Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan Ibu Tentang Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Zahwa Aida Nirmaya; Wahyuningsih Triana Nugrahaeni; Wahyu Tri Ningsih; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1941

Abstract

Seorang bayi dianggap memiliki berat lahir rendah (BBLR) jika berat lahirnya kurang dari 2.500 gram. Di Puskesmas Semanding pada tahun 2023 jumlah kasus BBLR yaitu 5,9% dan masih menjadi masalah serius dikarenakan kasusnya selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Adapun tujuan studi ini ialah guna mengevaluasi tingkat pengetahuan ibu mengenai bayi dengan BBLR. Tujuan pendekatan deskriptif dalam studi ini adalah untuk menggambarkan secara mendalam pemahaman ibu-ibu terhadap LBW. Populasi yang diteliti terdiri dari lima puluh wanita hamil pada trimester pertama. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan menggunakan total sampling yang banyaknya 50 orang. Instrumen penelitian memakai kuisioner. Data di analisa dengan analisis deskriptif table, presentasi, distribusi frekuensi. Sebagian besar ibu hamil, yaitu sekitar 84%, ada pada kisaran umur 20 sampai 35 tahun. Hampir setengah dari responden, yaitu 48%, memiliki latar belakang pendidikan SMA. Selain itu, mayoritas ibu hamil, sebanyak 62% bekerja. Dari perolehan studi diperoleh, bahwasannya 60% ibu hamil mempunyai wawasan yang baik mengenai bayi dengan BBLR. Berdasarkan karakteristik, mayoritas ibu dengan pengetahuan baik berada dalam kelompok usia 20 hingga 35 tahun. Selain itu, sebagian besar ibu dengan pengetahuan baik dari pendidikan SMA dan merupakan ibu yang bekerja. Ibu hamil yang domisilinya di wilayah pelayanan Puskesmas Semanding menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik terkait BBLR dikarenakan hampir setengah ibu hamil berpendidikan SMA, dimana ibu dengan pendidikan SMA lebih mampu memahami materi yang disampaikan oleh tenaga kesehatan, mengikuti penyuluhan, serta lebih mudah mengakses informasi melalui berbagai media.
Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Ttd) Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang ANGGITA PUTRI, KELVIN; TRI NINGSIH, WAHYU; TRIANA NUGRAHENI, WAHYUNINGSIH
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.89

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kasus anemia remaja putri tertinggi Kabupaten Tuban berada di wilayah Kerja Puskesmas Prambontergayang. Hal tersebut akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangannya, mereka calon ibu yang akan hamil dan melahirkan hal tersebut memperbesar risiko kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan kepatuhan terhadap konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Prambontergayang. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 186 orang, dengan besar sampel 127 remaja putri. Teknik pengambilan sampel simple random sampling.  Variabel penelitian pengetahuan, sikap dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di wilayah kerja puskesmas Prambontergayang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan hampir setengah (36,2%) remaja putri memiliki pengetahuan kurang terhadap konsumsi tablet tambah darah, sebagian besar (56,7%) memiliki sikap positif terhadap konsumsi tablet tambah darah dan hampir seluruhnya (79,5%) memiliki kepatuhan rendah terhadap konsumsi tablet tambah darah. Oleh sebab itu pengawasan dalam konsumsi tablet tambah darah yang rutin (52 butir) setiap tahun diperlukan untuk mencegah anemia.   Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan, Tablet Tambah Darah  ABSTRACT The highest increase in anaemia cases among adolescent girls in Tuban Regency is in the Prambontergayang Health Centre working area. This will have a negative impact on their growth and development, they are future mothers who will become pregnant and give birth it increases the risk of maternal and infant mortality. This study aims to determine the description of knowledge, attitudes and compliance with the consumption of blood supplement tablets (BST) in adolescent girls in the Prambontergayang Health Centre working area. The research design used descriptive with a cross sectional approach. The population in this study was 186 people, with a sample size of 127 adolescent girls. Simple random sampling technique.  Research variables of knowledge, attitude and compliance of blood supplement tablets consumption in adolescent girls in the working area of the Prambontergayang Health Centre. Data collection using a questionnaire through google form. Data analysis using frequency distribution. The results of this study showed that almost half (36.2%) of adolescent girls had insufficient knowledge of blood tablet consumption, most (56.7%) had a positive attitude towards blood tablet consumption and almost all (79.5%) had low compliance with blood tablet consumption. Therefore, supervision in the consumption of blood supplement tablets regularly (52 grains) every year is necessary to prevent anaemia.  Keywords: Knowledge, Attitude, Compliance, Iron Supplement
Karakteristik Usia Dan Pengetahuan Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid 19 Di Kelurahan Sidorejo Kecamatan Tuban NINDITO, MELDHA ERLIAN; TN, Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.98

Abstract

ABSTRAK Kenaikan kasus covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.Berdasarkan survei awal di Kelurahan Sidorejo masyarakat tidak melakukan 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi dengan baik dan benar.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variable dependendalam penelitian ini adalah pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19, sedangkan variabel independen adalah karakteristik usia. Cara pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis dengan menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat berusia 17-45 Tahun (56,9 %), hampir setengahnya  (44,4%) memiliki pengetahuan tentang pencegahan covids 19 yang kurang .kelurahan sidorejo yaitu sebanyak tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak berpengetahuan kurang dan cukup. Ada hubungan p=0,000  (p< 0,05) antara karakteristik usia dengan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19, dimana masyarakat  yang berusia dibawah 46 tahun cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding yang berusia di atas 46 tahun. Masyarakat diharapkan mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi menggunakan media promosi yang disesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat pendidikan masyarakat.          Kata kunci : Karakteristik Usia, Pengetahuan, Covid-19  ABSTRACT The increase in covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission. Based on an initial survey in Sidorejo Village, people did not do the 5Ms, namely wearing masks, maintaining distance, washing hands using soap, staying away from crowds, limiting mobilization and interaction properly and correctly.  This study aims to determine the relationship between age characteristics and the level of community knowledge about preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The dependent variable in this study is knowledge in preventing Covid-19 transmission, while the independent variable is age characteristics. How to collect data using a questionnaire which was then analyzed using the Chi Square test. The results showed that most of the people aged 17-45 years (56.9%), almost half (44.4%) had knowledge about the prevention of covids 19 which was lacking. There is a relationship of p=0.000 (p<0.05) between age characteristics and community knowledge about preventing Covid-19 transmission, where people under 46 years old tend to have better knowledge than those over 46 years old. The community is expected to get counseling or socialization using promotional media tailored to the age level and education level of the community. Keywords: Age Characteristics, Knowledge, Covid-19
Pendidikan Dan Pengetahuan Masyarakat Tentang Cuci Tangan Pakai Sabun Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 -, Inggrid Tiara Aditami; TN, Wahyuningsih; Tri Ningsih, Wahyu
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.105

Abstract

ABSTRAK   Kenaikan kasus Covid-19 disebabkan karena tingginya mobilitas dan kurangnya pengetahuan, kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 salah satunya adalah cuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga RT : 03 Kelurahan Sidorejo dengan jumlah 150 dengan sampel 109 orang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan masyarakat,  sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19. Cara pengambilan data  menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunaka uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya (44,0%) pendidikan masyarakat adalah pendidikan dasar, hampir seluruhnya (80,7%) masyarakat memiliki pengetahuan kurang tentang cuci tangan pakai sabun. Ada hubungan antara pendidikan dengan  pengetahuan masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun dalam pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Sidorejo (p=0,000). Perlu upaya sosialisasi yang lebih tentang cuci tangan. Pengembangan program pendidikan dan intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap cuci tangan sebagai langkah pencegahan COVID-19             Kata kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Covid-19 ABSTRACT The increase in Covid-19 cases is due to high mobility and lack of knowledge, public awareness in efforts to prevent Covid-19 transmission, one of which is hand washing. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and the level of public knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission. The research design used was an analytic correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all heads of families of RT: 03 Sidorejo Village with a total of 150 with a sample of 109 people taken with purposive sampling technique. The independent variable in this study is community education, while the dependent variable is community knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission. The data collection method used a questionnaire and then analyzed using the Chi Square test. The results showed that almost half (44.0%) of the community's education was primary education, almost all (80.7%) of the community had insufficient knowledge about hand washing with soap. There is a relationship between education and public knowledge about hand washing with soap in preventing Covid-19 transmission in Sidorejo Village (p=0.000). More socialization efforts about hand washing are needed. Development of educational programs and interventions that are more effective in increasing awareness and compliance with hand washing as a preventive measure for COVID-19 Keywords : Education, Knowledge, Hand Washing with Soap, Covid-19
Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Hidup Bersih dan Sehat dalam Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Mukhtariyah Syafi'iyah 1 Beji Tuban Titik Sumiatin; Binti Yunariyah; Wahyu Tri Ningsih
Journal of Ners and Midwifery Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v4i1.ART.p023-027

Abstract

Scabies dikenal di Indonesia sebagai penyakit kulit. Lebih sering dikenal dengan penyakit gudik yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap saccoptes scabiei. Skabies juga dikenal sebagai penyakit menular yang mendunia dengan estimasi 300 juta kasus setiap tahunnya. Prevalensi ini bervariasi dan fluktuatif setiap waktunya. Prevalensi penyakit skabies di Indonesia adalah sekitar 6-27% dari populasi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat santri  setelah diberikan pendidikan kesehatan. Desain penelitian menggunakan Pre Experimental design. Populasinya adalah seluruh santri yang   di pondok pesantren Mukhtariyah Syafi’iyah 1 di Desa Beji, Kec. Jenu Kab. Tuban. Sample ditentukan secara random sampling yaitu 80 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan uji statistik Spearman dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan Pengetahuan Santri pondok pesantren tentang hidup bersih dan sehat dalam mencegah penyakit skabies sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengalami peningkatan. Sesuai hasil uji Analisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test pada data pretest dan post-test menghasilkan nilai p=0,000 (<0,05), yang berarti sangat signifikan. Pendidikan kesehatan sangat efektif dalam merubah pengetahuan santri, sehingga sangat disarankan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan di pondok-pondok yang ada di wilayah Kabupaten Tuban.
Peran Keluarga dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) melalui Pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i2.ART.p170-176

Abstract

Program Indonesia Sehat yang diluncurkan Kementerian Kesehatan tahun 2016, disebabkan oleh masih belum tercapainya misi “Indonesia Sehat”sesuai target yang telahditetapkan. Berbagai masalah kesehatan yang belumtercapai salah satunya adalah Pencapaian Program Keluarga Berencana.Tujuan penelitan ini adalah mengetahui bagaimana peran keluarga dalam Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) dalam Program Keluarga Berencana. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Diskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga di wilayah Puskesmas Sumurgung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, yaitu sebanyak 9570 keluarga, dengan tehnik pengambilan sampel secara Cluster diperoleh sampel sebanyak 384 keluarga.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, yang diambil dari materi lembar balik dari Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dari Kementerian Kesehatan. Data yang terkumpul dianalisa dengan prosentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan Peran keluarga dalam mengikuti Program Keluarga Berencana, mengacu dari pelaksanaan 5 tugas keluarga yaitu Mayoritas keluarga (99,22%) Mengenal tentang Keluarga Berencana, Lebih dari separoh keluarga (68, 23 %)  mampu mengambil Keputusan untuk melakukan Keluarga Berencana, Lebih dari separoh keluarga (51,82%)  mengikuti program Keluarga Berencana, Lebih dari separoh keluarga (56,25%)  mampu memodifikasi Lingkungan bagi keluarga yang mengikuti Kb, dan Mayoritas keluarga (99,22%)  mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat untuk ikut program keluarga Berencana. Untuk tetap meningkatkan peran keluarga yang belum optimal kerjasama petugas kesehatan/pelayanan kesehatan terdekat, kader kesehatan dan keluarga sangat dibutuhkan, agar program ini tetap bisa berjalan secara berkesinambungan, dan mencapai hasil yang diharapkan. The Healthy Indonesia Program launched by the Ministry of Health in 2016 was the consequence of the "Healthy Indonesia" mission which was not achieved the targets set. One of achievement which was not achieved the target set was the Birth Control Program. The purpose of this study was to find out the way how to improve the role of families in the healthy Indonesia Program with the family approach (PIS-PK) in the Birth Control Program. The study used descriptive with Cross Sectional approach. The population in this study was the whole family in the area of the Puskesmas in Sumurgung District in Palang District in Tuban,  as many as 9570 families. The sample was 384 families taken by cluster sampling technique. The data was collected by questionnaire, taken from the flipchart material from the Healthy Indonesia Program with the Family Approach (PIS-PK) from the Ministry of Health. The collected data was analyzed with a percentage and presented in tabular form. The results of the study showed that family behavior follows the Birth Control Program, referring to the implementation of 5 family tasks. The majority of families (99.22%) were familiar with birth control program, more than half of families (68, 23%) are able to make decisions to do birth control program, more than half of families (51.82%) follow the family birth control program, more than half of families (56.25%) were able to modify the environment for families following the Kb, and the majority of families (99.22%) were able to utilize the nearest health facility to participate in the birth control program. In order to increase the role of the family that was not optimal the cooperation of health workers / closest health services, health cadres and families are needed, so that this program can continue to run continuously, and achieve the expected results.
Determinants of Smoking Behavior in Adolescents Titik Sumiatin; Wahyu Tri Ningsih; Su'udi Su'udi; Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i
Journal of Ners and Midwifery Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v9i1.ART.p018-027

Abstract

Smoking behavior as one of the riskiest behaviors carried out by teenagers has always been a problem throughout the ages. As long as the root cause is still there and supported by various policies that are in favor of the owners of the cigarette industry, during that time the problem of smoking will always exist. One of the districts in East Java with the highest number of smokers is Tuban. This study aims to determine what factors are the most dominant influencing adolescent smoking behavior in Tuban Regency. The population in this study were junior high school youth in the district of Tuban, both smokers and non-smoker. The design in this study was analytic with a Cross-Sectional approach. The population was junior high school youth, both male and female, totaling 2,866, with a sample size of 287 using purposive sampling. The independent variables in this study were gender, puberty status, self-esteem, motivation, health status, work, economy, environment, friends, family, models/role models. Data was collected using a questionnaire compiled by the research team using the Pender Model theory approach. The collected data was analyzed by logistic regression test. The results showed that most of the adolescents did not smoke by 98.61%, more than half of the adolescents were female (58.89%), almost all of them had experienced puberty (96.17%), most of them had negative self-esteem (88.50%), all of whom stated that smoking did not motivate to do activities, all of them stated that they did not smoke during their illness, almost all of them did not have a side job (97.56%), more than half of the parents had income above the minimum wage (53.31%), almost all stated that the environment did not affect smoking behavior (99.30%), almost all stated that friends did not influence smoking behavior (98.95%), almost all stated that family did not influence smoking behavior (99.65%), and almost all stated that their model/role model did not affect smoking behavior (99.65%). Based on the results of statistical tests, it was found that all factors had a significance > 0.05 so that there were no factors that significantly influenced smoking behavior in adolescents or in other words there was no dominant factor that significantly affected smoking behavior in adolescents in Tuban district. For related parties such as schools, the health office, health education participate in maintaining and continuing to improve education to adolescents about the dangers of smoking so that adolescents do not engage in behaviors that are more risky to health than the benefits obtained.
Dampak penggunaan smartphone pada remaja Sumiatin, Titik; Ningsih, Wahyu Tri; Yunariyah, Binti; Nugraheni, Wahyuningsih Triana; Agnes, Yeni Lufiana Novita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.2093

Abstract

Background: Smartphone use among adolescents has become a problem widely perceived by parents. The increasing duration of smartphone use over the years has also become a serious issue, prompting complaints from various parties. The various impacts that are beginning to be felt due to smartphone use have prompted some parties to take preventative measures. Purpose: To determine the impact of smartphone use on adolescents. Method: The research design used a descriptive approach, with a population of all adolescents at State Senior High School 2 Tuban. The sample size was 224 respondents, and the sampling technique used was simple random sampling. The research instruments used were a knowledge questionnaire and the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) translated into Indonesian. Results: Of the 224 teenagers who used smartphones, more than half were addicted (61.6%). Impacts found on teenagers due to smartphone use included 78.6% experiencing poor mental health, 31.7% experiencing poor social relationships, the majority (92.9%) experiencing emotional instability, 30.8% engaging in risky behavior, and more than half (60.0%) having inactive physical activity. Conclusion: Smartphone use among adolescents negatively impacts mental health, social relationships, emotional well-being, risky behavior, and physical activity.   Keywords: Adolescents; Impact; Smartphone.   Pendahuluan: Penggunaan smartphone pada remaja saat ini telah menjadi masalah yang banyak dirasakan oleh orang tua.  Peningkatan durasi penggunaan smarthphone dari tahun ke tahun juga menjadi masalah serius yang dikeluhkan berbagai pihak. Banyaknya dampak yang mulai dirasakan akibat penggunaan smartphone, menyebabkan beberapa pihak telah mengambil tindakan pencegahan. Tujuan: Untuk mengetahui dampak penggunaan smartphone pada remaja. Metode: Desain penelitian menggunakan diskriptif dengan populasi seluruh remaja di SMAN 2 Tuban, besar sampel yang digunakan sebanyak 224 responden, teknik pengambilan sampel  simple random sampling. Instrumen penelitian mengadopsi dari kuesioner pengetahuan dan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) yang telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil: Sebanyak 224 remaja yang menggunakan smartphone, lebih dari separuh termasuk dalam kecanduan (61.6%). Dampak yang ditemukan pada remaja akibat penggunaan smartphone, antara lain 78.6% memiliki kesehatan mental yang buruk, 31.7% memiliki hubungan sosial buruk, mayoritas (92.9%) memiliki emosional yang tidak stabil, 30.8% mempunyai perilaku berisiko, dan lebih dari separuh (60.0%) memiliki aktivitas fisik dalam kategori tidak aktif. Simpulan: penggunaan smartphone pada remaja memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, emosional, perilaku berisiko, dan aktivitas fisik.   Kata Kunci: Dampak; Remaja; Smartphone.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Dengan Status Gizi Pada Balita Dipuskesmas Semanding Sabila Dhiyaul Auliya; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana N; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i9.1910

Abstract

Status gizi balita sangat dipengaruhi oleh peran ibu yang berperan menjadi pengambil keputusan utama pada pemenuhan kebutuhan gizi anak. Pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu menjadi faktor penting dalam menciptakan kondisi gizi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding. Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini tersusun atas ibu yang mempunyai balita, yang diambil mempunyai metode purposive sampling, yang bisa diperoleh sampel sejumlah 114. Data diambil melalui kuesioner dan pengukuran status gizi balita. Analisis data dilangsungkan melalui uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Temuan penelitian menjabarkan Sebagian besar ibu tingkat pengetahuan baik mempunyai balita dengan berat badan kurang (87%) hasil uji chi square diperoleh (p value=0,008) terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita, temuan menunjukkan mayoritas ibu dengan sikap cukup mempunyai balita dengan berat badan kurang (73%) temuan uji chi square menunjukkan skor (p value =0,016), mengindikasikan terdapat hubungan sikap ibu dengan status gizi balita,hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar ibu dengan perilaku cukup mempunyai balita dengan berat badan kurang (75%) temuan uji chi square diperoleh(p value=0,012) terdapat hubungan perilaku ibu dengan status gizi balita. Terdapat hubungan yang signifikansi antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan status gizi pada balita. Upaya peningkatan edukasi gizi kepada ibu sangat diperlukan untuk mencegah masalah gizi pada balita.
PENGUATAN DASA WISMA DALAM PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN PADA PENYAKIT HIPERTENSI UPAYA PENCEGAHAN GAGAL JANTUNG DI SIDOARJO Moch Bahrudin; Tanty Wulan Dari; Siti Maimuna; Titik Sumiatin; Su&#039;udi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i2.7096

Abstract

Health cadres are one of the pillars of Family Empowerment and Welfare, serving as a link between health workers and the community. Therefore, one of their responsibilities is to ensure that community members are in good health, particularly in managing hypertension, where there are still differing perspectives among the community in addressing hypertension as part of efforts to prevent heart failure, and these differences require intervention. In this situation, health cadres play a crucial role in managing hypertension and preventing it from worsening. This initiative aims to empower health cadres through capacity-building programs focused on appropriate hypertension management in Jambangan Village. The author used several methods to carry out the empowerment, such as lectures, discussions, question-and-answer sessions, and fun games. As a result of this activity, most participants were able to understand the definition, criteria, symptoms, and mild treatment of hypertension. There were three questions from the participants: physical activity management, first aid for hypertension, and how to take hypertension medication.
Co-Authors -, Inggrid Tiara Aditami Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi'i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Afiyanti, Uhti Ulfa Agnes, Yeni Lufiana Novita Agung Parmono Amania Fajriati Amara Cantika Septionona Anggita Intan Cahyani ANGGITA PUTRI, KELVIN Anugrahaeni, Herni Ayu Ariyana, Khofifah Novi Bagus F, Mochamad Yanuar Bagus Setiawan, Ardi Berfilda, Valda Klisa Berkah, Tampi Binti Jumali Binti Yunariyah, Binti Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Dari, Tanty Wulan Devi Nilna Muna Donna Tarwiyyati Qoiriyyah Ellen Rygh Farika Izaz Salsabila Fatimatus Zahro Firnanda Gita Putri Oktavia Riningsih Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Haura Ilma Nafi’a Herlambang, Yoga Septian Intan Athalia Christine Izzulhaq, Lazuardi Nabiel Jaquelyn Jasmine Kema Azzahra Konie Febrianingrum Kusuma, Wahyu Jati Kusumawati, Yesi Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Laura Azhira Ladya Sheril Lenny Putri Yunita Gayatri Lintang Padharani Atmajaningtyas Mamluatun Ni’mah Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari NINDITO, MELDHA ERLIAN Nugraheni, Wahyu Triana Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nuraini, Widya Nurmalitasari, Ansika Nurul Haromaini Puji Lestari, Anita Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Puspita Dewi, Teresia Retna Reisha, Reisha Ayu Dwi Retna P.D, Teresia Retna, Teresia Ririn Krisnawati Risa Nur Fadila Rizkiatul Nisa, Rizkiatul Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Sabila Dhiyaul Auliya Salsabila Putri, Jihan Salsabilla Dyah Arifin Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Nurkusaeni SRI UTAMI Su&#039;udi Su'di SU'UDI Su'udi Su'udi Su'udi, Su'udi Sumiatin , Titik Supriyanti Supriyanti Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi, Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna P Titik Sumiatin TITIK SUMIATIN Titik Sumiatin TN, Wahyuningsih Tria Ayu Mahmudah Triana N, Wahyuningsih Virnavanka Greslanda Putri Wahyuningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Wicaksana, Dhimas Putra Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyuriyanto Yasmin Asih Scheiber Yazid Al Busthomy Rofi'i, Aby Yoga Septian Herlambang Zahwa Aida Nirmaya