Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PKM KELOMPOK KADER DALAM DETEKSI DINI STUNTING MELALUI INTEGRASI APLIKASI WHATSAPP AUTO RESPONDING (WAR) DI POSYANDU DAHLIA DESA KABASIRAN Irawan, Andi Muh Asrul; Rahmawati, Lusi Anindia; Cholidhazia, Putri; Alifia, Daiva; Nurrohmah, Nisa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1824

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in children due to long-term malnutrition. The prevalence of stunting in Indonesia remains high, with reduction targets not yet achieved. Posyandu (integrated health service posts) and their cadres play a crucial role in efforts to reduce stunting cases through nutrition education and early detection. The aim of this community service activity was to improve the skills of cadres in measuring body length and height, which are then integrated with WhatsApp Auto Responding (WAR) for early stunting detection. The methods used include socialization, training on measuring nutritional status of toddlers, application of WAR technology, as well as program mentoring and evaluation. The activity was carried out at Posyandu Dahlia, Kabasiran Village, targeting 26 posyandu cadres in August 2024. The results of the activity show that there was a significant improvement in cadres' skills in anthropometric measurements and the use of WAR technology for stunting detection (p<0.05). Program evaluation indicates an increase in cadres' knowledge and skills in conducting measurements and early stunting detection. The conclusion of this activity was that empowering posyandu cadres through training and technology application can enhance the effectiveness of early stunting detection in the community, supporting efforts to reduce stunting prevalence at the posyandu level.
High Protein Milk Intervention in Malnourished Children and Its Effect on Weight Gain and Renal Function Kusharto, Clara Meliyanti; Ekawidyani, Karina Rahmadia; Tanziha, Ikeu; Setiawan, Budi; Rosmiati, Risti; Irawan, Andi Muh Asrul
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.945 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2019.14.1.31-36

Abstract

This study aimed to determine the effect of high-protein milk intervention on weight gain and renal function in malnourished children. This research is a randomized controlled trial (RCT). A total of 52 wasting children (BAZ -3<SD<-2) aged 3-12 years were selected by simple random sampling from five primary schools (6-12 years) and two Community Health Center (children below 6 years). Subjects were divided into two groups; control group (26) and intervention group (26). The intervention group was given high-protein milk (HPM) 3x25 g each day for 12 weeks. Body weight, serum creatinine, and urea were measured at week 0 (baseline), 6th (midline), and 12th (endline). The study showed that the body weight of the intervention group significantly increased by 1.54 kg after 12 weeks of high-protein milk consumption. Serum urea and creatinine levels in the intervention group also significantly increased (p<0.05). The increase in serum urea and creatinine levels in the intervention group were still within the normal range (normal serum urea level 15-43 mg/dl and normal creatinine level 0.6-1.2 mg/dl). This suggests that significant increases in urea and creatinine levels of the intervention group were normal because of increased protein intake and body muscle mass and it did not lead to renal function abnormalities.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KADER MELALUI PROGRAM DAPUR GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU DAHLIA DESA KABASIRAN Irawan, Andi Muh Asrul; Yusuf, Andi Mukramin; Komalasari, Ema; Ananda, Alfina; Putri, Naila Maritza; Aulia, Khanza
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3161

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in children due to chronic malnutrition that has become a primary concern at Posyandu Dahlia. This is concerning considering Bogor Regency ranks as the second highest for stunting in West Java with a prevalence of 27.6%. The purpose of this community service program is to address three priority issues at Posyandu Dahlia: the lack of knowledge among cadres about stunting, limited kitchen facilities, and insufficient variety of supplementary food for toddlers. The implementation method was conducted at Posyandu Dahlia, Kabasiran Village, Parung Panjang District, Bogor Regency, involving 13 posyandu cadres as the main targets. This program was implemented through socialization, nutrition education, training on planting and processing local foods, and the application of hydroponic technology. The results showed that the stunting prevention program based on three pillars—nutrition education, hydroponic cultivation training, and local food utilization—significantly improved cadre capacity. Nutrition education increased knowledge (p<0.05) in detecting and preventing stunting. NFT-based hydroponic training enhanced cadre skills by 87%, enabling the production of nutritious vegetables for supplementary feeding. Meanwhile, local food processing training encouraged food diversification and community self-reliance. The synergy among these three pillars establishes a sustainable intervention model for reducing stunting prevalence effectively at the community level. In conclusion, the Nutrition Kitchen Program successfully increased the capacity of posyandu cadres in stunting prevention efforts through local food-based interventions. The suggestion for future activities is to conduct activities up to the harvesting process, with the results distributed to toddlers visiting the posyandu.
Pemberdayaan Kader Desa Kabasiran melalui Hidroponik untuk Kemandirian Pangan dan Pencegahan Stunting : Empowering Kabasiran Village Cadres through Hydroponics for Food Independence and Stunting Prevention Harna, Harna; Irawan, Andi Muh Asrul
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1268

Abstract

Desa Kabasiran menghadapi tantangan berkurangnya lahan pertanian akibat transisi menjadi kawasan pemukiman padat, yang meningkatkan ketergantungan warga pada suplai pangan luar.  Kegiatan ini bertujuan membekali 13 kader desa dengan keterampilan teknis hidroponik guna memaksimalkan lahan sempit secara produktif dan mandiri. Menggunakan metode Community Development partisipatif, kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan melalui empat tahapan utama: koordinasi, edukasi materi, praktik perakitan instalasi, serta pendampingan budidaya hingga panen. Materi pelatihan mencakup manajemen nutrisi, teknik penyemaian pada rockwool, hingga kontrol kualitas air. Evaluasi dilakukan melalui Pre-test dan Post-test yang bertujuan untuk mengukur peningkatan pemahaman kader sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang signifikan dari 47% menjadi 93%. Secara fisik, lahan 3x3 meter yang semula tidak produktif berhasil dioptimalkan menjadi 225 lubang tanam sayuran hijau. Kader kini mampu mengelola nutrisi AB Mix secara mandiri dengan menjaga parameter pH dan EC sesuai kebutuhan tanaman. Dampak sosial nyata terlihat dari distribusi hasil panen kepada ibu hamil dan balita sebagai upaya mendukung pencegahan stunting dan perbaikan gizi masyarakat setempat. Program ini merekomendasikan pendampingan berkelanjutan untuk menjamin kemandirian pangan tingkat rumah tangga yang sehat dan hemat biaya.
Edukasi Gizi Berbasis WhatsApp untuk Pencegahan Stunting dan Pemantauan Pertumbuhan Balita Mandiri pada Masa Pandemi Covid-19 Siti Muslimah Sulaeman; Amalina Ratih Puspa, S.P., M.Si.; Andi Muh Asrul Irawan
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5199

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan layanan Posyandu di wilayah mitra ditutup untuk mencegah kerumunan, padahal pemantauan pertumbuhan anak tetap perlu dilakukan setiap bulan agar penurunan berat badan dan tinggi badan dapat terdeteksi sejak dini. Kondisi mitra yang berada di zona merah serta keterbatasan kemampuan penggunaan aplikasi pertemuan virtual (Zoom) menuntut penyesuaian metode edukasi gizi dari luring menjadi daring. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting melalui pendekatan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sekaligus membekali mitra cara pemantauan status gizi anak secara mandiri di rumah. Metode pelaksanaan berupa edukasi gizi dengan tema “Ayo Cegah Stunting dengan Mengoptimalkan Gizi 1000 HPK”. Metode kegiatan dilakukan secara daring melalui Kuliah WhatsApp (KulWap) pada 77 peserta komunitas parenting. Evaluasi peningkatan pengetahuan dilakukan dengan desain pre–post test menggunakan 10 soal pilihan ganda. Tahapan pelaksanaan meliputi: (1) sosialisasi, (2) edukasi gizi melalui KulWap, (3) penerapan WhatsApp sebagai media edukasi, (4) pendampingan dan evaluasi (pre–post test dan umpan balik), serta (5) keberlanjutan melalui penyediaan media bantu pemantauan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan sebesar 11% (81 menjadi 92) serta tersedianya media edukasi dan alat bantu pemantauan berupa height chart dan cakram cek status gizi untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak di rumah selama pandemi.Kata kunci: 1000 HPK, Kuliah WhatsApp (KulWap), Pemantauan status gizi, Posyandu, Stunting