Claim Missing Document
Check
Articles

Empowering Villages through Waste Management for Agritourism Success Jayantini, I Gusti Agung Sri Rwa; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka; Wiratama, I Gusti Ngurah Made; Karta, Ni Luh Putu Agustini
International Journal of Community Service Learning Vol. 8 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v8i4.85336

Abstract

A very crucial issue that needs serious attention for tourism development in rural areas is waste management. Thus, anticipation and solutions to problems, including the environmental impact, are needed in developing villages as agritourism areas. The purpose of this research is to identify programs required by the community to promote a tourist destination, manage agritourism, and overcome environmental problems. This type of research is descriptive qualitative with a community service approach. The research subjects included community leaders, women's groups (PKK), youth, farmer groups, and relevant local partners such as tourism business groups. In-depth interviews with community leaders, women, youth, and farmer groups were used to collect data. The instrument used was an interview sheet. After the data was collected, it was analyzed using the descriptive qualitative data analysis method. The results obtained include three things. First, tourism and human resource management programs resulted in a positive attitude toward creating a tourist attraction connectivity map. Second, in the agricultural sector, farmers showed their active participation, which was realized by structuring the garden by installing QR code-based plant signboards and developing organic farming. Third, the community's positive attitude in the environmental sector is shown by making compost from organic waste produced by women's groups and diversifying coffee businesses. This research is expected to create a pattern of community empowerment for agro-tourism areas supported by the active participation of village communities.
Pendampingan Penguatan Manajemen Kelompok Tani dan Website pada Petani Kakao Desa Tegal Maja Lombok Utara Kuntary Ibrahim, Isra Dewi; Apriani, Apriani; Arzani, Lalu Danu Prima; Martiningsih, Ni Gst Ag Gde Eka; Sumantra, I Ketut
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2165

Abstract

Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan satu-satunya daerah tertinggal saat ini di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Wilayah Desa Tegal Maja terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi yang melimpah terdiri dari potensi alam, sumber daya manusia, kelembagaan dan potensi sarana dan prasarana. Sebagian besar penduduk desa Tegal Maja memiliki mata pencaharian sebagai petani dilihat dari pemanfaatan lahan yang ada. Adapun permasalahan yang dihadapi Kelompok Tani Mitra 1 dan 2 (Patuh Tujuan II dan Buana Karya) yaitu sebagai berikut : Para petani memasarkan kakaonya masih secara konvensional, para petani belum memanfaatkan kelembagaan melalui kelompok tani secara tepat. Sehingga solusinya adalah memberikan pelatihan manajemen kelompok tani untuk penguatan organisasi kelompok tani serta keberlangsungan usaha, Memberikan bimbingan teknis pemasaran produk kakao berbasis Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), website desa dan media social, Menjalin kerjasama antar kelompok tani, perangkat desa, pengepul sehingga tercipta sistem pemasaran biji kakao yang saling menguntungkan. Adapun indikator Pencapaian Keberhasilan dalam menerapkan pemasaran modern mencakup tingkat partisipasi petani dalam pelatihan, penggunaan aktif platform digital untuk promosi produk, peningkatan volume penjualan biji kakao melalui platform tersebut, dan hasil survei kepuasan petani dan stakeholder tentang efektivitas pemasaran modern. Kelompok tani terlihat sangat aktif dan partisipatif dari jumlah orang yang menjawab pertanyaan pada soal dengan benar pada saat sebelum melakukan pelatihan dan setelah melakukan pelatihan terlihat jumlah petani yang sudah paham lebih banyak dibanding sebelumnya baik mengenai data pengguna internet, isi UU system informasi desa, masalah yang sedang dihadapi dan solusi yang perlu dilakukan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JERUK SIAM DI DESA TARO KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR Rosita Lagut; Ni Gst. Ag. Gde Eka Martiningsih; I Made Budiasa
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrofarm.v4i1.11783

Abstract

Indonesia is a wealthy country with thousands of islands and vast stretches of ocean. Agriculture is a sector that plays a major role and influence in economic growth in Indonesia. The agricultural sector consists of several subsector such as food crops, horticulture, forestry, plantations. livestock and fisheries. Horticulture is a subsector that has quite large potential for development. Orange plant is one of the horticultural commodities. Orange is a type of fruit that is most popular for Indonesian people. The aim of this research is to improve production factors and characteristic factors that influence the production of Siam Oranges in Taro Village, Tegalalang district, Gianyar Regency. This research was carried out in Taro Village, Tegalalang district, Gianyar Regency. The respondents for this research were 30 farmers. The method used in this research were descriptive and quantitative analysis and location selection was carried out by purposive sampling, that is deliberately. The data sources in this research are primary and secondary data. The analysis used in this research are descriptive and quantitative analysis. The results of this research were obtained in Taro Village, Tegalalang District, Gianyar Regency. The production factors that had a significant effect were the variable land area, organic fertilizer, inorganic fertilizer and pesticides, while the labor variable had no significant effect on the production of Siamese oranges. Farmer factors, those are age, education, length of farming, number of family members, have no significant effect on Siamese orange production.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Buana Lestari dalam Pengembangan Manajemen Usaha Ayam Caru Setiyarti, Tettie; Juniasih, Ida Ayu Komang; Swaputra, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v10i1.37-44

Abstract

Di Desa Abiansemal Kabupaten Badung Bali terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) Buana Lestari beranggotakan 20 orang yang melaksanakan kegiatan pertanian dan peternakan. Namun usaha yang saat ini berkembang dengan baik adalah usaha peternak ayam upakara, untuk memenuhi permintaan Umat Hindu dalam menjalankan upacara Agama. Ayam upakara maksudnya adalah ayam caru yang nantinya dipakai sebagai pelengkap upakara dalam upacara agama Hindu, khususnya untuk persembahan kepada alam bawah yang disebut dengan ”Alam Butha”. Ayam caru yang diperlukan untuk upakara Hindu ini adalah ayam buras yang umurnya kurang lebih 40 hari (anak ayam) dan yang dipentingkan adalah warna bulunya. Peran KWT dalam pemenuhan kebutuhan ayam caru ini dilaksanakan dengan sistem kelompok di mana setiap anggota dapat memelihara ayam caru di rumahnya masing-masing sampai dengan ayam tersebut siap dipasarkan. Tujuan pelaksanaan pemberdayaan adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota KWT dalam mengelola manajemen usaha khususnya bidang keuangan dan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi pencatatan dengan komputer dan sistem pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam proses pemberdayaan adalah: Participacy Research Action (PRA),  Focus Group Discussion (FGD), dan pelatihan manajemen usaha serta pendampingan membuat laporan keuangan secara digital dengan software pada komputer. Luaran dan capaian dalam program ini adalah: meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola manajemen usaha bidang pembukuan dan pemasaran, dengan luaran berupa modul, video kegiatan, artikel di media masa, poster, dan artikel jurnal.
Alternative Pewarnaan Pada Kerajinan Endek Untuk Efisiensi Proses Produksi Sukerta, I Made; Adiaksa, I Made Anom; Martiningsih, Ni Gst.Ag.Gde Eka
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.459 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.952

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki ragam budaya yang sangat bervariasi, mulai dari etnis, agama, tradisi, kesenian, sampai pada industri tekstil. Salah Satu kebanggaan industr1 tekstil tradisional Bali adalah kain tenun ikat yang disebut Endek dan Songket Bali. Setiap kabupaten di Bali memiliki ciri khas desain yang menunjukkan karakter daerah masing-masing. Setiap kabupaten menonjolkan ciri khas daerahnya melalui goresan desain pada setiap lembar kain tenunnya. Keberagaman ini akhirnya menghasilkan corak yang sangat variatif sehingga memudahkan konsumen untuk menentukan pilihan. Selain itu persaingan penjualan menjadi sehat karena setiap hasil tenun daerah di Bali memiliki ciri khas. Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) yang dilaksanakan oleh Universitas Mahasaraswati Denpasar bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bali mengidentifikasi beberapa kendala pengerajin dalam melakukan pengembangan desain, dan teknik pewarnaan. Salah satu alternatif yang sudah mulai dipahami oleh beberapa pengerajin adalah teknik pewarnaan airbrush. Program pendampingan telah dilakukan di UD Anugrah dan UD Arta Darma dalam pewarnaan dengan teknik airbrush. Airbrush mempunyai banyak kegunaan yang sangat beragam. Contohnya adalah untuk memperbaiki foto, sebagai pengecatan seni arsitektur, pembuatan sampul majalah, mewarnai ukiran, dan desain sampul kaset. Tidak menutup kemungkinan juga untuk membuat iklan billboard, melukis diatas body otomotif, bahkan hingga tato. Air brush dapat digunakan secara beragam tergantung kreatifitas dari pengguna / pelukisnya. Pewarnaan dengan teknik airbrush pada kerajinan endek memberikan banyak keuntungan bagi pengerajin terutama pada proses pewarnaan akan lebih mudah, proses mendisain lebih cepat dengan kualitas pewarnaan yang tidak terlalu berbeda dengan pewarnaan alam, apalagi kalau desain kain endek menggunakan pewarnaan tiga dimensi.Kata kunci: Air brush, Endek, Desain, SongketABSTRACT Indonesia has a wide variety of cultures, ranging from ethnicity, religion, tradition, art, to the textile industry. One of the pride of the traditional Balinese textile industry is the woven cloth called Endek and Songket Bali. Each district in Bali has a characteristic design that shows the character of each region. Each district emphasizes the distinctive features of the region through strokes of design on each piece of woven fabric. This diversity eventually produces a very varied style that makes it easy for consumers to make choices. In addition, sales competition is healthy because every weaving area in Bali has its own characteristics. The Export Product Development Program (PPPE) carried out by Denpasar Mahasaraswati University in collaboration with the Bali State Polytechnic identified several constraints on craftsmen in developing designs, and coloring techniques. One alternative that has begun to be understood by some craftsmen is the Airbrush staining technique. Mentoring programs have been carried out at UD Anugrah and UD Arta Darma in coloring with Airbrush techniques. Air brush has many very diverse uses. An example is to improve photos, as painting art architecture, making magazine covers, coloring engravings, and cassette cover designs. It is also possible to make billboard advertisements, paint on automotive bodies, even tattoos. Air brush can be used in various ways depending on the creativity of the user / painter. Coloring with airbrush techniques on endek crafts provides many advantages for craftsmen, especially in the processing process, it will be easier, the process of designing faster with quality naan which is not too different from natural coloring, especially if the design of endek fabricuses three-dimensional coloringKeywords: Air brush, Endek, Design, Songket
Sampah Sebagai Berkah Dalam Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Praganingrum, Tjokorda Istri; Suryatmaja, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.56 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.954

Abstract

ABSTRAKPermasalahan lingkungan yang ada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan dampak dari kepentingan pembangunan akibat pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan akan ruang. Tidak terkontrolnya peningkatan jumlah timbulan sampah berkorelasi dengan produksi sampah baik sampah rumah tangga, sampah industri maupun sampah lainnya yang berkaitan dengan berbagai kegiatan masyarakat. Penting dilakukan upaya menemukan solusi yang tepat dalam rangka penyehatan lingkungan. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik melalui metode model Tecnology Transfer (TT), dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair dikenal dengan mikroorganisme lokal (MoL), sedangkan untuk sampah anorganik dapat dilakukan pemilahan yang akan memberikan keuntungan ganda yaitu berkurangnya beban lingkungan akibat sampah dan bisa menjadi berkah bagi masyarakat karena dapat memberikan nilai tambah dalam hal finansial.Kata kunci :sampah, pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkunganABSTRACTThe current environmental problems, indeed, is considered as the impact of development interests due to increase in population and the need for space. The uncontrolled raise in amount of waste correlates with either production of household, industrial, or other kind of waste related to various activities done by society. It is important to make efforts to find the right solution in the context of environmental health. One of them is by empowering the community in both organik and inorganik waste management through the Technology Transfer (TT) model, and the application of Effective Technology (ET). Management of organik waste, seen as the products, can be used as liquid organik fertilizer known as local microorganisms (Mikroorganisme Lokal; MoL), while for inorganik waste sorting, in result, will either provide dual advantage of reducing environmental burden due to waste or being an advantage for the community for providing value-added in financial terms.Keywords: garbage, community empowerment, environmental health, advantage
Pertanian Jamur: Strategi Pemberdayaan Komunitas untuk Memperkuat Umkm di Bali Setiyarti, Tettie; Putra, Anak Agung Gede; Swaputra, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka; Wijayanthi, Ida Ayu Trisna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v4i3.3361

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, menyumbang lebih dari 90% total bisnis dan sekitar 60% lapangan kerja di seluruh dunia. Di Indonesia, khususnya Bali, UMKM mencerminkan kondisi ekonomi dan warisan budaya, dengan lebih dari 99% bisnis di Bali adalah UMKM yang berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Keberagaman UMKM di Bali, mulai dari kerajinan tradisional hingga layanan modern seperti pariwisata, memperkaya ekonomi dan meningkatkan daya saing. Namun, mereka menghadapi tantangan seperti akses terbatas ke pembiayaan dan keterampilan bisnis yang tidak memadai, terutama di daerah pedesaan. Untuk mengatasi masalah ini, pemberdayaan komunitas menjadi strategi kunci untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM. Tim pengabdian masyarakat dari STIMI Handayani melaksanakan pelatihan dan pendampingan berfokus pada diversifikasi produk dan manajemen keuangan digital. Dengan metode partisipatif seperti Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dan Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR), proyek ini bertujuan memberdayakan anggota komunitas dan meningkatkan keterampilan mereka. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dalam manajemen keuangan dan pemasaran, menyediakan dasar yang berharga untuk kesuksesan UMKM di Bali ke depan. Inisiatif ini juga menghasilkan modul pelatihan dan publikasi media yang menyoroti praktik terbaik dalam sektor ini, sekaligus mendorong keberlanjutan dan inovasi di antara para pelaku UMKM.
Pendampingan Pembuatan Paket Wisata dan Alur Bisnis Agrowisata Kopi Desa Batungsel Pupuan Tabanan Bali Jayantini, I Gusti Agung Sri Rwa; Martiningsih, Ni Gst. Ag. Gde Eka; Wiratama, I Gusti Ngurah Made; Karta, Ni Luh Putu Agustini
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20728

Abstract

Background: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola agrowisata Yeh Nu Garden di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali dalam mengembangkan paket wisata edukasi berbasis kopi dan memperbaiki sistem pencatatan bisnis sederhana. Metode: Pendampingan dilakukan melalui identifikasi potensi wisata kopi, lokakarya penyusunan paket kegiatan, pelatihan pencatatan transaksi, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil: Kegiatan menunjukkan bahwa pengelola mampu menyusun paket wisata kopi yang lebih sistematis, meliputi roasting, penyeduhan, pembuatan bibit, dan penyetekan kopi. Simpulan: Kegiatan pendampingan menghasilkan identifikasi paket wisata agrowisata yang mengedukasi dengan tingkat nilai penguasaan 3, 978 (skala 1-5) dan juga meningkatkan pemahaman pengelola tentang pencatatan stok, hutang-piutang, pemasukan, pengeluaran, hingga pembukuan sederhana mengalami peningkatan signifikan sebesar 70%.
Miniclopedia Intiative for Agritourism Development in Rural Bali Jayantini, I Gusti Agung Sri Rwa; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka; Wiratama, I Gusti Ngurah Made; Karta, Ni Luh Putu Agustini
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agritourism promotes sustainable rural development by integrating agricultural activities with tourism. This community service program was designed to enhance agritourism management in Batungsel village, a village in Pupuan subdistrict, Tabanan regency, Bali through the creation of a mini-encyclopedia—referred to as the miniclopedia—which provides comprehensive information on various plants cultivated within the agritourism area. The program was implemented through a combination of four key activities: socialization, discussion, mentoring, and training. The miniclopedia serves as an educational tool for visitors, offering detailed insights into plant species, their benefits, cultivation techniques, and ecological roles. The outcomes of the program were twofold: first, the development of a comprehensive miniclopedia through collaborative efforts with local farmers and youth groups; second, the empowerment of these community members to guide visitors effectively, thereby strengthening their agricultural identity and awareness. These results were achieved through the active participation of local farmers and youth group members. This initiative is expected to enhance visitor experiences, increase environmental awareness, and contribute to the long-term sustainability of agritourism activities. Furthermore, the program exemplifies the integration of education and tourism to foster a deeper appreciation of local biodiversity and agricultural practices
Co-Authors A.A. Putu Agung Afrianus Gosardi Agustinus Antonius Mau Loko Agustinus Antonius Mau Loko Alferia Yasinta Lembu Anak Agung Gede Putra, Anak Agung Gede Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anugrah Mahima Apriani Apriani Arimbawa, I Dewa Made Bagus Reynaldy Wijaya Cokorda Javandira Dastra, I Gede Dian Tariningsih Dian Tariningsih Evarista Meon Farida Hanum Farida Hanum Floriana Nonasal Edo Fredinan Yulianda I Dewa Made Arimbawa I Gede Dastra I Gusti Ayu Ari Agung I Gusti Bagus Udayana I Ketut Arnawa I Ketut Arnawa I Ketut Sumantra I Ketut Widnyana I Made Anom Adiaksa I Made Budiasa I Made Jigra Wedanta I Made Jigra Wedanta I Made Legawa I Made Nada I MADE SUKERTA I Made Suryana I Made Tamba I Nyoman Gede Maha Putra I Nyoman Patra I Wayan Sukrayasa Ibrahim, Isra Dewi Kuntary Ida Ayu Ketut Murdini Ida Ayu Made Dwi Susanti Ida Bagus Suryatmaja Ida Bagus Swaputra Jamhari Jamhari Juniasih, Ida Ayu Komang Karo, Monika Ketut Arnawa Ketut Arnawa Lalu Danu Prima Arzani Luh Putu Kirana Pratiwi Luh Putu Yuni Widyastuti Mahima, Anugrah Mahima, N M Anugrah Menardo Dennis Villanueva Monika Karo N M Anugrah Mahima Ni Luh Putu Agustini Karta Ni Putu Sukanteri Ni Wayan Purnami Rusadi Pande Komang Suparyana Patra, I Nyoman PRATIWI, NI PUTU EKA Putra, I Nyoman Gde Maha Putu Eka Pasmidi Ariati Putu Sri Astuti Putu Sri Astuti Putu Sri Astuti, Putu Sri R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Ramdhoani Rosita Lagut Setiyarti, Tettie Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Syukur, Flavianus Pankrasius Tjokorda Istri Praganingrum Wijaya, Bagus Reynaldy WIjayanthi, Ida Ayu Trisna Wiratama, I Gusti Ngurah Made Yulianti Sapanca Yustina Sidim Yustina Sidim