Claim Missing Document
Check
Articles

Characterization of Phosphate Solubilizing Bacteria from Three Types of Soil Rhizosphere and Their Potency to Increase Growth of Corn Plants (Zea mays) Rosita, Risa; Apriana, Edwin; Hazra, Fahrizal; Eris, Deden Dewantara
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v10i1.288

Abstract

Pemberian dosis pupuk P (fosfat) yang tinggi tidak sejalan dengan ketersediaan P dalam tanah karena sebagian besar P terikat oleh Al, Fe dan Ca sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Pemanfaatan mikrob pelarut P merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan ketersediaan P yang dapat diserap oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengkarakterisasi dan menguji potensi mikroba pelarut P yang diisolasi dari tiga jenis rizosfer. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial. Serangkaian karakterisasi melalui uji hipersensitivitas, uji pewarnaan gram, uji katalase, uji oksidase, uji kebutuhan oksigen, uji motilitas, kemampuan menggunakan berbagai sumber karbon (glukosa, laktosa, dan sukrosa), uji metil merah, dan uji pertumbuhan pada berbagai pH . Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 5 bakteri pelarut P terpilih (Ca-Al-7, Ca-Al-8, Ca-Al-4, Ca-NF-1, dan Ca-NF-3) bukan patogen tanaman, dengan nilai kelarutan fosfat berturut-turut 1,7; 2,9; 2,5; 3,1; 3,2 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa segar dan kering tanaman Zea mays setelah inokulasi 4 minggu (p < 0,05).
Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dari Rizosfer Tanaman Hias: Karakterisasi Morfologi dan Seleksi Hazra, Fahrizal; Rosita, Risa; Fadhilla Br Siregar, Rizky Tri
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3008

Abstract

Salah satu tantangan dalam budidaya tanaman hias adalah optimalisasi pertumbuhan tanpa ketergantungan berlebihan pada pupuk dan pestisida kimia. Oleh karena itu, pemanfaatan FMA sebagai biofertilizer alami dapat menjadi solusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan tanaman hias. Eksplorasi keanekaragaman FMA dari rhizosfer tanaman hias menjadi penting untuk mengidentifikasi spesies-spesies yang berpotensi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami. Karakterisasi morfologi spora FMA dapat memberikan informasi mengenai spesies yang ada dan potensinya dalam mendukung ekosistem tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi morfologi FMA yang diisolasi dari rhizosfer berbagai jenis tanaman hias, guna memberikan wawasan lebih lanjut mengenai keanekaragaman dan peran ekologi fungi ini. Tahapan penelitian meliputi koleksi tanaman hias, sampling tanah, isolasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), pengelompokkan dan identifikasi morfologi spora Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), dan seleksi FMA pada kultur spora. Hasil penelitian menyatakan bahwa Kepadatan spora tanaman Soka (Ixora coccineal L.) memiliki kepadatan spora yang paling tinggi senilai 36 spora. Hal ini diketahui bahwa tanaman soka memiliki kondisi akar yang menguntungkan untuk kolonisasi mikoriza. Hasil identifikasi total spora Glomus sp. lebih banyak di temukan karena memiliki tingkat adaptasi yang lebih tinggi terhadap lingkungan dibandingkan genus lainnya. diperoleh data bahwa spora FMA pada kode D1, D2, D5, D6, D7, dan D8 berhasil mengkolonisasi perakaran tanaman inang sorghum yang ditandai dengan terbentuknya hifa. Kolonisasi FMA dimulai ketika spora berkecambah dan menghasilkan hifa eksternal yang tumbuh menuju akar tanaman inang. Glomus sp. merupakan jenis FMA yang memiliki kolonisasi FMA yang tinggi karena memiliki kemampuan kolonisasi yang cepat dibandingkan jenis FMA lain. Pada kultur spora kode D3 dan D4, tidak terjadi kolonisasi dan tanaman menjadi mati. Hal ini disebabkan oleh spora yang kurang adaptif. Akibatnya, tanaman sorgum tidak mendapat manfaat dari simbiosis mikoriza.
Isolation, Characterization, and Molecular Identification of Phosphate Solubilizing Bacteria from Several Tropical Soils Hazra, Fahrizal; Pratiwi, Etty
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 18 No. 1: January 2013
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2013.v18i1.67-74

Abstract

The objectives of the research were: (i)  to isolate and characterize of phosphate solubilizing bacteria (PSB) and (ii) to identify PSB based on molecular amplification of 16S rRNA gene.  Soil samples were collected from rhizosphere in Bogor, West Nusa Tenggara, and East Nusa Tenggara.  Several stages in this research were: (i) isolation PSB in Pikovskaya agar, (ii) morphological and biochemical characterization of PSB, (iii) measurement of  phosphatase enzymes, and (iv) measurement of secreting indole acetic acid phytohormone.   As many as 29 isolates of PSB have been collected and three isolates of them, namely: P 3.5 (East Nusa Tenggara), P 6.2 (West Nusa Tenggara), and P 10.1 (Citeureup, West Java) were chosen for further study.  There were many characteristics of isolate P 10.1: (i) it had capable to solubilize P with the value of highest solubilization index (1.80), (ii) it had the highest phosphatase enzyme (120.40 mg kg-1), and (iii) it had the highest pH decrease at each observation for six days.  Isolates P 3.5 and P 10.1 were the Gram-negative bacteria with coccus shapes and isolate P 6.2 was a Gram-negative bacteria with bacillus shape.  Deoxiribonucleat Acid (DNA) amplification of these bacteria employing 16S rRNA primers generated the 1,300bp-PCR product.  The results of the analysis of 16S rRNA gene sequences showed that isolates P 3.5 and P 10.1 has 98% similarity with Gluconacetobacter sp. strains Rg1-MS-CO and isolate P 6.2 has 97% similarity with Enterobacter sp. pp9c strains.Keywords: 16S rRNA, indole acetic acid, isolation, phosphatase enzymes, phosphate solubilizing bacteria[How to Cite : Hazra F and E Pratiwi. 2013. Isolation, Characterization, and Molecular Identification of Phosphate Solubilizing Bacteria from Several Tropical Soils. J Trop Soils, 18 (1): 67-74. doi: 10.5400/jts.2013.18.1.67][Permalink/DOI: www.dx.doi.org/10.5400/jts.2013.18.1.67]
Soil Chemical Characteristics of Organic and Conventional Agriculture Aziz, Muhammad Abdul; Hazra, Fahrizal; Salma, Selly; Nursyamsi, Dedi Nursyamsi
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 21 No. 1: January 2016
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2016.v21i1.19-25

Abstract

Use of chemical fertilizers and pesticides on intensive land of both lowland and upland food crops have been shown to increase agricultural productivity significantly. Research aimed to study soil chemical characteristics and soil pesticide residues at some crops of organic and conventional farms. The research was carried out in  Laboratory of Soil Chemistry, Indonesian Soil Research Institute and in Laboratory of Agrochemical Residue, Indonesian Agricultural Environment Research Institute, Bogor from February to July 2015. Soil samples at 0-10 cm depth were taken compositely from broccoli (Brassica oleracea), carrots (Daucus carota), maize (Zea mays), and tomatoes (Solanum lycopersicum) farms in Bogor Regency as well as from rice field in Tasikmalaya Regency at both organic and conventional farms. Soil chemical characteristics were analyzed include: soil organic-C (Walkey and Black), total-N (Kjeldahl), potential-P (HCl 25%), available-P (Olsen), potential-K (HCl 25%), available-K (NH4OAc 1 N pH 7), CEC (NH4OAc 1 N pH 7), and pH (soil : water = 1: 5), while pesticide residues included levels of organochlorine (lindane, aldrin, heptaklor, dieldrin, DDT, endosulfan); organophosphates (diazinon, fenitrotin, metidation, paration, profenofos); and carbamates (carbofuran, MIPC, BPMC) in the soil by using Gas Chromatography method. Results showed that levels of soil organic-C, total-N, potential and available-P, potential and available-K, CEC, pH  at organic farms were higher than those at conventional farms. Some pesticide residues compound (organochlorines, organophosphates, and carbamates) were detected at conventional farm, while those at organic farm were not detected (trace).Keywords: Conventional farm, organic farm, pesticide residues, soil properties. [How to Cite: Muhammad AA, F Hazra, S Salma and D Nursyamsi. 2016. Soil Chemical Characteristics of Organic and Conventional Agriculture. J Trop Soils 21: 19-25. Doi: 10.5400/jts.2016.21.1.19] 
Soil Enzyme Activities and Their Relationship to Total Soil Bacteria, Soil Microbial Biomass and Soil Chemical Characteristics of Organic and Conventional Farming Aziz, Muhammad Abdul; Hazra, Fahrizal; Salma, Selly; Nursyamsi, Dedi
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 23 No. 3: September 2018
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2018.v23i3.133-141

Abstract

Soil properties such as physical, chemical, biological, microbiological and biochemical aspects affect on soil quality. Soil microbiological activities directly affect stability of ecosystems and soil fertility. The research aimed to determine soil microbial activities through soil enzyme activities and their relationship to total soil bacteria, soil microbial biomass, and soil chemical characteristics. The research was conducted at Laboratory of Soil Microbiology, Indonesian Soil Research Institute, Bogor from July 2015 to January 2016. Soil samples 0-10 cm depth were taken from organic and conventional farming of some commodities (tomato, carrot, maize, broccoli) from Bogor Regency, while those of rice were taken from Tasikmalaya Regency. Soil dehydrogenase, urease and cellulase activities were determined using some modified methods. The results showed that soil dehydrogenase and cellulase activities in organic farming were higher than those in conventional farming, whereas the soil urease activity in organic farming was lower than that in conventional farming. The total soil bacteria and soil microbial biomass were significantly and positively correlated with soil dehydrogenase, urease, and cellulose activities. Soil dehydrogenase, urease, and cellulose activities were very significantly and positively correlated with all soil characteristics tested, i.e. soil organic C, total N, potential P and K, available P and K, CEC, and pH, except that soil urease activity was very significantly and negatively correlated with soil pH. The results of this research indicated that organic farming is recommended for maintaining soil fertility and plant productivity; however, small use of urea fertilizer is still needed in the farming.
Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Asal Rizosfer Tanaman Hias dalam meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor) Hazra, Fahrizal; Rosita, Risa; Fadhilla Br Siregar, Rizky Tri
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.27.2.95-101

Abstract

Produktivitas sorgum di Indonesia yang masih rendah mendorong pemanfaatan budidaya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui sebaran spora FMA pada tanaman hias yang diseleksi, menganalisis pengaruh inokulasi kultur trapping terhadap kepadatan spora dan pengaruh pemberian FMA terhadap pertumbuhan tanaman sorgum. Studi dilakukan Januari-Juni 2025, meliputi identifikasi sebaran spora FMA pada 14 tanaman hias, analisis kultur trapping terhadap kepadatan spora, dan pengaruh aplikasi FMA pada pertumbuhan sorgum. Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) digunakan dengan faktor aplikasi mikoriza (tanpa/dengan) dan komposisi media tanam (BIOPOS, sekam, zeolit, dan kombinasinya). Parameter tinggi tanaman dan jumlah daun diamati pada hari ke-30 HST, dianalisis dengan ANOVA dan DMRT (α=5%). Hasil menunjukkan tanaman hias Bugenvil (Bogainvillea sp.) memiliki kepadatan spora FMA tertinggi, dari 14 tanaman hias  dominasi genus Glomus (69.23%) dan Acaulospora (30.77%). Kultur trapping pada tanaman hias Kemuning (Murraya paniculata) (L.) (Rutaceae) menghasilkan kepadatan spora tertinggi (429 spora per 10 g tanah), menjadikannya sumber inokulum potensial. Aplikasi mikoriza dan komposisi media tanam secara signifikan meningkatkan pertumbuhan sorgum. Interaksi mikoriza dengan BIOPOS (A2K1) memberikan pertumbuhan terbaik (tinggi 60.02 cm; 5.50 helai daun), jauh melampaui perlakuan tanpa mikoriza. FMA dari rizosfer tanaman hias berpotensi besar meningkatkan pertumbuhan sorgum, terutama dikombinasikan dengan media tanam yang sesuai seperti BIOPOS, mendukung budidaya sorgum berkelanjutan.
POTENSI PUPUK HAYATI MIKORIZA PADA BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) DI ANDOSOL WONOBOYO, TEMANGGUNG - JAWA TENGAH Hazra, Fahrizal; Fitriyani, Indri Hapsari; Syifa, Sayyidatul Alfi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i2.8862

Abstract

Potensi Pupuk Hayati Mikoriza pada Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) di Andosol Wonoboyo, Temanggung - Jawa Tengah. Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan potensi ekspor, terutama ke pasar Asia Timur. Namun, budidayanya pada tanah andosol menghadapi tantangan berupa rendahnya ketersediaan fosfor akibat fiksasi oleh mineral tanah dan sistem perakaran tanaman yang dangkal. Penelitian ini bertujuan menganalisis aplikasi pupuk hayati mikoriza dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) yang ditanam pada andosol di Kec. Wonoboyo, Temanggung, serta mengevaluasi perubahan kandungan hara NPK tanah, tingkat infeksi mikoriza pada akar tanaman, juga jumlah sporanya. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor: dosis mikoriza (0 dan 500 kg/ha) dan pupuk P (0 dan 200 kg/ha). Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman pada 12 dan 13 MST berbeda nyata antar perlakuan, di mana perlakuan mikoriza tanpa pupuk P (M1P0) menghasilkan tinggi tanaman secara signifikan lebih tinggi dibanding kontrol dan kombinasi M1P1. Parameter kimia tanah setelah penanaman dan serapan hara NPK tanaman juga menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antar perlakuan. Perlakuan M1P0 memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman, serta menghasilkan jumlah spora mikoriza dan tingkat infeksi akar tertinggi dengan genus spora dominan adalah Glomus.
Peran Mikoriza Powder dan Granul dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum): Beneficial Role of Mycorrhizal Powder and Granule in Improving Growth and Production of Shallot (Allium cepa var. aggregatum) Hazra, Fahrizal; Nur Istiqomah, Fatimah; Auliana Azzahra, Bella
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.3.172-179

Abstract

Peningkatan produktivitas bawang merah dilakukan melalui upaya pemupukan yang tepat, termasuk di dalamnya jenis, bentuk, dan dosis pupuk. Pupuk hayati mikoriza menginfeksi akar membentuk hifa eksternal meningkatkan kemampuan tanaman dalam penyerapan unsur hara, sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman inang menjadi lebih cepat. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan melalui aplikasi pupuk hayati mikoriza berbentuk serbuk (powder) ataupun granul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi mikoriza powder dan granul dengan taraf pemupukan NPK berbeda dalam meningkatkan fase vegetatif dan generatif tanaman bawang merah. Metode eksperimental dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, faktor pertama adalah jenis mikoriza (Tanpa Mikoriza, 0.2 g Mikoriza Powder, dan 2 g Mikoriza Granul) dan faktor kedua dosis pupuk anorganik. Perlakuan yang diuji sebanyak 12, masing-masing diulang enam kali sehingga total terdapat 72 polybag. Mikoriza granul dengan 50% NPK menjadi kombinasi pelakuan yang paling efektif meningkatkan tinggi tanaman tertinggi mencapai 46 cm dan jumlah daun terbanyak 39 helai per rumpun. Jumlah umbi paling banyak 11 buah per rumpun dihasilkan oleh perlakuan mikoriza powder tanpa NPK, sedangkan bobot basah maupun kering umbi terberat oleh perlakuan mikoriza granul dengan 75% NPK sebesar 31 g dan 13 g. Pemberian mikoriza diketahui dapat menghemat kebutuhan NPK sebesar 25% dengan produksi maksimal yang mampu dicapai pada penambahan NPK sebesar 75%. Kata kunci: bobot umbi, infeksi akar, jumlah spora, jumlah umbi, tinggi tanaman
POTENSI PUPUK HAYATI MIKORIZA FUMYCO DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN AKASIA (Acacia mangium Willd.) DI NURSERY Hazra, Fahrizal; Istiqomah, Fatimah Nur; Firdaus, Ibrahim Dhiaulhaq
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.1.16

Abstract

Akasia (Acacia mangium Willd.) merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki prioritas unggul dalam pengembangan hutan tanaman industri di Indonesia. Pemberian pupuk hayati dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan kualitas tanah sehingga mampu menunjang pertumbuhan, hasil, serta kualitas berbagai tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman akasia di nursery, menganalisis infeksi akar dan jenis spora mikoriza, serta mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza terhadap sifat kimia dan biologi tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal dengan enam taraf perlakuan dan dua belas ulangan, sehingga satuan percobaan adalah 72 polybag. Perlakuan pengujian pupuk hayati berdasarkan Peraturan Menteri No. 1 Tahun 2019 antara lain kontrol (tanpa pupuk NPK dan pupuk hayati); 1 NPK; 1 pupuk hayati; 1 NPK standar + 1 pupuk hayati; 3/4 NPK + 1 pupuk hayati; serta 1/2 NPK + 1 pupuk hayati. Perlakuan kombinasi 1 NPK standar + 1 pupuk hayati memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada parameter tinggi, jumlah daun, dan berat kering tajuk (BKT), sedangkan kombinasi 1/2 NPK + 1 pupuk hayati paling baik pada parameter diameter batang dan berat kering akar (BKA). Nilai Relative Agronomic Effectiveness (RAE) pada perlakuan 1 NPK + 1 pupuk hayati menunjukkan hasil yang paling efektif secara agronomi.
Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dari Rizosfer Tanaman Hias: Karakterisasi Morfologi dan Seleksi Hazra, Fahrizal; Rosita, Risa; Fadhilla Br Siregar, Rizky Tri
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3008

Abstract

Salah satu tantangan dalam budidaya tanaman hias adalah optimalisasi pertumbuhan tanpa ketergantungan berlebihan pada pupuk dan pestisida kimia. Oleh karena itu, pemanfaatan FMA sebagai biofertilizer alami dapat menjadi solusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan tanaman hias. Eksplorasi keanekaragaman FMA dari rhizosfer tanaman hias menjadi penting untuk mengidentifikasi spesies-spesies yang berpotensi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami. Karakterisasi morfologi spora FMA dapat memberikan informasi mengenai spesies yang ada dan potensinya dalam mendukung ekosistem tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi morfologi FMA yang diisolasi dari rhizosfer berbagai jenis tanaman hias, guna memberikan wawasan lebih lanjut mengenai keanekaragaman dan peran ekologi fungi ini. Tahapan penelitian meliputi koleksi tanaman hias, sampling tanah, isolasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), pengelompokkan dan identifikasi morfologi spora Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), dan seleksi FMA pada kultur spora. Hasil penelitian menyatakan bahwa Kepadatan spora tanaman Soka (Ixora coccineal L.) memiliki kepadatan spora yang paling tinggi senilai 36 spora. Hal ini diketahui bahwa tanaman soka memiliki kondisi akar yang menguntungkan untuk kolonisasi mikoriza. Hasil identifikasi total spora Glomus sp. lebih banyak di temukan karena memiliki tingkat adaptasi yang lebih tinggi terhadap lingkungan dibandingkan genus lainnya. diperoleh data bahwa spora FMA pada kode D1, D2, D5, D6, D7, dan D8 berhasil mengkolonisasi perakaran tanaman inang sorghum yang ditandai dengan terbentuknya hifa. Kolonisasi FMA dimulai ketika spora berkecambah dan menghasilkan hifa eksternal yang tumbuh menuju akar tanaman inang. Glomus sp. merupakan jenis FMA yang memiliki kolonisasi FMA yang tinggi karena memiliki kemampuan kolonisasi yang cepat dibandingkan jenis FMA lain. Pada kultur spora kode D3 dan D4, tidak terjadi kolonisasi dan tanaman menjadi mati. Hal ini disebabkan oleh spora yang kurang adaptif. Akibatnya, tanaman sorgum tidak mendapat manfaat dari simbiosis mikoriza.
Co-Authors Aisamrotul Hasanah Ania Citraresmini Ans Iswandi Apriana, Edwin Arrahman, Naufal Auliana Azzahra, Bella Budi Nugroho Deden Saprudin Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Nursyamsi Devi Wijayanti Dewi Rosita Dian Emilia Maulidiyah Dimas Syahiddin DWI ANDREAS SANTOSA Enny Widyati Eric Verchius Eris, Deden Dewantara Ester LN Lumbantobing Etty Pratiwi, Etty Fadhilla Br Siregar, Rizky Tri Fadhilla, Ardina Nurul Fatimah Nur Istiqomah Fatimah Nur Istiqomah Firdaus, Ibrahim Dhiaulhaq Fitriyani, Indri Hapsari Grahan Sugeng Aprilian Gusmaini Gusmaini Heni Hariyani Hetty Novita Agus Indri Hapsari Fitriyani Indriyati, Lilik Tri Intan Delia Rustandi Irfan Septiawan Istiqomah, Fatimah Nur Iswandi Anas Kevin Setiawan Latief Mahir Rachman Latief Mahir Rachman Lisa Rosdiana Lisdar Idwan Sudirman Lusiana Adriani Mentari May Syachanna Mohammad Khotib Muhammad Abdul Aziz Muhammad Abdul Aziz Muhammad Farid Muhammad Samsul Maarif Nabila Dianisa Novita Sari Nur Istiqomah, Fatimah Nursyamsi, Dedi Nursyamsi Nurul Fadilla, Ardina Rafid Nanda Saputra RAHAYU WIDYASTUTI Rahma Anisa Rahmadani, Ghina Radhiyya Richard Gunawan Rifqi Puja Novtiar Rio Kevin Marcello Alwi Risa Rosita Rizqi Novanto, Praditya Rosinta Sitepu ROSITA, Risa RR. Ella Evrita Hestiandari Selly Salma Selly Salma Selly Salma Sindy Marieta Putri Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana Suri Mulyani Sari Susanti Pratiwi Purnama Syifa, Sayyidatul Alfi Tamimi, Thariq Final Umar, Ali Velicia Desyana Rakhmadina Wilhelmus Terang Arga Sanjaya Windi Windi Yunilda Rosa Yuwan Pratama Baki