Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Poliploidi pada Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dengan Induksi Kejutan Panas Melalui Metode Perhitungan Jumlah Nukleolus Lisa Savitri; Arif Budi Setiawan; Elfred Rinaldo Kasimo; Syntia Tanu Juwita; Ester Lianawati Antoro; Ida Septika Wulansari
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.865 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.2.246

Abstract

Carp (Cyprinus carpio L.) is a widely cultivated Indonesian fishery commodity. The increasing demand for carp can be used as an opportunity to increase the production and income of farmers and fulfill the target of increasing the nutrition of the residents. The heat shock method is one method that is often used because the process is simpler than the others. Polyploidy analysis was carried out by counting the number of nucleoli in fish resulting from polyploidization. The results of the ploidization analysis of carp in this study showed that there were variations in the number (frequency) of nucleoli per cell in diploid, triploid, and tetraploid fish. The body size of tetraploid fish is larger than that of triploid fish. But triploid fish have a larger body size than diploid fish. Tetraploid goldfish have a larger size and nucleus and cell contents when compared to triploids, even more so with diploids. The more the number of cells causes the volume of cells in the body to increase, so that the body size or growth of the tetraploid carp is higher. The growth of organisms is also a process of multiplying the number of cells and increasing the volume of cells.
Pemberian Monosodium Glutamat Selama Masa Organogenesis Meningkatkan Perkembangan Embrio Cacat pada Mencit Lisa Savitri; Elfred Rinaldo Kasimo; Rochmad Krissanjaya
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.328

Abstract

Monosodium glutamate (MSG) biasanya berbentuk kristal halus dan berwarna putih. Senyawa MSG dibuat melalui proses fermentasi dari bahan dasar pati (gandum) dan gula molasses (tetes tebu) yang diberi nama sebagai garam natrium dan asam glutamat. Pemberian MSG selama induk mencit bunting bersifat embriotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik MSG pada perkembangan embrio selama masa organogenesis. Penelitian pemberian MSG terhadap mencit dimulai pada kebuntingan hari ketujuh yaitu pada tahap organogenesis. Perlakuan dosis MSG yang diberikan adalah dosis 528 mg/kg BB, 696 mg/kg BB, dan 872 mg/kg BB. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah fetus hidup atau mati dalam rahim pada kebuntingan hari ke-18, di samping morfologi fetus, bobot fetus dan perkembangan tulang rangka fetus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MSG yang dilakukan secara terus menerus sejak kebuntingan hari ke-7 hingga 16 membuat MSG tersebut masuk ke dalam tubuh induk mencit yang tidak memiliki kemampuan untuk menetralisir dan mendetokfikasi senyawa-senyawa kimia sehingga terakumulasi pada embrio mencit. Zat-zat tersebut mencapai embrio melalui pembuluh darah dan memengaruhi perkembangan fetus mencit. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh MSG terhadap perkembangan fetus mencit (Mus musculus) selama periode organogenesis di antaranya yaitu kecacatan pada mata (mikropthalmia dan anoftalmia), hidrosefalus ringan, jumlah metakarpal, jumlah metatarsal, dan ruas cervikal vertebrae tidak sama panjang. Abnormalitas perkembangan fetus mencit selama periode organogenesis meningkat sejalan dengan peningkatan dosis MSG yang diberikan dan bervariasi antar perlakuan. Semakin tinggi dosis MSG yang diberikan pada induk mencit bunting, maka semakin sedikit jumlah fetus yang hidup. Dapat disimpulkan bahwa MSG memengaruhi perkembangan fetus mencit selama masa organogenesis.
Co-Authors Afrilla, Rananda Agung Dwi Wahyu Widodo Agustanti, Khalimatus Nur Eka Alimansur, Moh Alves, Silvina Sandra X. Amanda, Cornelia Aminah Alfiani Ana Retnowati Anjarwati, Aprilia Antoro, Ester Lianawati Apriana, Dita Arif Budi Setiawan Besan, Emma Jayanti Daniati, Mila Putri Datin An Nisa Sukmawati Dhony Hermanto Edda, Ilda Rambu Eka Wahyuningtiyas Elfred Rinaldo Kasimo Elfred Rinaldo Kasimo Elfred Rinaldo Kasimo Elfred Rinaldo Kasimo Elfred Rinaldo Kasimo, Elfred Rinaldo Elly Megasari Ester Lianawati Antoro Ester Lianawati Antoro Ester Lianawati Antoro Ester Lianawati Antoro Evi Laela Sari Farabi, Meka Faizal Fendy Prasetyawan Fitri, Devi Nor Freitas, João Gregório Freitas, Maria Do Carmo Da Costa Herman Hilmi, Mochamad Hanif Hilmi, Mochammad Hanif Ida Septika Wulansari Ida Septika Wulansari Ida Septika Wulansari Ida Septika Wulansari Ihsan, Kharisul Indrayanti, Dian Iza Dwi Muslikha Juan Vega Mahardhika Juwita, Syntia Tanu Kadir, Mujtahid Bin Abd Kadir, Mujtahid Bin And Kasimo, Elfred Khalimatus Nur Eka Agustanti Kharisul Ihsan Kholis, Akbar Nur Kholis, Muhammad Akbar Nur Laili, Nur Fahma La’ally Maula Lian Pandu Farendra Loviana, Novi Mahardika, Juan Vega Maria Do Carmo Da Costa Freitas Masyhuri, Aga Adi Mebung, Konradus Klala Megasari, Elly Meri, Meri Mika Tri Kumala Swandari, Mika Tri Kumala Mosse1, Yosep Muhammad Nurul Fadel Muslikha, Iza Dwi Muttaqin, Saiful Neni Probosiwi Novyananda Salmasfattah Novyananda Salmasfattah Nur Fahma Laili Nur Fahma Laili Nurul Ismillayli Ornai, Andre Mario Sequeira Alves Rahmasari, Kharisma Rasyadan Taufiq Probojati Renaldi Umbu Ndamung Kale Restyana, Anggi Restyana, Anggy Retnowati, Ana Rochmad Krissanjaya Salmasfattah, Novyananda Sanjaya, Rochmad Kris Shinta Mayasari Shinta Mayasari Sueb Sugeng Santoso Syntia Tanu Juwita Syntia Tanu Juwita Syntia Tanu Juwita Syntia Tanu Juwita Syntia Tanu Juwita Tiyas, Eka Wahyuning Tridoso Sapto A Tsamrotul Ilmi Willy Sandhika Wulansari, Ida Septika Yanti, Novirma Yosep Mosse yunadi, frisca dewi Yuneka Saristiana