Claim Missing Document
Check
Articles

BOBOT, BIBIT, BEBET: ANALISIS STRATEGI PEMENANGAN PRABOWO-GIBRAN PADA PILPRES 2024 MELALUI POLITIK KETOKOHAN Erwin Kartinawati; Andrik Purwasito; Betty Gama
Jurnal Komunikasi dan Kajian Media Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KOMUNIKASI DAN KAJIAN MEDIA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jkkm.v10i1.3831

Abstract

Long before the 2024 presidential election campaign period was set, billboards with pictures of Prabowo-Jokowi had embellished several cities and regions in Indonesia. That was interesting because in his fifth candidacy for president of the Republic of Indonesia, Prabowo did not take Jokowi but Jokowi's son, Gibran Rakabuming Raka. Why did the billboards as a medium for political outreach not directly display the picture of Prabowo-Gibran, but instead Prabowo-Jokowi? Through a semiotic analysis of the Charles Sanders Pierce model which connects three elements between sign, object and interpretant, it was concluded that this was part of an effort to win a candidate partner using a political figure srategy. Jokowi is the political branding for Gibran. Branding is needed to increase electability through popularity. Jokowi's figure on the billboards was a political strategy through a primarily Javanese cultural approach that could not ignore the issues of Bibit, Bobot, and Bebet. All three were forms of political negotiation by demonstrating the power possessed to gain a bargaining position against opponents and the public, through cultural awareness.
Framing Pemberitaan LKBN Antara Mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Aprilia Alfina Damayanti; Erwin Kartinawati; Hasbullah Azis
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v13i1.3

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui framing atau pembingkaian berita Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG merupakan program andalan pemerintah RI di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana yang dijanjikan pada kampanye Pilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 lalu. Framing LKBN Antara menarik untuk diteliti menilik posisinya sebagai media publik atau media yang pengelolaannya di bawah pemerintah. Program MBG sendiri banyak mendapatkan sorotan, tidak hanya di dalam negeri namun juga media asing sehubungan banyaknya kasus keracunan maupun polemik lain terkait pelaksanaannya. Untuk mengetahui framing LKBN Antara mengenai program MBG, peneliti menggunakan model analisis Robert N. Entman yang yang mencakup empat elemen utama, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan suggest remedies. Unit analisis berupa berita yang dipublikasikan di LBKN Antara melalui penelusuran kata kunci “MBG” dan didapat sebanyak 548 berita. Jumlah berita dianalisis tidak seluruh namun diambil 10 persen sampel dengan metode random, atau sebanyak 55 berita. Hasil penelitian menunjukkan LKBN Antara dalam membingkai program MBG, menempatkan pemerintah sebagai aktor utama. Hal itu dapat dilihat dari pemilihan judul, isi berita, dan narasumber. Posisi LKBN Antara sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ditambah jejak historis pers di masa lalu terkait kontrol pemerintah terhadap terhadap pers, membentuk kecenderungan pemberitaan yang berhati hati dan lebih selaras dengan narasi resmi pemerintah. Kata kunci: framing, MBG, LKBN Antara, Robert N Entman