Anggraini
Universitas Tadulako

Published : 48 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII C MTsN 1 KOTAPALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA KELILING DAN LUAS DAERAH PERSEGI PANJANG Hardiyanti; Evie Awuy; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran berbasis masalah(PBM)yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mnyelesaikan soal cerita keliling dan luas daerah persegi panjang di kelas VII C MTsN 1 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model PBM yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu 1) orientasi siswa pada masalah menggunakan power point, 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, 3) membantu penyelidikan individual maupun kelompok. 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Kata Kunci:Model Pembelajaran Berbasis Masalah(PBM); hasil belajar; soal cerita keliling dan luas daerah persegi panjang Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the application of problem-based learning model (PBM) that can improve student learning outcomes in completing the story of the circumference and the area of ​​rectangle in class VII C MTsN 1 Palu. The type of research used is classroom action research. The design of this study refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart. This study was conducted in two cycles. The results showed that through the implementation of PBM model that can improve student learning outcomes, by following the steps, namely 1) student orientation on the problem using power point, 2) organizing student to learn, 3) assisting individual and group investigations,4) develop and present the work, and (5) analyze and evaluate problem-solving process. Keywords: Problem Based Learning Model (PBM); learning outcomes; about the roving story and the area of ​​the rectangular area.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI DI KELAS X MIA 1 MAN 1 PALU Moh. Rizal; Anggraini; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 4 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan trigonometri kelas X MIA 1 MAN 1 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 yang berjumlah 30 siswa dan dipilih tiga sebagai informan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi dan (3) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA I MAN 1 Palu pada materi perbandingan trigonometri mengikuti fase-fase pembelajaran kooperatif yaitu: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi dan 6) memberikan penghargaan, yang didalamnya terdapat delapan komponen dari model TAI yaitu: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test dan 8) team scores and team recognition. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TAI; hasil belajar; perbandingan trigonometri. Abstract: This study aims to obtain a description of the implementation of cooperative learning model type Assisted Individualization Team (TAI) to improve student learning outcomes on the material comparison of trigonometry class X MIA 1 MAN 1 Palu. The subjects of this study were students of class X MIA 1, which amounted to 30 students and selected three as informants. This research is a Classroom Action Research (PTK) which refers to the design research of Kemmis and Mc.Taggart ie (1) planning, (2) implementation of action and observation and (3) reflection. This study was conducted in two cycles. The implementation of cooperative learning model of TAI type that can improve student learning result of class X MIA I MAN 1 Palu on trigonometric comparison materials following cooperative learning phases are: 1) convey the purpose and motivate students, 2) present information, 3) organize students into learning groups, 4) guiding groups of work and learning, 5) evaluation and 6) giving awards, in which there are eight components of the TAI model: 1) placement test, 2) team, 3) teaching group, 4) student creative, 5) team study, 6) whole class unit, 7) fact test and 8) team scores and team recognition Keywords: cooperative learning model of TAI type; learning outcomes; comparison of trigonometry.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 2 SIGI PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT Mufidah; Anggraini; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Sigi pada materi persamaan kudrat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Sigi yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil tes akhir tindakan, diperoleh persentasi ketuntasan klasikal siswa pada siklus I adalah 52,38% dan persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus II adalah 79,16%. Sedangkan, hasil observasi guru dan siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran koopertif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Sigi pada materi persamaan kuadrat. Kata kunci: Think Pair Share (TPS), Hasil Belajar, Persamaan Kuadrat. Abstract: The aim of this research was to obtain a description the application of the think pair share type of cooperative learning model can improve student learning outcames VIII E classes at SMP Negeri 2 Sigi material quadratic equation. This research was a classroom action research. The research design refered to Kemmis and Mc. Taggart design: (1) planning, (2) acting, (3) observing and (4) reflecting. The subject were students of grade VIII E SMP Negeri 2 Sigi that were 26 students. This research was conducted in two cycles. Based on the post-test of the action research, that obtained the percentage of classical compentence on cycle I were 52,38% and percentage of classical compentence on cycle II were 79,16%. While, the result observation of teacher and student activity on cycle I was good category and on cycle II was very good category. The results showed that the application of cooperative learning model of think pair share can improve students learning outcomes VIII E classes at SMP Negeri 2 Sigi material quadratic equation. Keywords: Think Pair Share (TPS), Learning Outcomes, Quadratic Equation.
MENEMUKAN LUAS PERMUKAAN PRISMA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING Intan Faramita Barakati; Anggraini; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang aktivitas pelaksanaan model pembelajaran penemuan terbimbinguntuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII C SMP Negeri 11 Palu yang berlangsung dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII C SMP Negeri 11 Palu dalam menemukan luas permukaan prisma dari siklus I ke siklus II dengan enam tahap yaitu : 1) stimulasi,2) perumusan masalah,3) pengumpulan data, 4) pemrosesan data, 5) verifikasi dan 6)generalisasi. Berdasarkan indikator keberhasilannya, guru telah dapat menimbulkan ketertarikan siswa untuk menemukan luas permukaan prisma, dapat mengajukan pertanyaan yang membuat siswa membangun sendiri pengetahuannya berdasarkan teori konstruktivisme, guru juga dapat membimbing siswa tanpa langsung memberikan generalisasi. Selain itu, siswa juga telah mencapai indikator keberhasilannya yaitu siswa sudah saling membantu untuk menemukan luas permukaan prisma pada LKS. Selain itu, siswa sudah mampu menemukan sendiri rumus luas permukaan prisma. Secara keseluruhan proses pembelajaran dengan menggunakan model penemuan terbimbing dapat mengaktifkan siswa serta membangun cara berpikirnya sendiri. Kata kunci: Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing; Kemampuan Menemukan Luas Permukaan Prisma Abstract:This study aims to describe about the implementation activity of guided discovery learning model to improve the ability of students of class VIII C SMP Negeri 11 Palu that lasted in 2 cycles. The results showed that learning by applying guided discovery learning model can improve students' ability of class VIII C SMP Negeri 11 Palu in finding the surface area of ​​prism from cycle I to cycle II with six stage is: 1) stimulation, 2) problem statement, 3) data collection, 4) data processing 5) verification,and 6) generalization. Based on the indicators of success, teacher have been able to generate students interest to find the surface area of the prism, can ask questions that make students build their own knowledge based on constructivism theory, teacher can also guide students without directly giving generalization. In addition, students have also achieved the success indicator that students have helped each other to find the surface area of the prism on the LKS. In addition, students have been able to find their own surface prism surface area. Overall learning process by using guided discovery model can activate students and build their own way of thinking. Keywords: guided discovery learning model; ability to find the surface area of ​​the prism
ANALISIS KATEGORI PENALARAN ANALOGI SISWA DALAM MEMECAKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Moh.Faisal Ramdhani; Usman H.B; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penalaran analogi siswa dalam memecahkan masalah geometri yang ditinjau dari gaya kognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X C SMA Al-Azhar Mandiri Palu yang bergaya kognitif field dependent, dan bergaya kognitif field independent. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa bergaya kognitif field dependent yang dilabeli FD memiliki kategori penalaran analogi yang meliputi (1) encoding dengan tiga sub-kategori yaitu (a) mengidentifikasi pokok pertanyaan pada masalah sumber dan masalah target, (b) menemukan informasi dari ciri-ciri yang terdapat pada masalah sumber dan masalah target, dan (c) menentukan dugaan awal pada masalah sumber dan masalah target. (2) inferring, (3) mapping, dan (4) applying serta termasuk dalam kelompok penalaran analogi sedang. Siswa bergaya kognitif field independent yang dilabeli FI memiliki kategori penalaran analogi yang meliputi (1) encoding dengan tiga sub-kategori yaitu (a) mengidentifikasi pokok pertanyaan pada masalah sumber dan masalah target, (b) menemukan informasi dari ciri-ciri yang terdapat pada masalah sumber dan masalah target, dan (c) menentukan dugaan awal pada masalah sumber dan masalah target. (2) inferring, (3) mapping, dan (4) applying serta termasuk dalam kelompok penalaran analogi tinggi. Kata Kunci: Analisis Kategori; Penalaran Analogi; Masalah Geometri; Gaya Kognitif. Abstract: This research aims to obtain a description of analogy reasoning of students in solving geometric problems in terms of cognitive style. This type of research is qualitative research. The subject of this research is the students of class X C SMA Al-Azhar Mandiri Palu who have field dependent cognitive style and field independent cognitive style. Data collection techniques were in the form of tests and interviews. The results of this study showed that field dependent cognitive style student named FD had an analogy reasoning category which included (1) encoding, with three sub-categories, namely (a) identifying the subject matter on the source problem and target problem, (b) finding information from the characteristics contained in source problem and target problem, and (c) determine the initial guess on the source problem and target problem. (2) inferring, (3) mapping, and (4) applying, and included in the group of medium analogy reasoning. Field independent cognitive style student named FI have analogy reasoning categories which include (1) encoding with three sub-categories, namely (a) identifying the subject matter of the source problems and target problems, (b) finding information from the characteristics of the source problems and target problems, and (c) determine the initial guess at the source problems and target problems. (2) inferring, (3) mapping, and (4) applying, and included in the group of high analogy reasoning. Keywords: Category Analysis; Analogy Reasoning; Geometric Problems; Cognitive Style.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII C SMP NEGERI 3 BALINGGIAbstrak: Masalah utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa Ayu Irnayanti; Tegoeh S. Karniman; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi teorema Pythagoras karena kurangnya pemahaman konsep siswa. Tujuan penelitian ini untuk memberi deskripsi/gambaran tentang penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dan metode drill untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII C SMP Negeri 3 Balinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengolah pembelajaran, dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, data hasil tes awal dan tes akhir tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Balinggi yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilakukan II siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran menggunakan model pembelajaran penemuan terbimbing dan metode drill hasil belajar siswa pada materi teorema Pythagoras meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan, dengan mengikuti langkah-langkah model pembelajaran penemuan terbimbing, yaitu (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data, (3) penyusunan konjektur, (4) pemeriksaan konjektur, (5) verbalisasi konjektur, dan (6) umpan balik dengan memberikan latihan I, latihan II dan latihan III sebagai pekerjaan rumah. Kata kunci: Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing; Metode Drill; Hasil Belajar; Teorema Pythagoras. Abstract: The main problem in this study is the low student learning outcome on the material Pythagoras theorem because lack of understanding of students’s concepts. The purpose of this study is to give a description of the application of guided discovery learning model and drill method to improve students learning outcomes on material pythagoras theorem in class VIII C SMP Negeri 3 Balinggi. This research is a classroom action research (CAR). As the research design refers to design of the reserch of Kemmis and Mc. Taggart that is (1) Planning, (2) action, (3) observation and (4) reflection. Data collected in this study is the activity data teacher in managing the learning ans student activity in following learning, data test results early and data test results the end of action. This research subject is class VIII C SMP Negeri 3 Balinggi amounting 32 students. This study wa done II cycles. The result of the study showed that through the implementation of applying the guided descovery model and drill method students learning outcomes on material pythagoras theorem increases in accordance succes criteria action, by following steps learning applying the guided discovery learning model and drill method, (1) formulation of the problem, (2) data procssing, (3) examination conjecture, (4) verbalization conjecture, and (5) feedback with give exercise I, exercise II and exercise III as homework. Keywords : Guided Discovery Learning Model; Drill Method; Learning Outcome; Pythagoras Theorem
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Hardiyanti; Evie Awuy; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran berbasis masalah(PBM)yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mnyelesaikan soal cerita keliling dan luas daerah persegi panjang di kelas VII C MTsN 1 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model PBM dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) orientasi siswa pada masalah menggunakan power point, hasil yang didapatkan pada fase ini adalah hampir semua siswa memperhatikan penyampaian guru dan aktif mencari tahu cara penyelesaian masalah keliling persegi panjang pada siklus I dan luas daerah persegi panjang pada siklus II dengan memberikan tanggapan terhadap masalah yang diberikan oleh guru.(2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus I adalah masih ada siswa yang menunjukkan ketidaksetujuannya kepada guru tentang anggota kelompoknya yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus II adalah semua siswa langsung membentuk kelompok sesuai dengan anggota kelompok yang telah ditentukan oleh guru. (3) membantu penyelidikan individual maupun kelompok. Hasil yang didapatkan pada fase ini adalah siswa mampu untuk mengungkapkan ide-ide mereka dalam menjawab masalah yang ada dalam LKS melalui diskusi kelompok. Selain itu, siswa sudah dapat menggunakan rumus keliling persegi panjang dengan bantuan seperlunya dari guru jika siswa mengalami kesulitan pada siklus II. (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus I adalah siswa sudah mampu mempresentasikan hasil pekerjaan kelompoknya dengan penguasaan topik dan proses pengerjaan yang cukup baik. (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Hasil yang didapatkan pada fase ini adalah siswa sudah mampu menganalisis hasil proses pemecahan masalah keliling persegi panjang di siklus I dan masalah luas daerah persegi panjang di siklus II. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah(PBM); hasil belajar; soal cerita keliling dan luas daerah persegi panjang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA MATERI SIFAT-SIFAT SUDUT Ekawinda Wahyuningsih; Abdul Hamid; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat sudut di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada rancangan penelitian oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 19 Palu yang berjumlah 20 orang, dan dipilih 3 orang siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat sudut di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu, dengan mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi , 3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok dan kreatifitas siswa (student creative), 4) belajar kelompok (team study) dan membimbing kelompok belajar 5) evaluasi dan Test fakta (fact test), dan 6) memberikan Penghargaan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI), Hasil Belajar, Sifat-sifat Sudut. Abstract: The main purpose of this study is to obtain a description of the implementation of cooperative learning model Type Assisted Individualization Team (TAI) in an effort to improve student learning outcomes on the subject of angular properties in class VII A SMP Negeri 19 Palu. This research is a classroom action research which refers to the research design by Kemmis and Mc. Taggart consisting of four components, namely 1) planning, 2) action implementation, 3) observation, and 4) reflection. The subjects of the study were the students of class VII A in SMP Negeri 19 Palu, consist of 20 people, and selected 3 students as informants. The results of this study indicate that the implementation of cooperative learning model type TAI can improve student learning outcomes on the subject of angular properties in class VII A SMP Negeri 19 Palu, with the stages: 1) convey goals and motivate students, 2) convey information, 3) organize students in study groups, 4) guide the group work and study, 5) evaluation, 6) reward. Keywords: Cooperative Learning Model Type Team Assisted Individualization (TAI), Learning Outcomes, Angular Properties.
PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HIMPUNAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Yuni Rahma Tanti; Mustamin Idris; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Palu dalam menyelesaikan soal cerita himpunan berdasarkan gaya belajar. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Subjek bergaya belajar visual menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, dan juga subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal beserta dengan keterangan pada diagram venn, kemudian subjek menggunakan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan, serta subjek menyimpulkan jawaban yang diperoleh diakhir penyelesaian. (2) Subjek bergaya belajar auditorial menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, subjek juga menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan masalah dan pada saat menuliskan informasi yang diketahui akan tetapi simbol yang digunakan masih kurang lengkap, serta subjek tidak menggunakannya pada saat menuliskan informasi ditanyakan, selanjutnya subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal yang diminta beserta dengan keterangan pada diagram venn, kemudian subjek menggunakan rumus-rumus yang sesuai dalam menyelesaikan permasalahan, serta subjek juga menyimpulkan jawaban yang diperoleh diakhir penyelesaian. (3) Subjek bergaya belajar kinestetik menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, subjek juga menggunakan simbol matematika yang kurang tepat saat menuliskan informasi yang diketahui dan saat menyelesaikan permasalahan, kemudian subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal yang diminta beserta dengan keterangan pada diagram venn, selanjutnya subjek menggunakan rumus yang tidak sesuai dalam menyelesaikan permasalahan sehingga jawaban akhir yang didapatkan salah, serta subjek tidak menyimpulkan hasil akhir jawaban yang diperoleh. Kata kunci : Kemampuan komunikasi matematis, soal cerita himpunan, gaya belajar Abstract: This study aims to obtain an overview of the mathematical communication skills of SMP Negeri 4 Palu students in solving set story problems based on learning styles. The results of this study are (1) The learning style subject visually writes information that is known and asked in full, and uses mathematical symbols in solving problems, and when writing what is known but does not use it when writing what is asked, and also the subject describes venn diagram that corresponds to the question along with the description on the venn diagram, then the subject uses the steps in solving the problem, and the subject concludes the answer obtained at the end of the settlement. (2) Audial learning style subjects write information that is known and asked in full, the subject also uses mathematical symbols in solving problems and when writing information that is known but the symbols used are still incomplete, and the subject does not use it when writing information asked, then the subject describes the venn diagram that corresponds to the requested question along with a description on the venn diagram, then the subject uses the appropriate formulas in solving the problem, and the subject also concludes the answers obtained at the end of the solution. (3) The kinesthetic learning style subject writes information that is known and asked in full, the subject also uses mathematical symbols that are less precise when writing information that is known and when solving problems, then the subject describes a venn diagram that matches the requested question along with the description on the diagram venn, then the subject uses a formula that is not appropriate in solving the problem so that the final answer obtained is wrong, and the subject does not conclude the final results of the answers obtained. Keywords: Mathematical communication skills, story set, learning style
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII C SMPN 3 PALU PADA MATERI PENYAJIAN DATA Hamsiar Hamsah; Anggraini; Dasa Ismaimuza
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai Penggunaan Alat Peraga dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division yang dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII C SMP Negeri 3 Palu Pada Materi Penyajian Data. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan(4) refleksi. Penelitian ini di laksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Palu. Subyek penelitian ini sebanyak 29 orang peserta didik dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga dalam model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Palu pada materi penyajian data dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) sebagai berikut: (1) penyampaian tujuan dan memotivasi siswa, peneliti memberikan motivasi belajar dengan cara menjelaskan manfaat mempelajari materi penyajian data serta membangkitkan pengetahuan awal siswa, (2) penyajian/penyampaian informasi, memberikan informasi tentang cara penggunaan alat peraga pada materi penyajian data, (3) pengorganisasian siswa kedalam kelompok-kelompok belajar, peneliti mengkordinir siswa agar duduk sesuai dengan kelompoknya, dan menyampaikan tugas dalam kelompoknya, (4) pembimbingan kelompok belajar dan bekerja, peneliti membimbing dan mengarahkan siswa dalam menyelesaikan LKPD dengan bantuan alat peraga, (5) evaluasi, peneliti memberikan tes evaluasi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan siswa, dan (6) pemberian penghargaan, peneliti memberikan penghargaan berupa tepuk tangan, pujian dan hadiah sebagai penghargaan atas usaha bersama. Kata kunci: Model pembelajaran Kooperatif, STAD, Alat Peraga, Hasil Belajar, Penyajian Data. Abstract: This study aims to obtain a description of the use of teaching aids in the Cooperative Learning Model Type Student Teams Achievement Division to improve the learning outcomes of Class VII C Students of SMP 3 Palu in Data Presentation Materials. The type of research used is Classroom Action Research (CAR). The design of the research conducted refers to the research design developed by Kemmis and Mc. Taggart namely: (1) planning, (2) implementation of actions, (3) observation, and (4) reflection. This research was carried out in two cycles. The subjects of this study were students grade VII C SMP Negeri 3 Palu. The subjects of this study were 29 students and three students were selected as informants. The results showed that the use of teaching aids in cooperative learning models of the Student Teams Achievement Division (STAD) type could improve learning outcomes of class VII C students of SMP Negeri 3 Palu on data presentation materials by following the phases of cooperative learning models of Student Teams Achievement Division (STAD) as follows: (1) delivery of goals and motivating students, researchers provide learning motivation by explaining the benefits of learning data presentation materials and generating initial knowledge of students, (2) presenting / delivering information, providing information about how to use teaching aids in data presentation materials , (3) organizing students into study groups, researchers coordinating students to sit according to their groups, and delivering assignments in their groups, (4) guiding learning and working groups, researchers guiding and directing students in completing LKPD with the help of teaching aids, ( 5) evaluation, researcher provide evaluation tests to determine the development of student knowledge, and (6) awarding, researchers gave awards in the form of applause, praise and prizes in recognition of joint efforts. Keywords: Cooperative learning model, STAD, teaching aids, learning outcomes, data presentation.