Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban Haura Ilma Nafi’a; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium laprae. Penyakit Kusta menyerang saraf tepi/perifer, kemudian kulit, dan juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti mata, mukosa saluran nafas, otot, tulang dan terkadang testis. Penyakit kusta selain mengganggu Kesehatan dapat juga mengganggu kesejahteraan penderita dikarenakan stigma Masyarakat yang buruk terhadap penyakit kusta. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung”. Desain penelitian yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di RW 2 dan RW 6 Desa Ngimbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban dengan sejumlah 240 KK. Dengan Teknik Sampling sejumlah 150 KK. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Kusta. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan masyarakat di Desa Ngimbang Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung terbanyak memiliki Tingkat pengetahuan cukup yaitu 74 orang (49%) dan hanya sebagian kecil yang berpengetahuan kurang yaitu 25 orang (17%). Pengetahuan mengenai penyakit kusta harus dimiliki dengan baik oleh masyarakat karena pengetahuan tersebut sangat bermanfaat untuk sikap positif masyarakat kepada penderita kusta. karena dengan adanya pandangan positif masyarakat, penderita kusta tidak perlu takut akan dijauhi oleh masyarakat dan bisa menjalani pengobatan secara maksimal.
Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Konie Febrianingrum; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pola makan yang kurang dan aktivitas fisik yang ringan menyebabkan hipertensi sehingga berisiko menyebabkan kerusakan pada jantung, pembuluh darah hingga kematian. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Desain penelitian menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota program prolanis yang berjumlah 50 orang di Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban dengan besar sampel sejumlah 44 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola makan (Food Frequency Questionaire) dan kuisioner aktivitas fisik (Baecke Physical Activity). Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota prolanis memiliki pola makan kurang, seluruhnya memiliki aktivitas fisik ringan, dan sebagian besar menderita hipertensi. Hasil uji spearman rank didapatkan ada hubungan antara pola makan kurang dengan kejadian hipertensi dengan p-value = 0,001. Dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi didapatkan p-value = 0,001. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi dan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Pola makan kurang dan aktivitas fisik ringan berkaitan dengan kejadian hipertensi seseorang. Artinya apabila pola makan kurang dan aktivitas fisik ringan menyebabkan hipertensi karena dengan makanan yang tinggi garam dan tidak melakukan aktivitas fisik secara rutin maka akan meningkatkan kerja jantung sehingga terjadi hipertensi.
Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban Syavira Aulia Mentari; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif yaitu pemberian ASI sejak bayi lahir yang diberikan hingga usia enam bulan tanpa pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya, termasuk air. ASI belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Wilayah kerja puskesmas Wire memiliki cakupan pemberian ASI Eksklusif yang rendah. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengatuhi pemberian ASI Eksklusif Di Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Desain dalam penelitian ini adalah Analitik. Analisis data menggunakan Analisis Uji Chi–Square. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu Yang Memiliki Balita Di Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Yang Berjumlah 50 Orang dengan besar sampel 44 ibu. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,520 > 0,05. Ada hubungan antara usia ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,002 < 0,05. Ada hubungan antara pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,000 < 0,05. Ada hubungan antara dukungan suami dan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p 0,000 < 0,05. Faktor pengetahuan tidak mempengaruhi dengan pemberian ASI Eksklusif karena selain pengetahuan terdapat faktor lain seperti faktor usia, pendidikan, dan dukungan suami dan keluarga yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif pada balita.
Hubungan Pengetahuan HIV/Aids Dengan Stigma Remaja Terhadap Odha Di MAN 1 Tuban Muhammad Fredy Hardiansyah; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma terhadap ODHA adalah sikap yang tidak adil. Stigma dan diskriminasi memiliki dampak pada kesehatan, dalam kehidupan dan kesejahteraan orang yang hidup dengan penyakit HIV atau berisiko HIV, terutama populasi kunci. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma remaja terhadap ODHA di MAN 1 Tuban. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Tuban dengan populasi seluruh siswa kelas X MAN 1 Tuban yang berjumlah 349 Siswa, dan di dapatkan sample dari sebagian siswa kelas X MAN 1 Tuban yang berjumlah 186 Responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Dan variabel dalam penelitian ini adalah variabel independen pengetahuan HIV/AIDS dan variabel dependen stigma remaja terhadap ODHA. Instrumen penelitian kuesioner pengetahuan dan stigma. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan HIV/AIDS tinggi dan sebagian besar siswa memiliki stigma positif terhadap ODHA. Hasil uji chi square didapatkan p-value = 0,004 ada hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma remaja terhadap ODHA di MAN 1 Tuban. Pengetahuan di lingkungan remaja sangat berkaitan erat dengan bagaimana remaja tersebut menentukan sikap kepada orang lain, terutama pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS agar dapat bisa bersikap benar dan bijak kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) karena jika remaja yang sudah memiliki pengetahuan yang tinggi terhadap HIV/AIDS terutama gejala dan cara penularannya pasti tidak akan menjauhi dan memiliki stigma negatif terhadap ODHA.
Faktor Yang Memengaruhi Pernikahan Dini Pada Remaja Di Bojonegoro Farika Izaz Salsabila; Wahyu Tri Ningsih; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini seringkali dilakukan oleh remaja dibawah usia 19 tahun dan dianggap sebagai tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai agama, tradisi dan adat istiadat kuno yang cenderung bersifat patriarki dan merendahkan derajat perempuan. Faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan dini meliputi pendidikan, ekonomi, tempat tinggal dan tradisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja di Bojonegoro. Desain pada penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja yang melakukan pernikahan dini di Kecamatan Kedungadem sebanyak 38 remaja, dengan besar sampel 38 remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling sebuah metode non probability sampling. Variabel yang diteliti adalah faktor yang memengaruhi pernikahan dini pada remaja. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner selanjutnya dianalisis menggunakan analisa deskriptif melalui tabel distribusi, frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini pendidikan terakhirnya yaitu SMP, hampir seluruh (76%) remaja yang melakukan pernikahan dini memiliki ekonomi rendah, hampir seluruh (97%) remaja yang melakukan pernikahan dini bertempat tinggal di Desa, sebagian besar (53%) remaja yang melakukan pernikahan dini menikah karena tradisi. Remaja yang tinggal di desa akan lebih rentan melakukan pernikahan dini karena pemikiran orang desa cenderung kurang modern dan masih menganut orang tua terdahulu. Kurangnya akses pendidikan, minimnya akses kesehatan bisa menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini di pedesaan
Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus Tentang Pencegahan Ulkus Diabetikum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban Lenny Putri Yunita Gayatri; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka mortalitas saat ini masih didominasi oleh penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular adalah diabetes mellitus. Penyakit diabetes melitus memberikan berbagai komplikasi yang berhubungan dengan meningkatnya jumlah penderita dan jumlah kematian. Komplikasi yang sering terjadi yaitu ulkus diabetikum, diperkirakan 15% dari total penderita diabetes melitus mengalami komplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban. Desain Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 124 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban menunjukkan hampir seluruhnya berpengetahuan baik dengan jumlah 99 orang (79.8 %). Penderita diabetes melitus diharapkan untuk konsisten dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan ulkus diabetikum melalui pendidikan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis tentang pengontrolan kadar gula darah dan perawatan kaki melalui kegiatan prolanis agar mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Persepsi Dan Perilaku Masyarakat Pasca Vaksinasi Covid-19 Terhadap Penerapan Protokol Kesehatan Di Kecamatan Tuban Nuraini, Widya; Tri Ningsih, Wahyu; Yazid Al Busthomy Rofi'i, Aby
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v2i3.915

Abstract

Lebih dari 40% masyarakat Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap, yang mana telah berhasil melampaui target WHO. Namun konfirmasi positif COVID-19 masih terus bertambah. Di Kecamatan Tuban banyak ditemui masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan pasca vaksinasi COVID-19 terutama memakai masker dan menjaga jarak yang mana hal tersebut termasuk faktor penyebab penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan perilaku masyarakat pasca vaksinasi COVID-19 terhadap penerapan protokol kesehatan di Kecamatan Tuban. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat Kecamatan Tuban yang telah divaksin COVID-19 minimal dosis 1, besar sampel 96 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner berupa link google form. Setelah data terkumpul kemudian diolah dan ditabulasi secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar masyarakat memiliki persepsi negatif, hampir seluruh masyarakat memiliki perilaku kurang, dan hampir seluruh masyarakat yang berperilaku kurang memiliki persepsi negatif terhadap penerapan protokol kesehatan pasca vaksinasi COVID-19. Dengan persepsi negatif dan perilaku kurang dalam menerapkan protokol kesehatan dapat menyebabkan penularan COVID-19. Untuk itu diperlukan sosialisasi terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan pasca vaksinasi COVID-19 terutama memakai masker dan menjaga jarak saat berada di tempat umum.
Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Ispa Pada Balita Di Puskesmas Wire Mother’s Knowledge About Acute Respiratory Infections In Toddlers At Wire Community Health Center Berfilda, Valda Klisa; Sumiatin, Titik; Su’udi, Su’udi; Tri Ningsih, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14147

Abstract

Penyakit terbanyak diderita balita ialah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). World Lung Fondation menjabarkan ISPA sebagai faktor pertama yang menyebabkan kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit menular secara global. Penyakit Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita hingga saat ini terus-menerus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penyakit ISPA pada balita. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif, Populasi penelitian adalah seluruh ibu balita yang memeriksakan anaknya ke Puskesmas Wire berjumlah 100 orang. Besar sampel 80 orang menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil Penelitian didapatkan hampir seluruh ibu balita (93%) pengetahuan tentang penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Wire dalam tingkatan pengetahuan baik. Apabila ibu balita dapat berperan aktif dalam mencari informasi tentang penyakit ISPA guna menambah informasi mengenai penyakit ISPA maka dapat mencegah terjadinya penyakit ISPA. Ibu balita dapat meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti program promosi kesehatan yang diadakan oleh pihak Puskesmas.
Pengetahuan Lansia tentang Penyakit Hipertensi Puskesmas Wire Wicaksana, Dhimas Putra; Ningsih, Wahyu Tri; Triana N, Wahyuningsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14536

Abstract

Jumlah penderita hipertensi di Tahun 2013 sebesar 25,8%, pada tahun 2021 terjadi peningkatan penderita hipertensi sebesar 34,1%. Kemudian pada tahun 2025 prevalensi hipertensi diperkirakan akan meningkat dua kali lipat, dengan 1,5 juta orang menderita hipertensi. Khususnya di puskesmas Wire telah mendata sekitar 581 orang lansia yang menderita penyakit tersebut pada tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik (umur, pekerjaan, pendidikan). Mengidentifikasi pengetahuan lansia, dan mendeskripikan pengetahuan lansia berdasarkan karakteristik (umur, pekerjaan, pendidikan). Desain penelitian deskriptif dan pendekatannya berupa cross-sectional. Lebih lanjut, populasinya ialah semua lansia yang menderita hipertensi di Puskesmas Wire sejumlah 328 orang, dengan besaran sampelnya ialah 180 orang. Adapun teknik samplingnya berup Purposive Sampling. Variabel penelitian yakni pengetahuan lansia tentang penyakit hipertensi. Cara pengambilan data dengan kuesioner, data dianalisa secara deskriptif dengan tabel, distribusi, frekuensi, presentase. Hampir seluruh dari lansia di puskesmas wire berusia 60-74 tahun, hampir seluruh lansia berpendidikan PT, dan sebagian besar lansia tidak bekerja. Sebagian besar lansia di puskesmas wire memiliki pengetahuan cukup tentang penyakit hipertensi. Hampir seluruh dari lansia yang berusia 60-74 tahun berpengetahuan cukup tentang penyakit hipertensi, hampir setengahnya dari lansia yang berpendidikan PT, dan sebagian besar dari lansia dengan pengetahuan cukup tidak bekerja. Pengetahuan lansia di puskesmas wire tidak hanya dipengaruhi oleh usia, pendidikan, pekerjaan. Akan tetapi terdapat factor lain yang mempengaruhi yaitu lingkungan dan social budaya.
Tugas Kesehatan Keluarga Dalam Perawatan Penderita TBC Paru Di Puskesmas Tuban Bagus F, Mochamad Yanuar; Triana N, Wahyuningsih; Ningsih, Wahyu Tri; Yunariyah, Binti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14693

Abstract

Puskesmas Tuban merupakan urutan ke 2 terbanyak penderita TBC Paru. Hal ini mempunyai risiko penularan dan meningkatkan jumlah penderita TBC Paru di Kabupaten Tuban. Tujuan Penelitian ini menggambarkan bagaimana tugas keluarga dalam perawatan penderita TBC Paru di Puskesmas Tuban. Desain penelitian deskriptif. Populasi seluruh keluarga penderita TBC Paru yang menjalani pengobatan 6 bulan 37 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Total sampling sejumlah 37 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tugas kesehatan keluarga dalam perawatan penderita TBC Paru di Puskesmas Tuban yang masuk dalam kategori baik sebanyak 24 orang (65%). Sebagian besar Keluarga Penderita TBC Paru menjalankan Tugas Kesehatan Keluarga dalam kategori baik. Seluruhnya keluarga penderita TBC Paru berusia 17-25 tahun tugas kesehatan keluarga baik, hampir seluruhnya keluarga penderita TBC Paru berpendidikan Perguruan Tinggi tugas kesehatan keluarga baik, dan sebagian besar keluarga pederita TBC Paru bekerja tugas kesehatan keluarga baik.
Co-Authors -, Inggrid Tiara Aditami Aby Yazid Al Busthomy Ro i’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi'i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Aby Yazid Al Busthomy Rofi’i Afiyanti, Uhti Ulfa Agnes, Yeni Lufiana Novita Agung Parmono Amania Fajriati Amara Cantika Septionona Anggita Intan Cahyani ANGGITA PUTRI, KELVIN Anugrahaeni, Herni Ayu Ariyana, Khofifah Novi Bagus F, Mochamad Yanuar Bagus Setiawan, Ardi Berfilda, Valda Klisa Berkah, Tampi Binti Jumali Binti Yunariyah, Binti Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Dari, Tanty Wulan Devi Nilna Muna Donna Tarwiyyati Qoiriyyah Ellen Rygh Farika Izaz Salsabila Fatimatus Zahro Firnanda Gita Putri Oktavia Riningsih Fitria Nurul Mazidah Hadi Purwanto Haura Ilma Nafi’a Herlambang, Yoga Septian Intan Athalia Christine Izzulhaq, Lazuardi Nabiel Jaquelyn Jasmine Kema Azzahra Konie Febrianingrum Kusuma, Wahyu Jati Kusumawati, Yesi Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Laura Azhira Ladya Sheril Lenny Putri Yunita Gayatri Lintang Padharani Atmajaningtyas Mamluatun Ni’mah Moch. Bahrudin Moch. Bahrudin Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Nadya Khoirun Nisa Nasution, Annio Indah Lestari NINDITO, MELDHA ERLIAN Nugraheni, Wahyu Triana Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nuraini, Widya Nurmalitasari, Ansika Nurul Haromaini Puji Lestari, Anita Purwanto, Hadi Purwanto, Hadi Puspita Dewi, Teresia Retna Reisha, Reisha Ayu Dwi Retna P.D, Teresia Retna, Teresia Ririn Krisnawati Risa Nur Fadila Rizkiatul Nisa, Rizkiatul Rofi’i, Aby Yazid Al Busthorni Roudlotul Jannah Roudlotul Jannah Sabila Dhiyaul Auliya Salsabila Putri, Jihan Salsabilla Dyah Arifin Siti Maimuna Siti Maimuna Siti Nurkusaeni SRI UTAMI Su&#039;udi Su'di SU'UDI Su'udi Su'udi Su'udi, Su'udi Sumiatin , Titik Supriyanti Supriyanti Sutomo Sutomo Su’udi Su’udi, Su’udi, Su’udi Syavira Aulia Mentari Tanty Wulan Dari Teresia Retna P Titik Sumiatin TITIK SUMIATIN Titik Sumiatin TN, Wahyuningsih Tria Ayu Mahmudah Triana N, Wahyuningsih Virnavanka Greslanda Putri Wahyuningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wahyurianto, Yasin Wahyurianto, Yasin Wicaksana, Dhimas Putra Widyawati Maratus Soleha Yasin Wahyuriyanto Yasmin Asih Scheiber Yazid Al Busthomy Rofi'i, Aby Yoga Septian Herlambang Zahwa Aida Nirmaya