p-Index From 2021 - 2026
4.609
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Plebitis dengan Keterampilan Tenaga Kesehatan dalam Menerapkan Problem Solving for Better Health pada Plebitis di Rumah Sakit X Yuhelma Yuhelma; Yulastri Arif; Leni Merdawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1145

Abstract

AbstrakProblem Solving for Better Health (PSBH) diterapkan di Rumah Sakit X (RS X) untuk mengatasi masalah plebitis di ruang IGD, ruang Interne, dan ruang Paru-Syaraf sebagai ruang pilot project. Penerapan PSBH belum optimal, karena masih ada tenaga kesehatan yang tidak mampu menghasilkan Plan of Action (PoA) untuk mengatasi masalah phlebitis. Ada juga yang sudah menghasilkan PoA, namun belum maksimal dalam implementasinya. Kondisi seperti ini mengakibatkan belum ada penurunan angka plebitis secara signifikan. Tujuan: Menentukan hubungan pengetahuan plebitis dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam menerapkan PSBH pada plebitis. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 orang dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan Chi-square test. Hasil: Karakteristik tenaga kesehatan di RS X hampir keseluruhan berusia dewasa 83,3%, sebagian besar perempuan 74,2%, berpendidikan profesional 61,3%, dan lama kerja ≥5 tahun 74,2%, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan phlebitis dengan keterampilan PSBH pada plebitis dengan nilai p< 0,05. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan plebitis dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam menerapkan PSBH pada plebitis. 
Analisis Penerapan Upaya Pencapaian Standar Sasaran Keselamatan Pasien Bagi Profesional Pemberi Asuhan Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan di Rawat Inap RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017 Anna Faluzi; Rizanda Machmud; Yulastri Arif
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.919

Abstract

Hasil survey pelaksanaan patien safety di RSUP.DR.M.Djamil Padang selalu terjadi peningkatan insiden setiap tahunnya, angka kepatuhan petugas, yaitu 74% (standar 100%). Tujuan penelitian ini menganalisis upaya pencapaian standar sasaran keselamatan pasien bagi para profesional pemberi asuhan dalam peningkatan mutu pelayanan di Rawat Inap RSUP Dr.M.Djamil Padang Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discusion. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara 17 orang informan yaitu, direktur medik, komite KPRS, pengelola perawatan, kepala ruangan, dokter, perawat, apoteker, ahli gizi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekurangan SDM keperawatan dan farmasi. Pengadaan sarana yang belum tercukupi seperti handraill, bel, wastafel, tissu. Budaya keselamatan pasien, budaya pelaporan IKP, serta kepatuhan profesional pemberi asuhan dalam implementasi SKP belum optimal, rata-rata capaian 89%. Output belum sesuai target 100%, masih terdapat KTD dan KNC. Kesimpulannya, penerapan sasaran keselamatan pasien bagi profesional pemberi asuhan di rawat inap belum maksimal. Disarankan, pimpinan rumah sakit beserta jajarannya melakukan perbaikan mutu melalui penambahan tenaga, melengkapi sarana, optimalisasi pelaporan insiden, optimalisasi kegiatan monev, meningkatkan pelatihan staf.
The Mental Health Education Needed Child Violent Victims with Post Traumatic Stress Disorder in Sumatera Barat Febri Tri Andini; Yulastri Arif; Feri Fernandes
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.469-476

Abstract

Victims of violence such as children who experience psychic trauma when not properly handled can experience Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Post-Traumatic Stress Disorder is a result of disasters or calamities such as accidents, natural disasters, war or violence that cause disruptions such as anxiety and impaired self-integrity. There are several factors that cause a person to experience PTSD, one of which is a factor associated with traumatic events. This research aims to know the education of mental health needed by children of violence with PTSD. The design of this research uses a type of quantitative research that is descriptive. The location of this research is six regencies/cities in West Sumatra province, namely Padang City, Agam Regency, Solok Regency, Solok City, Pariaman Regency and District 50 Kota. The sample samples amounted to 106 students taken using the Multistage Sampling technique. The measuring instrument used is a violent questionnaire, Mini ICD10 Questionnaire, DSM V questionnaire and questionnaire to determine the mental health education that children need with PTSD. Data analysis using the SPSS application and research results in the form of frequency distribution.The results of this study were 34.9% of children's violent victims with PTSD chose positive thinking education as a form of education needed..
PELATIHAN MANAJEMEN EMOSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU KEKERASAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Yulastri Arif; Rika Sarfika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.306 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3328

Abstract

Abstrak: Kekerasan sering terjadi pada anak dan banyak diantaranya dilakukan oleh teman sebayanya sendiri. Alasan yang sering diungkapkan anak adalah karena emosi dengan ejekan teman-temannya. Ketidakmampuan anak mengontrol emosi dapat menimbulkan dampak lanjut terhadap psikologis pada tahap perkembangan anak berikutnya. Sehingga, perlu suatu upaya pendidikan kesehatan agar anak mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi yang memicu kemarahan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada anak tentang cara mengelola emosi ketika menghadapi situasi yang memicu emosi anak. Sasaran kegiatan adalah siswa sekolah dasar di kelurahan Pasia Nan Tigo. Metode Pelaksanaan kegiatan yaitu ceramah, diskusi, simulasi, praktek pendampingan dan praktek mandiri. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan serta lingkar perut. Kemudian dilanjutkan dengan skrining perilaku kekerasan dengan pengisian kuesioner pengetahuan dan sikap tentang kekerasan. Setelah mendapatkan gambaran masalah kekerasan anak, dilanjutkan dengan memberikan edukasi pengendalian emosi melalui pendekatan komunikasi asertif dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukan sebagian besar anak sudah memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengendalikan emosinya, walaupun masih ditemukan 10 anak yang masih kurang dalam komunikasi menayampaikan harapannya. Abstract: Violence often occurs in children, and many of them are committed by their peers. The reason that is often expressed by children is because of emotions with ridicule from their friends. Children's inability to control emotions can further impact psychological problems at a later stage of child development. So, need a health education effort so that children can control their emotions when facing situations that trigger anger. This activity aims to provide health education to children on managing emotions when faced with situations that trigger emotions. The training subjects is elementary school students in the Pasia Nan Tigo village. Methods of implementing activities are lectures, discussions, simulations, mentoring practices, and independent practice. The activities began with participant registration, measurement of height, weight, and circumference of the arms and abdomen. Then proceed with screening violent behavior by filling out a questionnaire about knowledge and attitudes about violence. After getting an overview of child abuse, it continued by providing emotional control education through assertive communication approaches and simulations. The results showed that most of the children already had excellent abilities in controlling their emotions, although there were still ten children who were still lacking in communicating their hopes.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Loyalitas Karyawan di Rumah Sakit Harapan Bunda Kota Batam Resi Novia; Yulastri Arif; Mutia Amalia Lubis
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v5i1.4881

Abstract

The loyalty of an employee is required in the sustainability of the hospital, but the problem of loyalty is still a concern because many impacts can be generated at the hospital. This study aims to identify factors related to employee loyalty in Harapan Bunda Hospital Batam in 2015. The study design was analytic descriptive, cross-sectional approach. Samples 186 employees with proportional random sampling. Statistical test results obtained personal characteristic factors which are related to employee loyalty is the need of employees with p = 0.001 and attitude of employees with p = 0.001. There is no correlation between job characteristics and loyalty of employees. The needs of the employees is the most dominant factor related to employee loyalty with OR = 17.938. Coaching and human resource management needs to be improved so that employees have a high concern for the hospital, feeling of belonging, to prevent turnover, improving performance for the sustainability of the hospital, still have the motivation to work, can improve the professionalism and productivity of labor thus improving the quality of hospital services can be achieved.
PENDIDIKAN POLA ASUH KELUARGA BERBASIS MASYARAKAT Yulastri Arif; Dewi Murni; Zifriyanthi Minanda Putri
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 25 No 1 (2018): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of families of traditional fishermen in Ulak Karang Selatan district is the highnumber of child victims of violence (98%) and 80% of perpetrators of violence are family. Thecause is the wrong perception of how to educate children. The goal is to form family andconscious counselors. Activities carried out from 5 September to 18 October 2017 include:screening families at risk of violence, education and the formation of child aware families andtraining of child conscious child counselors. The result is 76 families that become consciousfamily of 49 families in Ulak Karang Selatan subdistrict and 27 families in Ulak Karang Utarasubdistrict of North Padang subdistrict which has been dsikrining as family at risk of violence.The 76 families showed an increase in cognition and affection about parenting, how to detectchildren as victims of violence, how to prevent violence and how to handle child victims ofviolence with a low average of 40.5 to 80.83, while the average affection score increased fromthe average lowest 37.00 to 64.00. Based on the result of cognitive and affective improvement,10 counselors of Conscious Children's Family are 6 counselors in Ulak Karang Selatan and 4counselors in Ulak Karang Utara village. Recommendation of the need for further training ofchild conscious child counselors in the context of establishing kelurahan child affection so thatthe target of health promotion achievement can be improved.
Perilaku Bullying Fisik Dan Lokasi Kejadian Pada Siswa Sekolah Dasar Yulastri Arif; Dwi Novrianda
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 10, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.993 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v10i1.317

Abstract

ABSTRAK  Perilaku kekerasan fisik pada anak dewasa ini telah menjadi issue strategis di Indonesia,baik dikota-kota besar maupun dipedesaan, namun belum ada angka pasti tentang berapa besar prevalensi kejadiannya terutama yang dialami siswa sekolah dasar. Tujuan.penelitian ini untuk mengidentifikasi perilaku bullying fisik pada siswa sekolah dasar dan  lingkungan sekolah yang berisiko sebagai lokasi perlakuan bullying.Desain penelitian berupa survey dengan subjek siswa kelas IV-VI sekolah dasar negeri dan swasta di Kota Padang. Penelitian berlangsung pada bulan Sepetember sampai November 2016. Tehnik pengambilan sampling dilakukan dengan proporsional random sampling dengan jumlah total sampel 202 siswa. Hasil penelitian ditemukan delapan tindakan fisik yang diterima siswa sekolah dasar korban bullying yaitu : dipukul, didorong, digigit, dijambak, ditendang, dikunci di  kelas, dicubit, diambil barang, dan dicakar. Lingkungan sekolah yang teridentifikasi sebagai tempat tindakakan bullying ada di lima lokasi yaitu  ruang kelas, lokasi istirahat, kantin, kamar mandi dan saat berangkat ke sekolah. Jadi dapat disimpulkan tindakan Bullying fisik yang paling banyak diterima siswa SD Negeri 13 Ulak Karang, SD Negeri 1 Air Tawar, SD Pertiwi dan SD Aisyah kota Padang adalah dicubit, ditendang dan dipukul, sedangkan perilaku fisik berupa digigit merupakan proporsi yang paling rendah dan lingkungan sekolah yang paling berisiko tempat terjadinya tindakan kekerasan adalah dikamar mandi.Kata kunci : Bullying fisik, sekolah dasar, lokasi tindakan kekerasan Physical Bullying Behavior and Location of Events in Elementary School Students ABSTRACT  Today's physical violence behavior has become a strategic issue in Indonesia, both in big cities and in rural areas, but there is no exact figure about the prevalence of the incidence, especially for primary school students. The purpose of this study is to identify physical bullying behavior in elementary school students and at risk school environments as the location of bullying treatment.The research design was in the form of a survey with the subject of grade IV-VI students from public and private elementary schools in the city of Padang. The study took place from September to November 2016. The sampling technique was carried out by proportional random sampling with a total sample of 202 students. The results of the study found eight physical actions received by elementary school students who were victims of bullying, namely: being beaten, pushed, bitten, grabbed, kicked, locked in class, pinched, taken, and scratched. The school environment identified as a place for bullying acts is in five locations, namely classrooms, resting locations, canteens, bathrooms and when going to school. So it can be concluded that the physical bullying that is most accepted by students at SD Negeri 13 Ulak Karang, SD Negeri 1 Air Tawar, SD Pertiwi dan SD Aisyah in Padang is pinched, kicked and beaten, while the physical behavior of being bitten is the lowest proportion and environment the school most at risk of the occurrence of acts of violence is in the bathroom. Keywords: Physical bullying, elementary school, location of acts of violence
FAKTOR SOSIAL DENGAN SELF ESTEEM (HARGA DIRI) PADA REMAJA DIPANTI ASUHAN Anisa Febristi; Yulastri Arif; Reni Dayati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.2308

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang: Harga diri merupakan sebuah penilaian yang dilakukan terhadap diri individu dibandingkan dengan pencapaian ideal diri individu. Pembentukan harga diri remaja panti asuhan dimulai individu, pengasuh, orang tua, teman sebaya, sosial dan lingkungan yang akan mempengaruhi harga diri individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial  dengan Self Esteem (Harga Diri) Pada Remaja Yang Tinggal Dipanti Asuhan. Metode: Desain penelitian deskriptif analitik, pendekatan cross secsional study. Lokasi penelitian adalah 30 Panti Asuhan dikota Padang.Sampel 256 remaja dengan teknik proportional stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan chi square dan analisis regresi logistik. Hasil  Penelitian: Hasil penelitian adalah lebih dari setengah (52,3%) remaja di panti asuhan menagalami Self Esteem yang rendah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor Sosial dengan nilai dengan pvalue < α (P=0,504) . Kesimpulan: Diharapkan dengan hasil penelitian ini petugas panti dapat  meningkatkan preventif dan promotif tentang gejala Self Esteem pada remaja dari faktor lainnya seperti faktor individu, pengasuh, orangtua maupun lingkungan dipanti asuhan.  Kata Kunci: Self Esteem (harga diri), faktor sosial yang berhubungan dengan Self Esteem (Harga Diri), Remaja
Pengalaman Post Traumatic Stres Disorder pada Anak Korban Kekerasan Alita Devi; Yulastri Arif; Dewi Eka Putri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i4.1564

Abstract

Kekerasan terhadap anak dapat menimbulkan berbagai dampak. Salah satu dampak yang terjadi apabila traumatic kekerasan tersebut tidak ditangani dengan baik adalah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD merupakan suatu sindrom yang dialami oleh seseorang yang mengalami kejadian traumatic. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman traumatik anak korban kekerasan dengan. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan adalah anak berusia 11-17 tahun yang mengalami PTSD didapatkan dengan cara purposive sampling sebanyak 10 orang. Metode pengumpulan data adalah indepth interview, dengan tipe pertanyaan semi terstuktur. Hasil wawancara dalam bentuk transkrip dianalisa dengan menggunakan teknik Collaizi. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema yaitu; Respon-respon yang ditimbulkan anak korban kekerasan dengan PTSD, Upaya dan Kemampuan yang dilakukan anak korban kekerasan untuk mengatasi PTSD, Sumber pendukung terhadap anak korban kekerasan dalam menghadapi PTSD, Perubahan perilaku anak korban kekerasan setelah mengalami PTSD, Harapan anak korban kekerasan terhadap perkembangan sosial setelah mengalami PTSD. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan oleh praktisi keperawatan baik di area praktik maupun area pendidikan untuk mengembangkan cara penanganan PTSD. Penelitian ini merekomendasikan agar perawat memahami konsep PTSD pada anak korban kekerasan sehingga mampu memberikan intervensi keperawatan yang tepat baik untuk pasien maupun untuk keluarganya.
The Role of the Managerial Function of Supervisor Model 4S towards Patient Safety Culture at Sawahlunto General Hospital Annedya Handayani; Yulastri Arif; Zifriyanthi Minanda Putri
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 10 (2022): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v6i10.594

Abstract

Background: The culture of patient safety in hospitals is still not well implemented. Maintaining a patient safety culture is the responsibility of every healthcare professional. This study aims to explore the relationship between the supervisory function of the 4S model and the culture of patient safety at Sawahlunto General Hospital. Methods: This study is an observational study. A total of 52 respondents participated in this study. This study uses a questionnaire instrument to assess the role of supervisory and managerial functions in the 4S model with patient safety culture. Data analysis was performed by SEM-PLS. Results: There is a significant relationship between the characteristics of nurses and patient safety culture at Sawahlunto General Hospital. There is a significant relationship between the characteristics of supervisors and interpersonal supervisors with the managerial function of supervisors at Sawahlunto General Hospital. Conclusion: The managerial function of the Model 4S supervisor is related to the patient safety culture at Sawahlunto General Hospital.
Co-Authors Adnil Edwin Nurdin Alita Devi Allfar End Honey Anisa Febristi Anna Faluzi Annedya Handayani Apriando Rahmadani Ardillah Nurliza Arifin, Hidayat Arini, Larasuci Asmeriyanty Asmeriyanty Azizah Mardhatilah Bambang Aryanto basmanelly, Basmanelly Basmanelly, Basmanelly Candra Saputra Deswita Dewi Eka Putri Dewi Marlina Dewi Murni Donisnita Donisnita Dorisnita Dorisnita Dorisnita Dorisnita dorisnita, dorisnita Dwi Novrianda Eka Roza Wijaya Eka Roza Wijaya Ema Julita Emi Pebriani Esi Afriyanti Esthika Ariany Fachry Abda El Rahman Febri Tri Andini Feri Fernandes Fernandes, Feri Fernandes, Feri Fitra Mayenti Fitrayeni Fitrayeni Fitria Fajriani Gina Santalia Helfiyani Helfiyani Herawati, Novi I Gede Juanamasta Irson Walis Jogi Anggara Kadek Ayu Erika Khairi Kiki Rizki Dasaryandi Kusnanto Kusnanto Ledia Restipa Leni Merdawati Lia Pertiwi Lilis Silaban Lina Febrianti M Adharudin Maisa, Esthika Ariany Marsi Sekar Ningrum Masyithah Fadhani Mira Susanti Mira Susanti Muhamad Andika Sasmita Saputra Muhammad Andika Sasmita Saputra Muhammad Hardiansyah Mutia Amalia Lubis Nurlaili Nurlaili Nurul Irhamna Putri, Marizki Putri, Zifriyanthi Minanda Rachmawaty M. Noer Rani Permata Sari Reni Dayati Reni Prima Gusty Renidayati Renidayati Resi Novia Rihadatul Nur Rika Fatmadona Rika Sarfika Rizanda Machmud Rona Putria Rusmanwadi Salim, Daeng Ramadhan Saputra, Candra Setiadi Syarli Slamet Riyadi Yuwono Sri Ameliati Supiyah Supiyah Syafrisar Meri Agritubella Tri Asih Oktariani Utari Christhya Wardhani vivi wanti Vivi Wanti Vivi Wanti Vonny Alda Nugraha Wardhani, Utari Christya wawan Wahyudi Yaumil Fajri Yelly Muthia Sabri Yeni, Fitra Yuhelma Yuhelma Yulyan Shari Yusnaini Yusnaini