Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Berita Dan Keterampilan Menulis Teks Berita Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Bayang Dea Andika Putri; Emidar, Emidar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ada tiga. Pertama, mendeskripsikan tingkat keterampilan membaca pemahaman teks berita siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bayang. Kedua, mendeskripsikan tingkat keterampilan menulis teks berita siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bayang. Ketiga, mendeskripsikan korelasi keterampilan membaca pemahaman teks berita dan keterampilan menulis teks berita siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bayang. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Rancangan penelitian ini adalah hubungan korelasional dua variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bayang yang terdaftar tahun 2023/2024 sebanyak 288 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 43 siswa. Sampel penelitian ini diambil sebesar 15% menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan membaca pemahaman teks berita dan keterampilan menulis teks berita siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bayang dengan rhitung 0,960 > rtabel 0,304 dengan derajat kebebasan n-1 dan taraf signifikan 95%. Ho ditolak dan H1 diterima karena thitung (22,47) lebih besar daripada ttabel (1,68). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca pemahaman teks berita berkorelasi positif dengan keterampilan menulis teks berita yang artinya antara kedua variabel sejajar yaitu semakin tinggi keterampilan membaca pemahaman teks berita, maka akan semakin tinggi keterampilan menulis teks berita siswa.
Tindak Tutur Ekspresif Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX SMP Negeri 43 Padang Shabirah, Azahra; Emidar, Emidar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur ekspresif guru dan strategi bertutur yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas IX SMP Negeri 43 Padang. Tindak tutur ekspresif merupakan salah satu bagian penting yang digunakan selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, tindak tutur yang disampaikan guru kepada siswa perlu dicermati. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah kalimat yang dikomunikasikan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas IX SMP Negeri 43 Padang. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan dari salah seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia kepada siswa dalam kelas ketika sedang berlangsungnya pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 43 Padang. Istrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur yang paling banyak digunakan yaitu tindak tutur ekspresif memuji, sedangkan tindak tutur yang paling sedikit digunakan yaitu tindak tutur ekspresif berbelasungkawa. Strategi bertutur yang paling banyak digunakan yaitu strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi dan strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, sedangkan strategi bertutur yang paling sedikit digunakan yaitu strategi bertutur samar-samar.
Keefektifan Kalimat dalam Teks Berita Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam Aneskhi, Fitra; Emidar, Emidar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat dalam teks berita siswa kelas XI SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam. Data dalam penelitian ini adalah kalimat dalam teks berita yang ditulis siswa kelas XI SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam. Data dianalisis dengan langka-langkah berikut, (1) identifikasi siswa, (2) inventarisasi data dan (3) analisis data berdasarkan indikator kalimat efektif. Teks yang dianalisis berjumlah 29 dan terdiri dari 205 kalimat. Berdasarkan hasil penelitian ini, keefektifan kalimat dalam teks berita siswa kelas XI SMA Negeri 1 V Koto Kampung Dalam berada dikualifikasi buruk. Ditemui 77 ketidakefektifan kalimat dari segi penggunaan bahasa standar, 192 ketidakefektifan kalimat segi pengguanaan kalimat langsung, 202 ketidakefektifan kalimat dari segi pengguanaan konjungsi bahwa, 178 ketidakefektifan kalimat dari segi pengguanaan kata kerja mental, 96 ketidakefektifan kalimat dari segi pengguanaan keterangan waktu dan tempat, dan 172 ketidakefektifan kalimat dari segi pengguanaan konjungsi temporal.
Penggunaan Majas dalam Novel Karnoe: Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar Karya Jombang Santani Khairen dan Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Rahmi Azzahra, Aisyah; Emidar, Emidar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8555

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan majas dalam novel Karnoe: Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar karya Jombang Santani Khairen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang berhubungan dengan majas dalam novel. Sumber data pada penelitian ini yaitu Novel Karnoe: Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar karya Jombang Santani Khairen. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Selanjutnya teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu membaca dan memahami, mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, menginterpretasi dan menyimpulkan data yang berhubungan dengan majas. Hasil penelitian diperoleh data bahwa dalam novel Karnoe: Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar karya Jombang Santani Khairen terdapat penggunaan majas, hasil penelitian yang ditemukan sebagai berikut. Pertama, jenis majas perbandingan. Pada jenis ditemukan enam klasifikasi majas, yaitu simile, metafora, personofikasi, depersonifikasi, alegori, dan Pleonasme. Pada majas simile ditemukan 67 data. Kedua, pada majas pertentangan ditemukan dua belas dari dua puluh macam majas pertentangan, diantaranya, hiperobola, ironi, oksimoron, paronomasia, paralepsis, silepsis, satire, inuendo, paradoks, klimaks, apostrof, sinisme dan sarkasme. Ketiga, Pada majas pertautan tidak ditemukan salah satu dari macam majas pertautan, yaitu, metonimia, sinekdoke, alusi, eufemisme, eponim, epitet, antonomasia, erotesis, paralelisme, gradasi, asindenton dan polisindenton.
Digital Savvy Melalui Pelatihan Copywriting dan Storytelling bagi Pemuda Karang Taruna Malai V Suku Timur menuju Branding Nagari: Digital Savvy Through Copywriting and Storytelling Training for Malai V Timur Clan Karang Taruna Youth Towards Village Branding Abdurahman, Abdurahman; Triana, Herlin; Indriyani, Vivi; Amir, Amril; Emidar, Emidar; Putri, Delsy Arma; Henanggil, Mita Domi Fella
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i1.10612

Abstract

Nagari Malai V Suku Timur, a newly established village, faces challenges in developing its branding due to limited digital literacy and the underutilization of technology to promote local potential. This condition weakens the competitiveness of agricultural products, tourism, and local SMEs. This community service program aimed to enhance the skills of Karang Taruna youth through copywriting and storytelling training as digital communication strategies to strengthen village branding. The method applied was direct training consisting of lectures, practice, discussions, and mentoring, conducted over two days (24–25 July 2025) at the Malai V Suku Timur Village Office Hall with 15 active participants. The results revealed that participants gained a clear understanding of copywriting and storytelling and successfully applied these skills to social media content using Canva and Instagram. Evaluation through pre-tests, post-tests, and satisfaction surveys indicated highly positive responses, with improved comprehension, practical skills, and participant satisfaction. The implication of this activity is the potential empowerment of village youth to optimize digital media for branding, which is expected to contribute to sustainable development in the economic, tourism, and SME sectors.
Tindak Tutur Ekspresif dan Strategi Bertutur Guru Bahasa Indonsia dalam Pembelajaran Teks Prosedur Siswa Kelas VII Maheni, Mutia Aulia; Arief, Ermawati; Ramadhan, Syahrul; Emidar, Emidar
Paedagogie Vol 21 No 1 (2026): (Issue in progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/paedagogie.v21i1.16067

Abstract

The purpose of this study is twofold. First, it aims to describe the forms of expressive speech acts used by Indonesian language teachers in the learning process of Grade VII at SMPN 2 Padang. Second, it seeks to identify the speaking strategies employed by the teachers during Indonesian language instruction in the same class. This research adopts a qualitative design with a descriptive method. The findings of the study consist of two main points. First, five forms of expressive speech acts were identified in the Indonesian language learning process for Grade VII at SMPN 2 Padang, namely: (1) expressive acts of apologizing, (2) expressive acts of praising, (3) expressive acts of blaming, (4) expressive acts of criticizing, and (5) expressive acts of thanking. Second, four types of speaking strategies were found to be used by the teachers, including: (1) speaking directly without preamble, (2) speaking directly with positive politeness markers, (3) speaking directly with negative politeness markers, and (4) vague speaking strategies. Based on these findings, it can be concluded that Indonesian language teachers in Grade VII at SMPN 2 Padang employ five forms of expressive speech acts and four speaking strategies during the Indonesian language learning process.