Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PROGRAM SIARAN BALADA CERITA RAMADHAN DI RADIO PRAMBORS 102.2 FM JAKARTA Intan Leliana
CAKRAWALA: JURNAL HUMANIORA BINA SARANA INFORMATIKA Vol 16, No 1 (2016): Periode Maret
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.712 KB) | DOI: 10.31294/jc.v16i1.1280

Abstract

The Program of Balada Cerita Ramadhan (Ramadan Story of Ballad) at Pramborradio is program of radio drama that is purposed attractively for Kawula Muda(listener). A drama radio that has the sense of fun and religious da’wah is forteenager. This research is aimed to know the process of pre-production,production, post-production, supported factors in developing a program that TheProgram of Balada Cerita Ramadhan (Ramadan Story of Ballad) is broadcastedaltogether within eight cities (beside Jakarta) and it has been starting since pastten years. Moreover, this program is popular in big cities and obtains positivefeedback from the listener, especially Prambors radio. This research of methoduses qualitative descriptive analysis. The data collection is done by doing severalsteps, such as: interview, observation, documentation review, and library. Theresult of this research is explained by seeing three processes; they are: preproduction,production, and post-production. Also, the influence for KawulaMuda is able to spend the time of ‘ngabuburit’ without visiting the target place,without giving money. Even, it is able to get the true meaning story of friendshipand positive story that can be dedicated into a certain community.
KRITIK DALAM HUMOR MEME NURHADI – ALDO ERA DEMOKRASI DIGITAL Irwanto Irwanto; Intan Leliana; Laurensia Retno H
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 2 (2019): Mei
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper attempts to highlight the meme of fictitious presidential and vice-presidential candidates Nurhadi - Aldo which consists of combining photos or images that are combined with the text. In addition, see how memes operate in political message traffic on Twitter's social media and its relationship with power and the accompanying social conditions. This meme delivered with humor contains criticism of social conditions and it gets attention to the community. This research looks at the discourse presented through memes on Twitter's social media.
Efektifitas Media Publikasi Dalam Memberikan Informasi dan Edukasi Terhadap Ekowisata Situ Rawakalong Devy Putri Kussanti; Intan Leliana; Yusmawati Yusmawati
Communication Vol 11, No 2 (2020): Communication
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v11i2.1174

Abstract

Situ Rawakalong merupakan salah satu situ yang tepatnya terletak di Desa Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok yang pada awal tahun 2019 dilakukan revitalisasi dan penataan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar Situ Rawakalong dapat menjadi salah satu tempat wisata alam bahkan ekowisata yang menarik bagi masyarakat. Hal lainnya, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat khususnya Desa Curug untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga dan mengurangi aktivitas mengisi liburan di mall atau pusat perbelanjaan. Selain itu, pengembangan Situ yang kedepannya diharapkan menjadi destinasi ekowisata sangat membutuhkan peran yang maksimal dari pemerintah dan masyarakat. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah melakukan komunikasi publik dengan masyarakat melalui publikasi yang informatif dan persuasif. Media publikasi (berupa poster, flyer dan stiker) berperan penting dalam melakukan komunikasi melalui peran visualisasi kepada masyarakat khususnya masyarakat di Desa Curug. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pendekatan penelitian kuantitatif dengan mengkaji lebih dalam informasi yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data kuisioner dari suatu sampel yang mewakili populasi masyarakat di Desa Curug.
Instagram Reels as a Branding Medium Ita Suryani; Intan Leliana; Yusuf Setiyawan
Persepsi: Communication Journal Vol 5, No 2 (2022): November 2022
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/persepsi.v5i2.11551

Abstract

Instagram is a social platform utilized by most citizens including older people, adults to teenagers. It can grow engagement with the readers. It also functions as a branding medium to build branding or image of certain person, business, product, and company/institution. Branding is an effort to build an image in the eyes of the public. Instagram develops many innovations as one of which is creating the Instagram Reels feature. One of the purposes of using Instagram Reels is as a medium for personal, product, corporate, destination, and city and national branding. The purpose of this study is to find out how the Reels Instagram feature can be used as a medium for branding companies / agencies / personal / cities / regions with the aim of building or managing reputation. The research used the case study method where the data was taken from various sources with various tools. The results show that the Reels Instagram feature can be used as a medium for branding companies/agencies/personal/products/cities/regions with the aim of building or managing reputation. This can be a benchmark in attracting the attention / interest of Instagram users to view video reels repeatedly, therefore awareness and engagement is built.
Respon Masyarakat terhadap Fenomena "Childfree" (Studi Kasus influencer Gita Savitri) Intan Leliana; Ita Suryani; Achmad Haikal; Rio Septian
Cakrawala - Jurnal Humaniora Vol 23, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v23i1.15716

Abstract

This study aims to describe the public's response to the Childfree phenomenon which has recently become a trend due to influencer Gita Savitri's comments. Childfree itself is used for someone who does not want to have children. This lifestyle is inversely proportional to the pattern that occurs in Indonesia. Where religious and customary factors in Indonesia strongly recommend having children even if only one. This study used a qualitative approach with phenomenological type. The results obtained that the community provides responses in the form of cognitive, affective and behavioral which are divided into two perspectives, namely socio-cultural and religious perspectives. The response of society when viewed from a socio-cultural perspective that the status and existence of women in the past was seen from how many children she could bear children, and the pattern that occurred in Indonesia for married couples to have children even if only one. Then if viewed from a religious perspective that having offspring is a recommendation in Islam is not an obligation. So that childfree is not included in the category of prohibited acts, because every married couple has the right to plan and manage their home life including having children. Keywords: Phenomenon, childfree, Community response
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Branding Bagi Organisasi Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) Ciledug, Tangerang Ita Suryani; Intan Leliana; Siti Qona'ah; George Wilhelm Bender; Nur Auliya; Hadi Prana; Alfaniza Maradinayanti Saputri
Jurnal Pengabdian Kreatif Cemerlang Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Periode November
Publisher : Yayasan Kreatif Cemerlang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.663 KB)

Abstract

Organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug terus berusaha untuk mendapatkan dukungan masyarakat dan mencari kader untuk meneruskan generasi Nahdatul Ulama terkait eksistensinya, sehingga kegiatan/program yang dilakukan dapat memberikan dampak positif terhadap para kader dan masyarakat sekitar pada umumnya. Dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual pada kader yakni pelajar yang bergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), untuk memperoleh dukungan dan meningkatkan eksistensi di mata masyarakat maka dibutuhkan strategi yang harus dilakukan yakni salah satunya dengan memaanfaatkan media sosial instagram @pelajarnuciledug sebagai media branding bagi Organisasi IPNU. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni (a) kurangnya pengetahuan dan pemahaman anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama fungsi dan peran media sosial; (b) kurangnya kemampuan dan keterampilan anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama dalam penggunaan dan pemanfaatan media sosial untuk pelaksanaan aktivitas organisasi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini antara lain (1) Tahap Persiapan, tahap ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anggota organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug; (2) Tahap Pelaksanaan, tahap ini dilakukan dengan pemberian pengetahuan dan pemahaman mengenai teori-teori media sosial, fungsi dan manfaat media sosial serta branding. Serta melakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai bagaimana agar anggota IPNU memiliki keterampilan dan keahlian yang baik dalam penggunaan, pengelolaan dan pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media branding; (3) Tahap monitoring dan evaluasi, Pada tahap ini peserta diberikan soal-soal tes evaluasi untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan anggota organisasi Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Ciledug mengenai pemanfaatan media sosial setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan/workshop. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan media sosial sebagai media branding bagi organisasi Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) Ciledug yakni setelah kegiatan pemaparan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai media branding dan setelah kegiatan pendampingan dan pelatihan keterampilan melalui praktek penggunaan media sosial bagi anggota Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama mengalami peningkatan sebesar 60%.
Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Reels Instagram Sebagai Media Branding Bagi Organisasi Gerakan Pemuda Ansor Ciledug Ita Suryani; Intan Leliana; Siti Qona'ah; George W. Bender; Dinda Adisti; Thabita Marethi Arifah Hardini; Muhammad Fauzan Kariman
Jurnal Pengabdian Kreatif Cemerlang Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Periode Mei
Publisher : Yayasan Kreatif Cemerlang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.879 KB)

Abstract

Gerakan Pemuda Ansor adalah organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan keagamaan yang berwatak kerakyatan. Gerakan Pemuda Ansor atau disingkat GP Ansor adalah badan otonom di bawah Nahdlatul Ulama (NU). Dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual pada anggota yakni pemuda yang bergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor dan mendapatkan dukungan dari masyarakat terkait eksistensi maka dibutukan strategi yang harus dilakukan yakni salah satunya dengan memanfaatkan media sosial reels Instagram sebagai media branding bagi Organisasi Gerakan Pemuda Ansor dengan tujuan organisasi Gerakan Pemuda Ansor lebih di kenal oleh masyarakat dan sebagai bentuk eksistensi organisasi Gerakan Pemuda Ansor itu sendiri. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yakni (1) tahap persiapan, pada tahap ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anggota organisasi Gerakan Pemuda Ansor Ciledug; (2) tahap pelaksanaan, diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai apakah itu media sosial, manfaat dan tujuan media sosial serta mengenai branding. Pemberian pelatihan dan Pendampingan dalam kepada anggota Gerakan Pemuda Ansor dalam penggunaan, pengelolaan dan pemanfaatan media sosial Instagram pada fitur Reels Instagram sebagai media branding yang dilakukan dengan praktek secara hybrid; (3) tahap monitoring dan evaluasi, pada tahap ini diberikan soal-soal tes evaluasi yang harus dikerjakan dengan menggunakan media Google Forms, untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan anggota organisasi Gerakan Pemuda Ansor Ciledug mengenai pemanfaatan media sosial setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan/workshop. Hasil dari pelatihan ini bahwa pemaparan materi mengenai teori media sosial, reels Instagram dan branding menambah wawasan peserta sebesar 36% serta kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan keterampilan peserta dalam pemanfaatan atau pengelolaan reels Instagram sebagai media yang dapat membantu aktivitas dan branding organisasi Gerakan Pemuda Ansor sebesar 29%.
PENGARUH IKLIM KERJA PERUSAHAAN DAN DESAIN PELATIHAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) UBS P3B JAWA BALI Leliana, Intan; Latief, Abdul Madjid
Perspektif : Jurnal Ekonomi dan Manajemen Akademi Bina Sarana Informatika Vol 14, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : www.bsi.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.116 KB) | DOI: 10.31294/jp.v14i1.1204

Abstract

Recruitment, advancement of technology and working methodology, competition and the development of the company’s productivity as well as an adjusment of the company’s policy are the many reasons a company should train the employees (Hariandja, 2002). Training can be given by sending the employees to other institution or conduct an internal training trained by internal instructors from the company or work together with other institution to design, to provide the instructor and conduct the process of the training. This thesis tries to analyze the influence of working climate and training design toward working motivation of the employees. This hypothesis is made in order to test a theory on training process. The hypothesis is tested based on the data derived from distributing questionaire to 32 participants of englishfor engineering training held by PT.PLN P3B Jawa Bali. This thesis is a quantitative descriptive research. The approach applied in this thesis is survey. The technique of data analysis is path analysis that is proccesed by SPSS 17 Program. The primary data is obtained from giving questionaire to 32 respondents and the secondary data is obtained from interview and other supporting data from the USB P3B Jawa Bali as the company where the research is conducted and also from Learning Center as an institution partner that holds the program. The Result of the study surprisingly reveals that there is no correlation between working climate and training design, and between training design and working motivation the only significant correlations is between working climate and working motivation. Keywords : Organization climate, Training Desain and Working Motivation
ETIKA DALAM ERA DEEPFAKE: BAGAIMANA MENJAGA INTEGRITAS KOMUNIKASI Leliana, Intan; Irhamdhika, Gema; Haikal, Achmad; Septian, Rio; Kusnadi, Eddy
Jurnal Visi Komunikasi Vol 22, No 02 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v22i02.24229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemecahan masalah etika pada era dimana deepfake merebak, dan memberikan pemahaman mengenai risiko yang bisa ditimbulkan dari pembuatan video deepfake untuk menjaga integritas komunikasi. Deepfake adalah sebuah bentuk Artificial Intelligence (AI) yang menjadi fenomena di era digital saat ini, Dalam beberapa kasus, deepfake digunakan untuk tujuan jahat, seperti pemalsuan video atau audio dengan maksud merusak reputasi seseorang atau menyebarkan informasi palsu. Para pengguna deepfake dapat membuat video palsu dari seseorang yang akhirnya dapat melanggar privasi mereka seperti mengganti identitas seseorang dalam situasi dimana saat identifikasi hal-hal yang krusial seperti akun perbankan atau keamanan nasional. Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang canggih mengacu kepada manipulasi gambar atau video untuk menyatukan kemiripan seseorang ke wajah orang lain, jadi seolah olah-olah mereka sedang melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Metode dalam penelitian ini adalah dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang didapat dari sumber data kemudian dianalisis secara mendalam. Penelitian kualitatif dengan menggunkana metode literatur diambil untuk penelitian ini. Deepfake adalah tantangan serius bagi etika komunikasi dan integritas informasi. Untuk menjaga integritas komunikasi dalam era deepfake, diperlukan upaya kolaboratif dari masyarakat, pemerintah, lembaga, dan individu. Etika dalam berkomunikasi dan literasi media harus ditingkatkan, sementara regulasi dan teknologi pendukung juga perlu berkembang. Hanya dengan pendekatan holistik seperti ini, kita dapat menjaga integritas komunikasi dalam era deepfake yang semakin kompleks.
Pelatihan Desain Grafis Dengan Aplikasi Canva Untuk Anggota AMI di Masa Pandemi Covid 19 Leliana, Intan; Pramelani, Pramelani; Sartika, Rawit; Shidiq, Fajar
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.031 KB) | DOI: 10.31294/abdikom.v1i1.326

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya langsung pada masyarakat. Tahun 2021 ini program studi Hubungan Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika diberikan kesempatan untuk melakukan Pelatihan Desain Grafis Dengan Aplikasi Canva Untuk Anggota Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Di Masa Pandemi Covid 19 yang beralamat di Sekretariat Museum Bank Mandiri, Jakarta Barat dengan peserta Anggota dari Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta”Paramita Jaya”. Museum memiliki peranan besar bagi sumber pengetahuan dan wawasan. Selain sebagai sarana rekreasi, dengan mengunjungi museum, masyarakat juga dapat memiliki referensi visual sekaligus merasakan peristiwa sejarah di masa lalu. Pengunjung merupakan salah satu unsur terpenting dari tujuan pendirian suatu museum. Pengunjung dan museum ibarat dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, berbagai museum berlomba-lomba untuk menarik atensi pengunjung. Salah satu elemen fundamental untuk mengusik rasa ketertarikan pengunjung adalah penyajian koleksi yang ditunjang dengan tata pamer yang apik. Selain itu, faktor lain yang menarik minat masyarakat untuk singgah ke museum adalah melalui publikasi terbitan yang memuat berbagai berita dan tulisan yang berkaitan dengan museum, seperti bahasan koleksi serta program publik yang disajikan di museum tersebut. Oleh karena itu penting desain menarik untuk menarik pengunjung sangat dibutuhkan. Solusi untuk mengatasi permasalah tersebut yakni dengan mengadakan pelatihan Desain Grafis menggunakan Aplikasi Canva diharapkan dapat memudahkan Para anggota dan manajemen Asosiasi Museum Indonesia (AMI)”Paramita Jaya” dengan mudah merancang berbagai material kreatif atau mendesain poster, brosur bahkan infografik atau video secara online meskipun dalam Masa Pandemi Covid-19 Ini.