Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL SEMUT JEPANG (Tenebrio Sp.) PADA TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN Aditya Maulana Perdana Putra; Ratih Pratiwi Sari; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.755 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.83

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks yang memerlukan perawatan medis terus menerus dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial luar kontrol glikemik. Berdasarkan hasil International Diabetes Federation Atlas Sixth Edition, Indonesia pada tahun 2013 menempati urutan ke 7. Obat tradisional yang baru-baru ini dapat menurunkan kadar gula darah yang berasal dari hewan adalah semut jepang (Tenebrio Sp.). Semut jepang (Tenebrio Sp.) sebagai antidiabetes baru dalam tahap penggunaan empiris. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol semut jepang (Tenebrio Sp.) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi dengan aloksan.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu digunakan pre test and post test with control group design dengan 6 kelompok perlakuan. Tikus yang akan diberi perlakuan 3 hari sebelumnya diberikan aloksan secara intraperitonial. Pengukuran kadar gula darah hewan dilakukan pada hari ke-3, ke-6 dan ke-9 setelah perlakuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat tes strip glukosa. Penurunan kadar glukosa darah puasa dari kelompok kontrol dan kelompok uji dianalisis dengan uji General Linier Model pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil analisis dengan uji General Linier Model diperoleh nilai p (signifikansi) 0,252. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan penurunan kadar glukosa darah antar kelompok.
PROFIL KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN Riza Alfian; Herlyanie Herlyanie; Luluk Purwantini
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.401 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.134

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronis terkait peningkatan kadar gula darah. Indonesia menduduki peringkat ketujuh untuk penderita DM terbanyak di dunia dengan jumlah 8,5 juta penderita. Prevalensi penyakit DM di Provinsi Kalimantan Selatan di Indonesia menduduki peringkat ke 13 sebesar 1,4 %. Penyakit diabetes melitus membutuhkan pengobatan jangka panjang sehingga efektivitas dan efek samping pengobatan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Derajat kualitas hidup pasien diabetes melitus perlu diketahui untuk dapat menentukan jenis dan intensitas pelayanan kefarmasian yang harus diberikanPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasioal. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 82 pasien. Kriteria inklusi sampel adalah pasien rawat jalan dengan usia 18-65 tahun dengan diagnosa DM yang berobat di RSUD Ulin Banjarmasin, dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi buta huruf dan tuli. Pengumpulan data kualitas hidup dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner EQ-5D. Data kadar GDP diambil dari catatan medis. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kadar GDP sampel penelitian adalah 182,51 ± 51,00  mg/dL. Seratus persen sampel penelitian termasuk ke dalam klasifikasi pasien DM dengan kategori kadar GDP tidak terkontrol. Kualitas hidup rata-rata sampel didominasi oleh kategori kualitas hidup buruk (76,8%).
PENGARUH BRIEF COUNSELING TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Muhammad Reza Pahlevi; Abdul Rahem; Valentina Metasartika; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.182 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.172

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi penyakit seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Pasien diabetes melitus memerlukan intervensi dari farmasis untuk dapat mencapai luaran terapi berupa pengontrolan kadar gula darah dalam batas normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian brief counseling terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari saleh banjarmasin.Penelitian ini menggunakan desain randomised controlled trial. Sejumlah 156 sampel dibagi menjadi dua kelompok acak yaitu 78 pasien yang mendapatkan intervensi (kelompok perlakuan) dan 78 pasien tidak mendapatkan intervensi (kelompok kontrol). Metode intervensi yang digunakan adalah brief counseling. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah pasien dengan kondisi tuli, buta huruf dan tidak kooperatif. Data kadar gula darah yang dikumpulkan adalah kadar gula darah puasa yang diambil dari rekam medis pasien. Data kadar gula darah dianalisis dengan uji wilcoxon dan mann whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah puasa yang signifikan pada post study kedua kelompok (p <0,05). Selisih penurunan kadar gula darah puasa antara kedua kelompok tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p=0,16). Nilai penurunan kadar gula darah puasa kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berturut-turut adalah 16,32 ± 11,56 mg/dL dan 16,87 ± 27,88 mg/dL. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penurunan kadar gula darah puasa pasien diabetes melitus baik yang diberi intervensi brief counseling maupun yang tidak diberi intervensi tidak memiliki perbedaan.
PENGARUH ALARM MINUM OBAT (AMINO) UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI Yusmaniar Yusmaniar; Yugo Susanto; Surahman Surahman; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2020): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.051 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v5i1.395

Abstract

According to data from Riskesdas 2018 there was an increase in the prevalence of hypertension in Indonesia from 25.8% in 2013 to 34.1% in 2018. Inadequacy in taking medicine is one of the factor contributed. This research discusses the importance of the application of taking medication alarms for consultation taking medication and hypertension patients' blood pressure. The study was conducted using a quasi-experimental two group pretest posttest design. Observed data are the level of adherence and blood pressure. The study was conducted at 2 Banjarmasin Puskesmas. Data collection collected in the period August - October 2019. Research data were obtained by filling in the MARS questionnaire, while blood pressure data was taken from medical records. This study involved 25 samples each in the control and intervention groups. The intervention given was in the form of installing medication alarm in sample smartphone. The Wilcoxon Test to determine differences in the average category of level of adherence, and blood pressure samples at the beginning and end of the study. In the pre study 100% of the sample intervention group were at moderate medication adherence rates and in the post study it changed to 40% at moderate medication adherence levels and 60% at high medication adherence levels. Statistical test results show a significant increase in medication adherence. Systolic and diastolic blood pressure in the intervention group also experienced a significant decrease (p <0.05). The results of the study in the control group showed no increase in medication adherence and no significant decrease in blood pressure.
AKTIVITAS ANTIFUNGI FLAVONOID DARI EKSTRAK DAUN Citrus aurantifolia KALIMANTAN SELATAN TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Siska Musiam; Fitria Ulfah; Imam Agus Faisal; Eka Kumalasari; Riza Alfian
AFAMEDIS Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia AFAMEDIS
Publisher : Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.656 KB)

Abstract

Candida albicans adalah jamur paling mudah menginfeksi yang menyebabkan banyak penyakit seperti infeksi mulut, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran pencernaan. Salah satu alternatif untuk menyembuhkan penyakit jamur adalah menggunakan ramuan herbal yang mengandung senyawa flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan strain Candida albicans. Citrus aurantifolia adalah salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai penambah nafsu makan, antipiretik, diare, menurunkan berat badan, antiinflamasi, dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid yang ada pada daun Citrus aurantifolia dan kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan strain Candida albicans menggunakan metode in-vitro. Pada penelitian ini, senyawa flavonoid dalam daun Citrus aurantifolia diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Penentuan kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Visible dengan panjang gelombang 417 nm dan diperoleh kadar 34,42% (b/v). Kelompok perlakuan aktivitas antifungi menggunakan ekstrak etanol daun Citrus aurantifolia dengan konsentrasi 50%; 60%; 70%; 80%; 90%; dan 100%. Uji daya hambat Candida albicans dilakukan dengan menggunakan metode difusicakram . Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 80%, 90% dan 100% memiliki aktivitas antifungi dengan rata-rata zona hambat masing-masing 3,36 mm; 4,08 mm; dan 8,30 mm.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Erna Prihandiwati; Muhammad Muhajir; Riza Alfian; Rina Feteriyani
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 1 No 2 (2018): March 2018
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.083 KB)

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu unsur yang penting dalam pelayanan kefarmasian karena diperlukan dalam sebagian besar upaya kesehatan untuk menghilangkan gejala dari suatu penyakit, mencegah penyakit, serta dapat menyembuhkan penyakit. Standar Pelayanan Kefarmasian merupakan tolak ukur yang digunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Terpenuhinya standar dalam pelayanan kefarmasian diharapkan dapat memenuhi harapan dari pasien, yang biasa disebut dengan kepuasan pasien. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penelitian consecutive sampling dengan jumlah sampel 372 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, responden peneltian ini merupakan pasien yang menerima pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 25 April – 13 Mei 2016 dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pekauman Banjarmasin menujukkan secara keselurahan nilai rata – rata tingkat kepuasan pasien yaitu 68,03% yang berarti pasien merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan
Pengaruh Brief Counseling Terhadap Aktifitas Fisik pada Pasien Hipertensi Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Saftia Aryzki; Riza Alfian
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.207 KB) | DOI: 10.29208/jsfk.2016.3.1.104

Abstract

Behavior lack of physical activity can lead to failure to achieve the goal of therapy in hypertensive patients. The study aims to determine the effect of brief counseling-5A toward physical activity in hypertensive patients in hospital outpatient Moch. Ansari H. Saleh Banjarmasin. Quasi-experimental study using two group pretest and posttest with prospective data collection. Subjects who met the inclusion criteria a number of 68 patients into two groups: 34 patients and 34 intervention patients did not intervene. Exclusion criteria were patients with the condition of pregnancy, deaf and was not present at the next visit. The collection of data through interviews and questionnaires International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). The results showed the treatment group experienced significant changes, the average value of Δ1 increases = 243.60 ± 1237.68 and p = 0.00, which Δ2 = 90.42 ± 319.95 and p = 0.31. It was concluded that brief counseling-5A can positively change the behavior of the patient in physical activity in the treatment group.
KORELASI ANTARA KADAR GULA DARAH DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER Yumassik, Abdul Mahmud; Alfian, Riza; Riski, Akhmad; Soraya, Soraya; Ayu, Welinda Dyah; Rianto, Leonov; Eka Kumalasari
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i2.989

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic symptom caused by an increase in blood glucose due to impaired insulin secretion, insulin resistance, or both. Blood glucose levels above the normal limit have an influence on the quality of life of diabetes mellitus patients. The study was conducted with a cross sectional design. Data collection was carried out prospectively during the period from May to June 2022. The sample in this study was patients with diabetes mellitus in one of the primary health care centers in Banjarmasin City. Quality of life data was collected using the EQ-5D questionnaire, while blood glucose levels data was obtained from medical record patient. A total of 75 samples participated in this study. The results showed that the mean fasting blood sugar level was 162,95 mg/dL. The mean value of the sample's quality of life score based on the EQ-5D index was 0,739. There is a significant correlation between blood glucose levels and the quality of life of patients with diabetes mellitus. The results of the correlation indicated that the lower the blood glucose level of patients with diabetes mellitus, the higher their quality of life.
INTERVENSI APOTEKER MENUNJANG PERBAIKAN PERILAKU BEROBAT PENDERITA HIPERTENSI Ariyani, Herda; Akrom; Alfian, Riza
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v7i1.1896

Abstract

Based on Riskesdas data (2018), the prevalence of hypertension in South Kalimantan was 10.81% or higher in 2020 compared to the national average of 8.8%. High blood pressure can increase the risk of cardiovascular disease when combined with risk factors like obesity, bad eating habits, smoking, and a sedentary lifestyle. A strategy that incorporates the pharmacist's reminders and motivation through the use of short messaging services (SMS) and modified brief counseling is required to help patients behave better when taking drugs in order to achieve therapeutic success. The purpose of the study is to determine how both interventions affected the drug use of street hypertensive patients at X Hospital Banjarmasin. With a Randomized Pre-test – Post-test Control Group Design, the study project is an experimental quota. The prospective data collection was done on road nursing patients. 34 patients (or 50% of the total) were assigned to the treatment group, and 34 individuals (or 50% of the total) were assigned to the control group, after meeting the inclusion criteria of 68 hypertensive patients. Drug-related behavior questionnaires and interviews were used to gather data. Pharmacists who administered both of these programs found that the treatment group's drug behavior score increased significantly (p<0,05).
KORELASI KARAKTERISTIK DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS S.PARMAN BANJARMASIN susanto, yugo; Afifa, Dhelsy Saniyya; Prihandiwati, Erna; Alexxander; Alfian, Riza; Rianto, Leonov; Herianto, Andri Priyo
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan karakteristik hiperglikemia. Pengobatan membutuhkan waktu lama, kepatuhan minum obat menjadi faktor yang sangat penting. Belum banyak penelitian yang menguji hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan karakteristik pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik, kepatuhan minum obat, dan menguji hubungan antara karteristik dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Banjarmasin.Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampling dilakukan dengan consecutive sampling. Pengambilan sampelsampai periode penelitian yang telah ditetapkan. Didapat sejumlah 76 pasien. Karakteristik pasien diolah dengan statistik deskriptif..Kepatuhan minum obat diukur dengan metode pill count. Hubungan antar variabel diuji dengan spearman test.Hasil penelitian menunjukkan karekteristik pasien yang dominan adalah jenis kelamin perempuan 51 (67,1%), usia 46-55 tahun 40 (52,6%), pendidikan SMA 34 (44,7%), pekerjaan ibu rumah tangga 33 (43,4%), lama menderita >5 tahun 28(36,8%), jumlah obat 1 jenis obat 51 (67,1%), dan tanpa komorbid 41 (53,9%). Kepatuhan minum patuh 54 (71,1%) dan tidak patuh 22 (28,9%). Adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik jenis kelamin (p=0,022) dan usia pasien(p=0,025) dengan kepatuhan minum obat.Kesimpulan Karakteristik jenis kelamin dan usia pasien memiliki hubungan terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Banjarmasin