Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perbedaan Frekuensi Aplikasi Handsanitizer Terhadap Jumlah Total Bakteri Telapak Tangan Artanti, Dita; Eka Sispita Sari, Yeti; Vita Purwaningsih, Nur; Riesti Retno Arimurti, Anindita; Azizah, Fitrotin; Rohmayani, Vella
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 1 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i1.22920

Abstract

Virus Corona 2019, juga dikenal sebagai COVID-19, menyebar antar manusia melalui droplet atau cairan yang dikeluarkan saat batuk dan bersin dan menempel pada hal-hal di sekitarnya. Pandemi ini telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran virus tersebut, setiap orang sekarang menjadi kebiasaan menggunakan sabun tangan. Hand sanitizer adalah antiseptik yang mengandung etil alkohol antara 60 dan 95 persen, dengan alkohol 70% yang paling umum digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi aplikasi cuci tangan menggunakan hand sanitizer terhadap jumlah total bakteri pada telapak tangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah total bakteri pada telapak tangan yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dengan sampel yang diambil sebanyak 21 swab telapak tangan dan dibagi menjadi 4 perlakuan (30 menit, 1 jam, 2 jam, dan 3 jam) dengan 1 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan waktu aplikasi 30 menit pertumbuhan bakteri sebesar 970000 CFU, 1 jam sebesar 1410000 CFU, 2 jam sebesar 4788 CFU, 3 jam sebesar 18002 CFU. Waktu semprot yang paling efektif adalah penggunaan hand sanitizer dengan waktu penyemprotan yaitu 2 jam sekali dengan hasil 4786 CFU. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kruskall-wellis hasil probabilitas menunjukkan nilai signifikansi ρ= 0.754. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan dalam pengaruh frekuensi aplikasi cuci tangan menggunakan hand sanitizer terhadap total bakteri pada telapak tangan.
Identifikasi Bakteri Makanan Ringan Kiloan Yang Dijual Di Pasar Tradisional Dengan Metode Angka Lempeng Total Sispita Sari, Yeti Eka; Azizah, Fitrotin; Retno Arimurti, Anindita Riesti; Artanti, Dita; Rohmayani, Vella; Ainutajriani, Ainutajriani; Saputro, Tri Ade
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 4 No 1 (2023): Indonesian Academia Health Sciences Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise in food poisoning incidents lately has made researchers want to know if there is bacterial contamination in kilo snacks which are always the top choice for serving and serving at certain events such as celebrations, recitations, thanksgiving, weddings, and other events because the prices are cheaper and the taste is better. not inferior to packaged snacks. Many places selling kilo snacks are found in traditional markets which generally have low environmental conditions of air circulation and high humidity, so they can become breeding grounds for harmful microbes, one of which is bacteria that can pollute the environment and reduce the cleanliness of indoor air. The aim is to find out the bacterial contamination of kilo snacks sold in traditional markets. The population in this study was a total of 5 types of kilo snacks in traditional markets. The sample in this study were 30 samples of 5 types of kilo snacks were tested using the Total Plate Number method. No samples of kilo snacks were found that did not meet the Indonesian National Standard (SNI). Kilo snacks sold in traditional markets meet the requirements of the Indonesian National Standard (SNI) Number 7388 of 2009
Efektivitas Perendaman Dalam Larutan Garam Dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Kandungan Formalin Pada Tahu Elga Faya Putra Perdana; Siti Mardiyah; Diah Ariana; Fitrotin Azizah
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 9 No 1 (2026): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v9i1.32828

Abstract

Tahu merupakan bahan makanan yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Daya simpan tahu sangat terbatas, pada kondisi biasa (suhu kamar) daya tahanya rata-rata 1 sampai 2 hari. Penyimpanan yang sangat relative singkat ini tentu merugikan para pedagang dan produsen. Apabila formalin yang tercampur dalam makanan dan termakan, maka dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia.Untuk mengurangi kadar formalin dapat dilakukan dengan cara diantaranya melalui proses penggaraman, pada proses penggaraman terjadi penetrasi garam. Karena adanya perbedaan konsentrasi. Lama-kelamaan kecepatan proses pertukaran garam semakin lambat dan menurunkan bahkan berhenti sama sekali setelah terjadinya keseimbangan garam dengan konsentrasi tinggi akan menyerap cairan pada sampel yang memiliki konsentrasi yang lebih rendah.tujuan penelitian ini adalah umtuk mengidentifikasi ada tidaknya tahu yang mengandung formalin dan pada konsentrasi berapa larutan garam dapat mengurangi formalin.sampel penelitian ini adalah tahu putih yang ada di pasar tradisional sumberrejo Bojonegoro. jenis peneltian ini yang digunakan adalah eksperimental. Banyak sampel pada penelitian ini adalah 10 sampel tahu. Konsentrasi pada penelitian menggunakan 2,5% dan 5%. Dan hasil penelitian ini adalah dari 10 sampel yang direndam dengan larutan garam tidak ada yang mengandung formalin, dan rata-rata konsentrasi penurunan formalin 2,5% : 0.36 dan 5% : 0,29
PELAKSANAAN SKRINING KESEHATAN DAN EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA BONEK PESERTA NONTON BARENG DI LAPANGAN BRANJANGAN SURABAYA Fitrotin Azizah; Siti Mardiyah; Diah Ariana; Nastiti Kartikorini; Rinza Rahmawati Samsudin; Waras Budiman
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/ed2f9n94

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus, merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Sebagian besar penderita tidak menyadari kondisi kesehatannya karena penyakit berkembang tanpa gejala. Oleh karena itu, skrining kesehatan dan edukasi merupakan upaya penting dalam deteksi dini PTM. Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui skrining tekanan darah dan glukosa darah acak disertai edukasi kesehatan pada komunitas Bonek. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 29 April 2025 di Lapangan Branjangan Surabaya dengan sasaran peserta nonton bareng (nobar) Bonek. Kegiatan meliputi registrasi, pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter digital, pemeriksaan glukosa darah acak menggunakan glukometer, dilanjutkan edukasi mengenai pencegahan hipertensi dan diabetes melitus. Data dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan, terdiri atas 14 laki-laki (56%) dan 11 perempuan (44%) dengan rata-rata usia 34,44±11,70 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan 68% peserta mengalami prahipertensi, 16% hipertensi, dan hanya 16% dengan tekanan darah normal. Pemeriksaan glukosa darah acak menunjukkan 72% peserta berada pada kategori normal dan 28% memiliki kadar glukosa ≥140 mg/dL yang memerlukan pemeriksaan lanjutan. Edukasi kesehatan mendapat respons positif dari peserta dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Comparison of Albumin Level Test Results with Serum and EDTA Plasma Samples : Comparison of Albumin Level Test Results with Serum and EDTA Plasma Samples Rinza Rahmawati Samsudin; lihabi lihabi; Fitrotin Azizah; Haris Rizki Maulana
Florea : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/florea.v12i2.22995

Abstract

Blood albumin level testing is an important parameter in assessing nutritional status and liver function. In clinical laboratory practice, the use of serum or EDTA plasma as biological samples remains a subject of debate, particularly regarding the efficiency and accuracy of results. This study aims to compare albumin level test results using serum and EDTA plasma samples. Blood samples were collected from 20 participants and analyzed using spectrophotometry. The average albumin level in serum samples was 4.285 g/dL, while in EDTA plasma it was 4.280 g/dL. The Shapiro-Wilk normality test indicated a normal data distribution (p>0.05), and the paired t-test yielded a p-value of 0.804 (>0.05), indicating no significant difference between the two sample types. These findings suggest that EDTA plasma can serve as an alternative to serum in albumin testing, with the advantage of improved processing efficiency.