Claim Missing Document
Check
Articles

Found 134 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Performansi Teknologi Xg-pon Menggunakan Splitter Nugraha Septiana Pamungkas; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

XG-PON diharapkan mampu mengakomodasi layanan broadband yang semakin meledak di masa depan untuk melayani kebutuhan pelanggan yang meningkat baik di layanan data , voice , dan television. Pada penelitian ini berbeda dengan peneliti sebelumnya yang membahas mengenai analisis performansi XGPON menggunakan splitter 1:64. Dalam penelitian ini penulis ingin mengembangkan penelitian dengan cara menganalisa performansi teknologi XG-PON pada berbagai jenis rasio splitter optik. Hasil dari penelitian ini menunjukan performansi XG-PON menggunakan splitter 1:2 sampai 1:64 menunjukan jaringan yang layak diimplementasikan untuk transmisi upstream jarak 20 km dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm, splitter 1:2 sampai 1:16 jarak 40 km menggunakan daya sebesar 2 dBm dan daya 4 dBm untuk splitter 1:32. Kemudian jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 sampai 1:4 data upstream jarak 60 km dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm, daya 4 dBm untuk splitter 1:8 dan daya 6 dBm untuk splitter 1:16. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 data upstream pada jarak 80 km dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm, daya 4 dBm untuk splitter 1:4 dan daya 7 dBm untuk splitter 1:8. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk transmisi downstream splitter 1:4 sampai 1:64 dapat menggunakan daya 4 dBm. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 sampai 1:16 downstream jarak 40 km dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm, 5 dBm untuk splitter 1:32 dan 6 dBm 1:64 jarak 40 km. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 sampai 1:8 downstream dapat menggunakan daya sebesar 2 dBm jarak 60 km. Jaringan yang layak diimplementasikan untuk splitter 1:2 downstream menggunakan daya sebesar 4 dBm jarak 80 km.Kata Kunci: XG-PON (10-Gigabit-capable Passive Optical Network), splitter, software simulasi optik.
Performansi Modulator Pada Jaringan Downstream Ngpon2 Olyvia Noviyanti; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini, teknologi serat optik mampu mengirimkan data dengan laju bit hingga 10 Gbps. Teknologi serat optik yang sedang dikembangkan saat ini yaitu teknologi NG-PON2 dengan kemampuan laju bit hingga lebih dari 10 Gbps. Teknologi NG-PON2 digagas dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan teknologi komunikasi masa depan yang membutuhkan bandwidth yang besar. Modulator optik berfungsi untuk menumpangkan sinyal-sinyal informasi berupa pulsa-pulsa cahaya ke dalam sinyal pembawa (carrier) agar dapat ditransmisikan ke tujuan. Modulator yang kini sering digunakan adalah Mach-Zehnder Modulator (MZM) dan Electro-Absorption Modulator (EAM). Pada peneilitan ini dilakukan analisis terhadap kinerja dari masingmasing modulator dengan ragam format modulasi , khususnya Non Return to Zero (NRZ), Return to Zero (RZ), Return to Zero-Differential Phase Shift Keying (RZ-DPSK) dan Return to Zero-Differential Quadrature Phase Shift Keying (RZ-DQPSK). Dengan bitrate 40 Gbps dan jarak simulasi dimulai dari 5 Km hingga 20 Km dengan spasi antar jarak sebesar 1 Km, Analisis kinerja modulator optik berupa nilai LPB, SNR, BER, Q-factor. Dengan bantuan perangkat lunak Optisystem dilakukan simulasi kinerja modulator sesuai ragam format modulasi tersebut. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan nilai performansi daya terima terbaik yaitu -17,569 dBm untuk jarak 5 km dan -21,83 untuk jarak 20 km. SNR sebesar 29,6927 dB untuk jarak 5 km dan 17,7261 dB untuk jarak 20 km. Q-factor sebesar 13,0516 untuk jarak 5 km dan 6,0598 untuk jarak 20 km. BER sebesar 3,2033 x 10-39 untuk jarak 5 km dan 6,4308 x 10-10 untuk jarak 20 km. Berdasarkan nilai tersebut, Electro-Absorption Modulator dengan format modulasi NRZ menghasilkan nilai diatas standar parameter kualitas sehingga baik untuk digunakan pada teknologi NG-PON2. Kata Kunci: NGPON2, MZM,EAM, Format Modulasi Abstract Modern optical fiber technology is capable of transmitting data at speed of over 10 Gbps. The technology at development is NG-PON2, which is defined to perform at speed of more than 10 Gbps. NG-PON2 technology was initiated bearing in mind that future communication technology requires a much larger bandwidth. Optical modulator is used to superimpose information signal onto carrier signal in light pulses, so the information could be transmitted to the intended destination. Most commonly used type of modulator is MachZehnder Modulator (MZM) and Electro-Absorption Modulator (EAM). This study analyses the performance of each modulators using various formats of modulation, namely Non Return to Zero (NRZ), Return to Zero (RZ), Return to Zero-Differential Phase Shift Keying (RZ-DPSK) and Return to Zero-Differential Quadrature Phase Shift Keying (RZ-DQPSK). The simulation is conducted on scenarios of at bitrate of 40 Gbps and length ranging from 5 km until 20 km with 1 km step between lengths. The optical modulator performance parameters are LPB, SNR, BER, and Q-factor. Optisystem is aiding the simulation processes on the modulators performance with various formats of modulation. Based on the simulation results, the best achieve power received values are of -17, 569 dBm attained at 5 km and of -21,83 dBm attained at 20 km, SNR of 29,6927 dB attained at 5 km and of 17,7261 dB attained at 20 km, Q-factor of 7,7798 attained at 5 km and of 6,0598 attained at 20 km, BER of 3,2033 x 10-39 attained at 5 km and of 6,4308 x 10-10 attained at 20 km. Based on the values, Electro-Absorption Modulator using NRZ modulation format yields performance values above the quality parameters standard, hence suits the NG-PON2 technology Keyword : NGPON2, MZM,EAM, Modulation Format
Perbandingan Bit Error Rate Dari Line Code Rz Dan Nrz Pada Ng-pon2 Mohammad Bima Putra Brayoga; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada era digitalisasi ini kebutuhan manusia akan layanan super cepat merupakan prioritas utama untuk dapat bersaing di pasar dunia. Layanan tersebut adalah kayanan untuk komunikai jarak jauh maupun dekat. Pertumbuhan pencakar langit pada kota besar membuat komunikasi radio frecuency menjadi tidak efektif untuk digunakan. NGPON2 merupakan pengembangan teknologi optik PON yang distandarisasikan oleh ITU-T pada tahun 2015. Teknologi ini dapat melakukan transfer data hingga 40Gbps. Teknologi broadband ini sangat cocok untuk melayani kebutuhan layanan voice, video, dan data dengan kualitas yang tinggi. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam mewujudkan layanan ini adalah memilih teknik modulasi atau line code yang tepat dan meminimalisir jumlah Bit Error yang mungkin terjadi pada proses pengirimannya. Penelitian ini akan dibuat beberapa skenario peneltian dimana Skenario 1 dibuat untuk menentukan sistem jaringan NG-PON2 yang akan dianalisa performansinya, skenario menggunakan bitrate total 40Gbps dengan menggunakan OLT 4 lambda, kemudian dari jaringan tersebut dibuatkan 2 skenario simulasi dengan jenis line code berbeda guna melihat pengaruh perbedaan penggunaan jenis line code terhadap performansi Bit Error Rate-nya. Penelitian ini menghasilkan jenis line code NRZ yang bekerja dengan optimal digunakan untuk NG-PON2 dengan jarak tranmit maksimal 60km dengan BER yang kecil sesuai dengna standar yang telah ditetapkan ITU-T. Sedangkan RZ hanya bekerja optimal pada 20km saja. Kata kunci : NG-PON2, ITU-T, Line code, NRZ, RZ, BER, OLT, PON. Abstract In this digitalization era, the community's need for super-fast service is a top priority to be able to compete in the world market. These services are the ability to communicate long and near. Producing skyscrapers in big cities makes radio frecuency communication ineffective to use. NG-PON2 is the development of PON optical technology standardized by ITU-T in 2015. This technology can transfer data up to 40Gbps. This broadband technology is very suitable to serve the needs of high quality voice, video and data services. One important thing that must be considered in realizing this service is choosing the right modulation technique or line code and minimizing the number of Bit Errors that might occur in the sending process. This study will make several research scenarios where Scenario 1 is made to determine the NG-PON2 network system that will analyze its performance, the scenario uses a total bitrate of 40Gbps using OLT 4 lambda, then two scenarios are created from this network with different types of line codes to the Bit Error Rate performance. This research produces NRZ line code that works optimally to be used for NG-PON2 with a maximum transmit distance of 60 km with a small BER corresponding to the standards set by ITU-T. While the RZ only works optimally at 20km. Keywords: NG-PON2, ITU-T, Line Code, NRZ, RZ, BER, OLT, PON.
Analisis Performansi Format Modulasi Mach-zehnder Pada Next Generation Passive Optical Network 2 (ng-pon2) Kurnia Cahya Ade Putra; Arfianto Fahmi; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan sistem komunikasi optik telah mencapai kemampuan untuk mengirimkan data dengan bitrate 40 Gbps. Teknologi ini disebut sebagai teknologi NG-PON2, teknologi ini juga mendukung penggunaan panjang kabel mencapai 40 km dan rasio splitter hingga 1:256. Pada teknologi NG-PON2 menggunakan 4 OLT dengan masing-masing memiliki spesifikasi 10 Gbit/s downstream dan 2,5 Gbit/s upstream serta menggunakan teknik multiplexing TWDM. Line coding yang digunakan diantarnya NRZ, RZ, RZ-DPSK dan RZDQPSK dengan rentang daya kirim 7-11 dBm. Panjang link yang digunakan adalah 10, 20, 30 dan 40 km dengan total rasio splitter 1:16. Berdasarkan hasil uji analisa yang dilakukan berdasarkan acuan ITU-T, didapatkan hasil line coding RZ-DQPSK merupakan line coding yang terbaik untuk teknologi ini. Dengan jarak 10, 20, 30, dan 40 km berturut-turut menghasilkan LPB yaitu -16,353 dBm, -19,854 dBm, -23,354 dBm dan -26,853 dBm. Nilai SNR yaitu 40,251093 dB, 36,099789 dB, 31,616630 dB dan 26,448934 dB. Nilai Q-Factor yaitu 51,4665, 31,9124, 19,0459 dan 10,5055. Serta nilai BER yaitu 0, 8,363× 𝟏𝟎−𝟐𝟐𝟒, 3,39693× 𝟏𝟎−𝟖𝟏 dan 4,05714× 𝟏𝟎−𝟐𝟔 . Kata kunci : line coding, NG-PON2, TWDM, komunikasi serat optik. Abstract The development of optical communication systems has achieved the ability to transmit data with abitrate 40 Gbps. This technology is referred to as NG-PON2 technology, this technology also supports the use of cable lengths of up to 40 km andratios splitter up to 1: 256. The NG-PON2 technology uses 4 OLTs with each having a 10 Gbit / s downstream specification and 2.5 Gbit / s upstream and usingtechniques multiplexing TWDM. The line coding used is delivered by NRZ, RZ, RZ-DPSK and RZ-DQPSK with a power range of 7-11 dBm. Thelengths link used are 10, 20, 30 and 40 km with a totalratio of splitter 1:16. Based on the test results of analysis carried out by reference to ITU-T, the result coding line RZ-DQPSKis line coding the bestfor this technology. With a distance of 10, 20, 30, and 40 km respectively producing LPB which is -16,353 dBm, -19,854 dBm, -23,354 dBm and -26,853 dBm. SNR values are 40.251093 dB, 36,099789 dB, 31,616630 dB and 26,448934 dB. Q-Factor values are 51.4665, 31.9124, 19.0459 and 10.5055. As well as the BER value is 0, 8,363× 𝟏𝟎−𝟐𝟐𝟒, 3,39693× 𝟏𝟎−𝟖𝟏 dan 4,05714× 𝟏𝟎−𝟐𝟔 . Kata kunci : line coding, NG-PON2, TWDM, optical fiber communicatios.
Analisis Pengaruh Matched Filter Terhadap Jarak Maksimal Antara Source Ke Receiver Pada Sistem Vlc Andre Frendra Zuli; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada Tugas Akhir ini penulis akan melakukan mensimulasikan dan menganalisis pengaruh Matched Filter terhadap jarak antara Source dan Receiver dalam sistem VLC dalam ruangan tertutup. Bit yang menjadi input akan dimodulasikan dengan arus masuk dengan modulasi OOK-NRZ sebelum masuk kedalam Lampu LED untuk ditransmisikan. Lampu LED akan memancarkan cahaya tampak sebagai penerangan yang di dalamnya sudah ada sinyal informasi berupa bit-bit. Fotodioda akan menangkap cahaya tersebut sebelum diterima UE (User Equipment). Hasil yang diperoleh dari Tugas Akhir ini menghasilkan parameter saat tanpa matched filter dengan bitrate = 100 Mbps, jumlah bit = 1 juta bit, jarak antara source dan UE = 1.1 meter, pergeseran receiver maksimal sejauh 14.14 cm, artinya sistem memiliki coverage sebesar 0.0628 𝑚2 . Saat sistem ditambahkan matched filter, jarak pergeseran receiver dari titik 0 bertambah menjadi 49.49 cm dengan coverage sebesar 0.7697 𝑚2 . Saat posisi source dan receiver berada pada garis lurus maupun posisi receiver terjauh dengan standar BER yang ditetapkan, BER pada sistem dengan matched filter lebih baik dibandingkan tanpa matched filter. Kata Kunci : VLC, Matched Filter, OOK-NRZ, Fotodioda, LED, BER. Abstract In this Final Project the author will simulate and analyze the effect of Matched Filter on the distance between Source and Receiver in a VLC system in a closed room. The input bits will be modulated with an inlet with OOK-NRZ modulation before entering into the LED lights to be transmitted. The LED light will emit visible light as the lighting in which there is an information signal in the form of bits. The photodiode will capture the light before it is received by the EU (User Equipment). The results obtained from this Final Project produce current parameters without matched filter with bitrate = 100 Mbps, number of bits = 1 million bits, distance betweem source and UE = 1.1 meter, maximum receiver shift as far as 21.21 cm, meaning the system has a coverage of 0.0628𝑚2 . When the matched filter system is added, the receiver's shift distance from point (0,0,3) increases to 49.49 cm with a coverage of 0.7697 𝑚2 . When the source position and receiver are in a straight line or the position of the receiver furthest to the specified BER standard, BER on the system with matched filter is better than without matched filter. Keywords : VLC, Matched Filter, OOK-NRZ, Fotodioda, LED, BER.
Perancangan Dan Simulasi Aco Ofdm Untuk Visible Light Communication Nur Fahmi Farabi; Akhmad Hambali; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Visible Light Communication (VLC) merupakan sistem komunikasi menggunakan cahaya tampak sebagai sinyal pembawanya, VLC merupakan alternatif yang cukup baik dalam melayani kebutuhan data, disaat alokasi spektrum frekuensi radio yang sudah sangat padat digunakan. Orthogonal Frequency Divison Multiplexing (OFDM) merupakan teknik transmisi data dengan memanfaatkan sifat ortogonalitas sinyal. OFDM banyak digunakan pada sistem komunikasi broadband wireless dan wireline karena ketahanannya terhadap interferensi antar symbol (ISI). Pada tugas akhir ini disimulasikan sistem komunikasi cahaya tampak menggunakan teknik Asymmetrically Clipped Optical (ACO) OFDM yang memungkinkan efisiensi daya optik dan memberikan data rate yang tinggi. Berdasarkan hasil simulasi, untuk mendapatkan target SNR > 10 dB. Transmitter LED dengan sudut 50o ,60o dapat mencapai target dengan level daaya 6.5 dan 7 watt untuk jarak terjauh. Pada target BER 10-3 rasio SNR yang dibutuhkan 4, 16, 64 dan 256 QAM berturut-turut sebesar 10 dB, 17 dB, 23 dB dan 29 dB. Kata kunci : VLC, Asymmetrically Clipped Optical, OFDM, BER Abstract Visible Light Communication (VLC) is a communication system using visible light as a signal carrier, VLC is a fairly good alternative in serving data needs, when the allocation of radio frequency spectrum that is already very dense is used. Orthogonal Frequency Divison Multiplexing (OFDM) is a data transmission technique utilizing signal orthogonality. OFDM is widely used in wireless broadband communication systems and wireline because of its resistance to inter-symbol interference (ISI). In this final project simulated visible light communication systems using the Asymmetrically Clipped Optical (ACO) OFDM technique enable optical power efficiency and provide high data rates. To get expected SNR target which is > 10 dB. LED transmitter with semi-angle 50o , 60o can reach these targets with power requirements at the level of 6.5 and 7 watt for the longest distance. When BER 10-3the signal ratio required by 4, 16, 64 and 256 QAM is 10 dB, 17 dB, 23 dB and 29 dB respectively Keywords: VLC, Asymmetrically Clipped Optical, OFDM, BER
Analisis Efek Non Linier Four Wave Mixing (fwm) Pada Sistem Long Haul Ultra Dense Wavelength Division Multiplexing (u-dwdm) Rahmadianti Nelson; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan sistem komunikasi optik yang pesat mengakibatkan perkembangan pada teknologi berbasis WDM juga meningkat. Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) yang merupakan pengembangan dari teknologi berbasis WDM memiliki banyak kelebihan dibanding teknologi pendahulunya. Namun sistem DWDM memiliki beberapa kelemahan, salah satunya efek non linieritas yang dapat mempengaruhi performansi Jaringan optik. Tugas Akhir ini akan membahas pengaruh efek non linier Four Wave Mixing (FWM) terhadap performansi sistem Long Haul Ultra Dense Wavelength Division Multiplexing (U-DWDM). Penelitian ini terdiri dari 4 skenario. Skenario pertama, melakukan perhitungan matematis dan simulasi pada sistem Long Haul U-DWDM tanpa penguat dan tanpa efek non linier. Skenario kedua, melakukan perhitungan matematis dan simulasi pada sistem Long Haul U-DWDM dengan penguat Hybrid Optical Amplifier FRAEDFA dan tanpa efek non linier. Skenario ketiga, melakukan simulasi pada sistem Long Haul U-DWDM tanpa penguat dan dengan efek non linier. Skenario keempat, melakukan simulasi pada sistem Long Haul U-DWDM dengan penguat Hybrid Optical Amplifier FRA-EDFA dan dengan efek non linier. Hasil penelitian akhir yaitu efek non linier Four wave Mixing (FWM) pada sistem Long Haul UDWDM dapat menurunkan kualitas performansi pada sistem hingga lebih dari 10%. namun dengan penambahan Hybrid Optical Amplifier (HOA) FRA-EDFA pada sistem dapat meminimalisir efek non linieritas tersebut. Sehingga kualitas performansi sistem akan tetap baik walaupun terkena efek non linieritas tersebut. Kata kunci : U-DWDM, FWM, Hybrid Optical Amplifier Abstract The development of the Optical Communication Systemshas resulted in increased deman for bandwidth in broadband aplication. The use of WDM-based systems in order to be able to utilize bandwidth efficiently. However, the WDM-based system has several weaknesses, which one is the non-linearity effect that can affect the performance of optical network. This final assigment will discuss about the non-linear Four Wave Mixing (FWM) effect on the performance of the Long Haul Ultra Dense Wavelength Division Multiplexing (U-DWDM) system. There are 4 scenarios. The first scenario, doing mathematical calculations and simulations on the Long Haul U-DWDM system without Optical Amplifier and without non-linear effects. The second scenario, doing mathematical calculation and simulation on the Long Haul U-DWDM system with FRA-EDFA Hybrid Optical Amplifier amplifier and without non-linear effects. The third scenario, simulates a Long Haul U-DWDM system without Optical Amplifier and with non-linear effects. The fourth scenario, simulates a Long Haul U-DWDM system with a FRA-EDFA Hybrid Optical Amplifier amplifier and with non-linear effects. The results of the non-linear effect of Four Wave Mixing (FWM) on the Long Haul U-DWDM system can reduce the quality of performance on the system by more than 10% but with the FRA-EDFA Hybrid Optical Amplifier (HOA) on the system it can minimize the non-linearity effect. So that the quality of the performance system will still be affected by non-linearity effects. Keywords: U-DWDM, FWM, Hybrid Optical Amplifier
Simulasi Radio Over Fiber Menggunakan Gelombang Milimeter Frekuensi 60 Ghz Untuk Penggunaan Home Access Network Zehan Zulkarnaen; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini penggunaan teknologi pada berbagai perangkat dan aplikasi membutuhkan kecepatan tinggi dan mobilitas yang fleksibel, teknologi wireless-fidelity dapat menjadi solusi dari kebutuhan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan analaisa jaringan home area network dengan menggunakan topologi jaringan Radio over Fiber - Wavelength Division Multiplexing pada tiga standar wifi, yakni standar IEEE 802.11n yang menggunakan frekuensi kerja 2.4 GHz dengan kecepatan data 300Mbit/s, standar IEEE 802.11ac yang menggunakan frekuensi kerja 5 GHz dengan kecepatan data 1350Mbit/s, dan standar IEEE 802.15.3c yang menggunakan frekuensi kerja 60 GHz dengan kecepatan data 6000 Mbit/s yang masing-masing skema simulasi tersebut diukur pada jarak 5 kilometer, 10 kilometer, 15 kilometer dan jarak terjauh 20 kilometer sesuai standar access network. Hasil yang diperoleh dari perhitungan ketiga skema tersebut adalah pada jarak terjauh yakni 20 km, pada standar IEEE 802.11n nilai BER yang diperoleh 7,987×10-44 dan Q-factor sebesar 13,834. Pada standar IEEE 802.11ac nilai BER yang diperoleh 7,987×10-44 dan Q-factor sebesar 13,834. Dan terakhir pada standar IEEE 802.15.3c diperoleh hasil dengan nilai BER 4,154×10-39 dan Q-factor sebesar 13,03. Ketiga skema simulasi tersebut memperoleh nilai parameter yang memenuhi standar BER yakni 10-9 dan Q-factor sebesar 6. Kata kunci : Radio over Fiber, wifi, Serat Optik, Sinyal Radio. Abstract Nowadaysthe use of technology in various devices and applications requires high speed and flexible mobility, wireless-fidelity technology can be a solution to those needs. In this study, there was an analysis of home area network networks using Radio over Fiber network topology - Wavelength Division Multiplexing on three WiFi standards, the IEEE 802.11n standard that uses a 2.4 GHz frequency with a data speed of 300Mbit/s, IEEE 802.11ac standard that uses 5 GHz frequency with data rates of 1350Mbit/s, and the IEEE 802.15.3c standard that uses a 60 GHz frequency with a data rate of 6000 Mbit/s, each of scheme is measured at a distance of 5 kilometers, 10 kilometers, 15 kilometers and the farthest distance 20 kilometers according to the standard access network. The results obtained from the calculation of the three schemes are at the farthest distance of 20 km, in the IEEE 802.11n standard the BER value is 7.987 × 10-44 and Q-factor is 13.834. In the IEEE 802.11ac standard, the BER value is 7.987 × 10-44 and Q-factor is 13.834. And the IEEE 802.15.3c standard the BER value is of 4.154 × 10-39 and Q-factor 13.03. The three simulation schemes have obtained parameter values that meet the BER standard of 10-9 and Q-factor of 6. Keywords: Radio over Fiber, wifi, Fiber Optic, Radio signal.
Analisis Sistem Radio Over Fiber Pada Aplikasi Sel Piko Untuk Lte Raynanda Chandra Wibisono; Arfianto Fahmi; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio over Fiber (RoF) merupakan pengiriman sinyal radio melalui kabel serat optik. Sedangkan piko sel adalah cakupan wilayah terkecil dari sistem seluler sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas jaringan. Selain memiliki bit rate yang tinggi, RoF juga memiliki kapasitas yang besar sehingga membuat jaringan ini baik untuk digunakan pada area padat pengguna. Long Term Evolution (LTE) adalah teknologi seluler yang membutuhkan kecepatan tinggi dan kapasitas yang besar, namun penggunaan kabel tembaga pada LTE menyebabkan terbatasnya laju data maksimum. Maka, untuk meningkatkan laju data maksimum dibutuhkan penggantian kabel tembaga dengan menggunakan serat optik karena memiliki laju data yang lebih tinggi dan kapasitas yang lebih besar dari pada kabel tembaga. Analisis dilakukan pada sisi downstream dengan laju bit sebesar 10Gbps dengan variasi line coding NRZ dan RZ dan teknik modulasi ASK, FSK, dan PSK. Sinyal radio menggunakan LiNb03 Mach Zehnder Modulator (LiNb03-MZM) dengan skema variasi jarak link sistem transmisi 10 sampai 20 Km dengan spasi jarak sejauh 1 Km . Hasil simulasi pada penelitian ini didapatkan performansi terbaik dengan teknik modulasi dan line coding yang berbeda. Didapatkan nilai performansi daya terima terbaik yaitu -7,967 dBm untuk jarak 10 km. QFactor 27,867 untuk jarak 10km dengan menggunakan RZ-PSK dengan BER sebesar 3,33 × 10-169. Kata kunci : Radio over Fiber, LTE, Sel Piko Abstract Radio over Fiber (RoF) is a radio signal delivery through an optical fiber cable. While the Pico Cell is the smallest coverage area of the mobile system so it can be used to increase network capacity. In addition to having a high bit rate, RoF also has a large capacity that makes this network good for use on the user's dense areas. Long Term Evolution (LTE) is a mobile technology that requires high speed and great capacity, but the use of copper wires on LTE leads to a limited maximum data rate. Thus, to increase the maximum data rate the required replacement of copper wires using fiber optic because it has a higher data rate and greater capacity than copper wires. The analysis was conducted on the downstream side at 10Gbps bit rate with NRZ and RZ line coding and ASK, FSK, and PSK modulation varies techniques. The radio signal uses the LiNb03 Mach Zehnder Modulator (LiNb03-MZM) with a variation scheme of transmission distance link System 10 to 20 Km with spacing as far as 1 Km. Simulated results of this study gained the best performance with different modulation techniques and line coding. Obtained the best value of power performance is-7.967 dBm for a distance of 10 km. Q-Factor 27.867 for 10km distance using RZ-PSK with BER of 3.33 × 10-169. Keywords : Radio over Fiber, LTE, Pico Cell
Perancangan Navigasi Indoor Positioning Menggunakan Komunikasi Cahaya Tampak Ryan Topani; Kris Sujatmoko; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini pesatnya perkembangan teknologi menjadikan kebutuhan manusia terhadap teknologi yang lebih efisien sangat memungkinkan. Salah satunya adalah teknologi kabel yang digunakan dengan pentransmisian cahaya. Pada saat ini teknologi tanpa kabel masih didominasi oleh penggunaan frekuensi radio sebagai media pengiriman informasi. Melihat beberapa penelitian dunia kesehatan terhadap dampak radiasi gelombang elektromagnetik terhadap tubuh manusia sangatlah membahayakan atau ahli kesehatan menyebutnya silent killer. Saat ini sedang ramai dikembangkan komunikasi tanpa kabel menggunakan cahaya tampak atau yang disebut VLC (Visible Light Communication) yang memanfaatkan spektrum cahaya sebagai media pengiriman informasi, bebas dari radiasi gelombang elektromagnetik dan diprediksi akan menggantikan penggunaan frekuensi radio ditempat tertentu yang harus terbebas dari frekuensi radio. Pada tugas akhir ini, telah dilakukan perancangan sistem komunikasi cahaya tampak dengan mengirimkan sinyal digital yang dibantu oleh mikrokontroler berupa Arduino UNO agar data digital tersebut dapat ditransmisikan dan diterima. Perancangan blok diagram dibagian pengirim menggunakan lampu LED 10 Watt, sedangkan dibagian penerima menggunakan sensor cahaya yaitu photodetector. Pengujian dilakukan dengan jarak 5cm, 15cm, 25cm, 30cm, 90cm. Didapatkan hasil dari pengujian, sistem komunikasi cahaya tampak mampu mengirimkan sinyal digital dan dapat diterima oleh receiver dengan terbacanya data yang dikirimkan oleh transmitter, terlihat pada layar LCD mengeluarkan karakter sebagai mana mestinya dengan jarak maksimal 90cm selebihnya sulit diterima. Jarak antar transmitter dan receiver berpengaruh terhadap nilai arus yang terjadi selama pengiriman data, semakin jauh jarak maka semakin kecil nilai arusnya walaupun tidak terlalu siginifikan. Kata Kunci: Komunikasi cahaya tampak, LED, Arduino UNO, Photodetector ABSTRACT Today’s the rapid development of technology makes human needs for more efficient technology very possible. One of them is cable technology that is used with light transmission. At present wireless technology is still dominated by the use of radio frequency as a medium for sending information. Seeing some of the world's health studies on the effects of electromagnetic wave radiation on the human body is very dangerous or health experts call it the silent killer. Currently being developed wireless communication using visible light or called VLC (Visible Light Communication) that utilizes the light spectrum as a medium for sending information, free from electromagnetic wave radiation and is predicted to replace radio frequency use in certain places that must be free of radio frequency. In this final project, the design of visible light communication systems has been carried out by sending digital signals assisted by an Arduino UNO microcontroller so that the digital data can be transmitted and received. The design of the block diagram in the sender section uses a 10 Watt LED light, while the receiver uses a light sensor, the photodetector. Tests are carried out at a distance of 5cm, 15cm, 25cm, 30cm, 90cm. Obtained from the results of testing, the light communication system appears capable of sending digital signals and can be received by the receiver with readings of data sent by the transmitter, visible on the LCD screen issuing the character as it should be with a maximum distance of 90cm more than that cannot be read. The distance between the transmitter and receiver has an effect on the current value that occurs during data transmission, the farther the distance the smaller the current value even though it is not too significant. Keywords : Visible Light Communication, LED, Arduino UNO, Photodetector
Co-Authors Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal