Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Peserta Didik terhadap Guru Sekolah Dasar Kiftian Hady Prasetya; Hani Subakti; Ari Musdolifah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2067

Abstract

Fokus masalah dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena komunikasi oleh peserta didik terhadap guru yang kurang memperhatikan prinsip kesantunan berbahasa, secara khusus terjadi dalam proses pembelajaran di kelas dan di lingkungan sekolah sehingga perlu dilakukan analisis pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa peserta didik terhadap guru di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian ini berupa teks tulis (transkrip percakapan) dari sumber data 73 peserta didik di Kota Balikpapan. Teknik pengumpulan data menggunakan tahapan observasi, teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dan wawancara. Instrumen penelitian berupa gawai, alat tulis, buku catatan, dan tabel indikator prinsip kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menemukan adanya 17 pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh peserta didik terhadap guru di Kota Balikpapan. Temuan penelitian berupa: (1) maksim penerimaan, (2) maksim kemurahan, (3) maksim kerendahan hati, (4) maksim kesetujuan, dan (5) maksim kesimpatian dalam prinsip kesantunan berbahasa. Kesimpulan dalam penelitian ini menitikberatkan pada perhatian pelbagai lapisan masyarakat, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah yang dapat dan mampu memberikan edukasi dalam komunikasi yang nantinya menjadi contoh nyata terhadap produksi komunikasi peserta didik dengan muatan prinsip kesantunan berbahasa
Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Peserta Didik terhadap Guru Sekolah Dasar Kiftian Hady Prasetya; Hani Subakti; Ari Musdolifah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2067

Abstract

Fokus masalah dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena komunikasi oleh peserta didik terhadap guru yang kurang memperhatikan prinsip kesantunan berbahasa, secara khusus terjadi dalam proses pembelajaran di kelas dan di lingkungan sekolah sehingga perlu dilakukan analisis pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa peserta didik terhadap guru di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian ini berupa teks tulis (transkrip percakapan) dari sumber data 73 peserta didik di Kota Balikpapan. Teknik pengumpulan data menggunakan tahapan observasi, teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dan wawancara. Instrumen penelitian berupa gawai, alat tulis, buku catatan, dan tabel indikator prinsip kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menemukan adanya 17 pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh peserta didik terhadap guru di Kota Balikpapan. Temuan penelitian berupa: (1) maksim penerimaan, (2) maksim kemurahan, (3) maksim kerendahan hati, (4) maksim kesetujuan, dan (5) maksim kesimpatian dalam prinsip kesantunan berbahasa. Kesimpulan dalam penelitian ini menitikberatkan pada perhatian pelbagai lapisan masyarakat, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah yang dapat dan mampu memberikan edukasi dalam komunikasi yang nantinya menjadi contoh nyata terhadap produksi komunikasi peserta didik dengan muatan prinsip kesantunan berbahasa
Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Peserta Didik terhadap Guru Sekolah Dasar Kiftian Hady Prasetya; Hani Subakti; Ari Musdolifah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2067

Abstract

Fokus masalah dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena komunikasi oleh peserta didik terhadap guru yang kurang memperhatikan prinsip kesantunan berbahasa, secara khusus terjadi dalam proses pembelajaran di kelas dan di lingkungan sekolah sehingga perlu dilakukan analisis pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa peserta didik terhadap guru di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian ini berupa teks tulis (transkrip percakapan) dari sumber data 73 peserta didik di Kota Balikpapan. Teknik pengumpulan data menggunakan tahapan observasi, teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dan wawancara. Instrumen penelitian berupa gawai, alat tulis, buku catatan, dan tabel indikator prinsip kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menemukan adanya 17 pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh peserta didik terhadap guru di Kota Balikpapan. Temuan penelitian berupa: (1) maksim penerimaan, (2) maksim kemurahan, (3) maksim kerendahan hati, (4) maksim kesetujuan, dan (5) maksim kesimpatian dalam prinsip kesantunan berbahasa. Kesimpulan dalam penelitian ini menitikberatkan pada perhatian pelbagai lapisan masyarakat, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah yang dapat dan mampu memberikan edukasi dalam komunikasi yang nantinya menjadi contoh nyata terhadap produksi komunikasi peserta didik dengan muatan prinsip kesantunan berbahasa
Analysis of Students’ Learning Outcomes Attention Deficit Hyperactivity Disorder in Indonesian Learning at Elementary School in Samarinda City Hani Subakti; Eka Selvi Handayani; Nur Agus Salim; Kiftian Hady Prasetya; Hety Diana Septika
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.341 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.978

Abstract

This study aimed to determine the learning motivation of students with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) in Indonesian language learning for elementary schools. This research is descriptive qualitative using a purposive sampling technique with the subjects of students with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), class teachers, and parents. Data collection was performed through interviews and documentation to identify the learning motivation of students with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). The data were analyzed by data collection, data reduction, data presentation, and concluding. In testing the validity of the data, source triangulation was used. The results showed that students with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) had inattention, hyperactivity, and a combination-types accompanied by various symptoms showing the inability to focus attention. They looked different compared to other students of the same age. Those problems negatively influenced their cognitive, social, communication, and behavior development as well. In other words, the learning motivation of students with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) in Indonesian language learning was still relatively low. Parents and teachers should treat ADHD students with full affection and patience. Working together in educating and instilling good things is very significant to build motivation in learning the Indonesian language for elementary schools.
MEMBUDIDAYAKAN LITERASI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN KARANG JOANG BALIKPAPAN UTARA Maryatin; Kiftian Hady Prasetya; Seilin Kavinnia Adityatama; Putri Ayu Megawati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 3: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.539 KB)

Abstract

literasi di Indonesia menjadi persoalan yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Beberapa hal yang menjadikan rendahnya budaya literasi di Indonesia antara lain, tingkat pendidikan masyarakat, malas membaca, minimnya akses dalam membaca. Ini disebabkan sedikitnya perpustakaan, harga buku yang cenderung tak terjangkau oleh daya beli masyarakat dan pemamfaatan teknologi yang tidak tepat, sehingga hanya sedikit yang mampu menuliskan pengetahuan yang diperoleh dari membaca atau menyimak. permasalahan yang dihadapi oleh mitra antara lain: Masyarakat di Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara belum mengetahui pentingnya pendidikan sehingga malas membaca, Masih terdapat warga yang belum lancar membaca, Masyarakat masih sulit mendapatkan pengajar untuk mengajari membaca, khususnya dalam pembiasaan kegiatan literasi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan Program Literasi meliputi empat tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan penyusunan laporan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan minat membaca dan kesadaran akan pentingnya membaca.
LOCAL WISDOM FOLKLORE FOR LITERARY LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOL Hety Diana Septika; Kiftian Hady Prasetya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): Volume 5 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.439 KB) | DOI: 10.23969/jp.v5i1.1236

Abstract

Community literacy in the 21st century is a marker for the occurrence of changes in human resources. Seen from the community behavior change that leads to a crisis of morals and the morals of a man. The necessity of introduction of luhurdan wisdom values can be adopted from the penenalan the various literary works. Later literary works can be used as learning materials in elementary school. One folk story as cultural products at once literary texts can be used as a medium to reflect the culture of the people. Through the charge contained in the literary text is expected to be the start of a revival for fixing the crisis of morality and ethics. As well as embody the formation of mental and intellectual activities read, write melaluia feathered Bob, an increased sense of humanity and social care, the growth of cultural appreciation, channelling ideas, growth of imagination, as well as an increase in creative and constructive expression.
Permasalahan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Masa Pandemi Covid-19 Siswa Sekolah Dasar di Kota Samarinda Hani Subakti; Kiftian Hady Prasetya
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.3029

Abstract

Penelitian yang dilatarbelakangi olehadanya permasalahan pada pembelajaran daring dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dimasa pandemi Covid-19 perlu dianalisis. Adapun tujuan awal dari penelitian yaitu untuk menganalisis permasalahan dalam pembelajaran daring bahasa Indonesia dimasa pandemi Covid-19 yang di SD Negeri 017 Samarinda Utara. Dalam penelitian ini menggunakan sebuah pendekatan yaitu pendekatan kualitatif. Untuk teknik analisis yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilaksanakan yaitu (1) pelaksanaan dalam pembelajaran daring siswa kelas V di SD Negeri 017 Samarinda Utara belum sepenuhnya efektif, hal ini dikarenakan masih adanya materiyang sulit dimengerti oleh para siswa karena pembelajaran hanya melalui daring lewat aplikasi Whatsapp. (2) Kurangnya motivasi belajar dari siswa yang dikarenakan siswa mengalami kebosanan belajar hanya dari rumah saja. (3) Siswa masih malas membaca buku dan mereka lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai, sementara itu di sisi lain untuk materi bahasa Indonesia seharusnya para siswa rajin membaca agar memahami inti dari pelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian diperlukan kerja sama yang baik dan berkesinambungan antara guru kelas, orang tua, dan siswa agar permasalahan-permasalahan tersebut dapat diminimalisasi sehingga pembelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih baik
Sosialisasi Perkembangan Peserta Didik tentang Perkembangan Emosional dan Moral di RT 49 Sepinggan Rahayu Sri Waskitoningtyas; Ryan Angga Pratama; Kiftian Hady Prasetya
Abdimas Universal Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v4i2.236

Abstract

The purpose of this service is to find out how students develop emotionally and how students develop morally. This service is located in Bukit Anugerah Indah Housing Estate, RT 49, Sepinggan Village, Balikpapan City, East Kalimantan Province. The population of this service is the residents of Bukit Anugerah Indah Housing by taking research subjects from parents who have elementary school children. Data collection methods in the form of interviews and documentation. The data analysis technique in this service uses source triangulation, namely interviews with 3 mothers. It was found that the development of children varies depending on the age of the child, emotional development also affects what they think, emotions also describe what a person thinks. The more mature a person, the emotional level will rarely occur unlike in children which often happens. While moral development is very influential on a person's character, if someone wants to be respected, he must have good moral qualities, in school it is very good to be taught moral traits, to educate children to be better. In everyday life, it is also very necessary to teach children moral character, so that empathy, honesty, truth, and chastity will grow. Moral nature makes a person able to socialize with people.
Permasalahan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Masa Pandemi Covid-19 Siswa Sekolah Dasar di Kota Samarinda Hani Subakti; Kiftian Hady Prasetya
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.3029

Abstract

Penelitian yang dilatarbelakangi olehadanya permasalahan pada pembelajaran daring dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dimasa pandemi Covid-19 perlu dianalisis. Adapun tujuan awal dari penelitian yaitu untuk menganalisis permasalahan dalam pembelajaran daring bahasa Indonesia dimasa pandemi Covid-19 yang di SD Negeri 017 Samarinda Utara. Dalam penelitian ini menggunakan sebuah pendekatan yaitu pendekatan kualitatif. Untuk teknik analisis yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilaksanakan yaitu (1) pelaksanaan dalam pembelajaran daring siswa kelas V di SD Negeri 017 Samarinda Utara belum sepenuhnya efektif, hal ini dikarenakan masih adanya materiyang sulit dimengerti oleh para siswa karena pembelajaran hanya melalui daring lewat aplikasi Whatsapp. (2) Kurangnya motivasi belajar dari siswa yang dikarenakan siswa mengalami kebosanan belajar hanya dari rumah saja. (3) Siswa masih malas membaca buku dan mereka lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai, sementara itu di sisi lain untuk materi bahasa Indonesia seharusnya para siswa rajin membaca agar memahami inti dari pelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian diperlukan kerja sama yang baik dan berkesinambungan antara guru kelas, orang tua, dan siswa agar permasalahan-permasalahan tersebut dapat diminimalisasi sehingga pembelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih baik
PARAFRASA LEGENDA “GURU PENAWAR REME” MENJADI NASKAH DRAMA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA Pivi Turbana Br Ginting; Riska Dayanti Ley; Panigoran Siburian; Kiftian Hady Prasetya; Hety Diana Septika
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.092 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.191

Abstract

Penelitian ini berjudul Parafrasa Legenda Guru Penawar Reme menjadi naskah drama sebagai referensi bahan ajar di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis dan mudah dipahami dengan menggunakan kata-kata atau kalimat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumen berupa video dan teks tertulis dari beberapa jurnal. Data dalam penelitian ini adalah berupa dokumen literal yang diambil dari Legenda Guru Penawar Reme. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder karena diperoleh dengan cara membaca, mempelajari serta memahami melalui media lain yang bersumber dari literatur, peneliti sebelumnya vidio di youtube serta sumber bahan yang berkaitan dengan lainya. Hasil penelitian ini berupa analisis unsur intrinsik dan nilai moral, nilai sosial serta nilai religi yang terdapat pada Legenda Guru Penawar Reme dan dijadikan naskah drama sebagai bahan ajar di SMA.