Ardina Nurul
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 3 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.3.12189

Abstract

Akasia (Acacia mangium Willd.) merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki prioritas unggul dalam pengembangan hutan tanaman indsustri (HTI) di Indonesia, salah satunya dalam kegiatan reboisasi pada potensi kawasan hutan kurang produktif. Pemberian pupuk hayati dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan kualitas tanah sehingga mampu menunjang pertumbuhan, hasil kayu, serta kualitas berbagai tanaman. Penelitian ini bertujuan uji infeksi akar dan jenis spora mikoriza serta mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk hayati mikoriza dengan berbagai dosis pupuk NPK terhadap sifat biologi tanah seperti total mikroba tanah dan sifat kimia tanah seperti kadar P-tersedia tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal dengan enam taraf perlakuan dan dua belas ulangan, sehingga terdapat 72 satuan percobaan. Perlakuan pada penelitian ini antara lain, kontrol (tanpa pupuk NPK dan mikoriza) (A); 100% NPK standar (15-15-15) (B); 1 mikoriza (C); 100% NPK + 10 g mikoriza (D); 75% NPK + 10 g mikoriza (E); serta 50% NPK + 10 g mikoriza (F). Uji infektivitas pupuk hayati mikoriza Fumyco pada tanaman akasia menunjukkan infeksi akar sebesar 40-60%. Perlakuan paling baik dalam menginfeksi akar tanaman akasia adalah perlakuan mikoriza 10 g. Jenis spora yang paling banyak ditemukan berasal dari jenis genus Acaulospora sp. dan Glomus sp dengan jumlah spora terbanyak adalah perlakuan mikoriza 10 g. Aplikasi mikoriza dan NPK berpengaruh nyata dalam meningkatkan populasi total mikroba, dan ketersediaan fosfor dalam tanah. Perlakuan paling baik dalam meningkatkan total mikroba dan unsur hara tersedia adalah 100% NPK + mikoriza 10 g
Pupuk Organik dari Limbah Padat Kotoran Sapi yang Diperkaya Mikrob Potensial Saprudin, Deden; Farid, Muhammad; Hazra, Fahrizal; Arrahman, Naufal
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijaya Kusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i3.679

Abstract

Industri pertanian di Indonesia terus berupaya mengembangkan solusi berkelanjutan, salah satunya dengan penggunaanpupuk organik. Pengelolaan limbah kotoran sapi di Kampung Manglad, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu contoh dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian melalui program Pemberdayaan Kelompok Masyarakat (PKM) yang didanai Ditjen Dikti Kemdikbudristek. Kelompok Pengolah Limbah (KPL) di Kampung Manglad bekerja sama dengan IPB untuk mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik padat. Program ini dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu meningkatkan pemahaman KPL, pelatihan pembuatan pupuk, adopsi teknologi, dan pemasaran produk. Hasil analisis menunjukkan pupuk organik padat yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dengan kandungan N, P, dan K yang melebihi batas minimum. Program ini tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah lingkungan tetapi juga meningkatkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Co-Authors Aisamrotul Hasanah Ania Citraresmini Ans Iswandi Apriana, Edwin Arrahman, Naufal Auliana Azzahra, Bella Budi Nugroho Deden Saprudin Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Nursyamsi Devi Wijayanti Dewi Rosita Dian Emilia Maulidiyah Dimas Syahiddin DWI ANDREAS SANTOSA Enny Widyati Eric Verchius Eris, Deden Dewantara Ester LN Lumbantobing Etty Pratiwi, Etty Fadhilla Br Siregar, Rizky Tri Fadhilla, Ardina Nurul Fatimah Nur Istiqomah Fatimah Nur Istiqomah Firdaus, Ibrahim Dhiaulhaq Fitriyani, Indri Hapsari Grahan Sugeng Aprilian Gusmaini Gusmaini Heni Hariyani Hetty Novita Agus Indri Hapsari Fitriyani Indriyati, Lilik Tri Intan Delia Rustandi Irfan Septiawan Istiqomah, Fatimah Nur Iswandi Anas Kevin Setiawan Latief Mahir Rachman Latief Mahir Rachman Lisa Rosdiana Lisdar Idwan Sudirman Lusiana Adriani Mentari May Syachanna Mohammad Khotib Muhammad Abdul Aziz Muhammad Abdul Aziz Muhammad Farid Muhammad Samsul Maarif Nabila Dianisa Novita Sari Nur Istiqomah, Fatimah Nursyamsi, Dedi Nursyamsi Nurul Fadilla, Ardina Rafid Nanda Saputra RAHAYU WIDYASTUTI Rahma Anisa Rahmadani, Ghina Radhiyya Richard Gunawan Rifqi Puja Novtiar Rio Kevin Marcello Alwi Risa Rosita Rizqi Novanto, Praditya Rosinta Sitepu ROSITA, Risa RR. Ella Evrita Hestiandari Selly Salma Selly Salma Selly Salma Sindy Marieta Putri Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana Suri Mulyani Sari Susanti Pratiwi Purnama Syifa, Sayyidatul Alfi Tamimi, Thariq Final Umar, Ali Velicia Desyana Rakhmadina Wilhelmus Terang Arga Sanjaya Windi Windi Yunilda Rosa Yuwan Pratama Baki