Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Literasi Keamanan Kosmetik dan Pelatihan Pembuatan Tabir Surya Minyak Calendula untuk Siswa SMAN 2 Jakarta Notario, Dion; Wulandari, Erna; Rachmawati, Putriana; Nathalie, Evadia; Siddharta, Adelia; Jowi, Angeline; Ling, Lim Siu; Dharmalau, Richanda Surya; Sandoval, Asiya Maryam; Matondang, Rovita Nia; Sadia, Theresia Shekinah; Tanjaya, Ziva Euginia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7002

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan kosmetik, namun tingkat pengetahuan tentang keamanan produk masih beragam. Kondisi ini membuat mereka rentan menggunakan kosmetik ilegal atau yang dipasarkan dengan klaim berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan guna meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja. Upaya peningkatan literasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan praktik pembuatan tabir surya untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan in belangsung di SMAN 2 Jakarta, melibatkan 50 siswa, dan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan awal, persiapan teknis, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre- dan post-test, kuesioner persepsi dengan skala Likert, serta analisis komentar terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan siswa (pre-test 70,19; post-test 95,66; p-value<0,001). Sebagian besar soal menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar yang signifikan (p-value<0,05). Tingginya antusiasme siswa tercermin dari tingkat pengisian umpan balik yang mencapai lebih dari 70%, skor persepsi positif di atas 80%, serta dominasi komentar apresiatif. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas PkM yang diberikan melalui kombinasi edukasi teori dan praktik secara efektif dapat meningkatkan literasi keamanan kosmetik. Untuk program pengabdian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak peserta dan menambahkan media edukatif seperti buku saku
Literasi Keamanan Kosmetik dan Pelatihan Pembuatan Tabir Surya Minyak Calendula untuk Siswa SMAN 2 Jakarta Notario, Dion; Wulandari, Erna; Rachmawati, Putriana; Nathalie, Evadia; Siddharta, Adelia; Jowi, Angeline; Ling, Lim Siu; Dharmalau, Richanda Surya; Sandoval, Asiya Maryam; Matondang, Rovita Nia; Sadia, Theresia Shekinah; Tanjaya, Ziva Euginia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7002

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan kosmetik, namun tingkat pengetahuan tentang keamanan produk masih beragam. Kondisi ini membuat mereka rentan menggunakan kosmetik ilegal atau yang dipasarkan dengan klaim berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan guna meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja. Upaya peningkatan literasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan praktik pembuatan tabir surya untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan in belangsung di SMAN 2 Jakarta, melibatkan 50 siswa, dan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan awal, persiapan teknis, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre- dan post-test, kuesioner persepsi dengan skala Likert, serta analisis komentar terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan siswa (pre-test 70,19; post-test 95,66; p-value<0,001). Sebagian besar soal menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar yang signifikan (p-value<0,05). Tingginya antusiasme siswa tercermin dari tingkat pengisian umpan balik yang mencapai lebih dari 70%, skor persepsi positif di atas 80%, serta dominasi komentar apresiatif. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas PkM yang diberikan melalui kombinasi edukasi teori dan praktik secara efektif dapat meningkatkan literasi keamanan kosmetik. Untuk program pengabdian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak peserta dan menambahkan media edukatif seperti buku saku
Kepuasan Pasien pada Telefarmasi vs Farmasi Konvensional: Analisis SERVQUAL Noviani, Lusy; Notario, Dion; Aurina, Wanda
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v18i1.572

Abstract

Telepharmacy offers a promising solution to overcome the geographical limitations of traditional pharmacies. However, concerns regarding the quality of services delivered through telepharmacy highlight the need for a comprehensive evaluation of patient satisfaction. This study aimed to compare patient satisfaction between telepharmacy and conventional pharmacy services and to identify areas for improvement. A cross-sectional study was conducted in March and April 2024, involving a sample of 136 customers from the Atma Jaya Teaching Pharmacy in North Jakarta. Patient satisfaction was measured using a validated questionnaire, and key satisfaction dimensions were identified through Importance-Performance Analysis (IPA). The analysis revealed that both telepharmacy and conventional pharmacy services demonstrated strengths in the dimensions of Assurance and Responsiveness, which are critical to customer satisfaction (quadrant II : keep up the good work). Meanwhile, Reliability and Empathy were perceived as less important in both service models (quadrant III : low priority). The Tangible dimension, however, was identified as an area requiring improvement (quadrant I : concentrate here). These findings suggest that telepharmacy can provide patient satisfaction comparable to conventional pharmacies, particularly in the dimensions of Assurance and Responsiveness. However, the Tangible dimension remains a key area for improvement.
Heparin Vs Enoxaparin: Effects On D-Dimer And Hospital Stay In Covid-19 Patients Cokro, Fonny; Suryamin, Novita; Notario, Dion; Sahamastuti, Agnes Anania Triavika; Gunawan, Catherine Keiko; Sumarpo, Anton
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.23094

Abstract

Elevated d-dimer levels due to venous thromboembolism and hypercoagulability in covid-19 patients play a role in disease severity and poor clinical outcomes. This study aims to compare the effectiveness of heparin and enoxaparin, two recommended anticoagulants, in reducing d-dimer levels and hospital stay duration in hospitalized covid-19 patients. This retrospective cohort study involved 106 hospitalized covid-19 patients with abnormal d-dimer levels treated between March 2020 and March 2023. The assessment included changes in d-dimer levels and hospitalization duration. Statistical analyses were performed using stata software. Patients receiving enoxaparin were 5.913 times more likely to experience a reduction in d-dimer levels compared to those receiving heparin (p=0.021). While smoking status (or=0.034; p=0.001) and the number of comorbidities (or=11.247; p=0.018) were notable factors influencing d-dimer reduction, enoxaparin administration was linked to significantly longer hospitalization (p=0.024). The severity of covid-19 also had a substantial impact on hospital stays, with severe (β = 5.757; p= 0.004) and critical (β = 9.147; p 0.001) cases requiring extended care. Thus, enoxaparin demonstrates greater efficacy in reducing d-dimer levels in hospitalized covid-19 patients, though at the cost of prolonged hospital stays. 
Therapeutic Potential of Bovine Lactoferrin to Reduce Brain Malondialdehyde Levels in Hyperlipidemia-Induced Sprague-Dawley Rats Telium, Havian Daulung; Djuartina, Tena; Notario, Dion; Hananta, Linawati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.72048

Abstract

Hyperlipidemia is a medical condition that can trigger various diseases, one of which is a neurodegenerative or neurological disease. Lactoferrin is known to have multiple protective activities, one of which is antioxidant. This study aimed to determine the potential of lactoferrin bovine to decrease brain MDA levels in Sprague-Dawley (SD) rats induced by hyperlipidemia. This study was an in vivo experimental study using 24 male SD rats divided into six groups: normal, negative control, positive control, low-dose bovine lactoferrin (LLF), intermediate-dose bovine lactoferrin (ILF), and high-dose bovine lactoferrin (HLF). The diet in the normal group was the standard diet, and the other groups were induced by a high-fat diet (HFD). The intervention for the positive control group was simvastatin. In contrast, LLF, ILF, and HLF groups were given bovine lactoferrin doses of 100, 200, and 400 mg/kgBW, respectively. After seven weeks, all rats were necropsied, and their brains were taken to be tested for malondialdehyde (MDA) levels with an MDA assay kit using a spectrophotometer. Data was then analyzed using Shapiro-Wilk and Levene test and continued with one-way ANOVA and post-hoc Tukey test. There were significant differences (p<0.05) between the negative control group (269.99±13.50 nmol/g weight) and every bovine lactoferrin groups (219.92±22.99 nmol/g weight, 151.60±23.43 nmol/g weight, 158.16±12.33 nmol/g weight, respectively) in reducing brain MDA levels. In summary, all bovine lactoferrin groups (100, 200, and 400 mg/kgBW) significantly reduced brain MDA levels of SD rats in hyperlipidemia condition.