p-Index From 2021 - 2026
4.609
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Kepemimpinan Klinis Perawat Pelaksana Berdasarkan Pendekatan Clinical Leadership Competency Framework dan Faktor-Faktor Determinannya Yusnaini Yusnaini; Yulastri Arif; Dorisnita Dorisnita
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.921 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i2.1914

Abstract

This study aims to analyze nurses' clinical leadership abilities based on the clinical leadership competency framework approach and its determinants in the inpatient room of Padangsidimpuan Hospital. The research design in this study used a descriptive-analytic correlation. The results showed that there was a significant relationship between the availability of nursing resources, management support, and work environment support with clinical leadership abilities, with a p-value for each variable, namely the availability of nurse resources (p = 0.043), management support (p = 0.000) and support work environment (p = 0.005). Meanwhile, competence has no significant relationship with nurses' clinical leadership ability in the inpatient room of RSUD Padangsidimpuan (p = 0.084). Multivariate analysis shows that management support is the most dominant variable associated with clinical leadership skills, with an Odds Ratio (OR) value of 4.476. In conclusion, nurses' clinical leadership ability must be supported by the availability of nurse resources, work environment support, and management support to obtain quality nursing services. Keywords: Determinants, Respondent Characteristics, Clinical Leadership
Description of Nurse's Knowledge, Attitude and Competence in Social Media Muhammad Hardiansyah; Yulastri Arif; Zifriyanthi Minanda Putri
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jks.v7i1.6448

Abstract

This study aims to describe nurses' knowledge, attitude, and competence in using social media. The research method used is quantitative descriptive research. The results showed that the average respondent's understanding of social media was 5.87, with a minimum score of 1 and a maximum score of 11 out of a total score of 0-25. The average altitude of respondents to social media is 80.39, with a minimum score of 64 and a maximum score of 96 out of a total score of 25-125. The average nurse competency in social media is 68.19, with a minimum score of 50 and a maximum score of 94 out of a total score of 30-150. In conclusion, nurses' knowledge, attitude, and competence in social media still need to be added to the expected total score. Keywords: Competence, Social Media, Knowledge, Nurse, Attitude
Discharge Planning Dan Permberdayaan Keluarga Model Homecare Service Dengan Pendekatan Continuity Of Care (Hcs-Coc) Terhadap Kualitas Hidup Pasien Stroke Iskemik Ledia Restipa; Yulastri Arif; Donisnita Donisnita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.516

Abstract

Pasien pasca stroke iskemik cendrueng memiliki gejala sisa yang dapat mempengaruhi fungsi fisik dan aktifitas sehari-hari pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mempengetahui pengararuh pemberian Discharge Planning dan pembedayaan keluarga model home care service dengan pendekatan continuity of care (Hcs-Coc) terhadap kualitas hidup pasien stroke iskemik. Desain penelitian quasi experimental,non equivalent,control group pretest dan posttest design. Pengambilan sampel convenience sampling yang berjumlah 24 orang. Sampel yaitu pasien stroke iskemik. Uji statistik yang digunakan wilxocon signed test dan mann whitney test. Hasil uji statistik dengan nilai p=0.042(<0.005), artinya adanya pengaruh pada intervensi Discharge Planning rumah sakit dan pemberdayaan keluarga model home care service dengan pendekatan continuity of care (Hcs-Coc) pada pasien stroke iskemik, sedangkan pada intervensi Discharge Planning rumah sakit nilai p=0.875 artinya tidak ada pengaruh antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Disarankan bagi perawat agar dapat memberikan disharge planning dengan baik pada keluarga pasien dalam memberikan dukungan keluarga terhadap pasien pasca perawatan stroke selain itu disharge planning juga diberikan pada pasien untuk dapat meningkatkan motivasi dan semangat hidup yang tinggi sehingga pasien tidak mengalami depresi
Analysis of Factors Related to The Documentation of Nursing Care Fitra Mayenti; Yulastri Arif; Vetty Priscilla
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.289

Abstract

Nursing documentation is written evidence of the implementation of nursing care, but in some hospitals documenting nursing care is still problem and far from the Indonesian Ministry of Health, Which is 80%. This study aimed to determine the factors associated with Nursing documentation of inpatient care at the Ibnu Sina Islamic Hospital Pekanbaru. The design of this study was observational cross sectional. A sample of 82 nurses used a proportional random sampling technique.The results showed that there individual factors 72 % were early adult nurses, 51,2 % were old nurse with long time, 95,1% were high educational level. Organization factors showed that there 70,7 % were head nurse good category, 75,5% were employee available category, 52, 4% were nursing care good category.There were significant differences of length of work and level of education with documentation of nursing care.
The Effect of COVID-19-related Occupational Stress and Burnout in Referral Hospital Nurses Arif, Yulastri; Fadhani, Masyithah
Kesmas Vol. 18, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurses' continuous contribution to patient health makes them prone to occupational stress, which has been exacerbated during the COVID-19 pandemic. Occupational stress that lasts for a long time and is not resolved may cause burnout. Burnout experienced by nurses can impact patients, hospital services, and themselves. This study aimed to determine the effect of occupational stress on the incidence of nurse burnout during the COVID-19 pandemic. It used a quantitative approach with a cross-sectional design. The study sample was 235 nurses in six COVID-19 referral hospitals in West Sumatra from a proportional random sampling technique. Data were collected using a digital questionnaire distributed via a Google Forms link from February to April 2022. The results showed that the stress level of nurses was most commonly moderate (68.1%), and the burnout level was most commonly low (82.1%), with a significant effect of occupational stress on burnout. This study reveals the effect of occupational stress on the burnout of nurses treating COVID-19 patients.
Efektifitas Electronic Nursing Care (E-NC) Berbasis Standar 3S (SDKI, SLKI dan SIKI) Dalam Meningkatkan Mutu Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Yaumil Fajri; Yulastri Arif
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50620

Abstract

Asuhan keperawatan yang berkualitas merupakan salah satu parameter penilaian mutu keperawatan di rumah sakit. Pelaksanaan pendokumentasiannya belum optimal disebabkan kurangnya pengetahuan perawat terkait standar 3S, kurangnya motivasi dalam pendokumentasian dan model dokumentasi masih berbasis manual, sehingga diperlukan strategi pengembangan sistem informasi Electronic Nursing Care (E-NC) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendokumentasian asuhan keperawatan di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh pengembangan E-NC terhadap kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu perawat dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan. Desain Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Subjek penelitian dokumen rekam medis (n=104), dengan teknis purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan mann-whitney test. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan rerata kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu antara penggunaan SIMGOS dan E-NC (p value 0,000 < 0,05). Sistem E-NC mempengaruhi kelengkapan, akurasi dan efisiensi waktu pendokumentasian asuhan keperawatan. Rumah sakit dapat menggunakan E-NC dalam penerapan pendokumentasian agar lebih efektif dan efisien. Meningkatnya kuantitas dan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan yang diberikan oleh perawat. Kata Kunci: sistem dokumentasi keperawatan, standar 3S, kelengkapan, akurasi, efisiensi waktu
Gambaran Faktor Perilaku Perawat Terhadap Pelaksanaan Komunikasi Sbar pada Saat Timbang Terima Jogi Anggara; Yulastri Arif; Zifriyanthi Minanda Putri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51166

Abstract

Komunikasi dalam timbang terima antar petugas kesehatan merupakan kegiatan penting dalam menjaga keselamatan pasien. Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan metode komunikasi terstruktur yang penting dalam proses timbang terima untuk meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan predisposing factors, reinforcing factor, dan enabling factor terhadap pelaksanaan komunikasi SBAR pada saat timbang terima di ruangan rawat inap salah satu RSUD tipe c Sumatera Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 91 perawat yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat berada pada kategori dewasa akhir (78%), berjenis kelamin perempuan (94,5%), dengan lama kerja >15 tahun (37,4%), dan berpendidikan D3 Keperawatan (53,8%). Sebagian besar responden memiliki sikap positif (71,4%), keyakinan tinggi (79,1%), nilai-nilai tinggi (74,7%), dukungan pimpinan baik (65,9%), serta lingkungan kerja baik (63,7%). Dapat disimpulkan bahwa predisposing factors, reinforcing, dan enabling pada perawat di ruang rawat inap RSUD tipe c berada dalam kategori baik, yang mencerminkan kesiapan individu dan lingkungan dalam mendukung pelaksanaan komunikasi SBAR secara efektif. Kata Kunci : Timbang Terima; Komunikasi SBAR
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Manajemen Nyeri Non Farmakologis Oleh Perawat Pelaksana Di Irna Non Bedah Rsup Dr M Djamil Padang Tahun 2015 Fitria Fajriani; Yulastri Arif; Deswita Deswita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55398

Abstract

Angka kenyamanan pasien atau pasien bebas dari nyeri merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan di ruang rawat inap. Salah satu upaya perawat untuk meningkatkan angka mutu tersebut adalah manajemen nyeri nonfarmakologis. Irna non bedah memiliki angka nyeri yang cukup tinggi, namun angka tatalaksana nyeri yang dilakukan oleh perawat masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan manajemen nyeri nonfarmakologis oleh perawat pelaksana di Irna Non Bedah. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 89 orang yang diambil secara purposive. Instrumen penelitin ini dibuat oleh peneliti yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh (59,6%) perawat pelaksana kurang baik dalam melaksanakan manajemen nyeri nonfarmakologis. Berdasarkan uji statistic Chi-square, terdapat hubungan yang bermakna antara pelatihan, pengetahuan, sikap dan motivasi terhadap pelaksanaan manajemen nyeri nonfarmakologis dengan masing-masing Pvalue (0,001; 0,007; 0,001; 0,001). Faktor yang memiliki kontribusi paling besar terhadap pelaksanaan manajemen nyeri nonfarmakologis adalah pelatihan. Oleh sebab itu diharapkan kepada institusi pelayanan untuk dapat membuat program pelatihan yang berkelanjutan tentang manajemen nyeri nonfarmakologis.
Studi Kasus Implementasi Discharge Planning-Teach-Back Checklist (DP-TB Checklist) untuk Meningkatkan Edukasi Pasien Pulang di Ruang Rawat Inap Eboni RS Universitas Andalas Padang Rihadatul Nur; Vonny Alda Nugraha; Nurul Irhamna; Marsi Sekar Ningrum; Yulastri Arif
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.504

Abstract

Discharge planning penting untuk menjamin kesinambungan perawatan pasien dari rumah sakit ke rumah. Pengkajian awal di Ruang Rawat Inap Eboni menunjukkan edukasi pasien pulang masih dominan verbal, belum terstruktur, belum menggunakan teach-back, dan belum terdokumentasi sistematis. Tujuan studi kasus ini adalah mendeskripsikan pengembangan dan simulasi awal DP-TB Checklist sebagai inovasi manajemen keperawatan. Studi kasus dilakukan di Ruang Rawat Inap Eboni Rumah Sakit Universitas Andalas melalui observasi 14 proses edukasi pasien pulang, telaah 14 dokumen pasien, wawancara singkat dengan kepala ruang, perawat, pasien, dan keluarga, serta simulasi awal pada 6 pasien. Analisis menggunakan pendekatan 6M, fishbone, SWOT/TOWS, dan POAC. Edukasi obat diberikan pada 100% pasien dan jadwal kontrol 85,7%, tetapi edukasi tanda bahaya hanya 35,7%, perawatan mandiri 42,9%, keterlibatan keluarga 42,9%, teach-back 0%, dan penggunaan checklist 0%. Simulasi awal menunjukkan checklist terisi lengkap 83,3%, teach-back 83,3%, keluarga hadir 83,3%, dan QR code berhasil diakses 66,7%. DP-TB Checklist layak sebagai instrumen sederhana untuk menstandarkan edukasi pulang, memverifikasi pemahaman pasien-keluarga, dan memperkuat dokumentasi mutu. Implementasi berkelanjutan memerlukan SOP, champion, briefing perawat, dan audit berkala.
Studi Kasus Implementasi Discharge Planning-Teach-Back Checklist (DP-TB Checklist) untuk Meningkatkan Edukasi Pasien Pulang di Ruang Rawat Inap Eboni RS Universitas Andalas Padang Rihadatul Nur; Vonny Alda Nugraha; Nurul Irhamna; Marsi Sekar Ningrum; Yulastri Arif
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.504

Abstract

Discharge planning penting untuk menjamin kesinambungan perawatan pasien dari rumah sakit ke rumah. Pengkajian awal di Ruang Rawat Inap Eboni menunjukkan edukasi pasien pulang masih dominan verbal, belum terstruktur, belum menggunakan teach-back, dan belum terdokumentasi sistematis. Tujuan studi kasus ini adalah mendeskripsikan pengembangan dan simulasi awal DP-TB Checklist sebagai inovasi manajemen keperawatan. Studi kasus dilakukan di Ruang Rawat Inap Eboni Rumah Sakit Universitas Andalas melalui observasi 14 proses edukasi pasien pulang, telaah 14 dokumen pasien, wawancara singkat dengan kepala ruang, perawat, pasien, dan keluarga, serta simulasi awal pada 6 pasien. Analisis menggunakan pendekatan 6M, fishbone, SWOT/TOWS, dan POAC. Edukasi obat diberikan pada 100% pasien dan jadwal kontrol 85,7%, tetapi edukasi tanda bahaya hanya 35,7%, perawatan mandiri 42,9%, keterlibatan keluarga 42,9%, teach-back 0%, dan penggunaan checklist 0%. Simulasi awal menunjukkan checklist terisi lengkap 83,3%, teach-back 83,3%, keluarga hadir 83,3%, dan QR code berhasil diakses 66,7%. DP-TB Checklist layak sebagai instrumen sederhana untuk menstandarkan edukasi pulang, memverifikasi pemahaman pasien-keluarga, dan memperkuat dokumentasi mutu. Implementasi berkelanjutan memerlukan SOP, champion, briefing perawat, dan audit berkala.
Co-Authors Adnil Edwin Nurdin Alita Devi Allfar End Honey Anisa Febristi Anna Faluzi Annedya Handayani Apriando Rahmadani Ardillah Nurliza Arifin, Hidayat Arini, Larasuci Asmeriyanty Asmeriyanty Azizah Mardhatilah Bambang Aryanto basmanelly, Basmanelly Basmanelly, Basmanelly Candra Saputra Deswita Dewi Eka Putri Dewi Marlina Dewi Murni Donisnita Donisnita Dorisnita Dorisnita Dorisnita Dorisnita dorisnita, dorisnita Dwi Novrianda Eka Roza Wijaya Eka Roza Wijaya Ema Julita Emi Pebriani Esi Afriyanti Esthika Ariany Fachry Abda El Rahman Febri Tri Andini Feri Fernandes Fernandes, Feri Fernandes, Feri Fitra Mayenti Fitrayeni Fitrayeni Fitria Fajriani Gina Santalia Helfiyani Helfiyani Herawati, Novi I Gede Juanamasta Irson Walis Jogi Anggara Kadek Ayu Erika Khairi Kiki Rizki Dasaryandi Kusnanto Kusnanto Ledia Restipa Leni Merdawati Lia Pertiwi Lilis Silaban Lina Febrianti M Adharudin Maisa, Esthika Ariany Marsi Sekar Ningrum Masyithah Fadhani Mira Susanti Mira Susanti Muhamad Andika Sasmita Saputra Muhammad Andika Sasmita Saputra Muhammad Hardiansyah Mutia Amalia Lubis Nurlaili Nurlaili Nurul Irhamna Putri, Marizki Putri, Zifriyanthi Minanda Rachmawaty M. Noer Rani Permata Sari Reni Dayati Reni Prima Gusty Renidayati Renidayati Resi Novia Rihadatul Nur Rika Fatmadona Rika Sarfika Rizanda Machmud Rona Putria Rusmanwadi Salim, Daeng Ramadhan Saputra, Candra Setiadi Syarli Slamet Riyadi Yuwono Sri Ameliati Supiyah Supiyah Syafrisar Meri Agritubella Tri Asih Oktariani Utari Christhya Wardhani vivi wanti Vivi Wanti Vivi Wanti Vonny Alda Nugraha Wardhani, Utari Christya wawan Wahyudi Yaumil Fajri Yelly Muthia Sabri Yeni, Fitra Yuhelma Yuhelma Yulyan Shari Yusnaini Yusnaini