Articles
Efektifitas Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dalam Rangka Kemudahan Berusaha
Erni Erni;
Febri Jaya
Wajah Hukum Vol 6, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33087/wjh.v6i2.927
Every businessmen in Indonesia, both individuals and legal entities, is required to have legality in the form of a business license before starting or running a business activity. Based on Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation, the current business license is risk-based business license, namely a business license based on the level of business scale and risk determination of business activities. The Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) system is a system that integrated with the OSS institution which functions to administer risk-based business licensing. The implementation of risk-based business licensing through OSS-RBA system is expected to provide speed, certainty, convenience and transparency for businessman. As a result, it creates ease of doing business that can increased investment in Indonesia. This study aims to determine how the implementation and effectiveness of risk-based business licensing in providing ease of doing business from perspective of businessmen. This research used non-doctrinal or empirical legal method. The result of this study is that risk-based business licensing through OSS-RBA system still has obstacles where the system and its application are still in the process of being improved so the effectiveness of the new business licensing arrangements and systems are still not optimal.
Pendampingan Pembuatan Izin Kawasan Melalui Kantor Notaris Anly Cenggana Di Kota Batam
Denny Denny;
Febri Jaya
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 4 No 1 (2022): The 4th National Conference of Community Service Project 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/nacospro.v4i1.7139
Pengesahan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas telah merubah prosedur pengajuan Izin Usaha Kawasan yang beralih dari SIKMB (Sistem Informasi Keluar Masuk Barang) menjadi IBOSS (Indonesia Batam Online Single Submission). Perubahan tersebut telah menimbulkan problematika bagi Kantor Notaris & PPAT Anly Cenggana, S.H. Metode pelaksanaan PkM dilaksanakan dengan wawancara dan observasi kemudian dikumpulkan berbagai informasi dari undang-undang, jurnal, serta website terpercaya untuk membantu pihak mitra dalam pembuatan Process Flow Diagram. Dalam Process Flow Diagram akan menjelaskan mengenai tata cara lengkap dan dokumen yang diperlukan dalam proses penerbitan Izin Usaha Kawasan agar penerbitan izin dapat berjalan dengan lancar. Pelaksana berharap apabila terdapat perubahan peraturan baru dapat dilaksanakan perubahan, pembaharuan, maupun revisi dari luaran yang telah dibuat oleh Pelaksana.
PERBANDINGAN PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA KERJA PEREMPUAN DI INDONESIA DAN SINGAPURA
Febri Jaya;
Andy Sanjaya
Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum Vol 31 No 2 (2022)
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jsh.31.2.85-98
The writing and preparation of this article was carried out with the aim of discussing and implementing legislation for women workers in Indonesia and Singapore in terms of rights for women workers as well as negotiations for companies that do not give rights to women workers. Then with this thesis it is expected to be able to provide additional material and insight about the law in work agreements for students and women workers. This type of research is normative legal research through secondary data collection and primary data. Secondary data collection agreed upon data collection through literature study / literature review. Then researchers use qualitative data analysis methods through data collection from personal or official documents, writing the source of this information can draw conclusions from the research conducted. The results of this study indicate that there are similarities and differences in the implementation of the protection of the rights of women workers in Indonesia and Singapore, but both countries highly respect the rights of women workers in their respective countries.
COPYRIGHT REGISTRATION ACCOMPANIMENT FOR THE SONG "KANWIL KEMENKUMHAM KEPRI MENUJU WILAYAH BEBAS KORUPSI" CREATED BY MR. ERICK JUNATA
Regent Regent;
Febri Jaya
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 2 No 1 (2022): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Intellectual property is the result of human thought in which there are moral rights and economic rights that are specifically attached to the creator and are protected by the state as part of human rights. Intellectual property registration is a process carried out to obtain a creation registration letter as part of the legal protection effort for the rights of the creator. However, this intellectual property registration process is a separate problem for the creators because in its implementation it is considered to still cause various obstacles. This community service program aims to provide facilities and educational facilities for the community in the intellectual property registration process for their work. The method of implementing this community service activity is to use the partner data collection method, discuss the details of the copyright registration fee with partners, and register the copyright for the partner's song.
Pendampingan Prosedur Pendaftaran Pengurusan Perpanjangan Hak Atas Tanah Dengan Menggunakan Land Management System (Lms) Bp Batam Pada Kantor Notaris Dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (Ppat) Anly Cenggana, S.H.
Febri Jaya;
Chintya Bella
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 1 No 1 (2021): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengurusan hak atas tanah di Kota Batam memiliki keunikan dalam proses pengurusannya, pengurusan hak atas tanah di Kota Batam dilaksanakan oleh dua instansi yang berwenang yaitu pihak Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam yang lebih dikenal dengan BP Batam dan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam. Dalam proses pengurusan hak atas tanah yang masa berlakunya telah habis diperlukannya pengajuan perpanjangan ke instansi BP Batam melalui sistem yang diluncurkan oleh BP Batam yaitu Land Management System (LMS) dengan syarat telah dilengkapinya persyaratan yang telah ditentukan oleh BP Batam. Tidak sedikit masyarakat yang mengetahui persyaratan tersebut dan dokumen-dokumen lahan yang harus dilengkapi dan hal ini menjadi kendala bagi Kantor Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) ANLY CENGGANA, S.H. dalam mengajukan perpanjangan hak atas tanah ke sistem BP Batam memakan waktu yang lama. Sehingga penulis menyusun proyek ini untuk member solusi untuk memecahkan permasalahan dengan membentuk table list data yang dapat memudahkan pengurusan bagi Kantor dan calon klien. Dalam proses penulisan ini digunakan metode penelitian hokum empiris dengan dilalui proses wawancara dan juga observasi langsung di Kantor dengan melihat situasi dan kondisi lapangan. Dari hasil penulisan ini terdapat kemudahan bagi Kantor Notaris dan PPAT ANLY CENGGANA, S.H. dan calon klien dalam memudahkan pengurusan perpanjangan hak atas tanah di BP Batam dengan menggunakan sistem terpadu Land Management System (LMS).
REGISTRATION OF INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS TO “KOPI TAMBAH WAKTU” BRAND BASED ON INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS
Evita Intan Ceria;
Febri Jaya
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 2 No 1 (2022): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
One of the Intellectual property rights is a trademark. Brands are needed as identification on an item with the aim of making it easier for someone to recognize an item on the brand. A person can easily recognize a product on a brand by name or image. If a mark wants to get legal protection, the trademark owner must submit an application for registration of rights to the mark. The advantage obtained in registering a trademark is that other parties cannot use the mark without permission and cannot imitate the mark. An item that has its own brand has a higher value, where someone can trust the product more. Products that do not have a brand make the value of a product not too high, a person's lack of trust in buying and can result in the product not selling well. The problem that is currently rife is the imitation of brands by other parties which is not allowed so that the owner of the mark registers the “Kopi Add Time” mark to DJKI. The method used is through observation, interviews and literature study through laws and regulations, legal journals, expert opinions. The result is success in assisting the "Kopi Add Time" brand in submitting an application for trademark registration
Pendampingan Mekanisme Peralihan Tanah Hak Guna Bangunan Melalui Jual Beli Antarperorangan Di Kantor Notaris & Ppat Rudi Purba, S.H., M.Kn. Di Kota Batam
Febri Jaya;
Hengky Hengky
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 1 No 1 (2021): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kendala yang terjadi pada Kantor Notaris & Pejabat Pembuat Akta Tanah Rudi Purba, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, mengenai peralihan tanah Hak Guna Bangunan melalui jual beli antarperorangan di Kota Batam. Peralihan hak atas tanah tidak cukup hanya dengan penyerahan secara nyata (feitelijke levering) yang berupa fisik atas benda tersebut, namun harus dilakukan penyerahan secara yuridis (yuridische levering) dengan cara membuat akta peralihannya berupa Akta Jual Beli yang dibuat dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah dan berdasarkan pada Pasal 40 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Pejabat Pembuat Akta Tanah wajib menyampaikan Akta Jual Beli tersebut berikut dokumen-dokumen yang bersangkutan lainnya kepada Kantor Pertanahan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari semenjak ditandatanganinya akta guna pendaftaran balik-nama sertipikat tanah tersebut. Pihak penjual dan pembeli yang memahami mekanisme peralihan hak atas tanah dapat mendukung Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam melaksanakan kewajibannya tersebut.Metode pelaksanaan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dengan tahapan awal yaitu melakukan survei ke Kantor Notaris & Pejabat Pembuat Akta Tanah Rudi Purba, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan. Pada tahapan selanjutnya yaitu pengumpulan dan analisa data serta mengidentifikasi pokok permasalahan guna mencari penyelesaiannya. Kemudian dilanjutkan dengan perancangan serta implementasi luaran proyek.Penerapan flowchart dan tabel kelengkapan dokumen yang merupakan luaran proyek dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan masyarakat informasi dan pemahaman mengenai mekanisme peralihan tanah Hak Guna Bangunan melalui jual beli antarperorangan. Administrasi hukum terkait pendaftaran balik-nama sertipikat tanah tersebut memerlukan tahapan-tahapan yang harus dilewati dan dokumen-dokumen bersangkutan lainnya yang wajib dilengkapi terlebih dahulu.
COFFEE BREWERS' COLLECTING POINT BRAND REGISTRATION ASSISTANCE IN EFFORTS TO PROTECT INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS
Putri Saphira Audesti Binti Yussofi;
Febri Jaya
ConCEPt - Conference on Community Engagement Project Vol 2 No 1 (2022): Conference on Community Engagement Project
Publisher : Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In the world of trade, brands as a form of intellectual property rights have been used hundreds of years ago and have an important role because brands are used to distinguish the origin of goods and services. Brands are also used in the world of advertising and marketing because the public often associates an image, quality and reputation of goods and services with certain brands. A brand can be a very valuable asset commercially and often it is the brand that makes a product expensive or even more valuable than the company. The purpose of this study is to analyze the legal protection assistance for trademark registration on the product of the Point of Gathering Coffee Brewers in the city of Batam. The method used puts forward normative legal research with a prescriptive model. The collected legal materials will be studied comprehensively and analyzed deductively with a systematic presentation.
Precarious Struggle to Criminalize Radicalization and Terrorism Doctrine Actions
Tantimin Tantimin;
Shenti Agustini;
Febri Jaya;
David Tan
Jurnal Wawasan Yuridika Vol 7, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Hukum Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25072/jwy.v7i2.4210
Radicalism and terrorism are closely related as threats to peace and harmony, as bothare flawed manifestations of religious values and ideologies. The radicalization processcarried out by members of various terror organizations in Indonesia has not receivedmuch attention and hasn’t been responded with concrete efforts to stop its spread asthe precursor to terrorism. The normative legal research method is used in this studyto analyze the positive elements and purposes of regulations related to the educationalsystem, free speech, and radicalism prevention in Indonesia. Findings of this studyillustrate the legal urgency in Indonesia to carry out normative construction regardingthe criminalization process of radicalization, as well as its limitations and obstacles,as part of the effort to prevent criminal acts of terrorism. As a point of prevention andresistance to the spread of radicalism and terrorism in Indonesia, this criminalizationprocess is juxtaposed with the existing education system.
Implementasi Dispensasi Perkawinan di Pengadilan Agama Kota Batam
Jaya, Febri;
Fitri, Winda;
Ulya, Muna
PERAHU (PENERANGAN HUKUM) : JURNAL ILMU HUKUM Vol 12 No 1 (2024): PERAHU (PENERANGAN HUKUM) : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Kapuas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51826/perahu.v12i1.942
Seiring dengan perubahan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan, batas usia minimal perkawinan diubah menjadi 19 tahun baik untuk laki-laki maupun perempuan. Namun, masih ada peluang untuk mendapatkan dispensasi nikah melalui Pengadilan Agama, terutama dalam situasi yang dianggap sangat mendesak. Hakim perlu berpikir bijak dan mempertimbangkan segala alasan yang diajukan dalam permohonan penetapan dispensasi perkawinan dan dampak sosial yang mungkin terjadi jika dispensasi tersebut dikabulkan. Penelitian ini menerapkan metode empiris dengan memperoleh data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui studi pustaka. Artikel ini mengulas bagaimana hakim di Pengadilan Agama Batam menerapkan dispensasi nikah, termasuk pertimbangan yang mereka buat dalam mengambil keputusan. Pertimbangan hukum adalah inti dari keputusan hakim, yang melibatkan analisis, argumen, dan menarik kesimpulan hukum. Artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana dispensasi perkawinan diatur dan dilaksanakan di Pengadilan Agama Batam, dengan penekanan pada peran dan pertimbangan hakim dalam membuat keputusan yang mempengaruhi kehidupan pernikahan di Indonesia.