Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Dengan Penyakit Penyerta Di Poli Jantung RSUD Ratu Zalecha Martapura Riza Alfian; Yugo Susanto; Siti Khadizah
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5774

Abstract

Hipertensi dengan penyakit penyerta adalah salah satu penyebab kematian nomor satu di dunia. Hal tersebut pasti akan membahayakan jiwa pasien dan menurunkan kualitas hidup pasien. Kualitas hidup merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan intervensi pelayanan kesehatan, baik dari segi pencegahan maupun pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien hipertensi dengan penyakit penyerta gagal jantung dan hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus di poli jantung RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif pada pasien rawat jalan di poli jantung selama periode Desember 2015 – Januari 2016. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 71 orang yang terbagi atas 58 orang (82,36 %) pasien hipertensi dengan penyakit penyerta gagal jantung dan 13 orang (17,64 %) pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mengunakan kuesioner Short Form 36 (SF 36). Hasil penelitian menunjukkan untuk 58 orang pasien hipertensi dengan penyakit penyerta gagal jantung 15 orang (25,86%) kualitas hidup baik, dan 43 orang (74,14%) kualitas hidup kurang baik, total skor kualitas hidup rata-rata yaitu 46,21 dengan nilai skor tiap dimensi yaitu fungsi fisik 48,71, fungsi emosi 64,9, fungsi sosial 50,25, kesehatan umum 44,11, keadaan fisik 31,9, keadaan emosi 36,23, dimensi nyeri 36,85, dan fatique 58,72. Sedangkan untuk 13 orang pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus 9 orang (69,23 %) kualitas hidup baik dan 4 orang (30,77 %) kualitas hidup kurang baik, total skor kualitas hidup rata-rata yaitu 67,93 dengan nilai skor tiap dimensi yaitu fungsi fisik 69,54, fungsi emosi 86,00, fungsi sosial 75,96, kesehatan umum 49,68, keadaan fisik 63,46, keadaan emosi 66,67, dimensi nyeri 61,92, dan fatique 70,19. Berdasarkan hasil penelitian di Poli Jantung RSUD Ratu Zalecha Martapura dapat disimpulkan bahwa pasien hipertensi dengan penyakit penyerta gagal jantung mayoritas memiliki gambaran kualitas hidup yang kurang baik dan pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus mayoritas memiliki gambaran kualitas hidup baik. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Hipertensi dengan penyakit penyerta
Perbandingan Pengaruh Penggunaan Layanan Pesan Singkat Pengingat dan Aplikasi Digital Pillbox Reminder Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Riza Alfian; Zakiah Wardati
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i1.5837

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko pada penyakit kardiovaskular dan ginjal. Kalimantan Selatan menempati urutan kedua yaitu sebesar 30,8% sebagai prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia. Ketidakpatuhan terhadap terapi hipertensi merupakan faktor yang dapat menghambat pengontrolan tekanan darah, sehingga memerlukan intervensi untuk membantu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh pemberian pesan singkat pengingat dan penggunaan aplikasi digital pillbox reminder terhadap kepatuhan serta hasil terapi pasien hipertensi rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi-eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif selama periode April-Mei 2015. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 pasien hipertensi dibagi menjadi dua kelompok yaitu 25 pasien (62,5%) yang mendapatkan intervensi berupa pesan singkat pengingat dan 15 pasien (37,5%) yang mendapatkan intervensi digital pillbox reminder. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi tuli dan buta huruf. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner kepatuhan MMAS. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat dan aplikasi digital pillbox reminder dapat meningkatkan kepatuhan pre study 4,79±2,04 dan 5,02±2,30 menjadi 6,09±1,42 dan 7,23±0,99 pada post study dengan nilai p 0,00. Rata-rata peningkatan kepatuhan pada kelompok pesan singkat pengingat 1,30±1,30 dan aplikasi digital pillbox reminder 2,22±1,60 tidak berbeda signifikan (p=0,055). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pesan singkat pengingat dan digital pillbox reminder pada pasien hipertensi dapat meningkatkan kepatuhan pasien minum obat tetapi tidak berbeda signifikan antara kedua kelompok ini.(p>0,05). Kata Kunci — Hipertensi, layanan pesan singkat pengingat, digital pillbox reminder, kepatuhan ABSTRACTHypertension is one of risk factor of cardiovascular and kidney disease. South Borneo was occupied the second place (30.8%) of hypertension prevalence in Indonesia. Non andherence is factor that can inhibit the blood pressure control so that it needs the intervention to improve the adherence of hypertension patients to the therapy. The aim of this study were to investigate the comparison of influence of giving short message reminder and using digital pillbox reminder on adherence and the outcome therapy hypertension patients at RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. This study was conducted with quasi-experimental design and the data was collected prospectively during period April until May 2015. Forty patients were divided into 2 groups, 25 patients (62.5%) were received short message reminder and 15 patients (37.5%) were received digital pillbox reminder intervention.The exclussion criteria were patient with deaf and illiterate conditions. Data collection was conducted with interview and completion of Morisky Modification Adherence Scale (MMAS) questionnaire. The resut of this study showed that giving short message reminder and digital pillbox reminder could improve pre study adherence 4.79±2.04 and 5.02±2.30 increased 6.09±1.42 and 7.23±0.99 at post study with the value p 0.00. The average of increasing adherence on short message reminder group 1.30±1.30 and digital pillbox reminder group 2.22±1.60 were not significantly different (p=0.055). Based on this study, it can be concluded that giving short message reminder and digital pillbox reminder can improve the adherence but not significantly different between this two groups (p>005). Keywords— Hypertension, short message reminder, digital pillbox reminder, adherence
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN TENTANG PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD. DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2016): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.598 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v1i1.24

Abstract

            Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang banyak ditemukan sekarang ini. Perkumpulan Endokrinologi memperkirakan jumlah penderita Diabetes Mellitus di Indonesia akan terus melonjak, dari semula 8,4 juta penderita di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta di tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien serta untuk mengetahui bagaimana hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan tentang penggunaan insulin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam di RSUD Dr. H. Moch. Ansari saleh.               Penelitian ini  menggunakan desain cross sectional bersifat prospektif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan dua kuesioner yaitu kuesioner pengetahuan dan kuesioner kepatuhan (MMAS). Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien penggunaan insulin yaitu tingkat pengetahuan kurang 3 pasien (5,77%), tingkat pengetahuan cukup 16 pasien (30,77%), tingkat pengetahuan baik 33 pasien (63,46%). Kategori tingkat kepatuhan pasien penggunaan insulin yaitu tingkat kepatuhan rendah 21 pasien (40,38%), tingkat kepatuhan sedang 23 pasien (44,24%), tingkat kepatuhan tinggi 8 pasien (15,38). Terdapat korelasi yang tidak bermakna antara dua variabel yang diuji dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi rendah dengan hasil signifikansi 0,082 (p > 0,05).            Berdasarkan penelitian ini disimpulkan pasien pengguna Insulin di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD. Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin didominasi pasien yang mempunyai tingkat pengetahuan baik dan tingkat kepatuhan sedang. Hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan pada penelitian ini tidak bermakna secara statistik. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Insulin, Pengetahuan, Kepatuhan
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PERILAKU PENGOBATAN DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2016): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.856 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v1i2.48

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor utama terjadinya coronary heart disease dan stroke. Prevalensi hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan menempati peringkat kedua sebesar 30,8%. Perilaku pasien terhadap terapi hipertensi merupakan salah satu faktor kunci yang menghalangi pengontrolan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku pengobatan, tekanan darah dan hubungan antara tingkat perilaku pengobatan dengan tekanan darah pasien hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin pada bulan April-Mei 2016.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional. Penentuan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 85 pasien dan kriteria eksklusi sebanyak 118 pasien. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi hamil, buta huruf dan tuli. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan kuesioner tingkat perilaku pengobatan. Data tekanan darah diambil dari catatan medis.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan tingkat perilaku pengobatan dengan tekanan darah pasien hipertensi di Poliklinik penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin oleh tahap kontemplasi 51,76%, aksi 38,9%, prekontemplasi 8,23%, dan persiapan 1,17%. Tekanan darah sistolik rata-rata 167,17 mmHg dan tekanan darah diastolik rata-rata 97,18 mmHg. Hubungan tingkat perilaku pengobatan dengan tekanan darah tidak memiliki hubungan yang bermakna. Hubungan tingkat perilaku pengobatan dengan tekanan darah sistolik dan diastolik sama-sama tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan hasil signifikansi masing-masing 0,934 dan 0,246. 
VALIDASI METODE SPEKTROFOTOMETRI UV PADA ANALISIS PENETAPAN KADAR ASAM MEFENAMAT DALAM SEDIAAN TABLET GENERIK Siska Musiam; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.345 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.78

Abstract

Pengawasan dan pemeriksaan mutu sediaan farmasi dimaksudkan untuk menjamin sediaan obat mengandung bahan dengan mutu dan jumlah yang telah ditetapkan dan mengikuti prosedur analisis standar. Contoh sediaan obat yaitu tablet generik Asam mefenamat. Penetapan kadar Asam mefenamat tablet dapat dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV. Sebelum dilakukan analisis penetapan kadar perlu dilakukan validasi metode analisis untuk membuktikan metode tersebut memenuhi persyaratan untuk digunakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validasi metode spektrofotometri UV pada analisis penetapan kadar Asam mefenamat tablet generik yang ditentukan berdasarkan parameter-parameter tertentu. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan melakukan validasi metode spektrofotometri UV menggunakan tablet generik Asam mefenamat sebagai sampel dari PT. X. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sampel yang mengandung Asam mefenamat. Pengujian ini dilakukan replikasi sebanyak 3 kali. Parameter validasi meliputi Akurasi, Presisi, limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi (LOQ).Hasil penelitian menunjukkan metode spektrofotometri UV dapat digunakan (valid) untuk penetapan kadar Asam mefenamat dalam sediaan tablet generik karena dari hasil uji validasi metode ini menunjukkan nilai linieritas sebesar r = 0,9980, akurasi (99,86%) dan presisi (1,73%) yang valid dan memenuhi syarat uji validasi dengan batas deteksi (LOD) 1,4828 ppm dan batas kuantitas (LOQ) 4,9425 ppm. Hasil penelitian menunjukkan kadar Asam mefenamat dalam sediaan tablet generik adalah 102,081% ± 0,1298 memenuhi standar persyaratan tablet menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 yaitu tidak kurang dari 95% dan tidak lebih dari 105%. Maka berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode spektrofotometri UV pada analisis penetapan kadar Asam mefenamat dalam tablet generik berdasarkan parameter akurasi, presisi, LOD dan LOQ dinyatakan valid.
UJI AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL SEMUT JEPANG (Tenebrio Sp.) PADA TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN Aditya Maulana Perdana Putra; Ratih Pratiwi Sari; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.755 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.83

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks yang memerlukan perawatan medis terus menerus dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial luar kontrol glikemik. Berdasarkan hasil International Diabetes Federation Atlas Sixth Edition, Indonesia pada tahun 2013 menempati urutan ke 7. Obat tradisional yang baru-baru ini dapat menurunkan kadar gula darah yang berasal dari hewan adalah semut jepang (Tenebrio Sp.). Semut jepang (Tenebrio Sp.) sebagai antidiabetes baru dalam tahap penggunaan empiris. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol semut jepang (Tenebrio Sp.) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi dengan aloksan.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu digunakan pre test and post test with control group design dengan 6 kelompok perlakuan. Tikus yang akan diberi perlakuan 3 hari sebelumnya diberikan aloksan secara intraperitonial. Pengukuran kadar gula darah hewan dilakukan pada hari ke-3, ke-6 dan ke-9 setelah perlakuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat tes strip glukosa. Penurunan kadar glukosa darah puasa dari kelompok kontrol dan kelompok uji dianalisis dengan uji General Linier Model pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil analisis dengan uji General Linier Model diperoleh nilai p (signifikansi) 0,252. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan penurunan kadar glukosa darah antar kelompok.
PROFIL KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN Riza Alfian; Herlyanie Herlyanie; Luluk Purwantini
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.401 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.134

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit kronis terkait peningkatan kadar gula darah. Indonesia menduduki peringkat ketujuh untuk penderita DM terbanyak di dunia dengan jumlah 8,5 juta penderita. Prevalensi penyakit DM di Provinsi Kalimantan Selatan di Indonesia menduduki peringkat ke 13 sebesar 1,4 %. Penyakit diabetes melitus membutuhkan pengobatan jangka panjang sehingga efektivitas dan efek samping pengobatan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Derajat kualitas hidup pasien diabetes melitus perlu diketahui untuk dapat menentukan jenis dan intensitas pelayanan kefarmasian yang harus diberikanPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasioal. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 82 pasien. Kriteria inklusi sampel adalah pasien rawat jalan dengan usia 18-65 tahun dengan diagnosa DM yang berobat di RSUD Ulin Banjarmasin, dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi buta huruf dan tuli. Pengumpulan data kualitas hidup dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner EQ-5D. Data kadar GDP diambil dari catatan medis. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kadar GDP sampel penelitian adalah 182,51 ± 51,00  mg/dL. Seratus persen sampel penelitian termasuk ke dalam klasifikasi pasien DM dengan kategori kadar GDP tidak terkontrol. Kualitas hidup rata-rata sampel didominasi oleh kategori kualitas hidup buruk (76,8%).
PENGARUH BRIEF COUNSELING TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Muhammad Reza Pahlevi; Abdul Rahem; Valentina Metasartika; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.182 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.172

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi penyakit seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Pasien diabetes melitus memerlukan intervensi dari farmasis untuk dapat mencapai luaran terapi berupa pengontrolan kadar gula darah dalam batas normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian brief counseling terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari saleh banjarmasin.Penelitian ini menggunakan desain randomised controlled trial. Sejumlah 156 sampel dibagi menjadi dua kelompok acak yaitu 78 pasien yang mendapatkan intervensi (kelompok perlakuan) dan 78 pasien tidak mendapatkan intervensi (kelompok kontrol). Metode intervensi yang digunakan adalah brief counseling. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah pasien dengan kondisi tuli, buta huruf dan tidak kooperatif. Data kadar gula darah yang dikumpulkan adalah kadar gula darah puasa yang diambil dari rekam medis pasien. Data kadar gula darah dianalisis dengan uji wilcoxon dan mann whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah puasa yang signifikan pada post study kedua kelompok (p <0,05). Selisih penurunan kadar gula darah puasa antara kedua kelompok tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p=0,16). Nilai penurunan kadar gula darah puasa kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berturut-turut adalah 16,32 ± 11,56 mg/dL dan 16,87 ± 27,88 mg/dL. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penurunan kadar gula darah puasa pasien diabetes melitus baik yang diberi intervensi brief counseling maupun yang tidak diberi intervensi tidak memiliki perbedaan.
PENGARUH ALARM MINUM OBAT (AMINO) UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI Yusmaniar Yusmaniar; Yugo Susanto; Surahman Surahman; Riza Alfian
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2020): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.051 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v5i1.395

Abstract

According to data from Riskesdas 2018 there was an increase in the prevalence of hypertension in Indonesia from 25.8% in 2013 to 34.1% in 2018. Inadequacy in taking medicine is one of the factor contributed. This research discusses the importance of the application of taking medication alarms for consultation taking medication and hypertension patients' blood pressure. The study was conducted using a quasi-experimental two group pretest posttest design. Observed data are the level of adherence and blood pressure. The study was conducted at 2 Banjarmasin Puskesmas. Data collection collected in the period August - October 2019. Research data were obtained by filling in the MARS questionnaire, while blood pressure data was taken from medical records. This study involved 25 samples each in the control and intervention groups. The intervention given was in the form of installing medication alarm in sample smartphone. The Wilcoxon Test to determine differences in the average category of level of adherence, and blood pressure samples at the beginning and end of the study. In the pre study 100% of the sample intervention group were at moderate medication adherence rates and in the post study it changed to 40% at moderate medication adherence levels and 60% at high medication adherence levels. Statistical test results show a significant increase in medication adherence. Systolic and diastolic blood pressure in the intervention group also experienced a significant decrease (p <0.05). The results of the study in the control group showed no increase in medication adherence and no significant decrease in blood pressure.
AKTIVITAS ANTIFUNGI FLAVONOID DARI EKSTRAK DAUN Citrus aurantifolia KALIMANTAN SELATAN TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Siska Musiam; Fitria Ulfah; Imam Agus Faisal; Eka Kumalasari; Riza Alfian
AFAMEDIS Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi Indonesia AFAMEDIS
Publisher : Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.656 KB)

Abstract

Candida albicans adalah jamur paling mudah menginfeksi yang menyebabkan banyak penyakit seperti infeksi mulut, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran pencernaan. Salah satu alternatif untuk menyembuhkan penyakit jamur adalah menggunakan ramuan herbal yang mengandung senyawa flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan strain Candida albicans. Citrus aurantifolia adalah salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai penambah nafsu makan, antipiretik, diare, menurunkan berat badan, antiinflamasi, dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid yang ada pada daun Citrus aurantifolia dan kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan strain Candida albicans menggunakan metode in-vitro. Pada penelitian ini, senyawa flavonoid dalam daun Citrus aurantifolia diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Penentuan kadar flavonoid dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Visible dengan panjang gelombang 417 nm dan diperoleh kadar 34,42% (b/v). Kelompok perlakuan aktivitas antifungi menggunakan ekstrak etanol daun Citrus aurantifolia dengan konsentrasi 50%; 60%; 70%; 80%; 90%; dan 100%. Uji daya hambat Candida albicans dilakukan dengan menggunakan metode difusicakram . Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 80%, 90% dan 100% memiliki aktivitas antifungi dengan rata-rata zona hambat masing-masing 3,36 mm; 4,08 mm; dan 8,30 mm.