Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENCIPTAAN GERAK TARI SEDERHANA BERBASIS DIGITAL BAGI GURU SEKOLAH DASAR Pance Mariati; Nafiah; Sri Hartatik; Sunanto; Lisa Alistiana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i4.2307

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru Sekolah Dasar dalam penggunaan teknologi digital untuk menciptakan gerak tari yang menarik dan edukatif. Melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan, para guru akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan elemen-elemen tari dengan teknologi digital, termasuk penggunaan aplikasi dan perangkat lunak khusus. Selain itu, mereka juga akan diajarkan cara memilih musik, mengarahkan siswa, dan mengedit hasil karya mereka. Metode yang akan diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan dengan peserta pelatihan yakni guru-guru Sekolah Dasar. Tahapan pelaksanaan meliputi Pra Kegiatan, Rapat Strategi Pelaksanaan, Pelaksanaan Kegiatan, dan Evaluasi Kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan ini, guru-guru Sekolah Dasar mampu menciptakan gerak tari sederhana berbasis digital yang lebih menarik dan bermakna. Selain itu, mereka juga melaporkan peningkatan motivasi belajar siswa dalam bidang seni tari. Pengabdian ini menjadi bukti konkret bahwa pengintegrasian teknologi digital dalam pendidikan seni dapat memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di tingkat dasar. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dan pendampingan ini tidak hanya memberikan manfaat kepada guru dan siswa saja, akan tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pendidikan yang lebih inklusif dan beragam yang akan membawa dampak positif dalam masyarakat dan budaya pendidikan.
PENDAMPINGAN KELOMPOK BELAJAR SISWA BERBASIS COLLABORATIVE LEARNING Dewi Widiana Rahayu; Akhwani Akhwani; Nafiah Nafiah; Sri Hartatik
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.178

Abstract

Masa pandemic menuntut para guru untuk lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi untuk pelaksanaan pembelajaran. Berbagai upaya dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pendidikan terutama di masa pandemic, salah satunya adalah melalui kegiatan pendampingan kelompok belajar yang merupakan bentuk dari pengabdian masyarakat.Collaborative learning merupakan pembelajaran kolaboratif yang mengutamakan kerja sama antar siswa dalam memahami pelajaran diharapkan dapat menjadikan pembelajaran siswa kelas remedial semakin menarik dengan metode tutor sebaya dan pendekatan personal. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan siswa dalam pembelajaran ketika pembelajaran PTM-T mulai dilaksanakan. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan, small group discussion, pendekatan personal dan tutor sebaya. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah berupa peningkatan kemampuan belajar siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Strategi Pengajaran Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas 1 SDN Bendul Merisi 408 Surabaya Diyah Ramadhani Ajining Putri; Rudi Umar Susanto; Sri Hartatik; Syamsul Ghufron
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2410

Abstract

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar siswa sekolah dasar. Namun, kenyataannya masih banyak siswa kelas I yang mengalami kesulitan dalam membaca, terutama dalam mengenal huruf, mengeja, dan merangkai kata menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru, serta mengungkap solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas I di SDN Bendul Merisi 408 Surabaya, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi pembelajaran membaca, seperti penggunaan media visual, pendekatan tematik, dan latihan membaca individu maupun kelompok. Hambatan yang dihadapi guru meliputi rendahnya kemampuan awal siswa, minimnya peran orang tua dalam mendukung literasi di rumah, keterbatasan waktu, dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru mengembangkan media sederhana seperti papan baca berwarna dan membangun komunikasi dengan orang tua agar dapat mendukung pembelajaran di rumah. Kesimpulannya, keberhasilan pembelajaran membaca permulaan di kelas I sangat bergantung pada kreativitas guru, dukungan media pembelajaran yang tepat, serta keterlibatan aktif lingkungan rumah dalam membentuk kebiasaan membaca. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran literasi di tingkat sekolah dasar.
Pengaruh Media Educaplay Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Fajar Jaya Surabaya Aina Nuriza; Rudi Umar Susanto; Sri Hartatik; Pance Mariati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Educaplay terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi fakta dan opini di kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan minim melibatkan interaksi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest one group design. Subjek penelitian terdiri dari 14 siswa kelas IV SD Negeri Fajar Jaya Surabaya. Instrumen yang digunakan adalah soal tes pilihan ganda yang disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi pada materi fakta dan opini. Data dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata, selisih pretest dan posttest, serta uji N-Gain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa adalah 53,93 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 84,29. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,79 (79%) termasuk dalam kategori tinggi, yang berarti media Educaplay memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Pembelajaran menggunakan Educaplay terbukti meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, dan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Dengan demikian, Educaplay dapat dijadikan sebagai media alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi yang memerlukan keterampilan berpikir kritis seperti fakta dan opini.
Mengintegrasikan kearifan lokal dalam literasi numerasi dan keuangan: pemanfaatan permainan cukil lidi dalam pengabdian masyarakat Hartatik, Sri; Nafiah, Nafiah; Mariati, Pance; Khoiriyah, Luluk
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35327

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi dan literasi keuangan masyarakat melalui integrasi permainan tradisional cukil lidi sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Program dilaksanakan di Pondok An-Nahdloh, Tanjung Sepat, Malaysia, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas santri dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Permainan cukil lidi dimodifikasi sehingga selain melatih keterampilan berhitung juga digunakan sebagai simulasi transaksi keuangan sederhana, seperti menabung, membuat pos pengeluaran, dan pengelolaan sumber daya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta. Nilai rata-rata numerasi meningkat dari 53,7% menjadi 82,9% (kenaikan 29,3 poin persentase), sedangkan rata-rata literasi keuangan meningkat dari 50,1% menjadi 75,0% (kenaikan 24,9 poin persentase). Selain aspek kognitif, kegiatan ini juga memberikan dampak afektif dan sosial, yaitu meningkatnya motivasi belajar, kerja sama, serta rasa kebersamaan di antara peserta. Respon guru dan masyarakat menunjukkan dukungan penuh, dengan tingkat komitmen mencapai 100% untuk melanjutkan program. Temuan ini menegaskan bahwa permainan tradisional dapat menjadi sarana edukasi yang efektif sekaligus melestarikan nilai budaya lokal. Dengan demikian, pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal memberikan kontribusi ganda, yaitu peningkatan keterampilan numerasi dan literasi keuangan serta penguatan identitas budaya. Program ini berpotensi untuk direplikasi di lembaga pendidikan lain sebagai model pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Pemberdayaan desa menuju pendidikan sehat berkualitas melalui digital learning management, personal hygiene, dan numerasi di Desa Mojosarirejo, Driyorejo, Gresik Nafiah, Nafiah; Hartatik, Sri; Santy, Wesiana Heris; Mariati, Pance
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35246

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: (1) meningkatkan kompetensi guru dalam manajemen pembelajaran digital, (2) membentuk kebiasaan hidup bersih siswa, dan (3) memperkuat pengelolaan pembelajaran numerasi dasar. Mitra sasaran meliputi 10 guru MI Darul Ulum dan ±60 siswa SD (kelas 4–5) di Nafisa Foundation. Metode pelaksanaan berupa workshop, pendampingan, penyuluhan. Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Mojosarirejo, Driyorejo–Gresik (1 Juli–4 Agustus 2025). Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, angket, observasi, dan wawancara singkat.  Hasil pengabdian masyarakat menunjukan 1) pelatihan LMS berbasis Moodle meningkan keterampilan digital, sebelum kegiatan 100% guru belum pernah login dan 90,9% belum memahami pembuatan akun; setelah workshop 87,5% guru berhasil login mandiri. 2) Penyuluhan  personal hygiene anak usia sekolah dasar di nafisa foundation pada 28 siswa meningkatkan skor rata-rata pengetahuan dari 7,45 (pretest) menjadi 10,00 (posttest), perbedaan signifikan (p < 0,001), 3) Pada ranah numerasi, kemampuan perencanaan pembelajaran guru meningkat: penyusunan TP dari 3/15 menjadi 15/15, CP dari 4/15 menjadi 15/15, dan penggunaan konteks lokal dari 2/15 menjadi 15/15; sekitar 80% siswa melaporkan keterlibatan dan minat belajar yang lebih tinggi. Secara kualitatif, guru menjadi lebih percaya diri mengelola pembelajaran digital dan merancang numerasi berbasis aktivitas; siswa menunjukkan antusiasme dan praktik kebersihan yang lebih baik. Kegiatan ini efektif memperkuat kesiapan sekolah menuju ekosistem pendidikan sehat dan berkualitas. Kata kunci: LMS moodle; personal hygiene; numerasi; guru sekolah dasar. Abstract The objectives of this community service program are to: (1) enhance teachers’ competencies in digital learning management, (2) cultivate students’ clean and healthy habits, and (3) strengthen the management of basic numeracy instruction. The partner institutions include 10 teachers from MI Darul Ulum and approximately 60 primary students (grades 4–5) at the Nafisa Foundation. The activities consisted of workshops, mentoring, counseling. The program was implemented in Mojosarirejo Village, Driyorejo–Gresik, from 1 July to 4 August 2025. Evaluation employed pre–post tests, questionnaires, observations, and brief interviews. The results show that: (1) Moodle-based LMS training improved digital skills—prior to the activity, 100% of teachers had never logged in and 90.9% did not understand account creation; after the workshop, 87.5% were able to log in independently. (2) Personal-hygiene counseling for 28 elementary students at the Nafisa Foundation increased average knowledge scores from 7.45 (pretest) to 10.00 (posttest), a significant difference (p < .001). (3) In numeracy, teachers’ lesson-planning capacity improved: formulation of Learning Objectives (TP) rose from 3/15 to 15/15, Learning Outcomes (CP) from 4/15 to 15/15, and the use of local context from 2/15 to 15/15; about 80% of students reported higher engagement and interest. Qualitatively, teachers became more confident in managing digital learning and designing activity-based numeracy, while students showed greater enthusiasm and better hygiene practices. Overall, the program effectively strengthened schools’ readiness for a healthy, high-quality educational ecosystem. Keywords: moodle LMS; personal hygiene; numeracy; elementary school teachers.
School Culture as a Pillar in Shaping the Discipline of Students at GIKI 1 Elementary School in Surabaya Annisa Nur Balqis; Nafiah Nafiah; Akhwani Akhwani; Sri Hartatik
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.949

Abstract

Discipline is one of the fundamental character traits that must be instilled from an early age, especially at the elementary school level. Therefore, school culture plays a crucial role in shaping students' character, including their sense of discipline. This study aims to describe the school culture implemented at SD Giki 1 Surabaya in developing students’ discipline character, as well as to identify the obstacles encountered in the process. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students from grades II and IV. The findings indicate that the development of discipline character at SD Giki 1 is carried out through the habituation of positive activities such as the 5S program (Smile, Greet, Salute, Polite, Courteous), morning literacy, Dhuha prayer, class cleaning duties, and adherence to school rules. However, the school faces challenges such as external environmental influences and inconsistent application of values at home. In conclusion, a consistent, well-structured school culture supported by all parties is effective in fostering students’ discipline character.