Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match terhadap Hasil Belajar Ips Siswa Kelas IV SD Rizka Ayu Aslama; Zico Fakhrur Rozi; Elya Rosalina
Journal of Elementary School (JOES) Vol 5 No 2 (2022): Journal of Elementary School (JOES)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joes.v5i2.4068

Abstract

This study aims to determine the completeness of social studies learning outcomes after applying the Make A Match type of cooperative learning model in social studies subjects for fourth grade students of SD Negeri 1 Jambu Rejo. The type of research used is Experiment. The research population was all fourth graders of SD Negeri 1 Jambu Rejo, totaling 22 students. Sample selection was done by saturated sampling technique. The sample taken by all fourth graders of SD Negeri 1 Jambu Rejo totaled 22 students and was taught using the Make A Match type of cooperative learning model. The research method used is a quasi-experimental. The data collection technique used a test in the form of essay questions. The data obtained were analyzed using the z-test. Based on the results of the study obtained an average value of 78.33. The results of the z-test analysis obtained > which is 9.92 > 1.64, which indicates that is rejected and is accepted. Thus, it can be concluded that the social studies learning outcomes of fourth graders of SD Negeri 1 Jambu Rejo after using the Make A Match Cooperative Learning Model are significantly complete. Keywords: Application of the Make A Match Cooperative Learning Model, Social Studies Learning Outcomes
Pemberdayaan masyarakat Desa Taba Remanik Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas melalui pelatihan pembuatan kerupuk kabau Harmoko Harmoko; Dian Samitra; Zico Fakhrur Rozi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.804 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.896

Abstract

ABSTRACTThis activity was motivated by income problem in community of Taba Remanik Village which is based on the agricultural sector where prices fluctuate. So that the family economy becomes weak. The partner regions are regions that have another commodity than rubber, namely: kabau. The kabau utilization in the partner regions has not been optimized. Therefore, partners especially PKK mothers, need to be equipped with the knowledge to utilize kabau so that it has high economic value. One of the method that can be used is to process the kabau into processed crackers. This service activity consists of 4 steps, namely: observation, delivery of material, practice of making crackers and monitoring evaluation. The material presented at the service activities are: Introduction of kabau, the nutritional content of kabau, the benefits of kabau and the practice of making kabau crackers. The community service activities in Taba Remanik Village went well and the community was very enthusiastic. The result of community service activities is that the community is able to practice how to make kabau crackers properly. Keywords: Taba Remanik, Kabau, Crackers ABSTRAKKegiatan ini dilatarbelakangi oleh masalah penghasilan pada masyarakat Desa Taba Remanik yang bertumpu pada sektor pertanian dimana harga fluktuatif. Sehingga perekonomian keluarga menjadi lemah. Daerah mitra merupakan daerah yang memiliki komoditas sampingan selain karet, yaitu: kabau. Pemanfaatan buah kabau di daerah mitra belum optimal. Oleh karena itu, mitra terutama ibu-ibu PKK perlu dibekali pengetahuan untuk memanfaatkan buah kabau agar bernilai ekonomis tinggi.  Salah satu cara yang dapat digunakan yaitu mengolah buah kabau menjadi olahan kerupuk. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu: observasi, penyampaian materi, praktek pembuatan kerupuk dan monitoring evaluasi. Materi yang disampaikan pada kegiatan pengabdian tersebut yaitu: Pengenalan buah kabau, kandungan gizi buah kabau, manfaat buah kabau dan praktek pembuatan kerupuk buah kabau. Kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Taba Remanik berjalan dengan baik dan masyarakat sangat antusias. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat mampu mempraktekkan cara membuat kerupuk buah kabau dengan baik. Kata Kunci: Taba Remanik, Kabau, Kerupuk
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI 54 MODEL LUBUKLINGGAU Septi Arsita, Diana; Fakhrur Rozi, Zico; Aswarliansyah
Linggau Journal of Elementary School Education Vol. 2 No. 3 (2022): Linggau Journal of Elementary School Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.573 KB) | DOI: 10.55526/ljese.v2i3.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Teka Teki Silang pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Model 54 kota Lubuklinggau yang valid dan praktis. Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE dengan 5 tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Hasil media pembelajaran Teka teki silang ini melalui uji kevalidan yaitu uji validasi ahli bahasa, materi dan media memperoleh nilai yang dikategorikan “Valid” dan uji kepraktisan dengan guru dan 12 siswa kelas V memperoleh nilai yang dikategorikan “Sangat Praktis”. Jadi dapat disimpulkan media pembelajaran Teka teki silang pada Mata Pelajaran IPS Kelas V yang dikembangkan valid dan praktis.
Efek Ekstrak Buah Etlingera hemisphaerica terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Mus Musculus Swiss Webster Jantan Endang Suswati; Nugroho Aji Waluyo; Rama Saputra; Zico Fakhrur Rozi
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 7 No 2 (2025): Biosilampari: Jurnal Biologi
Publisher : Universitas PGRI Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62112/biosilampari.v7i2.238

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or action. This study aimed to evaluate the effect of Etlingera hemisphaerica fruit extract on reducing blood glucose levels in male Swiss Webster Mus musculus induced with 10% sugar solution. This experimental research employed a completely randomized design. A total of 25 male Mus musculus were divided into five groups: a negative control group (no treatment) and four treatment groups receiving Etlingera hemisphaerica fruit extract at doses of 0.13 mg/kgBW, 0.26 mg/kgBW, 0.38 mg/kgBW, and Glibenclamide. Blood glucose levels were measured using a glucometer before and after 17 days of treatment. The results showed that the administration of Etlingera hemisphaerica fruit extract significantly reduced blood glucose levels in the treatment groups compared to the positive control group (p<0.05). The dose of 0.13 mg/kgBW exhibited the most optimal blood glucose-lowering effect. This hypoglycemic effect is associated with the flavonoid content in the fruit extract, which enhances insulin sensitivity and reduces oxidative stress.
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL PEMBELAJARAN SISTEM REPRODUKSI TERINTEGRASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS XI SMA Miftahusalimah, Pingkan Luthfiyyah; Pandra, Viktor; Rozi, Zico Fakhrur
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5361

Abstract

This study aims to analyze the needs of developing teaching modules for the reproductive system integrated with project-based learning. The research method uses the Research and Development (R&D) approach, focusing on the needs analysis stage through interviews, observations, and documentation. The needs analysis stage aims to identify existing learning gaps, teacher needs, and student expectations of teaching modules. This research was conducted in class XI B1 SMA Negeri 1 Lubuklinggau, involving teachers and students as research subjects. The results showed that teachers need teaching materials that are more varied, contextual, and able to improve students' thinking skills to be used as teaching alternatives on human reproductive system material. Learners need creative, interesting teaching materials and activities that support the development of personal and social skills. Thus, the teaching module of the reproductive system integrated with the project-based learning model can be an alternative to assist the learning process in improving students' creative thinking skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul ajar sistem reproduksi terintegrasi model project based learning. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), dengan fokus pada tahap analisis kebutuhan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis kebutuhan bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan pembelajaran yang ada, kebutuhan guru, serta harapan peserta didik terhadap modul ajar. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 2 guru Biologi dan 34 peserta didik kelas XI B1 SMA Negeri 1 Lubuklinggau sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membutuhkan bahan ajar yang lebih variatif, kontekstual, dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik untuk digunakan sebagai alternatif pengajaran pada materi sistem reproduksi manusia. Peserta didik membutuhkan bahan ajar yang kreatif, menarik, dan aktivitas yang mendukung pengembangan keterampilan personal dan sosialnya. Dengan demikian, modul ajar sistem reproduksi terintegrasi model project based learning dapat menjadi alternatif untuk membantu proses pembelajaran dalam meningkatkan efikasi diri dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
Pendampingan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru Guru Kecamatan SDN Terawas sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Widiya, Mareta; Rozi, Zico Fakhrur; Samitra, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i3.2267

Abstract

Pembelajaran pada kurikulum saat ini menuntut guru untuk memahami, mengenali, dan mampu menyesuaikan pembelajaran dengan kurikulum yang ada. Salah satu permasalahan yang terjadi di 3 Sekolah SDN Terawas yaitu keterbatasan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini. Tujuan program pengadian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk melakukan pendampingan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi sebagai implementasi kurikulum merdeka di SDN Keamatan Terawas. Metode yang digunakan adalah ceramah dan drill practice. Tahapan kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang kurikulum merdeka, pembelajaran diferensiasi terkait gaya belajar siswa, dan pelatihan pembuatan raport pendidikan. Hasil dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini guru-guru di SDN Terawas, yaitu 1)  Respon guru dan Kepala Sekolah terhadap pelaksanaan PKM di Kecamatan Terawas rata-rata 4,475 masuk dalam kategori Baik; 2) hasil persepsi guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi yaitu 4,16% yaitu kategori Baik; 3) Persentase Media pembelajaran apa yang guru-guru gunakan dalam pembelajaran yaitu 77% dari buku, 3% multimedia, 4,1% media video, powerpoint 4% dan 12,2% media gambar.
Analisis Kebutuhan Modul Kimia Asam-Basa Berbasis Project Based Learning (PjBL) di SMA Negeri 1 Kota Lubuklinggau Yulizah, Yeny; Sulistiyono, Sulistiyono; Rozi, Zico Fakhrur
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i2.1514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran kimia pada materi asam-basa dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL). Untuk menunjang proses pengembangan, dilakukan studi awal yang mencakup kajian literatur dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Alat pengumpulan data terdiri atas panduan wawancara untuk menggali kebutuhan guru dan angket untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, indikator instrument berupa metode pembelajaran, bahan ajar, modul dan model pembelajaran. Tujuan dari analisis kebutuhan ini adalah untuk mengetahui jenis bahan ajar yang digunakan guru, hambatan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar, serta jenis bahan ajar yang dibutuhkan oleh siswa. Berdasarkan hasil analisis dari 38 peserta didik kelas XI.B2 SMA Negeri 1 Kota Lubuklinggau, diketahui bahwa sebanyak 50% siswa hanya memiliki satu buku kimia untuk dua orang, dan 94,7% menyatakan bahwa topik Asam-Basa dalam buku tersebut sulit dimengerti. Selain itu, 50% siswa menilai bahwa buku pegangan yang ada belum mencukupi sebagai sumber belajar, 89,5% menyatakan perlunya tambahan bahan ajar, dan 92,1% menginginkan bahan ajar yang dapat mendukung peningkatan keterampilan komunikasi serta kerja sama. Temuan ini memperoleh pentingnya pengembangan modul pembelajaran kimia berbasis Project Based Learning pada materi asam-basa. Manfaat modul yang dikembangkan sebagai bahan ajar tambahan yang dapat digunakan oleh guru dan peserta didik yang dapat meningkatkan hasil belajar dan minat belajar peserta didik.
SOSIALISASI PEMANFAATAN PELEPAH SAWIT SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN TERNAK SAPI DI DESA MULYOHARJO KECAMATAN BTS ULU KABUPATEN MUSI RAWAS Triyanti, Merti; Rozi, Zico Fakhrur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.347-350

Abstract

This Community Service Program is motivated by the large number of lands that have changed their function as both residential land and plantation land in the village of Mulyoharjo, especially oil palm plantations. The plantations produce palm oil waste which is largely unused, including oil palm fronds. In addition, the impact of these plantations is the reduction in open land used by cattle farmers as animal feed. Therefore the STKIP PGRI Lubuklinggau PKM Team tried to apply the use of palm fronds as an alternative to cattle feed. Palm fronds are one of the byproducts or can be said to be waste from oil palm plantations. The abundant amount of palm midrib can be used as animal feed. Palm midrib itself Has nutritional content that is 48.78% dry matter, crude protein 5.3%, hemicellulose 21.1%, cellulose 27.9%, crude fiber 31.09%, ash 4.48%, BETN 51.87 %, lignin 16.9% and silica 0.6%. This activity has been carried out by involving partners namely the people of Mulyoharjo Village and was followed with enthusiasm. The output targets to be achieved by the PKM team are the improvement of community values and publications. In practice, using theoretical and practical methods begins with the preparation, material and practice of making cattle feed from palm fronds.
Penerapan PhET Interactive Simulations untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Zico Fakhrur Rozi; M. Lutfi Firdaus; Endang Suswati
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2024): Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v7i2.14159

Abstract

This study aims to determine students' responses after implementing biology learning on the pH scale material using the Physics Education Technology (PhET) Simulation. The method used was a survey by distributing questionnaires to 15 Biology Education students at Universitas PGRI Silampari, Lubuklinggau City, South Sumatra Province, who had studied pH scale measurement material using the PhET Simulation. The questionnaire included several indicators: students' interest, benefits, display, and usability of PhET, divided into six statements. The results showed that 86.7% of students strongly agreed that learning using PhET was very interesting, 53.3% of students strongly agreed that PhET motivated and facilitated learning the pH scale, 60% of students strongly agreed that PhET made it easier to understand the pH scale material, and 53.3% of students strongly agreed that the PhET Simulation was easy to understand and its animation design and text met students' needs. In conclusion, the PhET Simulation is very engaging, motivates learning, facilitates material learning, eases material understanding, is easy to use, and its animation design and text align with students' needs. Keywords: PhET, Potential of Hydrogen, Student Response.
PENGUATAN PERAN GURU DALAM GREEN EDUCATION MOVEMENT UNTUK MEWUJUDKAN ECO YOUTH DI ERA DIGITAL Dian Samitra; Zico Fakhrur Rozi
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 1 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i1.4780

Abstract

This activity aims to strengthen the role of teachers in supporting the Green Education Movement as an effort to foster environmental awareness and care-oriented character among the younger generation. The issue addressed relates to the low integration of sustainability values in the learning process and the need to enhance teachers’ capacity as drivers of ecologically conscious education. The activity was carried out through the delivery of materials and experience-sharing sessions for teachers in the regions of Lubuklinggau City, Musi Rawas, and Musi Rawas Utara on April 24, 2025, at the Embun Semimbar Hall of PGRI Silampari University. The approach used included strengthening the role of teachers as role models, facilitators, and designers of environmentally based learning by utilizing digital technology. The results of the activity showed an increase in teachers’ understanding and commitment to integrating environmental issues into learning, as well as encouraging students to actively participate in eco-friendly activities. This activity leads toward the implementation of sustainable education that is relevant to the needs of the digital era and has the potential to produce eco-youth generations with global awareness and a strong sense of responsibility for environmental preservation.