Claim Missing Document
Check
Articles

INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA MELALUI PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP AL-FURQON JEMBER Sinta Amilia Asfarina; Sofyan Rofi; Dhian Wahana Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49653

Abstract

Religious moderation is one of the important pillars in maintaining the harmony of the life of the pluralistic Indonesian people. This study aims to examine in depth how Islamic Religious Education (PAI) teachers internalize the values of religious moderation to students at Al-Furqon Junior High School Jember. Using a descriptive qualitative approach through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies, this study identifies three main dimensions of the role of PAI teachers, namely as value educators, role models of moderate character, and facilitators of tolerance habituation. The findings of the study show that the cultivation of moderation values is carried out through the integration of PAI materials with local wisdom, the application of the Discussion-Based Worksheet-based discussion method (LKBD), and the example of teachers in daily interactions. The positive impacts that can be seen include the formation of tolerance, the increase of balanced religious awareness, and the creation of a harmonious school environment. This study also highlights that the success of internalizing the value of religious moderation is greatly influenced by the quality of teacher examples, school cultural support, and integration between religious values and national values. The implications of this research are relevant for education policy developers in designing a PAI curriculum that is more adaptive to Indonesia's diversity. Keywords: religious moderation, PAI teachers, internalization of values, tolerance, Al-Furqon Junior High School Jember
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DI SMP MUHAMMADIYAH 9 WATUKEBO Noval Aldika Putra; Siti Nursyamsiyah; Dhian Wahana Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59468

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays an important role in shaping students' character and promoting the internalization of local wisdom values. This study aimed to determine the influence of Islamic Religious Education materials on the internalization of local wisdom values among eighth-grade students at SMP Muhammadiyah 9 Watukebo. This study used an associative quantitative approach with a population of 116 students, all of whom were used as the sample through a total sampling technique. The research instrument was a Likert-scale questionnaire consisting of 20 items measuring the Islamic Religious Education variable and 10 items measuring the Local Wisdom variable. The validity test indicated that all items were valid, while the reliability test yielded Cronbach's Alpha coefficients of 0.768 and 0.656 respectively. The normality test showed that the data were normally distributed (Sig. = 0.059) and the linearity test showed a linear relationship between the two variables (Sig. = 0.000). Simple linear regression analysis produced an R Square value of 0.194, indicating that Islamic Religious Education materials contributed 19.4% to the internalization of local wisdom values, while the remaining 80.6% was influenced by other factors outside this study, such as school culture, teacher role modeling, and the family and community environment. It can therefore be concluded that Islamic Religious Education materials have a significant, although weak, influence on the internalization of local wisdom values among students at SMP Muhammadiyah 9 Watukebo.
Penguatan Pelajar Rahmatan Lil Alamin melalui POP BOOK Risalah Islam Berkemajuan di M.I Muhammadiyah 1 Balung Kulon Hairul Huda; Dhian Wahana Putra
Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v5i1.3143

Abstract

Upaya dalam penguatan moderasi agama yang dilakukan oleh Kementerian agama melalui proyek penguatan profil pelajar. Kalau di Kemendikbud terdapat profil pelajar Pancasila sebagai penguatan karakter. Maka kemenag meluncurkan proyek penguatan pelajar rahmatan lil ‘alamin (P2RA). P2RA yaitu profil pelajar dengan karakter berdasarkan butir Pancasila yang memiliki sikap ketaqwaan terhadap tuhan, akhlak yang baik, dan memiliki sikap moderat dalam menjalani agama yang diyakini. permasalahan mitra diantaranya pertama adalah dalam proyek profil pelajar rahmatan lil alamin yang berkenaan dengan Risalah islam berkemajuan belum memenuhi dari beberapa proyek yang sudah direncanakan. Risalah Islam berkemajuan penekanan ada lima karakteristik yang menjadi inti Islam berkemajuan, yaitu Berlandaskan tauhid, Kembali kepada Al-Qur’an dan sunah, Menghidupkan ijtihad dan tajdid, Mengembangkan wasatiah, dan Islam agama rahmatan lil-alamin. Maka program terkait penguatan kelima karakter yang ada pada Rislah islam berkemajuan harus lebih ditekankan. Maka sekolah selayaknya membuat modul proyek pelajar rahmatan lil alamin yang berkaitan dengan Risalah islam berkemajuan.  Permasalahan yang kedua adanya ketidak pahaman terkait dengan risalah islam berkemajuan warga AUM MIS Muhammadiyah Balung maka perlu enterpretasi dalam buku panduan yang sudah disusun oleh tim. Pemahamn akan risalah islam berkemajuan yang perlu dipahamai dalam modul proyek pelajar rahmatan lil alamin perlu di tegaskan dalam buku pembelajran yang lebih mudah dipahami oleh peserta didik dan guru. Solusi pertama yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah program peningkatan pengetahuan siswa dan guru terkait dengan modul proyek pelajar rahmatan lil alamin. Materi yang diberikan berkaitan dengan pemahaman dan penyusunan modul proyek pelajar rahmatan lil alamin. hasil dari solusi pertama ini adalah meningkatnya pemahaman siswa dan guru terkait dengan  pengetahuan dan Menyusun modul proyek pelajar rahmatan lil alamin, mampu Menyusun modul rahmatan lil alamain serta mengimplementasikan modul proyek pelajar rahmatan lil alamin di madrasah. Kedua adalah Memberikan pemahaman Risalah Islam Berkemajuan mengguankan media pembelajaran yang lebih interaktif seperti POP BOOK RIB. Buku pop-up memberikan visualisasi cerita yang lebih menarik.
Penguatan Kompetensi Pegawai Klinik Suherman dalam Perawatan Jenazah Sesuai Standar Keislaman Siti Nursyamsiyah; Dhian Wahana Putra; Bahar Agus Setiawan; Hairul Huda
Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v5i2.4597

Abstract

Keterampilan perawatan jenazah merupakan pengetahuan penting yang wajib dipelajari oleh semua orang. Tidak pandang laki-laki dan perempuan, tua atau muda. Karena perawatan jenazah merupakan fardhu kifayah yang harus dipenuhi oleh umat muslim. Banyak peserta belum memahami betul terkait dengan perawatan jenazah khususnya dalam memandikan jenazah baik pada aspek teoritis maupun praktis. Sehingga pelaksanaan pengabdian ini penting sekali dilakukan mengingat mereka semua adalah sebagai perawat yang akan mengabdi di masyarakat. Dalam konteks di masyarakat perawatan jenazah harus sesuai dengan tuntutan syariat Islam baik dalam proses memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan. Pegawai klinik Suherman sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan dan seringkali menjadi pihak pertama yang berhadapan langsung dengan jenazah di klinik. Namun berdasarkan hasil wawancara dengan kepala bagian disampaikan bahwa sebagian mereka belum memahami betul terkait dengan perawatan jenazah sesuai dengan syariat, sehingga berpotensi akan berdampak pada kesalahan prosedur dan pelayanan. Maka dari itu diperlukan program kajian perawatan jenazah secara sistematis dan implementatif. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan melalui 4 tahapan yaitu observasi awal, pelaksanaan sosialisasi perawatan jenazaah pada semua pegawai klinik Suherman dilanjutkan dengan evaluasi dan refleksi. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pemahaman pegawai klinik Suheman bukan hanya pada aspek teoritis namun mampu mempraktikkan perawatan jenazah dengan baik mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan dan mnguburkan. Bahkan mereka mampu menjawab tantangan yang terjadi yang dihadapi pada saat perawatan jenazah. Sehingga dapat dikatakan pegawai klinik Suherman dapat memberikan pelayanan secara holistik.