Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Profil Kadar Besi Serum Pada Anak Usia Sekolah Yang Tinggal di Area Pertambangan Emas Skala Kecil di Sepang Simin, Gunung Mas Fadillah, Noor; Purbayanti, Dwi; Andini , Ika Putri; Rahmah, Windya Nazmatur; Faradila , Faradila; Sartika, Fera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12502

Abstract

Penambangan Emas Skala Kecil (Artisanal and Small-Scale Gold Mining/ASGM) masih banyak dilakukan di Indonesia dan berpotensi menimbulkan paparan merkuri yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat terutama pada anak sebagai kelompok rentan. Paparan merkuri diketahui dapat mengganggu metabolisme zat besi dan proses hematopoiesis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kadar besi serum pada anak-anak yang bermukim di sekitar kawasan ASGM di Desa Sepang Simin, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study yang melibatkan 43 anak usia 9–12 tahun. Sampel darah vena diambil untuk memperoleh serum dan dilakukan pemeriksaan kadar besi serum menggunakan metode Iron-Ferrozine dengan fotometer Biosystem BTS-350. Analisis data dilakukan secara deskriptif serta uji beda melalui Independent Sample t-test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya sebagian besar responden memiliki kadar besi serum dalam kisaran normal (86%), sedangkan 14% responden memiliki kadar besi serum rendah. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar besi serum antara anak laki-laki dan perempuan (p = 0,025), dengan rerata kadar besi serum pada anak laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa status zat besi pada anak di wilayah pertambangan tidak sekadar terpengaruh faktor nutrisi dan pertumbuhan, namun juga berpotensi berkaitan dengan paparan lingkungan seperti merkuri yang dapat mengganggu metabolisme besi dan eritropoiesis.
Edukasi Penyakit Tuberculosis (TBC) Pada Santri Di Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya Fera Sartika; Rezqi Handayani; Fitria Hariati Ramdhani; Dwi Purbayanti; Rinny Ardina; Windya Nazmatur Rahmah; Al Hidayani; Noor Fadillah; Sri Suhartati; Nira Meirita Wijayanti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.985

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Peningkatan kasus TBC menunjukkan pentingnya upaya edukasi sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya tentang penyakit TBC. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara luring melalui ceramah, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan pembagian pre-test, dilanjutkan penyampaian materi dan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Jumlah peserta sebanyak 39 santri. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,8 dan meningkat menjadi 85,1 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 11,3 poin. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai TBC, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan pesantren.
Pelatihan dan Edukasi Pada Ibu Balita dalam Pencegahan Stunting di Desa Karang Intan 1 sebagai Area Lahan Basah Kalimantan Selatan Agianto Agianto; Fujiati Fujiati; Roselina Panghiyangani; Nelly Al Audah; Arief Budiarto; Sukma Noor Akbar; Nanda Shaskia Larasaty; Puga Sharaz Wangi; Seri Wahyuni; Danny Indrawardhana; Dwi Purbayanti; Deby Kania Tri Putri; Nurul Hidayah; Muhammad Irwan Setiawan; Muhammad Fakhruddin Noor; Muhammad Iqbal; Ary Nugraha; Muhammad Ikhwan Rizki
Abdimas Mandalika Vol 5, No 4 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i4.38965

Abstract

Abstract: The prevalence of stunting in South Kalimantan remains high, requiring special attention in implementing more effective intervention programs. The purpose of community service activities is to increase knowledge and strengthen the active role of the community, especially mothers of toddlers, in preventing stunting and supporting the acceleration of reducing stunting prevalence. The method used was training and education for housewives in stunting prevention in Karang Intan Village. The target of the activity was 30 mothers with toddlers. The series of activities included a pre-test delivering educational materials on stunting, weighing practices, identifying stunting from body weight, and determining nutrition from simulations and practices. Interactive discussions and post-tests were conducted to evaluate the increase in knowledge of mothers of toddlers. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, where at the pre-test stage, 86.6% were already in the good category, and after the intervention, all respondents (100%) were in the good category. Health education is effective in improving and strengthening the understanding of mothers of toddlers regarding stunting prevention.Abstrak: Prevalensi stunting di Kalimantan Selatan masih berada pada kategori tinggi, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam implementasi program intervensi yang lebih efektif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan memperkuat peran aktif masyarakat khususnya ibu balita dalam mencegah stunting dan mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan edukasi pada ibu rumah tangga dalam pencegahan stunting di Desa Karang Intan. Sasaran kegiatan adalah 30 ibu yang memiliki balita. Rangkaian kegiatan berupa pre-test penyampaian materi edukasi tentang stunting, praktik penimbangan, identidfikasi stunting dari berat bada, penentuangizi dari simulasi dan praktik. Diskusi interaktif serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan ibu Balita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana pada tahap pre-test sebesar 86,6% sudah berada pada kategori baik, dan setelah intervensi seluruh responden (100%) berada pada kategori baik. Edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan dan memperkuat pemahaman ibu balita terkait pencegahan stunting.
Pengaruh Waktu Penundaan terhadap Hasil Pemeriksaan Bilirubin Total dengan Metode Diazo Sulfanilat: The Effect of Delay Time on Total Bilirubin Examination Results Using the Diazo Sulfanilate Method Defi Patmasari; Suratno Suratno; Dwi Purbayanti
Barigas: Medical and Health Science Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Barigas: Medical and Health Science Journal
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/barigas.v1i1.10052

Abstract

Examination of total bilirubin is one of the laboratory tests to determine the function of the liver and bile ducts, as well as impaired liver function. A delay in total bilirubin examination can affect the results of the examination. According to Good Laboratory Practice, total bilirubin activity should be checked as soon as possible. The purpose of this study was to determine the difference in the results of the examination of total serum bilirubin, which was examined immediately with a delay of 3 days and a delay of 5 days, which was stored at 2-8 oC. The delay in total bilirubin examination with serum samples will be stable if stored at 2-8 oC for 5-7 days. This type of research uses experimental research, the sampling technique used in this study is random sampling, involving as many as 15 samples from students of the Muhammadiyah University of Palangkaraya. Examination of total bilirubin was carried out using the Diazo Sulfanilate method with a Photometer Biosystem 350. The results of the average total bilirubin levels were immediately examined, with a delay of 3 days and a delay of 5 days, namely 0.53, 0.55, and 0.67 (mg/dL, respectively). ). This shows that the longer the delay in total bilirubin examination, the higher the total bilirubin value. Based on the One Way Anova test, the p value = 0.439 showed that there was no significant difference or no effect of time delay on the results of the examination of total bilirubin levels, which were examined immediately, with a delay of 3 days, and a delay of 5 days.
Pengaruh Waktu Penundaan Terhadap Hasil Pemeriksaan Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dengan Metode IFCC (International Federation of Clinical Chemistry): The Effect of Delay Time on Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) Test Results Using the IFCC (International Federation of Clinical Chemistry) Method Sella Sella; Suratno Suratno; Dwi Purbayanti
Barigas: Medical and Health Science Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Barigas: Medical and Health Science Journal
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/barigas.v1i1.10053

Abstract

Liver damage parameters can be identified from changes in the activity of blood enzymes by observing substances in the blood produced by liver cells, such as Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT). In SGOT examinations, delays in the examination can affect the results. As in Good Laboratory Practice, SGOT activity will decrease by 10% in storage for >3 days at 4 °C. The purpose of this study was to determine the effect of delay time on Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) examinations in serum samples stored at 2-8 °C. This study was conducted using an experimental method on 17 randomly selected samples. The SGOT examination was carried out using the IFCC (International Federation of Clinical Chemistry) method using a BTS 350 photometer. The average results of the Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) examination in serum with variations of 0 days (immediately), 3 days, and 7 days were 18.1 U/L, 17.7 U/L, and 17.1 U/L, respectively. Based on the one-way ANOVA test, the significance value was 0.547 (>0.05). This indicates that there is no effect of delay time on the results of the SGOT examination.