Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI: KAJIAN BENTUK DAN TELAAH MAKNA sovia wulan wulandari; hadiyanto hadiyanto
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 02 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.324 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i02.5802

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pentingnya untuk pendokementasian dan penginventarisasian ungkapan tradisional masyarakat kerinci sebagai bentuk pelestarian bahaya melayu Kerinci. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan makna ungkapan tradisional masyarakat Kerinci yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat pendidikan informal dan kontrol sosial. Metode atau pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang mengutamakan ketajaman analisis terhadap data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk ungkapan yang terdokumentasi sebanyak 125 ungkapan. Ungkapan-ungkapan tersebut ada yang berbentuk peribasa, pepatah, dan kiasan.
Musik Tarawak Tarawoi dalam Ritual Ngagah Harimau di Masyarakat Pulau Tengah Kabupaten Kerinci Masvil Tomi; Hadiyanto; Amor Seta Gilang Pratama; Muhammad Alfath; Putri Anisa Utami
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.567 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8177

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Musik Tarawak Tarawoi Dalam Ritual Ngagah Harimau di Masyarakat Pulau Tengah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Penelitian ini dilakukan karena Musik Tarawak Tarawoi Dalam Ritual Ngagah Harimau tersebut memiliki fungsi tersendiri. Tarawak Tarawoi merupakan musik yang digunakan dan dipercayakan bisa untuk memangil Roh nenek moyang dan penjaga hutan di desa Pulau Tenggah Kecamatan Keliling Danau Kerinci, upacara ritual itu mengambarkan bagaimana hubungan antara manusia dan harimau pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah Musik Tarawak Tarawoi Dalam Ritual Ngagah Harimau yang dikaji dari fungsi dan bentuk penyajiannya. maka penelitian ini di fokuskan pada rumusan masalah yang akan membahas: Penyajian Musik Tarawak Tarawoi Dalam Ritual Ngagah Harimau di Masyarakat Pulau Tengah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN MENGONTRUKSI KARYA ILMIAH DI SMA Nur Halimatusyadiyah Ms Lubis; Kamarudin; Hadiyanto
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 1 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The project based learning model is a learningimodel that seeks to develop competence and learning skills through a series of activities to plan, implement and produce certain products which are contained in a container in the formiof a project. The objectivesito be achievediin this study are to describe the applicationiof the project basedilearning model to learning to construct scientific work in class XI IPA at SMA Negeri 9 Tanjung Jabung Barat. The approachiin this research is a qualitativeiapproach. The results of this study are that the application of PjBL can be used in learning to construct scientific work. This is evidenced by the value of students who are categorized as good. The PjBL learningimodel can increase motivationiand persistence in the learning process
SISTEM PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN WEMOS D1R1 Selina Anindita; Christy Mahendra; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v6i1.15163

Abstract

Feeding carp manually results in disruption of fish growth so that fish yields are not optimal. If the feed is given too much then the rest of the fish feed will become a source of bacteria. Therefore, it is necessary to design an Internet of Things (IoT)-based carp feeder monitoring sistem that can work automatically based on the time and amount of fish feed that has been determined. In this study, the research method used is the waterfall method. The IoT-based automatic carp feeder monitoring sistem uses a Wemos D1 R1 microcontroller, RTC, LCD, servo motor, ultrasonic sensor, buzzer and Blynk. The results of this study are tools for monitoring automatic feeding at a predetermined time. Fish feed was given twice a day at 6:00 and 18:00 with feed weight 2% of the total fish biomass. Ultrasonic sensor accuracy in reading fish feed distance is 95.63%, accuracy in feeding fish is 90.47%, buzzer accuracy for warning if fish feed is running low is 100%. The amount of fish feed consumed for 3 weeks automatically was 152 grams and 107 grams manually. The difference in fish changes for manual feed is 10 grams and automatically is 15 grams. Keywords: Wemos D1R1, IoT, Blynk AbstrakPemberian pakan ikan gurame  secara manual  mengakibatkan terganggunya pertumbuhan ikan sehingga hasil panen ikan tidak maksimal. Jika pakan  diberikan terlalu banyak maka sisa pakan ikan akan menjadi sumber bakteri. Oleh karena itu perlu dirancang sistem monitoring alat pembemberi pakan ikan gurame berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat bekerja secara otomatis berdasarkan waktu dan jumlah pakan ikan yang telah ditentukan. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode Waterfall. Sistem monitoring alat pembemberi pakan ikan gurame secara otomatis berbasis IoT menggunakan mikrokontroller Wemos D1 R1, RTC, LCD, motor servo, sensor ultrasonik, buzzer dan Blynk. Hasil penelitian ini berupa alat untuk memonitoring pemberian pakan otomatis pada waktu yang telah ditentukan. Pemberian pakan ikan dilakukan 2 kali sehari yaitu pukul 6:00 dan 18:00 dengan berat pakan 2% dari total biomassa ikan. Akurasi sensor ultrasonik dalam membaca jarak pakan ikan sebesar 95,63%, akurasi dalam pemberian pakan ikan sebesar 90,47%, akurasi buzzer untuk peringatan jika pakan ikan hampir habis sebesar 100%. Jumlah pakan ikan yang dikonsumsi selama 3 minggu secara otomatis adalah 152 gram dan 107 gram secara manual. Selisih perubahan ikan untuk pakan manual sebesar 10 gram dan secara otomatis sebesar 15 gram.
ENHANCING STUDENTS' 21ST CENTURY COMPETENCIES: THE IMPACT OF TARGETED TRAINING ON THE DEVELOPMENT OF ESSENTIAL SOFT AND HARD SKILLS Hadiyanto Hadiyanto; Noferdiman Noferdiman; Andang Fazri; Lince Muis; Imilda Utami Dewi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 4: DECEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The present study investigates the effectiveness of short training to improve students' 21st-century skills, including soft skills, hard skills, and competitiveness (SHC). The design of the study was a quasi-experimental design without a pre-test. The 50 participating students were divided into two groups; the first experimental group was students who attended a short training to improve their 21st-century skills and the second group was students without the short training. Data were collected by using self-assessment through SurveyMonkey application. The evidence shows that the experimental group of students obtain 21st-century skills significantly higher than students without attending the short training. This study concludes that short training was effective to improve 21st-century skills; soft skills, hard skills, and competitiveness. The findings implicate that training on 21st-century skills is suggested to be provided for final year students as preparation for them to go to the real work. In addition, this is an effort of the University to prepare graduates' readiness to compete in the job market.  
URGENSI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Irnanda, Ela; Putri, Riska Nanda; Suhendra, Irwan; Nurhizrah, Gustituati; Hadiyanto, Hadiyanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09, No. 03, September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.14942

Abstract

This study examines the urgency of implementing school-based management (SBM) as a strategy to improve curriculum and learning in primary schools through a literature review methodology. SBM is an approach that gives schools greater autonomy in decision-making, aiming to improve the quality of education through the active participation of principals, teachers, students and communities. The literature analyzed in this research includes various empirical and theoretical studies that examine the implementation of SBM and its impact on improving the quality of curriculum and learning. The results show that SBM contributes significantly to tailoring the curriculum to local needs, improving learning effectiveness, and creating a more responsive and innovative learning environment. The study also found that the success of SBM relies heavily on policy support, adequate training for educators and commitment from all stakeholders. Based on these findings, the study recommends increased support and resources for the implementation of SBM to achieve optimal results in basic education.
Analisis Asesmen Diagnostik pada Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Model Project Based Learning Farah Ridhiyalira; Rustam; Hadiyanto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asesmen diagnostik pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan model Project Based Learning (PjBL) di MTs Mahdaliyah Kota Jambi. Asesmen diagnostik, yang terdiri dari aspek kognitif dan non-kognitif, digunakan untuk memetakan kemampuan awal siswa dan kondisi psikologis serta sosial-emosional mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik efektif dalam mengidentifikasi pemahaman siswa sebelum memulai pembelajaran serta membantu guru merancang strategi yang sesuai. Model PjBL diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, mendorong siswa untuk aktif dan terlibat dalam proyek nyata, seperti menulis puisi berdasarkan observasi objek. Meskipun penerapan kurikulum Merdeka masih dalam tahap uji coba, asesmen diagnostik membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih terarah dan menyenangkan bagi siswa. Namun, penekanan pada kesenangan belajar harus tetap diimbangi dengan pencapaian tujuan pembelajaran yang jelas.
Kontribusi Peran Guru Penggerak dan Kinerja Guru Terhadap Kepuasan Peserta Didik Ferry Anggriawan; Hadiyanto Hadiyanto; Marzul Hidayat
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1464

Abstract

Program guru penggerak adalah program yang menciptakan agen di ekosistem pendidikan ke depan. Program penggerak berperan penting dalam pendidikan merdeka belajar di Indonesia, membentuk membuat guru lebih bersemangat dalam implementasi penguatan isilah dalam endidikan. Program penggerak adalah guru yang mampu memberikan pembelajaran dengan konsep perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan refleksi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan dimasa yang akan datang berbasiskan data. Program penggerak dapat memberikan pengimbasan nilai-nilai dalam pendidikan guru penggerak sebagai bentuk kolaborasi bersama rekan sejawat dan budaya positif dalam progres menuju kinerja guru yang berkelanjutan, terutama dalam memberikan layanan jasa pendidikan yang berbasis kepada kepuasan peserta didik. Kata kunci: Peran Guru penggerak, Kinerja Guru, Kepuasan Peserta Didik
Gamifying English Language Learning in Non-Language Majors: A Case Study of Kahoot! In Higher Education Aryawira Pratama; Hadiyanto Hadiyanto; Eddy Haryanto; Bunga Ayu Wulandari; Fauzan Sulman; Desti Anggraini; Retno Wulan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.9026

Abstract

In higher education, English language learning for non-language majors often suffers from low motivation and engagement, particularly among students with analytical academic backgrounds such as Mathematics Education. Gamification has emerged as a promising approach to enhance joyful learning experiences in such contexts. This qualitative case study explores the impact of gamification, using the Kahoot! platform, on the English learning experience of Mathematics Education students at an Indonesian university. Four students were purposively selected from two classes—two high performers and two low performers—to reflect diverse learning experiences. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using iterative coding and thematic interpretation. Findings reveal that game elements such as points, leaderboards, time limits, and answer streaks significantly increased student motivation and active participation. Students reported enhanced cognitive focus, reduced anxiety, and positive emotional responses, including enjoyment and increased confidence. The anonymity feature in Kahoot! contributed to a psychologically safe classroom environment, encouraging risk-taking and collaboration. Additionally, repetitive quiz formats and immediate feedback supported vocabulary acquisition, grammar understanding, and long-term retention. The study concludes that gamification, when applied thoughtfully, can transform English language learning into a more joyful, inclusive, and cognitively enriching experience for students in non-language disciplines. It fosters emotional comfort, strengthens engagement, and improves learning outcomes.      
Analisis Problematika Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Melalui Kajian Literatur Novit Aprillia; Yantoro; Hadiyanto; Eka Sastrawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36497

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan ciri utama Kurikulum Merdeka yang menuntut guru menyesuaikan pembelajaran dengan kesiapan, minat, dan profil belajar peserta didik. Namun, implementasinya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai problematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika yang dialami guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui kajian literatur terhadap lima artikel yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik literature review melalui proses penelusuran, seleksi, dan analisis tematik literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa problematika utama muncul pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen, seperti kesulitan memetakan kebutuhan belajar siswa, keterbatasan pemahaman mengenai diferensiasi, kurangnya variasi media pembelajaran, pengelolaan kelas heterogen, serta keterbatasan waktu. Solusi yang direkomendasikan meliputi pelatihan dan pendampingan guru, kolaborasi penyusunan perangkat ajar, penyediaan media interaktif, serta peningkatan asesmen diagnostik. Kajian ini menegaskan bahwa dukungan kompetensi dan sarana memadai diperlukan agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan secara efektif dalam Kurikulum Merdeka.