Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JRKN

PENGOBATAN YANG AMAN BERDASARKAN 5 MOMENT FOR MEDICATION SAFETY Ni Putu Aryati Suryaningsih; Gde Palguna Reganata
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.796 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.312

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Farmasi merupakan salah satu kegiatan di pelayanan kesehatan yang  menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Perubahan paradigma kefarmasian dari terfokus pada obat (drug oriented)  menjadi fokus kepada pasien (patient oriented). Patient Oriented menuntut pelayanan kefarmasian yang komprehensif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan  mengutamakan keselamatan pasien. Dalam meningkatkan keamanan pengobatan pasien, konsep manajemen pelayanan farmasi saat ini bergerak ke arah manajemen obat yang aman (medication safety). WHO mengeluarkan suatu pedoman berupa alat ukur mengenai medication safety 5momen yang mencakup 5 pertanyaan yang digunakan oleh pasien dalam perawatan mereka sendiri guna mencapai pengobatan yang aman. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia yang digunakan secara tidak tepat dan tidak rasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika yang aman, berdasarkan 5 Momen for Medication Safety. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang deskriptif. Hasil: Secara keseluruhan diperoleh 60% yang menjawab benar , yaitu 72,4% yang mengetahui kapan memulai pengobatan antibiotika, 68,8% yang mengetahui mengkonsumsi antibiotika, 42,6% yang mengetahui menambah antibiotika,  47,2% yang mengetahui mereview pengobatannya, dan 68,8% mengetahui dengan benar menghentikan obat antibiotika. Kesimpulan: 60 % masyarakat yang benar mengetahui pengobatan yang aman penggunaan antibiotika dan 40% yang tidak mengetahuinya.kata kunci: Medication safety, Antibiotika, patient safety.ABSTRACT Pharmacy services are one of the activities in health services that support quality health services. Change paradigms in Pharmacy form drug oriented to patient oriented. Patient oriented. Patient oriented demands comprehensive pharmaceutical services aimed at improving the quality of life of patients and prioritizing patient safety. In improving the safety of patient medication, the current pharmaceutical service management concept is moving towards safe drug management. WHO released a new tool for measuring the medication safety, 5 momen which includes 5 questions used to patient can be  describe in their own care to achieve medication safety. Antibiotics are the most commonly used in the world that are used inappropriately and irrationally. The aim of study was to describe the safe  use of antibiotics based on  5 Momen for medication safety. Methods : This research is a research with a quantitative approach with a descriptive cross-sectional study design. Result of the study Overall, it was found that 60 % who answer correctly, 72,4 % who’s can know when to start antibiotics treatment, 68,8 % can know taking antibiotics, 42,6% can know when must adding the  antibiotics, 47,2% can know review the medication, and  68,8% can know when must stop the antibiotics. Conclusion : 60 % people who are really use the medication safety  and 40 % do not know it.Keyword : Medication safety, Antibiotic, patient safety
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANALGESIK DALAM SWAMEDIKASI NYERI DI KOTA DENPASAR Ni Putu Lydya; Ni Putu Aryati Suryaningsih; Ni made Umi Kartika Dewi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1724.735 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.315

Abstract

Latar Belakang: Nyeri merupakan keluhan terbanyak yang mendorong masyarakat untuk melakukan praktek swamedikasi. Analgesik efektif dan memiliki indeks terapi yang luas, namun dapat berpotensi untuk menimbulkan efek samping yang serius bahkan ketika digunakan dalam dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terkait rasionalitas penggunaan analgesik dalam swamedikasi nyeri di Kota Denpasar. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 196 responden yang dipilih dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada enam apotek di wilayah Kota Denpasar dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa 50,5% responden menggunakan analgesik secara tidak rasional dalam praktek swamedikasi nyeri. Mayoritas responden yang menggunakan analgesik dalam swamedikasi nyeri adalah perempuan, usia 17-25 tahun, tingkat pendidikan tinggi, bekerja dan memiliki tingkat pendapatan yang rendah. Kesimpulan: Setengah dari total responden menggunakan analgesik secara tidak rasional dalam praktek swamedikasi nyeri. Tingginya ketidakrasionalan penggunaan analgesik dapat menyebabkan peningkatkan biaya pengobatan dan dapat menimbulkan kondisi yang berbahaya. Kata kunci: Penggunaan analgesik, rasionalitas, swamedikasi AbstractBackground: Pain is the most complaints of illness that encourage communities to use analgesics in self-medication practice. Analgesics are effective and have a broad therapeutic index, but may have potentially serious side effects even when they used in the right dosage. This study aimed to determine the rationality of analgesic use in pain self-medication in Denpasar City. Method: A cross-sectional design was used, and involved 196 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected from questionnaire distribution in six pharmacies in Denpasar City and analyzed by using descriptive statistics. Result: This study found that 50,5% respondents used analgesics irrationally in pain self-medication practice. The majority of respondents who used analgesics in pain self-medication were females, aged 17-25 years old, high education level, employed, and had low income. Conclusion: Half of the total respondents used analgesics irrationally in pain self-medication practice. High of irrational analgesic use can increase medical costs and lead to dangerous conditions. Keywords:  Analgesic use, pain, rationality, self-medication
Co-Authors Andyani, Ni Kadek Ayu Surya Ayunda Deva Rinata Barata Putri, Dhiancinantyan Windydaca Bayu Krisna, I Nyoman Califia Ersa Vinata Dewa Ayu Putu Satrya Dewi Dewa Ayu Putu Satya Dewi Dewa Ayu Putu, Satrya Dewi Dewi Puspita Apsari Dewi Puspita Apsari Dewi, Kadek Lina Mariana Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri Dwidjayanti, Ni Kadek Candra Gandisha Sandili Gayatri, Ni Kadek Weni Diah Giwangkara, I Gusti Agung Ayu Ningrat I Gusti Ayu Agung Agung Septiari I Gusti Ayu Agung Septiari I Gusti Ayu Agung Septriani I Gusti Lanang Made Rudiartha I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra I Gusti Ngurah Mayun I Ketut Sudirta I Ketut Tunas I Made Bakta I Putu Aris Septa Permana I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Nugraha I Putu Riska Ardinata I Wayan Martadi Santika Ida Bagus Maharjana IGA Ari Septiari Juliani, Ni Kadek Kartika Dewi, Ni Made Umi Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Lydya, Ni Putu Made Karma Maha Wirajaya Made Krisna Adi Jaya Maharianingsih, Ni Made Ni Luh Mia Jasmiantini Ni Made Maharianingsih Ni Made Maharianingsih Ni made Umi Kartika Dewi Ni Made Yunitasari Ni Nyoman Ayu Devi Suyeni Ni Nyoman Dwi Sutrisnawati Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri Ni Putu Lydya Ni Putu Sinthya Devi Widyarini Ni Wayan Mita Arisia Nyoman Trisna Aryanata Purwahita, Adi Puspita Apsari, Dewi Putri, Dhiancinantyan Windydaca Barata Putu Eka Arimbawa Putu Eka Arimbawa Putu Prayascittadevi Empuadji Putu Yudhistira Budhi Setiawan Putu Yudhistira Budisetiawan Reganata, Gde Paguna Reganata, Gde Palguna Rinata, A.A.Ayunda Deva Rinata, Ayunda Deva Rismayanti Putri, Putu Saraswati, Anak Ayu Sri Septiari, I Gusti Ayu Agung Siti Nur Aini, Siti Nur Sutema, Ida Ayu Manik Partha Valencia, Valencia Viana, Putu Wulan Octa Vidianti, Ni Komang Vera Vinata, Califia Ersa Wartana Putra, I Gusti Ngurah Agung Windra Widowati, I Gusti Ayu Rai - Wintariani, Ni Putu Wintariani, Ni Putu Aryati Yanti, Ni Komang Semara