Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Peran Pendamping Teman Sebaya Dengan Penurunan Lost Follow Up Penderita HIV/AIDS Di Klinik VCT RSUD dr.Haryoto Lumajang Cahyo Purnomo; Achmad Kusyairi; Mariani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i3.1657

Abstract

Infeksi HIV merupakan spektrum penyakit yang menyerang sel imun yang meliputi infeksi primer, dengan atau tanpa sindrom akut, pada stadium asimtomatik sampai stadium lanjut. AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi HIV. Pengobatan HIV diperlukan secara terus menerus. Penderita HIV/AIDS harus mengonsumsi Antiretro Viral (ARV) setiap hari dan kontrol rutin setiap bulan untuk minum ARV di Rumah Sakit. Kondisi tersebut membuat penderita memiliki risiko sikap Lost Follow Up. Untuk mengurangi perilaku tersebut diperlukan pendampingan sosial yang disebut Peer Companion. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara peran Peer Companion dengan penurunan tindak lanjut penderita HIV/AIDS di Klinik VCT RSUD dr.Haryoto Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Dimana data diambil dari rekam medis pasien yang berkunjung ke klinik VCT Puskesmas dr.Haryoto Lumajang pada bulan April – Juni 2024 dengan jumlah populasi 135 pasien HIV/AIDS Lost Follow Up sedangkan sampel yang diperiksa sebanyak 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil secara Purposive Sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing, dan tabulating kemudian data dianalisis secara manual dan otomatis komputer dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendampingan teman sebaya yang baik sebesar 82% (64 responden) dan Lost Follow Up sebesar 19% (8 responden) analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p : 0,001 dengan taraf signifikansi 0,05 (p value 0,01 α 0,05) sehingga terdapat hubungan antara peran pendampingan teman sebaya dengan penurunan angka Lost Follow Up pada pasien HIV/AIDS di Klinik VCT Puskesmas dr.Haryoto Lumajang. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara pembimbing sebaya dan petugas Klinik VCT untuk meningkatkan pelayanan HIV/AIDS.
Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Peningkatan Asam Urat Di Desa Alassumur Lor Kecataman Besuk Kabupaten Probolinggo Ramadhani Alvan Hidayatullah; Achmad Kusyairi; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i4.1683

Abstract

Salah satu perubahan yang memiliki dampak terhadap kesehatan manusia yaitu terjadi perubahan pola makan dan gaya hidup. Perubahan tersebut dapat mengakibatkan berbagai macam gangguan kesehatan salah satunya yaitu asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan peningkatan asam urat di desa Alassumur Lor Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua penderita asam urat sebanyak 82 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling sebanyak 68 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan pola makan pada penderita asam urat yaitu baik sebanyak 51 responden (75%), aktivitas fisik pada penderita asam urat yaitu baik sebanyak 49 responden (72,1%), kadar asam urat pada penderita asam urat yaitu normal sebanyak 48 responden (70,6%). Hasil uji analisis menggunakan chi-square, ada hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan peningkatan kadar asam urat di Desa Alalassumur kecamatan besuk kabupaten probolinggo didapatkan nilai r = 0,001 < α = 0,05. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga dalam menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik untuk menjaga stabilitas kadar asam urat penderita asam urat. Selain itu perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit asam urat dalam kegiatan posbindu
Efektivitas Self Help Book Dan Sleep Hygiene Terhadap Insomnia Di Pondok Mahasiswi Hafshawaty Ani Yuliati; Achmad Kusyairi; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1981

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur. Kondisi ini dapat ditangani melalui pendekatan farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu metode non farmakologis yang digunakan adalah melalui intervensi self help book dan sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi self help book dan sleep hygiene tersebut dalam mengurangi insomnia.Penelitian ini menggunakan desain pre experimental dengan pendekatan two group pre post test design. Jumlah responden sebanyak 46 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 50 orang. Responden dibagi menjadi dua kelompok: 23 orang diberi intervensi self help book dan 23 lainnya diberikan intervensi sleep hygiene. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale (KSPBJ-IRS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok self help book, 78,3% responden mengalami insomnia sedang sebelum intervensi dan 82,6% tetap dalam kategori yang sama setelahnya. Sedangkan pada kelompok sleep hygiene, terjadi penurunan insomnia sedang dari 52,2% menjadi 34,8%, dengan peningkatan kategori ringan menjadi 65,2%. Hasil uji statistic uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value : 0,011 dan 0,000 < 0,05, maka dinyatakan bahwa sleep hygiene lebih efektif terhadap penurunan skala insomnia di pondok mahasiswi hafshawaty. Sleep hygiene terbukti lebih efektif dibandingkan self-help book dalam menurunkan tingkat insomnia karena intervensi ini secara langsung memodifikasi kebiasaan dan lingkungan tidur yang menjadi faktor utama gangguan tidur. Selain itu, sleep hygiene lebih mudah diterapkan secara konsisten oleh responden, dibandingkan membaca dan memahami isi self-help book yang membutuhkan motivasi dan kemampuan literasi lebih tinggi.
Efektivitas Senam Otak (Brain Gym) Dan Terapi Reminiscence Terhadap Penurunan Resiko Komplikasi Fungsi Kognitif Pada Penderita Hipertensi Di Desa Selogudig Wetan Kab. Probolinggo Eriska Melinda; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang juga dapat menyebabkan faktor resiko terhadap kejadian iskemik pada otak yang terkait dengan gangguan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas senam otak (brain gym) dan terapi reminiscence terhadap penurunan resiko komplikasi fungsi kognitif pada penderita hipertensi di Desa Selogudig Wetan Kabupaten Probolinggo.Metode penelitian Quasi experimental dengan pendekatan two group pre- post test design dilakukan di desa selogudig wetan. Populasi pada penelitian ini sebanyak 70 responden dengan besar sampel 60 responden menggunakan purposive sampling yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 mendapatkan terapi senam otak yang dilakukan 2-3 kali sehari selama 10-15 menit dilakukan selama 1-2 minggu. Sedangkan pada kelompok 2 mendapatkan terapi reminiscence dilaksanakan dalam 5 sesi dalam 5 kali pertemuan selama 4 minggu dengan durasi 30-60 menit setiap pertemuan. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner MMSE dan lembar observasi. Selanjutnya dilakukan pengukuran gangguan fungsi kognitif sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test.Hasil penelitian ini menunjukkan gangguan fungsi kognitif pada penderita hipertensi sebanyak 60 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Pada kelompok 1 mendapatkan terapi senam otak sebanyak 30 responden, dan pada kelompok 2 mendapatkan terapi reminiscence sebanyak 30 responden. Pada kelompok 1 sebelum dan sesudah diberikan terapi senam otak didapatkan nilai (p=0,000; dan nilai Z=-4.835). Sedangkan pada kelompok 2 sebelum dan sesudah diberikan terapi reminiscence didapatkan nilai (p=0,000; dan nilai Z=-4.755). Hasil uji Wilcoxon signed rank test dari kedua intervensi menghasilkan nilai p-value 0,000 ≤ α=0,005. Hal ini menunjukkan bahwa efektif senam otak dan terapi reminiscence dalam menurunkan gangguan fungsi kognitif pada penderita hipertensi.Senam otak lebih efektif dari pada terapi reminiscence dalam menurunkan gangguan fungsi kognitif disebabkan karena senam otak melibatkan koordinasi gerakan motorik, aktivitas fisik, dan stimulasi otak secara simultan, sehingga meningkatktan koneksi antar sel saraf dan memperkuat daya ingat dan konsentrasi.
PENYIAPAN MEDIA BUDIDAYA LELE DUMBO SISTEM BIOFLOK DI KOPRAL BUMILIS (KOLAM TERPAL BULAT MINIMALIS) PERKOTAAN Sri Oetami Madyowati; Achmad Kusyairi; Sumaryam; Muhajir; Indra Wirawan; Didik Trisbiantoro; Kejora Handarini; Retnani Rahmiati
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v4i2.4824

Abstract

Pekarangan merupakan lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan produktif, seperti untuk tanaman hias, buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan. Potensi lahan pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilar untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. Salah satu Program yang sedang menjadi tren dan giat dilakukan masyarakat kota Surabaya adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan, untuk budidaya tanaman pangan, perikanan dan peternakan dikenal yang akrab disebut urban farming. Komoditas perikanan yang sangat potensial yang banyak diminati masyarakat untuk dibudidayakan di pekarangan adalah pembesaran lele dalam Kopral Bumilis (kolam terpal bulat minimalis). Permasalahan pada kelompoktani dalam membudidayakan ikan lele adalah penataan kolam dalam pekarangan dan tingkat mortalitas lele yang tinggi selama proses budidaya, berdasarkan permasalahan diatas perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan bagaimana penataan kolam dalam pekarangan yang baik serta penyiapan media air dalam budidaya lele di Kopral Bumilis. Tujuan Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini adalah memanfaatkan lahan pekarangan dengan budidaya lele dalam Kopral Bumilis, dan menyiapkan media pemeliharaan lele dalam Kopral Bumilis. Metode pendekatan yang digunakan adalah dengan cara pendekatan partisipatif aktif secara berkelanjutan antara tim pengusul dengan mitra, sebagai pengendali program Kemitraan Masyarakat berperan aktif melakukan pendampingan dan pembinaan secara berkala kepada mitra. Hasil kegiatan pertemuan disepakati tempat penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di Balai Kelurahan Bendul Merisi Kecamatan Wonocolo dengan tema penataan ruang pekarangan untuk urban farming dan penyiapan air media pemeliharaan lele sistem bioflok di Kopral Bumilis. Selama kegiatan penyuluhan anggota kelompotani sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan terutama terkait kematian benih lele di awal benih lele ditebar. Kolam yang digunakan adalah kolam terpal bulat minimalis milik kelompoktani. Cara menekan tingginya kematian adalah menyiapkan air kolam sistem bioflok, kualitas dan ukuran benih lele 7-9 cm saat ditebar, kontrol pemberian pakan setiap harinya. Kendala yang sering dialami adalah seringnya anak anak kecil menyerok benih lele dan memancing ikan karena tempat pekarangan yang terbuka di lahan fasum, pemberian pakan yang melebihi takaran dan pakan pellet yang tidak dibasahi sebelum diberikan pada ikan. Kesimpulan dari kegiatan ini pertama adalah Budidaya lele dumbo dalam Kopral Bumilis di Pekarangan diterima dengan antusias sekali, dan minta didampingi mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih, penebaran benih, monitoring dan evaluasi; kedua yaitu Kunci keberhasilan usaha budidaya lele dalam Kopral Bumilis di pekarangan adalah pemilihan benih yang teradaptasi dengan fluktuasi lingkungan (disarankan benih ukuran 7-9 cm), monitoring kualitas air dan frekwensi dan jumlah pemberian pakan selama proses budidaya.
THE EFFECT OF TABLETOP DISASTER EXERCISE (TDE) ON EMERGENCY RESPONSE PREPAREDNESS FLOOD DISASTER IN ADOLESCENTS IN THE VILLAGE SIWALAN KEDUNGDALEM DRINGU PROBOLINGGO Salamah, Ummatus; Achmad Kusyairi; Dodik Hartono
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 1 No. 03 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TDE simulation is a simulation that is carried out by playing role plays by all participants to solve problems related to the management of disaster victims on a three-dimensional table board media so that knowledge and skills in disaster emergency response can increase through analysis of problem solving contained in previously created scenarios. . The research method used in this research is One Group pre test and post test design. The sampling technique used was proportionate random sampling for all teenagers according to the inclusion and exclusion sample size of 79 respondents. The Wilcoxon test results showed a p value: 0.000<0.05. This shows that there is an influence of the Tabletop Disaster Exercise (TDE) simulation on flood disaster emergency response readiness among teenagers in Siwalan Hamlet, Kedungdalem Village, Dringu District, Probolinggo Regency.
Pengaruh Meditasi Mindfulness Terhadap Penurunan Tingkat Stress Dan Peningkatan Self Management Pada Pasien Hipertensi Di Desa Liprak Wetan Kabupaten Probolinggo Zakiyatul Masruro; Achmad Kusyairi; Dodik Hartono
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v2i2.705

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara tidak normal dan terus menerus. Stress merupakan suatu kondisi melalui sistem saraf simpatis sehingga aliran darah menjadi naik secara tidak menentu. Self management merupakan kemampuan individu untuk mempertahankan perilaku yang efektif. Salah satu media yang digunakan adalah meditasi mindfulness yang berisikan tentang pemusatan perhatian serta pikiran yang dilakukan dengan cara melakukan beberapa gerakan dan diiringi musik relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Meditasi Mindfulness Terhadap Penurunan Tingkat Stress Dan Peningkatan Self Management Pada Pasien Hipertensi Di Desa Liprak Wetan Kabupaten Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah pre experimental dengan one group pre post test design. Populasi penelitian yaitu seluruh masyarakat di Desa Liprak Wetan Kabupaten Probolinggo yang menderita Hipertensi sejumlah 34 responden sesuai kriteria inklusi. Teknik sampling yaitu Purposive Sampling. Intervensi pada penelitian ini menggunakan meditasi mindfulness dengan cara berfokus pada kesadaran saat ini. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar kusioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan hipotesis Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil tingkat stress pada pretest mayoritas kategori stress sedang sebanyak 26 responden (76,5 %). Pada data posttest mayoritas kategori tidak stress sebanyak 34 responden (100 %). Sedangkan self management pada pretest mayoritas kategori cukup sebanyak 30 responden (88,2 %). Pada data posttest mayoritas kategori baik sebanyak 34 responden (100 %). Nilai ρ value = 0,000 dengan tingkat signifikan ρvalue < α = 0,05, sehingga dapat dinyatakan H1 diterima yang artinya Ada Pengaruh Meditasi Mindfulness Terhadap Penurunan Tingkat Stress Dan Peningkatan Self Management Pada Pasien Hipertensi Di Desa Liprak Wetan Kabupaten Probolinggo. Meditasi mindfulness dapat dijadikan media untuk menurunkan tingkat stress dan meningkatkan self management yang mudah dan tidak memerlukan biaya untuk dilakukan dirumah.
Hubungan Citra Tubuh Dengan Interaksi Sosial Pada Pasien Ulkus Diabetikum Didesa Sokaan Dan Desa Jatiurip Muhammad Sufyan Hadi; Rizka Yunita; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 14 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus diabetikum adalah penyakit yang berdampak pada keadaan fisik, psikologi, sosial dan ekonomi yang akan terjadi pada fisik yaitu kelainan bentuk pada kaki, nyeri, infeksi pada kaki, bahkan permasalahan psikologis yang akan timbul yaitu gangguan cintra tubuh yang mengakibatkan interaksi sosial yang kurang diakibatkan ulkus diabetikum. Penelitian ini untuk mengatahui hubungan citra tubuh dengan interaksi sosial pada pasien ulkus diabetikum di desa sokaan da jatiurip.Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penderita ulkus diabetikum didesa sokaan dan jatiurip sebanyak 36 responden, penentuan sampling menggunakan teknik Total sampling. Instrumen yang digunakan citra tubuh dan interaksi sosial. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji spearman rank.Hasil menunjukan penelitian hasil citra tubuh negatif sebanyak 20 responden (55,6) dan interaksi tinggi sebanyak 16 responden (44.4%). Hasil uji analisi p value = 0,000 α < 0,05 sehingga dinyatakan bahwa H1 diterima artinya ada hubungan citra tubuh dengan interaksi sosial pada pasien ulkus diabetikum di Desa Sokaan dan Jatiurip.Ulkus diabetikum yang mengakibatkan gangguan citra tubuh terganggu yaitu psikologis pola fikir yang dapat mempengaruhi psikologisnya namun ada beberapa responden juga mengalami citra tubuh positif tapi interaksi sosial negative sebagian responden sudah ada yang menerima terhadap penyakitnya dan lama menderitat ulkus diabetikum.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RISIKO SERANGAN JANTUNG PADA PENDERITA KOLESTEROL DI PUSKESMAS PAJARAKAN PROBOLINGGO Nadliroh Fikri Ayu Ningtyas; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin salam
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6958

Abstract

Heart attack is an event caused by the blockage of coronary artery blood flow, resulting in insufficient oxygen supply to the heart muscle and leading to infarction, thereby suddenly interrupting the oxygen-rich blood supply to the heart. The purpose of this study was to determine the factors influencing the risk of heart attack among cholesterol patients at Puskesmas Pajarakan.This research used an analytic correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 90 individuals, with a sample of 73 respondents selected using simple random sampling on May 25-27, 2025, based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument utilized a questionnaire.Data obtained were analyzed bivariately using the Spearman’s Rank test and logistic regression to identify the dominant influencing factors. The results showed that smoking behavior (p=0.023), diabetes mellitus (p=0.039), and physical activity (p=0.594) were variables examined. The findings indicate significant correlation between smoking behavior with a wald value 6,082 and diabetes mellitus with a wald value 0,014. The dominant factor influencing the risk of heart attack was smoking behavior, with a Wald value of 6.082.In conclusion, respondents with smoking habits need to be proactive in managing their health conditions to reduce the risk of complications. Adopting a healthy lifestyle is crucial, including maintaining controlled blood sugar and cholesterol levels, managing blood pressure, quitting smoking, and engaging in regular physical activity.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN HAFSHAWATY Dhika Siti Mona; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin Salam
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6976

Abstract

Dysmenorrhea is an discomfort during menstruation during the most frequent first or second days. The saboteur factor, the age of writing, the habit of eating fast food, and turning down coffee. The purpose of research is to find out what factors related to the incidence of dysmenorea on the women's orderlies in hafshawaty's log cabin Research design uses Correlational analytic with a sectional cross approach. The population of 320 respondents and samples uses a simple random sampling technique of 283. The instrument used questionnaire. Further analysis using the sperman and regression ordinal test.The results of this study show that fast food consumption in the moderate category was found in 195 respondents (68.9%), high-level coffee consumption in 158 respondents (55.8%), and early menarche in 207 respondents (73.1%). The dominant factor was fast food consumption, with a Wald value of 46.848. The analysis showed a significant relationship (p = 0.000 < α = 0.05) between the three factors and the incidence of dysmenorrhea.The findings suggest that the earlier the age of tower dancing, the higher the risk of dysmenorrhea. This can be explained physiologists because early dancing is mainly linked to estrogen and progesterone imbalance that triggers the contraction of the uterus more strongly. Additionally, fast food and coffee consumption contributes to increased prostaglandin levels that worsen menstrual pain. Is important advisors in precenting and handing dysmenorrhea.