Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengolahan Limbah Sabut Kelapa dan Siwalan Sebagai Produk Bernilai Tambah Di Desa Romben Barat Sumenep Jamilah, Jamilah; Misbahudholam AR, Muhammad; Fauzi, Moh; Ahmad, Sabaruddin; Arendra, Anis; Hidayat, Khoirul; Dzulkarnain, Iskandar
AKM Vol 5 No 2 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v5i2.1306

Abstract

Pemanfaatan tanaman kelapa dan siwalan oleh masyarakat Romben Barat pada umumnya hanya terbatas pada pengambilan air dan daging buah, sehingga menyisakan limbah berupa serabut kelapa dan siwalan. Untuk itu, diperlukan solusi yang inovatif dan tepat guna agar limbah serabut kelapa dan siwalan tersebut dapat diolah menjadi produk unggulan yang bermanfaat secara ekonomi dan memberikan nilai tambah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi langsung di lapangan, perumusan masalah dan solusinya, pengumpulan data sampel limbah serabut kelapa, proses pengolahan limbah, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta evaluasi. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, Kelompok Tani Sumber Rejeki dan anggota PKK Desa Romben Barat telah memahami proses pengolahan limbah serabut kelapa menjadi cocofiber dan cocopeat. Selain itu warga telah menguasai teknik pengolahan serabut kelapa menjadi cocofiber dan cocopeat secara efisien. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah serabut kelapa dan siwalan menjadi media tanam cocopeat dan cocofiber meningkat pesat. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.
Strategi Pengolahan Sampah di Kampus Universitas Trunojoyo Madura Ahmad, Sabaruddin; Pramudita, Yoga Dwitya; Arendra, Anis; Dzulkarnain, Iskandar
AKM Vol 5 No 2 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v5i2.1307

Abstract

Gagasan enam sektor sebagai program unggulan percepatan pengembangan kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendapat respon dan dukungan positif. Keenam sektor dimaksud adalah: 1. Garam; 2. Jagung, 3. Sapi, 4. Industri Halal; 5. Ekonomi Kreatif, 6. Energi. Enam sektor ini wujud kepedulian UTM atas permasalahan-permasalahan yang ada di Madura. Enam sektor tersebut dijadikan Centre of Excellence (CoE) sekaligus sebagai unit usaha (profit center) dari UTM dengan bekerja sama dengan mitra dari luar kampus. CoE UTM memiliki komitment yang kuat untuk fokus pada penyelesaian permasalahan yang ada di Madura. Sedangkan profit center (PC) enam sektor yang dibentuk memiliki tugas untuk mengelola unit usaha mandiri yang ada di UTM. Masalah sampah ibarat bola salju, terus membesar dan menimbun. Belum adanya teknologi pengolah sampah yang mampu mengolah segala macam jenis sampah menjadi permasalahan serius di DLH Bangkalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut DLH Bangkalan berkolaborasi dengan UTM (PC Energi). PC Energi mempunyai motto “Dari Sampah Menjadi Berkah” artinya sampah yang semula masalah diolah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi (Green Economy) atau menjadi sumber Energy Baru Terbarukan (Green Energy). Solusi yang ditawarkan oleh PC Energi adalah merubah sampah menjadi: Briket, Biogas, Kompos dan Genteng limbah plastik. Selama ini mesin briket yang beredar belum mampu mengolah semua jenis sampah menjadi briket. Berbeda dengan mesin briket yang dirancang PC Energi UTM dengan Mitra DLH Bangkalan mempunyai keunggulan mampu mengolah semua jenis sampah menjadi briket. Melalui program Pengembangan Usaha Kampus (PUK), PC Energi membentuk PUK “Dari Sampah Menjadi Berkah” menjadi unit usaha berbasis Profit, yang diharapkan dapat memberikan kesempatan dan pengalaman kepada mahasiswa untuk menyelesaikan kasus nyata (MBKM).
PEMANFAATAN SABUT KELAPA MENJADI COCOPEAT DAN COCOFIBER DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA GRUJUGAN SUMENEP Dzulkarnain, Iskandar; Arendra, Anis; Dwitya Pramudita, Yoga; Jamilah, Jamilah
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1550

Abstract

The coconut tree is a plantation crop where almost all parts of it can be utilized by humans and processed into industrial products. The products derived from coconuts include cocofiber, cocopeat, and baby fiber, which are raw materials for other products with higher value and selling prices. The goal of this community service activity is to utilize the coconut husk waste in Grujuga Village into cocopeat products that have a high selling value, thereby improving the economy in Grujugan Village, Gapura District. Through interviews and direct observation, ideas for industry managers were generated, both in terms of improving the production process and developing creative ideas to enhance product value. Based on this, community empowerment activities in the village are crucial to encourage the development of the village to become self-sufficient, as well as increase community knowledge in diversifying coconut commodities through the utilization and processing of coconut husk waste into cocopeat and cocofiber, thus producing superior village products. This will strongly support the village's program as an effort to improve the welfare of the community, the development of the creative economy, environmental management, and the ability to innovate to improve the living standards of the community in accordance with the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs).
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI INTERVENSI TEKNOLOGI PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUK UNGGULAN GARAM DI DESA KARANGANYAR SUMENEP MADURA Arendra, Anis; Akhmad , Sabarudin; Dzulkarnain, Iskandar; Asmoni, Asmoni
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1592

Abstract

The competitiveness of salt produced by local farmers in Kalianget District, Sumenep Regency, East Java is still low. The production capacity of local salt is unstable, with inconsistent quality, which leads to the rejection of local salt as raw material in salt processing factories. This is further exacerbated by disputes over the grading of salt quality. Our activities aim to raise awareness, knowledge, and skills among salt farmer groups in ensuring the quality of local salt and increasing its production. Building awareness about quality assurance is a preliminary activity to prepare salt farmer groups for participating in improving the quality of local salt. This initial activity also involves the MBKM KKN (Community Service Program) in village development, entrepreneurship, and internships. Meanwhile, the design, fabrication, assembly, and installation of equipment for improving the quality of local salt and rapid test instruments for local salt quality are carried out off-site at the Manufacturing Systems Laboratory, Faculty of Engineering, Trunojoyo University, and on-site at the Salt Farmer Group location in Kalianget District. The implementation of this activity involves MBKM Product Development, Entrepreneurship, and Internship programs. The output of this activity is the development of equipment ready for implementation, including tools to improve brine quality and rapid test instruments for local salt quality. The empowerment of business partners for regional superior products among the salt farmer groups includes the provision of equipment grants accompanied by technology transfer assistance for operations, maintenance, and governance of local salt production. The increase in local salt productivity is achieved by preventing damage to the salt quality during the production process, ensuring that no more local salt is rejected as raw material in salt processing factories. This is also supported by the rapid test instrument for local salt quality to strengthen the bargaining position of salt farmers
The Application of the Bandongan and Sorogan Methods in Reading Books Learning for Madrasah Aliyah Students Dzulkarnain, Iskandar; Walad, Akmal; Marzuq, Ahmad

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/sa.v15i2.6141

Abstract

This research discusses the application of the Bandongan and Sorogan methods in Qiroatil Kutub (reading the book) learning as a media for improving the writing skills (maharah al-kitabah) of second-year Aliyah students at Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah. Using a descriptive qualitative approach, data were obtained through observation, interviews, and documentation. The research results show that the Qiroatil Kutub learning, which includes the approach, effectively improves the writing skills of the students. Regular practice of reading the gundul texts strengthens vocabulary mastery, understanding of Nahwu and Shorof rules, and the ability to construct sentences in Arabic. In addition, the integrated imla' and insya' activities in the learning process also support the development of writing skills and creative thinking among the students. The main obstacle is the challenges in teaching using the bandongan and sorogan methods, as well as how to implement these methods in the 2nd-year Aliyah class at Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah. Through the Bandongan and Sorogan methods, the application of Qiroatil Kutub has proven to be relevant and beneficial for comprehensively developing Arabic language skills.
Peran Pengurus Senior Dalam Membangun Kepatuhan Santri Dipondok Pesantren Madura Moh. Kholilurrohman, Moh. Kholilurrohman; Biroli, Alfan; Dzulkarnain, Iskandar; Sari, Yuliana Windi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran pengurus senior dalam membentuk kepatuhan santri di Pondok Pesantren Madura. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional tidak hanya mendidik santri dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam aspek kedisiplinan dan karakter. Dalam konteks ini, pengurus senior berperan penting sebagai perpanjangan tangan pengasuh pesantren dalam menjaga ketertiban serta membina santri baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap pengurus dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus senior memiliki strategi khusus dalam menanamkan nilai kepatuhan kepada santri, terutama di tengah tantangan modernisasi yang mempengaruhi perilaku santri. Strategi tersebut mencakup hegemoni yang halus namun efektif, dengan menggabungkan ceramah keagamaan, penanaman nilai tawaduk, serta penerapan sanksi yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan santri tidak semata-mata muncul dari kesadaran pribadi secara cepat, melainkan lebih banyak terbentuk melalui proses internalisasi nilai-nilai pesantren yang dikomunikasikan secara terus-menerus oleh pengurus senior. Melalui pendekatan ini, kepatuhan diterima sebagai bagian dari tradisi dan perjalanan spiritual santri, bukan sebagai beban atau tekanan, sehingga menciptakan pola kepatuhan yang bersifat sukarela dan berkelanjutan.
Strategi Mekanisme Survival Keluarga Buruh Petani Garam dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup (Studi Kasus di Desa Gersik Putih, Gapura - Sumenep) Maulidina, Erika Yenny; Dzulkarnain, Iskandar; Jamilah, Jamilah
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 2, No 2: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v2i2.190

Abstract

This study examines the Strategy of the Survival Mechanism of Salt Farmers' Families in Meeting the Needs of Life in Gersik Putih Village, Sumenep Regency. The survival strategy is carried out by the family of salt farmer workers to be able to survive and to meet their daily needs. The strategies carried out are active strategies, passive strategies and network strategies. The participation of family members of salt farmer workers can increase the family's economy and can meet needs. In this study using a sociological study of the theory of Survival Mechanism according to James C Scott. The purpose of this study was to find out how the Strategy of Survival Mechanism for Salt Farmers in Meeting the Needs of Life in Gersik Putih Village, Sumenep Regency. Where a farmer does several ways to survive in crisis conditions. Meanwhile, according to James C Scott, tying a tight belt means applying a frugal lifestyle, asking for help from relatives, taking advantage of social relations. The majority of the people of Gersik Putih Village work as salt farmers with difficult economic backgrounds, low education, and are also hereditary jobs. This research uses descriptive qualitative research with a case study approach. Methods of collecting data by means of observation, interviews and documentation. Informants were selected using purposive sampling. Data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The technique of checking the validity of the data uses source triangulation.
The Application of the Bandongan and Sorogan Methods in Reading Books Learning for Madrasah Aliyah Students Dzulkarnain, Iskandar; Walad, Akmal; Marzuq, Ahmad
STUDI ARAB Vol 15 No 2: December 2024
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/sa.v15i2.6141

Abstract

This research discusses the application of the Bandongan and Sorogan methods in Qiroatil Kutub (reading the book) learning as a media for improving the writing skills (maharah al-kitabah) of second-year Aliyah students at Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah. Using a descriptive qualitative approach, data were obtained through observation, interviews, and documentation. The research results show that the Qiroatil Kutub learning, which includes the approach, effectively improves the writing skills of the students. Regular practice of reading the gundul texts strengthens vocabulary mastery, understanding of Nahwu and Shorof rules, and the ability to construct sentences in Arabic. In addition, the integrated imla' and insya' activities in the learning process also support the development of writing skills and creative thinking among the students. The main obstacle is the challenges in teaching using the bandongan and sorogan methods, as well as how to implement these methods in the 2nd-year Aliyah class at Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah. Through the Bandongan and Sorogan methods, the application of Qiroatil Kutub has proven to be relevant and beneficial for comprehensively developing Arabic language skills.
Bargaining for the Good Fate: An Ethnography of the Social Mobility of Madurese Migrant Traders in Jakarta Hidayat, Medhy Aginta; Dzulkarnain, Iskandar; Ruwaida, Ida; Kristina, Anita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9630

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi pengalaman para pedagang migran yang memiliki jaringan warung kelontong kecil di Jakarta. Warung Madura mengacu pada warung kelontong kecil milik pedagang pendatang asal Pulau Madura yang kini menjamur di Jakarta. Melalui pendekatan etnografi, artikel ini memberikan gambaran rinci tentang perjalanan pedagang migran dalam mengembangkan bisnis Warung Madura. Kami melakukan penelitian lapangan selama empat bulan dan melakukan wawancara mendalam dengan 16 pemilik Warung Madura di Jakarta. Pengalaman para migran Madura mendirikan usaha di luar negeri menunjukkan aspirasi mereka terhadap mobilitas sosial vertikal. Terlepas dari tantangan dan kendala yang dihadapi, para pemilik Warung Madura dalam penelitian ini dapat dikatakan cukup berhasil dalam membangun usahanya. Naik turunnya perjalanan membangun jaringan Warung Madura dapat dianalisa secara sosiologis melalui kacamata modal sosial dan mobilitas sosial sebagai upaya strategisnya dalam menavigasi struktur sosial yang seringkali menjadi kendala dan peluang. Artikel ini menawarkan eksplorasi etnografi mendalam mengenai langkah-langkah strategis yang dilakukan pedagang migran Madura dalam membangun kemandirian sosial ekonomi melalui jaringan Warung Madura di tengah keterbatasan lingkungan barunya di Jakarta.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA AUTOFEEDER BERBASIS: IOT (INTERNET OF THINGS) ALAT PAKAN UDANG OTOMATIS DI DESA BUNGIN-BUNGIN KECAMATAN DUNGKEK KABUPATEN SUMENEP Abid Mifdhal; Moch Taufiq; Maharani Dewi; Anggit Kinasih; Iskandar Dzulkarnain
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2599

Abstract

Desa Bungin-Bungin, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya udang, namun masih bergantung pada sistem pemberian pakan secara manual yang kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan menguji efektivitas alat pakan udang otomatis berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi inovatif dalam modernisasi sistem budidaya udang di wilayah pesisir. Uji coba lapangan dilaksanakan di tambak udang Desa Bungin-Bungin dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan dua tahapan, yakni tahap persiapan (perakitan dan instalasi alat) dan tahap pelaksanaan (pengoperasian dan evaluasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat pakan otomatis mampu meningkatkan efisiensi pemberian pakan melalui distribusi yang lebih merata, menghemat waktu operasional, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan kerja petambak. Selain itu, teknologi ini terbukti dapat mengurangi pemborosan pakan, menekan biaya operasional, serta meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat kerja fisik berlebihan. Implementasi teknologi tepat guna ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan petambak dalam pengelolaan tambak yang berkelanjutan. Dukungan dari pemerintah daerah melalui pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi sangat diperlukan agar alat ini dapat diadopsi secara luas dalam mendukung transformasi digital sektor perikanan lokal.