Claim Missing Document
Check
Articles

Overcrowded Classrooms in Pesantren Musthafawiyah: Exploring the Impact of High Student Density on Female Learners in Limited Spaces Nasution, Suryadi; Nst, Andri Muda; Hsb, Zuhdi; Pohan, Ali Jusri
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 11, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/potensia.v11i1.36068

Abstract

This study explores the impact of high classroom density on female students (santriwati) at Pesantren Musthafawiyah in North Sumatra, focusing on a population of 4,598 santriwati distributed across 77 classrooms (60 students per class). Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving 18 participants. The findings reveal three major impacts. First, overcrowded spaces cause physical and psychological discomfort, such as fatigue and difficulty concentrating, due to poor ventilation and excessive noise. Second, overcrowding erases the identity of santriwati, silencing their voices and deepening isolation within unequal gender dynamics. Third, although santriwati demonstrate resilience through strategies like self-directed learning, this resilience remains fragile, marked by declining academic performance and motivation as a result of sustained pressure. This research highlights that classroom overcrowding not only impedes learning but also threatens the well-being of santriwati, challenging the essence of inclusive Islamic education. It is recommended that reforms in facilities and classroom management be implemented to create a supportive learning environment. This study contributes new insights to the discourse on gender-based education in Islamic boarding schools (pesantren), emphasizing the urgency of structural changes for the empowerment of santriwati.
Unveiling Fiqh Munakahat in Mandailing Natal Pesantren: Exploring Gender Awareness and Women’s Marital Rights Nasution, Suryadi; Hsb, Zuhdi; Akhyar
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2025): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v10i1.10643

Abstract

This study aims to examine how fiqh munakahat is taught in pesantren (Islamic boarding schools) and its implications for gender understanding and women’s rights in marriage. The research focuses on three pesantren in Mandailing Natal: Ma’had Darul Ikhlas, Pesantren Roihanul Jannah, and Ma’had Darul Ulum Muara Mais. Employing a qualitative approach with a multisite case study design, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that the teaching of fiqh munakahat in these pesantren is still predominantly influenced by traditional interpretations, which tend to be patriarchal, with minimal discussion on women's rights. However, amidst this dominant narrative, seeds of transformation are emerging, particularly among the younger generation of pesantren students who are beginning to embrace progressive perspectives on gender. Resistance to modernity, limited intellectual capacity among instructors, and the influence of local culture present significant challenges to promoting gender equality. Nevertheless, advancements in information technology and the growing critical awareness among santri (students) offer substantial opportunities for reform. This study underscores the urgency for pesantren to incorporate gender perspectives into the fiqh munakahat curriculum as a step toward justice and equality. The research contributes to the literature on gender in Islam and pesantren education as agents of social transformation
Analysis of the Legal Implications of TikTok's Exoneration Clause on Platform Liability Under Indonesian Consumer Protection Law Tobing, Ridwan; Hasibuan, Zuhdi
Islamic Circle Vol. 6 No. 1 (2025): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v6i1.2449

Abstract

The development of digital technology raises new legal issues, especially related to the provisions on the limitation of platform liability (exoneration) in consumer protection efforts. Consumers often encounter obstacles in seeking justice because platforms generally claim to only act as intermediaries, thus denying responsibility for problems arising between third parties. TikTok's limitations on liability in its legal relationship with consumers need to be studied further because they are related to the protection of consumer rights in the digital era. This study analyzes the exoneration clause in TikTok's terms and conditions from the perspective of Consumer Protection Law in Indonesia. The focus of the study is on the exoneration clause set by TikTok, which limits users' rights to obtain compensation for certain losses. Based on the results of the analysis, this clause has the potential to conflict with Article 18 of Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection because it eliminates the balance of rights and obligations between TikTok and users. The limitation of liability that only reaches the total payment in the last 12 months is considered unbalanced and has the potential to harm users. Through this study, it is recommended that the clause be changed so that it can be in line with the principles of justice and applicable regulations, then can provide protection for consumers and avoid legal risks in the future.
SISTEM PEMBAGIAN WARISAN MASYARAKAT SIGALAPANG JULU KEPADA ANAK YANG BERDASARKAN JASA ANALISIS MAQASHID SYARIAH hsb, zuhdi
El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): EL-AHLI : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/el-ahli.v2i1.458

Abstract

Hukum Waris merupakan salah satu Ilmu bagian dari hukum perdata dan merupakan bagian terkecil dari hukum kekeluargaan. Dalam Alquran sudah dijelaskan secara lengkap yang mengatur tentang hak kewarisan tanpa sedikit yang mengabaikan hak seorang pun, dengan cara yang sangat adil dalam membagi harta warisan bagi laki-laki maupun perempuan telah ada ketentuannya dalam Alquran. Problem pembagian warisan di Indonesia sampai sekarang ini masih berbagai cara yang di pakai sesuai dengan adatnya masing-masing, dan masih belum mempunyai hukum tetap yang dapat diterapkan kepada seluruh warga masyarakat Indonesia. Contohnya masyarakat desa sigalapang Julu ada beberapa keluarga cara untuk membagikan harta warisan tersebut dengan cara menentukan ahli waris yang paling banyak jasanya terhadap orang tua selama hidup, maka bagian dialah yang lebih banyak ketimbang saudaranya yang jarang membantu orang tuanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dan penelitian ini juga bisa menggunakan dengan pendekatan sosiologis atau empiris. Dan adapun analisis maqashid syariah terhadap kasus pembagian warisan berdasarkan Jasa yang ada di Masyarakat Sigalapang Julu menurut Maqaşid al-syari’ah dalam pembagian Harta warisan dapat dipandang sebagai cara pandang dalam mewujudkan kemaslahatan dan sekaligus menolak kemafsadatan bagi terjadinya proses pembagian harta terkait ahli waris yang berkontribusi pada pewaris hidup. Maqaşid (tujuan) yang terjadi pada ahli waris berkontribusi pada pewaris yang mendapatkan bagian harta peninggalan, dikarenakan bahwa dialah yang telah berjasa memelihara dan menjaga orang tua selama hidup pewaris, oleh karenanya atas jasa tersebut ahli waris lain sepakat untuk melebihkan bagiannya.
SISTEM PEMBAGIAN WARISAN MASYARAKAT SIGALAPANG JULU KEPADA ANAK YANG BERDASARKAN JASA ANALISIS MAQASHID SYARIAH hsb, zuhdi
El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): EL-AHLI : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/el-ahli.v2i1.458

Abstract

Hukum Waris merupakan salah satu Ilmu bagian dari hukum perdata dan merupakan bagian terkecil dari hukum kekeluargaan. Dalam Alquran sudah dijelaskan secara lengkap yang mengatur tentang hak kewarisan tanpa sedikit yang mengabaikan hak seorang pun, dengan cara yang sangat adil dalam membagi harta warisan bagi laki-laki maupun perempuan telah ada ketentuannya dalam Alquran. Problem pembagian warisan di Indonesia sampai sekarang ini masih berbagai cara yang di pakai sesuai dengan adatnya masing-masing, dan masih belum mempunyai hukum tetap yang dapat diterapkan kepada seluruh warga masyarakat Indonesia. Contohnya masyarakat desa sigalapang Julu ada beberapa keluarga cara untuk membagikan harta warisan tersebut dengan cara menentukan ahli waris yang paling banyak jasanya terhadap orang tua selama hidup, maka bagian dialah yang lebih banyak ketimbang saudaranya yang jarang membantu orang tuanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dan penelitian ini juga bisa menggunakan dengan pendekatan sosiologis atau empiris. Dan adapun analisis maqashid syariah terhadap kasus pembagian warisan berdasarkan Jasa yang ada di Masyarakat Sigalapang Julu menurut Maqa?id al-syari’ah dalam pembagian Harta warisan dapat dipandang sebagai cara pandang dalam mewujudkan kemaslahatan dan sekaligus menolak kemafsadatan bagi terjadinya proses pembagian harta terkait ahli waris yang berkontribusi pada pewaris hidup. Maqa?id (tujuan) yang terjadi pada ahli waris berkontribusi pada pewaris yang mendapatkan bagian harta peninggalan, dikarenakan bahwa dialah yang telah berjasa memelihara dan menjaga orang tua selama hidup pewaris, oleh karenanya atas jasa tersebut ahli waris lain sepakat untuk melebihkan bagiannya.
OPTIMALISASI PERAN NAZIR WAKAF DALAM PENGELOLAAN ASET WAKAF PRODUKTIF DI KECAMATAN PANYABUNGAN Ritonga, Raja; Siregar, Ilham Ramadan; Idris, Idris; Akhyar, Akhyar; Hsb, Zuhdi; Nst, Andri Muda; Hamid, Asrul; Suryadi, Suryadi; Harahap, Titi Martini; Siregar, Resi Atna Sari
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wakaf sebagai instrumen ekonomi syariah memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama jika dikelola secara produktif. Namun, peran nazir sebagai pengelola wakaf seringkali belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan, manajemen, dan strategi pengembangan aset. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nazir wakaf di Kecamatan Panyabungan dalam mengelola aset wakaf secara produktif melalui pendampingan, pelatihan, dan penyusunan model pengelolaan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan manajemen wakaf. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman nazir mengenai prinsip pengelolaan wakaf produktif, kemampuan perencanaan bisnis syariah, serta penyusunan laporan keuangan yang transparan. Dampak jangka panjang dari program ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan aset wakaf untuk usaha produktif seperti pertanian, perdagangan, atau properti, sehingga memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan demikian, optimalisasi peran nazir wakaf menjadi kunci utama dalam mewujudkan wakaf sebagai penggerak ekonomi umat di Kecamatan Panyabungan.
PELATIHAN TAHJIZUL MAYIT SEBAGAI BENTUK PENERAPAN ILMU AGAMA DI TENGAH MASYARAKAT, SAYUR MATUA KECAMATAN NAGA JUANG, KABUPATEN MANDAILING NATAL Fauzi, Ahmad _Fauzi; Zuhdi Hsb
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan pelatihan tajhizul mayit yang dilaksanakan kepada masyarakat Desa Sayur Matua, dedikasi ini bertujuan memberikan pendampingan terkait masalah penting dalam hubungan antar manusia, yaitu perawatan jenazah. Islam sangat menempatkan perhatian khusus pada hal ini, sehingga menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat, khususnya umat Islam. Adapun tujuan pengabdian ini adalah: 1) membekali Naposo Nauli Bulung dan masyarakat dengan keterampilan dalam tata cara tajhizul mayit, dan 2) melatih mereka agar mampu menerapkan serta mengembangkan ilmu agama yang telah diperoleh di masyarakat. Manfaat dari pelatihan ini meliputi: 1) peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengurus jenazah dengan benar sesuai ajaran syariat Islam, sehingga mereka siap jika suatu saat diperlukan, 2) bertambahnya tenaga yang ahli dalam pengurusan jenazah, dan 3) peningkatan kemampuan para Modin dalam merawat jenazah. Hasil dari dedikasi ini adalah Naposo Nauli Bulung telah mampu mengaplikasikan dan mempraktikkan pengurusan jenazah secara tepat sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Sosialisasi Dan Edukasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Naposo Nauli Bulung Tentang Perkawinan Andri muda Nst; Asrul Hamid; Zuhdi Hasibuan; Idris; AmrarMahfuzh; Nur Saniah
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan data di Pengadilan Agama Panyabungan, selama tiga tahun (2020,2021,2022) ada 159 kasus permohonan dispensasi nikah, selain itu karena berbagai hal di masyarakat masih banyak pasangan Suami Istri yang menikah dibawah umur tanpa menempuh administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA) atau nikah dibawah tangan. Guna menekan angka perkawinan dibawah umur dikalangan masyarakat, maka dibutuhkan adanya tindakan sosialisasi serta edukasi bagi masyarakat khususnya remaja (Naposo Nauli Bulung), Sosialisasi dan edukasi ini ditekankan pada aspek hukum yaitu perihal legalitas batas minimum usia untuk menikah baik bagi laki-laki maupun perempuan serta resiko ataupun akibat dari praktik perkawinan dibawah umur. sasaran sosialiasi adalah Naposo Nauli Bulung desa Sigalapang Kec. Panyabungan Kab. Mandailing Natal. Berdasarkan hasil pretest dan postest yang dilakukan kepada peserta, terjadi peningkatan pemahaman terkait batas usia minimal untuk melaksanakan perkawinan sebesar 72% (tujuh puluh dua persen). Mandailing Natal Regency based on data from the Panyabungan Religious Court, for three years (2020, 2021, 2022) there were 159 cases of marriage dispensation applications, besides that due to various things in the community there are still many husband and wife couples who marry underage without taking administration at the Office of Religious Affairs (KUA) or underhand marriage. In order to reduce the number of underage marriages among the community, it is necessary to have socialisation and education actions for the community, especially adolescents (Naposo Nauli Bulung), this socialisation and education is emphasised on legal aspects, namely regarding the legality of the minimum age limit for marriage for both men and women and the risks or consequences of underage marriage practices. the target of the socialisation is Naposo Nauli Bulung, Sigalapang village, Panyabungan sub-district, Mandailing Natal district. Based on the results of the pretest and posttest conducted to participants, there was an increase in understanding related to the minimum age limit to carry out marriage by 72%.
EDUKASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI MTS MUHAMMADIYAH PARAMAN AMPALU : . ainunnisa; Hsb, Zuhdi; Hutagalung , Nurlina; Panjaitan, Alpisahri; Yuli Rahmadani
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli- Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini yang masih menjadi permasalahan pada Negara-negara berkembang khususnya Indonesia. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh remaja dibawah umur yaitu antara 13 hingga 19 tahun yang dapat dibilang belum matang secara fisik maupun pisikologisnya. Jika dilihat dari Badan Pusat Statistik (BPS) presentasi pernikahan dini sangat tinggi terutama di pedesaan dan wilayah-wilayah, pernikahan dini ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti ekonomi, media social, pergaulan bebas dan adat istiadat. Pernikahan dini ini menjadi hal yang sangat penting dihindari karena, cenderung memiliki masalah yang disesebabkan, sehingga mahasiswa KKN Stain Madina Kelompok 51 berinisiatif memberikan edukasi pernikahan dini pada kalangan remaja terutama pada siswa-siswi yang menjadi target utama. Edukasi pernikahan dini ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), sebuah pendekatan pengabdian partisipatif dimana siswa-siswi bukan hanya menjadi objek pelatihan, tetapi juga terlibat aktif dalam seluruh proses kegiatan. Dengan diadakannya kegiatan ini siswa-siswi dapat mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengeruhi terjadinya pernikahan dini dan dampak dari pernikahan dini tersebut. Hingga pada akhirnya tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan kepada siswa-siswi tentang edukasi pernikahan dini dan mampu menanamkan kepada diri masing-masing untuk terhindar dari pernikahan dini dan mengajak orang-orang yang disekitarnya untuk menghindari pernikahan dini.
Dekonstruksi Spekulasi Hukum: Kajian terhadap Wasiat Beda Agama dari Sudut Pandang Hukum Islam: Deconstruction of Legal Speculation: a Study of Different Religious Wills from an Islamic Legal Perspective Asrul Hamid; Lailan Nahari; Hsb, Zuhdi; Ritonga, Raja; Nst, Andri Muda
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 5 No. 1 (2024): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v5i1.1349

Abstract

This study aims to find out the will law of different religions according to Islamic law so that it can be used as a comprehensive reference in solving the problems of will law of different religions. This research is a descriptive literature research that describes matters relating to testaments of different religions by tracing the literature according to the research theme. Sources of data used are journals, books and research results. The analytical method uses qualitative analysis and is then analyzed comprehensively in finding research results. The results of this study indicate that although there are differences of opinion among scholars regarding the will of different religions, if you look at the Qur'an there are no verses that prohibit inheritance from different religions. A testament to different religions must be seen as a form of helping fellow human beings as a form of human brotherhood regardless of their belief background.