Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendampingan Produksi dan Pemasaran Terasi untuk Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi di Desa Campor Barat Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep: Pengabdian Arendra, Anis; Handaka, Tatag; Ahmad, Sabaruddin; Dzulkarnain, Iskandar; Jamilah, Jamilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3950

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan produksi dan pemasaran terasi di Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Terasi sebagai produk lokal memiliki nilai ekonomi tinggi, namun pengelolaannya belum optimal. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap: observasi awal untuk mengidentifikasi kebutuhan, pelatihan produksi dan pemasaran, serta evaluasi program. Data diperoleh melalui wawancara, tes pengetahuan, dan analisis penjualan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan teknik produksi dari 20% menjadi 70% serta kemampuan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran dari 20% menjadi 60%. Penjualan terasi meningkat rata-rata 50%, dan kepercayaan diri peserta dalam memasarkan produk naik dari 20% menjadi 60%. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pemahaman masyarakat sehingga berdampak positif pada pendapatan rumah tangga. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran mampu memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial, serta dapat menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal.
STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL PEDESAAN UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SUMENEP Dzulkarnain, Iskandar; Akhmad, Sabaruddin; Setiawan, Achdiar Redy; Prananta, Arie Wahyu; Abdussalam, Ishaq
Jurnal Karaton Vol 5 No 1 (2025): Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan pedesaan tetap menjadi tantangan besar dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Sumenep yang memiliki kompleksitas geografis dan sosialekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan seperti sektor pertanian, perikanan, dan UMKM dalam rangka pengentasan kemiskinan. Dengan menggunakan pendekatan mix-method, data dikumpulkan melalui survei rumah tangga, FGD, dan telaah kebijakan lokal. Hasil menunjukkan bahwa intervensi yang berbasis pada optimalisasi potensi lokal, penguatan kelembagaan desa (BUMDes), serta penciptaan lapangan kerja melalui klasterisasi sektor unggulan berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan penurunan tingkat kemiskinan. Strategi “Living Lab” dan pendekatan Theory of Change juga terbukti efektif dalam membangun sinergi antarstakeholder. Kajian ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan ekonomi lokal harus bersifat partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan agar mampu menjadi katalis transformasi struktural di pedesaan.
KEMANDIRIAN PEREMPUAN DALAM MENGELOLA REMITAN MELALUI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARI’AH PROGRAM GRAMEEN BANK Iskandar Dzulkarnain
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Islam, Budaya dan Ekonomi
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v20i2.29

Abstract

Abstrak: Banyaknya suami yang bekerja sebagai nelayan dengan ketidakpastian waktu melautnya, pada akhirnya memperbanyak keluarga nelayan masuk ke dalam kategori miskin, yang pada akhirnya menyebabkan istri-istri bekerja ke luar daerah, bahkan ke luar negeri. Hal inilah yang menguatkan peran istri bekerja dalam dua ranah, yaitu ranah domestik dan publik. Realitas hidup secara ekonomi dan sosial yang mengharuskan mereka menerjang budaya Madura. Meskipun demikian, secara tidak langsung dan otomatis, kemandirian perempuan akan menghapuskan mereka dari sikap ketidakadilan para suaminya, keluarganya, dan masyarakat Madura. Dari sinilah peneliti berupaya untuk memberdayakan kaum perempuan pesisir Madura untuk tidak hanya sekedar mandiri secara ekonomi dan sosial, namun kemandirian tersebut dibarengi dengan keadilan gender bagi mereka. Karenananya, peneliti berargumen bahwa perlu adanya pemberdayaan bagi kaum perempuan melalui penguatan ekonomi, yang akan melahirkan kemandirian perempuan dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan religiusitas mereka melalui pola Grameen Bank di Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah (LKMS), dengan program dana remitan. Hal ini penting dikarenakan pengelolaan keuangan remitan yang tidak bagus disebabkan oleh belum beranjaknya para keluarga yang istrinya bekerja ke luar negeri ke strata sosial yang lebih tinggi. Hal ini berbeda dengan daerah Kabupaten Malang Selatan, tepatnya di desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo, di mana para keluarga yang ditinggalkan istrinya bekerja ke luar negeri lebih mandiri secara ekonomi, sosial, budaya, dan religiusitasnya serta mampu menaikkan strata sosial ekonomi keluarganya. Abstract: Many husbands were fishermen with their fishing time of uncertainty, in turn reproduce fishing families in the category of the poor, which in turn led to the wives work outside the region and even abroad. This is what strengthens the role of the wife works in two spheres, domestic and public. And economic realities of life that requires them crashing socially Madura culture. Even so, indirectly, the independence of women would automatically eliminate them from the injustice of her attitude, her family, and the Madura. From this the researcher seeks to empower women to Madura coast not only economically and socially indepen-dent, but independence is coupled with gender justice for them. So the resear-chers argue that the need for the empowerment of women through economic strengthening, which will give birth to the independence of women in the economic, social, cultural, and their religiosity through a pattern of Grameen Bank in Sharia Microfinance Institutions (LKMS), the remittance of funds program. This is important because the financial management of remittances is not good, because the family has not move whose wife works abroad to the higher social strata. This is in contrast to the South Malang regency, namely Kedungsalam village sub Donomulyo, where the family left behind his wife worked abroad more economic independence, social, cultural, and religiosity and were able to raise her family socio economic strata. Kata kunci: Remitan, Grameen Bank, kemandirian perempuan, dan LKMS
PEREMPUAN KORBAN PERDAGANGAN MANUSIA DI MADURA Iskandar Dzulkarnain
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 23 No. 1 (2015): ISLAM, BUDAYA DAN PEREMPUAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v23i1.608

Abstract

The study views the problematic of human trafficking in depth, that becomes a crucial issue in politic domain since 1990’s. Feminists, human right organizations, women social movements, and all thes sides that care about the issue are on attempts to reveal human trafficking, women who are immigrated forcedly and prostituted. This is an international problem and type of modern day slavery. By this point the researcher tends to describe women, the victims of human traficcking in Madura. The study uses biographic qualitative method resulting the description of the process of human trafficking genesis, victim period, and post victim period when they get back home. Economy, family endorsement, education, and self motivation have been the reasons of the human trafficking. The early process, placing, and returning cannot be seperated with the various kinds of sorrows—sexual harassment, raping, unsalaried, tortured, and longer woring hours. What a very long and sad biography. The researh result is hopefullyable  to attract the intentions of those who care against the human trafficking in order to act,  prevent, and to avoid cheated women in future.Copyright (c) 2015 by KARSA. All right reservedDOI: 10.19105/karsa.v23i1.608Â