Anggraini
Universitas Tadulako

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI KOMPOSISI DI KELAS X SMAN 5 PALU Irawati; Anggraini; Baharuddin
Aksioma Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 5 Palu pada materi fungsi komposisi. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 5 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 3 yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan tahapannya yaitu: 1) konsep dasar; 2) pendefinisian masalah; 3) belajar mandiri; 4) belajar kelompok; dan 5) penilaian; Hasil Peningkatan hasil belajar maatematika siswa dari hasil tes akhir tidakan siklus I sebesar 73,33% Pada siklus II sebesar 83,33%. Hasil observasi aktivitas guru dan siklus pada siklus I berada pada kategori cukup. Pada siklus II skor total hasil observasi aktivitas guru dan siswa siklus II berada pada kategori baik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi kompossisi di kelas X MIPA 3 SMA Negeri 5 Palu. Abstract: This research aims to obtain a description of the implementation of problem based learning model to improve student learning outcomes in grade X MIPA 3 SMA Negeri 5 Palu on composition of function. This type of research was Classroom Action Research. The research design refers to the model of Kemmis and Mc. Taggart. This research was located at SMA Negeri 5 Palu. The subjects of this study were 30 students of grade X MIPA 3. The results of the research show that the implementation of problem-based learning modelcan improve student learning outcomes, with the following stages: 1) basic concepts;. 2) defining the problem; 3) self-study; 4) study groups; 5) assessment; The increase of students learning outcomes based on the results final test: Action in cycle I is 73.33% and cycle II is 83.33%. The result of observation of teacher activity in cycle I is in the category of sufficient. In cycle II, the total score on the result of the observation of teacher and student activity in cycle II is in good category. The resultindicates that the implementation of Problem Based Learning (PBL) model can improve students learning outcomes on composition of function in grade X of MIPA 3 SMA Negeri 5 Palu. Keywords: problem based learning; learning outcomes; composition of function
PELATIHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENEMUKAN LUAS BANGUN DATAR BAGI GURU SD DI KKG GUGUS I KECAMATAN SIRENJA KABUPATEN DONGGALA Gandung Sugita; Anggraini Anggraini; Sutji Rochaminah; Maxinus Jaeng
Aksioma Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v10i2.1367

Abstract

Pelatihan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penerapan salah satu model dalam pembelajaran matematika, yaitu model pembelajaran penemuan terbimbing. Model ini diwajibkan dalam Kurikulum 2013. Melalui model ini diharapkan siswa menemukan sendiri konsep-konsep matematika khususnya luas bangun datar, sehingga ilmu tersebut tidak hanya dihafal tapi di pahami dengan baik. Oleh karena itu, tim pengabdian melakukan kegiatan ini dengan tujuan untuk membantu guru-guru SD di KKG Gugus I kecamatan Sirenja kabupaten Donggala dalam penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing sesuai amanat Kurikulum 2013. Model pembelajaran penemuan terbimbing yang disimulasikan oleh tim Pengabdian, yaitu menemukan luas bangun datar yang meliputi: persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, belahketupat, trapesium dan lingkaran. Penerapan model ini menggunakan karton sebagai alat peraga, yang dapat dibentuk menjadi bangun datar. Berdasarkan hasil angket, diperoleh: 45,83% guru menyatakan sangat setuju bahwa materi tentang Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing yang disampaikan, memberikan pemahaman yang baik tentang langkah-langkah pembelajaran penemuan terbimbing, dan 54,17% guru menyatakan setuju. Selain itu, 54,17% guru menyatakan sangat setuju bahwa Penerapan Model Pembelajaran PenemuanTerbimbing pada materi menemukan luas bangun datar yang disimulasikan, dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, serta menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menghafal rumus luas tetapi mampu menemukan rumus tersebut, dan 45,83% guru menyatakan setuju.
Analysis of the Application of STEM Approaches in Mathematics Learning in Junior High Schools Mubarik Mubarik; Dyah Permata; Pathuddin Pathuddin; Anggraini Anggraini; Rahma Nasir; Alfisyahra Alfisyahra; Welli Meinarni; Fajriani Fajriani; Desti Desti; Moh. Fadhel Rumi; Dewi Ulfiana; Muhammad Muazin
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 7, No 2 (2022): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.247 KB) | DOI: 10.31327/jme.v7i2.1842

Abstract

The integration of ICT in learning is a component of 21st-century learning. Science and technology always develop rapidly from time to time.  The purpose of this study is to determine the knowledge and abilities of junior high school mathematics teachers in STEM learning. This research was also conducted to determine student knowledge related to STEM learning. This study used a mixed method. The results showed that most junior high school mathematics teachers in the Donggala district did not understand STEM/STEAM learning. The teacher has also not been able to apply the STEM/STEAM approach in the learning process. Therefore, it is hoped that mathematics teachers in the Donggala district can apply a STEAM-based approach combined with local wisdom in the Donggala district. And it is necessary to conduct training to improve teacher competencies related to STEM learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE, INTEGRATED, READING AND COMPOSTISION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII PERGAMUS Puspa Yanti; Abdul Hamid; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 3 No. 4 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative, Integrated, Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII Pergamus SMP Gamaliel Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan, pelakasanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel di Kelas VIII Pergamus SMP Gamaliel Palu melalui fase-fase yaitu: orientasi; organisasi; pengenalan konsep; publikasi; serta penguatan dan refleksi Kata Kunci: CIRC, hasil belajar, soal cerita sistem persamaan linear dua variabel Abstract: The aim of this research was to obtain the description of applying the cooperative learning model type Cooperative, Integrated, Reading and Composition (CIRC) to improve students learning outcomes in solving word problems system of linear equation of two variables in class VIII Pergamus SMP Gamaliel Palu. This research is a classroom action research (CAR), as the research design refers to the design of the research of Kemmis and Mc. Taggart models is planning, action, observation and reflection. This research was conducted in two cycles. The research results showed that apply cooperative learning model type CIRC can improve students learning outcomes through that is: orientation; organization; introduction of the concept; publication; with reinforcement and reflection. Keywords: CIRC, learning outcomes, word problems system of linear equation of two variables
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII MTS. AL-KHAIRAAT KALUKUBULA Vemy Asirudin Mu’min; Anggraini; Ibnu Hadjar
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pem­belajaran Quantum teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) di Kelas VIIIB MTs. Alkhairaat Kalukubula. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIB MTs. Alkhairaat Kalukubula tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 28 siswa dan dipilih 4 orang siswa sebagai informan. Sehingga disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran quantum teaching TANDUR yakni: (1) Tumbuhkan, guru menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa (2) Alami, guru mengarahkan siswa untuk membentuk kelompok (3) Namai, siswa berdiskusi mengerjakan LKPD yang telah diberikan (4) Demostrasikan, tiap-tiap kelompok memilih perwakilan untuk menunjukan hasil diskusi kelompoknya (5) Ulangi, siswa membuat kesimpulan dari hasil pembelajaran dengan bimbingan guru (6) Rayakan, guru memberikan penghargaan berupa pujian dan tepuk tangan atas hasil kerjanya selama belajar kelompok. Kata kunci: Quantum teching, hasil belajar, sistem persamaan linear dua variabel Abstract: This study aimed to obtain a description of the application of the model Quantum teachingestab-learning that can improve student learning outcomes in the material system of linear equations in two variables (SPLDV) in Class VIIIB MTs. Alkhairaat Kalukubula. This type of research is the Classroom Action Research (PTK) refers to the study design Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action and observation, and reflection. The subjects were students of class VIIIB MTs. Alkhairaat Kalukubula academic year 2015/2016 totaling 28 students and selected four students as informants. So it can be concluded that through the application of learning models Quantum teachingcan improve student learning outcomes by following the phases of the learning model Quantum teaching TANDUR namely: (1) Growing, teacher motivation and enthusiasm of student learning (2) Natural, teachers lead students to forming groups (3) Name, students discuss working LKPD which has been awarded 4) Demonstrate, each group chooses a representative to show the results of group discussion (5) Repeat, students make conclusions from the study with the guidance of a teacher (6) Celebrate the teacher gives award in the form of praise and applause for his work during the study group. Keywords: Quantum teaching, learning outcomes, two variable linear equation system
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN ANTAR SUDUT JIKA DUA GARIS SEJAJAR DIPOTONG OLEH GARIS LAIN DI KELAS VII SMP NEGERI 12 PALU I Putu Agus Gede Megantara; Gandung Sugita; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antar sudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 12 Palu yang berjumlah 15 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antar sudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain di kelas VII SMP Negeri 12 Palu dengan mengikuti langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe NHT yaitu dengan fase-fase: 1) fase menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) fase menyajikan informasi, 3) fase penomoran, 4) fase pengajuan pertanyaan, 5) fase berfikir bersama, 6) fase pemberian jawaban atau evaluasi, dan 7) fase memberikan penghargaan. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe NHT, hasil belajar, hubungan antar sudut. Abstrack: This research was puposed to get the description of the application of cooperative learning model NHT Type that could improve students’ achievement on subject of correlation inter-angle if two parallel lines that cut by others line. Design of research was refers to the design of study by Kemmis and Mc. Taggartthat is 1) planning, 2) action, 3) observation and 4) reflection. this research was done on two cycle. The subject were students of class VII SMP Negeri 12 Palu totaling 15 students. The result of the research showed that the application of cooperative learning type NHT can improve student’s learning outcomes on relation usher the line and angle material in Class VII SMP Negeri 12 Palu that is with the phases: 1) phase of conveying students’ iam and motivation, 2) phase of presenting the information, 3) phase of numbering, 4) phase of asking question, 5) phase of heading together, 6) phase of giving answering or evaluation, and 7) phase of giving rewards. Keywords: cooperative learning of NHT model, achievement, correlation betwen corner.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARA PERSEORANGAN DAN KELOMPOK KECIL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 1 SOJOL UTARA PADA MATERI MELUKIS SUDUT Nursusanti; Anggraini; Gandung Sugita
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 4 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran cara Perseorangan dan Kelompok Kecil (model PPKK) untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara pada materi melukis sudut. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini melalui lembar observasi, catatan lapangan, dan data hasil pekerjaan siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 26 siswa dan dipilih satu siswa dalam setiap kelompok sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu memperoleh krtiteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil pengamatan keterampilan siswa siklus I yakni 2 siswa yang kurang terampil dan 24 siswa yang tidak terampil dan mengalami peningkatan pada siklus II, dengan hasil pengamatan keterampilan siswa adalah 2 siswa yang terampil dan 24 siswa yang kurang terampil. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cara perseorangan dan kelompok kecil (model PPKK) dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara pada materi melukis sudut melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1) pembukaan/pengantar, 2) informasi, demonstrasi dan aktivitas perseorangan, 3) informasi dan aktivitas kelompok, 4) kuis evaluasi, dan 5) penutup. Kata Kunci :model PPKK, keterampilan, melukis sudut. Abstract: This research aimed to describe the application of learning of Individual way and small group (Model PPKK) to improved skills of students in class VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara on painting corner. This research was a classroom action research which refers to the design of Kemmis’ and Mc.Taggart, namely planning, action, observation, and reflection. The technique of data collection was obtained through observation sheets, field notes, and the data of student work. This research was conducted in two cycles. The subjects were students in class VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara in the academic year 2016/2017. The subjects consist of 26 students and one student of every group was chosen as the informant. The results of this research indicating that the observation result of teacher’s activity in cycle I obtain success level criteria that is good, and increased in cycle II that is obtain a very good level criteria. While in the observation result of student’s activity in cycle I obtain success level criteria that is good, and increased in cycle II that is obtain a very good level criteria. The observation of the student's skills cycle I of the 2 students who are less skilled and 24 students unskilled and increased in the cycle II, with observations of student skills is a 2 students who are skilled and 24 students who are less skilled. Based on research results obtained ,so that can be concluded that learning of Individual way and small group (Model PPKK) can improve skills of students in class VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara on painting corner through the following phases: 1) opening / introduction, 2) information, demonstrations and activities of individuals, 3) information and group activities, 4) evaluation quiz, and 5) Closing. Keywords: ppkk model , skills , paint angles .
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BANGUN RUANG DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 SIGI Anita; Anggraini; Muh. Hasbi
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 4 No. 4 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang di kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume bangun ruang, dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1) perumusan masalah, 2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, 3) pemeriksaan konjektur, 4) verbalisasi konjektur, dan 5) umpan balik. Kata kunci: penemuan terbimbing, hasil belajar, luas permukaan dan volume bangun ruang Abstract: The purpose of this research was to describe the application of guided discovery method that can improve student learning outcomes at the material surface area and volume of geometry in class VIII SMP Negeri 4 Sigi. Kind of this research is classroom action research. The design of this research refered to the Kemmis and Mc. Taggart is planning, action, observation, and reflection. The subjects were students of class VIII SMP Negeri 4 Sigi totaling 30 students. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, field note and test. The results showed that the application of the method of guided discovery can improve student learning outcomes at the material surface area and volume geometry, by following the steps as follows: 1) formulation of the problem, 2) data processing and preparation of conjecture, 3) examination of conjecture, 4) verbalization conjecture, and 5) feedbackKeywords: guided discovery, learning outcomes, surface area and volume geometry
PENERAPAN LANGKAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP NEGERI 14 PALU Rafika; Anggraini; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang penerapan Langkah Polya yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII B1 SMP Negeri 14 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaa, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian dilakukan di kelas VIII B SMP Negeri 14 Palu tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 26 orang. Subjek penelitian yang dipilih sebagai informan didasarkan pada hasil tes awal dan pertimbangan guru matematika kelas VIII B1 SMP Negeri 14 Palu. Langkah Polya yang diterapkan terdiri atas 4 langkah yaitu: (1) Memahami masalah, (2) merencanakan penyelesaian (3) melaksanakan perencanaan, (4) mengecek kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Langkah Polya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII B1 SMP Negeri 14 Palu. Kata kunci: Langkah Polya, hasil belajar, soal cerita sistem persamaan linear dua variabel. Abstract: The objective of this research is to describe the application of Polya steps which can increase students learning outcomes in solve the story questions about linear equations systems of two variables in VIII B1 class at SMP Negeri 14 Palu . This research is classroom action research referring to Kemmis and Mc. Taggart research desain, which are planning, action, observation, and reflection. This research was conducted on two cycles. The research was conducted in VIII B1 class which had 26 students at SMP Negeri 14 Palu school year 2016/2017. The research subject which was selected as informant was based on the result of pre-test and the consideration from Math teacher of VIII B1 class at SMP Negeri 14 Palu. Polya steps which was applied consists of 4 steps which are: (1) understanding problem, (2) planning solution, (3) doing plan, (4) checking the procedure again and the result of solution. The result of this research showed that the implementation of Polya steps can increase the students learning outcomes in solving story question of linear equations systems of two variables in VIII B1 Class at SMP Negeri 14 Palu. Keywords: Polya steps, learning outcomes, story question of linear equations systems of two variables.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BENTUK PANGKAT DI KELAS XB SMA NEGERI 1 SIGI Fatimah; Ibnu Hadjar; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk pangkat di Kelas XB SMA Negeri 1 Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XB yang berjumlah 30 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat komponen yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk pangkat di kelas XB SMA Negeri 1 Sigi, dengan tahapannya yaitu: 1) Penyampaian kelas, 2) Belajar dalam kelompok, 3) Permainan, 4) Pertandingan, dan 5) Penghargaan kelompok. Kata Kunci: Hasil Belajar, Bentuk pangkat, Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Abstract:Research aim is obtain description the implementation of the learning model tipe teams games tournament (TGT) to improve learning outcomes student’s on the materials exponential in class XB SMA Negeri 1 Sigi. The research is research class action referring to design research by Kemmis and Mc. Taggart. The subject of this study is a student’s XB amounting to 30 student’s consisting of 14 student’s man and 16 female student’s. This research was conducted in two cycles and each cycles consists of four components namely: 1) planning, 2) the action, 3) observation, and 4) reflection. The technique of data collecting through observation, written test, interview, and notes field. The result showed that the implementatian of learning model cooperative type TGT can improve learning outcomes student’s on the materials exponential in class XB SMA Negeri 1 Sigi, with levels are: 1) presentation of class, 2) learn in the group, 3) game, 4) games, and 5) awards group Keywords: Learning outcomes, Exponential Form, Cooperative Learning TGT.