Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI TEPAT PENGGUNAAN OBAT LINI PERTAMA DAN LINI KEDUA ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA: A LITERATUR REVIEW Nurshalati Tahar; Egi Dwi Sakti Parenta; Alifia Putri Febriyanti; M Rusdi; Anieq Mumthi’ah Al Kautsar
Jurnal Midwifery Vol 3 No 2 (2021): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v3i2.24341

Abstract

Pendahuluan. Preeklampsia adalah suatu kelainan pada kehamilan termasuk hipertensi yang dapat menyebabkan kematian bayi. Preeklampsia merupakan suatu penyebab dari kematian perinatal kehamilan dan banyak terjadi di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencegah dan mengobati hipertensi pada ibu, memperpanjang kehamilan dengan aman untuk janin yang lebih dewasa, dan meminimalkan paparan janin terhadap obat-obatan yang memberikan efek merugikan serta untuk mengetahui apakah penggunaan obat antihipertensi sudah sesuai dengan guidline pengobatan antihipertensi pada pasien preeklampsia. Metode pada penelitian ini adalah PICO (Population, Intervention, Comparation, Outcome). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa obat Antihipertensi sering kali diresepkan terhadap pasien preeklampsia yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien. Hal ini dapat dijadikan acuan bagi dokter dan apoteker dalam meresepkan obat. Kesimpulan dari ke 20 jurnal yang telah di analisis dapat diketahui bahwa tepat penggunaan obat antihipertensi untuk pasien preeklampsia dapat dicapai dengan obat antihipertensi yang sesuai seperti golongan CCbs (Calsium-Channel Blockers) dan Beta Blockers sebagai obat pilihan pertama dan obat pilihan kedua untuk hipertensi pada ibu hamil.
The Relationship Between Proteinuria Degree of Pre-eclampsia Mother and Incidence of Neonatal Low Birth Weight at General Hospital Karsa Husada Batu Yuwan Ihzudin Sumitro; Alifia Putri Febriyanti; Prida Ayudianti; Putri Wulan Akbar; Nurfianti Indriana
Journal of Agromedicine and Medical Sciences Vol 9 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ams.v9i3.42833

Abstract

Preeclampsia is hypertension that occurs after 20 weeks of gestation with proteinuria. As one of the second highest causes of maternal death in Indonesia, preeclampsia must be detected and managed quickly and appropriately before complications that threaten the mother and fetus arise. One of the conditions that can be associated with preeclampsia is the outcome of low birth weight babies (LBW). This study aimed to determine the relationship between the degree of proteinuria in preeclampsia mothers and incidence of LBW at RSU Karsa Husada Batu. This study used a cross-sectional study design. Data was collected from medical record. The independent variable in this study was the degree of proteinuria and the dependent variable was diagnosis of LBW. The population in this study were all preeclampsia mothers and their babies from preeclampsia patients at RSU Karsa Husada Batu in 2021 with total of 38 patient. Sampling was done by total population sampling. Data analysis used in the study is chi square test. The results of this study showed that there is a relationship between the degree of proteinuria in preeclampsia mothers and incidence of LBW or the higher the degree of proteinuria, the higher the risk of babies from preeclampsia patients experiencing LBW ( p=0,005 ; CI = 95%). Keywords: Preeclampsia, Proteinuria, LBW
Analisis Peresepan Polifarmasi Pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Beers Criteria 2023 Alifia Putri Febriyanti; Ria Ramadhani Dwi Atmaja; Helma Chika Oktaviani; Dhani Wijaya
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.423

Abstract

Pertambahan penduduk lanjut usia menjadi perhatian dunia, dan mendapat perhatian khusus di Indonesia seiring dengan transisi menuju era "Aging Population". Salah satu masalah yang sering ditemukan pada lanjut usia adalah polifarmasi dan penggunaan obat berpotensi tidak tepat (PIMs). Polifarmasi dan penggunaan obat berpotensi tidak tepat pada lanjut usia menimbulkan berbagai efek yang tidak diinginkan, yang paling fatal adalah kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi obat berpotensi tidak tepat pada pasien geriatri penderita DM tipe 2 (DMT2) yang mendapat terapi polifarmasi di Puskesmas Sakra berdasarkan Beers Criteria 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif. Empat puluh pasien geriatri penderita DMT2, memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, ikut serta menjadi subyek penelitian. Hasil penelitian didapatkan mayoritas pasien memiliki rentang usia antara 55 hingga 65 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan terdiagnosis hipertensi sebagai penyakit penyerta sebanyak 80%. Selain itu, sebagian besar pasien mengalami polifarmasi, yaitu menggunakan lebih dari lima jenis obat yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat obat-obatan yang dikonsumsi geriatric termasuk dalam kriteria 1 yaitu obat golongan sulfonilurea sebanyak 11,7%, golongan NSAID sebanyak 6,4%, dan golongan H1 sebanyak 1,5%. Simpulan dari penelitian ini adalah seluruh resep pasien geriatri dengan DMT2 di Pusksmas Sakra mendapatkan terapi polifarmasi dan obat yang yang tidak tepat berdasarkan Beers Criteria 2023.
Relationship between education level and understanding of fall risk increasing drugs in elderly Febriyanti, Alifia Putri; Inayatilah, Fidia Rizkiyah; Dirgantara, Aprillia Angely Putri
International Journal on Health and Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2023): August: Medical and Health Science
Publisher : Institute of Accounting Research and Novation (IARN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/healmed.v1i3.114

Abstract

Increasing of life expectancy in Indonesia has an impact on increasing the number of elderly in Indonesia. Elderly is closely related to health problems. Falling is a major health problem that occurs in the elderly. Falling can reduce the quality of life of the elderly. Preventive action that can be taken to prevent falls in the elderly is to evaluate the understanding of the elderly regarding fall interventions. Fall risk increasing drugs is one of the fall interventions in the elderly. So that an evaluation of the understanding of elderly patients regarding fall risk increasing drugs can be carried out as a preventive action. The understanding of the elderly can be influenced by their last level of education. The elderly who live today received education in the past with all the limitations so that the participation of the elderly in the education sector is relatively low. The purpose of this research was to determine the relationship between knowledge level and elderly patients’ understanding of fall-risk increasing drugs. This research is a type of correlation analysis with a cross-sectional approach and uses a research instrument in the form of a closed questionnaire with a Guttman scale. The number of respondents in the research were 50 elderly patients who consume fall risk increasing drugs in the Health Center of Cukir, Jombang Regency. The research results showed that there were 38 respondents (86%) with basic education level, 6 respondents (12%) with intermediate education level, and 1 respondent (2%) with high education level. Respondents with less understanding were 19 respondents (38%), respondents with a sufficient level of understanding were 25 respondents (50%), and respondents with a high level of understanding were 6 respondents (12%). Based on the research conducted, it shows that there is a relationship between education level and understanding of elderly patients regarding falling risk drugs at the Cukir Health Center, Jombang Regency with a significance value of 0.001 with a unidirectional relationship and it is known that the strength of the relationship is moderate with a correlation coefficient value of 0.442
Studi Pustaka Efek Samping Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Febriyanti, Alifia Putri; Wahyuddin, Munifah; Mirsya Awulia Reski
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i1.37892

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Meningkatnya prevalensi penyakit diabetes melitus di Indonesia menyebabkan peningkatan penggunaan obat anti diabetes yang berpengaruh pada banyaknya kejadian efek samping. Untuk mengkaji efek samping pada penggunaan obat digunakan Algoritma Naranjo dan skala WHO- UMC. Tujuan: Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mendapatkan data atau informasi mengenai efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat anti diabetik oral pada pasien geriatri dengan Diabetes Melitus tipe 2. Metode: Penelitian dilakukan berdasarkan metode PICOS (PopuIation, Intervention, Comparison, Outcome, Study). Hasil: Berdasarkan literatur, efek samping yang paling umum terjadi pada penggunaan obat antidiabetik oral yaitu metformin adalah ketidaknyamanan pada gastrointestinal. Glibenklamid, glimepirid dan gliclazide adalah hipoglikemia. Pada teneligliptine berpotensi menimbulkan efek samping berupa hipoglikemia dan edema. Canagliflozin dan dapagliflozin efek samping yang timbul adalah sembelit. Pioglitazone dapat menyebabkan edema, voglibose dapat terjadi diare dan efek samping yang dihasilkan oleh penghambat dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) yaitu ketidaknyamanan gastrointestinal dan hiperemia okular/mata berair. Kesimpulan: Pemberian informasi dan edukasi yang mendalam harus diberikan pada pasien geriatric tentang berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan obat antidiabetic oral dan pencegahannya, sehingga tidak mempengaruhi efektivitas dari obat yang diharapkan. Kata Kunci: Antidiabetik, Diabetes Mellitus Tipe 2, Efek samping Obat
Hubungan Tingkat Pengetahuan Lansia terhadap Penanganan Pertama Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 Wahyuddin, Munifah; Alifia Putri Febriyanti; Nurshalati Tahar; Khaerani; Andi Arwini Puspitasari
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51028

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Di Indonesia sedang mengalam krisis pandemi COVID-19 dan kelompok geriatri merupakan kelompok yang rentan atau mudah terjangkit virus COVID-19 ini. Solusi yang diberikan pemerintah yaitu adanya perlakuan vaksinasi sebagai pencegahan penyebaran virus. Namun setelah pemberian vaksin terdapat gejala-gejala yang tidak dapat dihindari, gejala tersebut dinamakan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan geriatri terhadap penanganan pertama KIPI vaksin covid-19. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel lansia yang memenuhi kriteria sebanyak 162 responden. Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil sekitar 54 responden (33.33%) dengan kategori baik pada pengetahuan dan penanganan KIPI, 97 responden (59,9%) dengan kategori cukup pada penanganan pertama KIPI dan 11 responden (6.8%) termasuk kategori kurang pada pengetahuan dan penanganan KIPI. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan p value =0,000 < 0,05 yang artinya adanya hubungan yang bermakna terhadap Tingkat pengetahuan dengan penanganan pertama Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan memiliki peranan yang penting dalam penanganan pertama kejadian ikutan pasca imunasasi (KIPI), sehingga informasi dan edukasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengenai manfaat, efek samping dan penanganan yang tepat terkait vaksin COVID-19 terutama pada lansia. Kata Kunci: Covid-19, Geriatri, KIPI, Tingkat Pengetahuan, Vaksin.
Pengaruh Islamic Home Pharmacy Care terhadap Kualitas Hidup pada Pasien Geriratri Diabetes Melitus Tipe 2 Alifia Putri Febriyanti; Wahyuddin, Munifah; Khaerani; Nurul Afia Wardhani
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51043

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau berkurangnya kemampuan tubuh untuk merespon kerja insulin secara efektif. Apoteker mempunyai kewajiban dan tanggung jawab bahwa pasien mengerti dan memahami serta patuh dalam menggunakan obat sehingga diharapkan mampu meningkatkan angka keberhasilan terapi khususnya kelompok pasien lanjut usia dan pasien dengan penyakit kronik seperti DM, salah satunya dengan menjalankan program pelayanan kesehatan pemerintah yaitu Homecare Rasulullah saw sebagai sosok teladan yang dapat dicontoh perilaku dan tingkah lakunya yang dapat kita lihat dari banyak hadist terutama membahas soal kehidupan sehari-harinya yang berdampak baik terhadap kesehatan. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Islamic Home Pharmacy Care terhadap kualitas hidup pasien geriatri Diabetes Melitus Tipe 2 di salah satu Puskesmas di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian bentuk metode quasi experiment, dengan teknik pre dan posttest. Teknik pengambilan sampel berupa nonprobability sampling dengan jumlah responden sebanyak 26 responden. Hasil: Islamic Home Pharmacy Care mengajarkan pada pasien pola hidup seperti yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW yang dimana pasien DM harus melaksanakan perlakuan tersebut selama kurang lebih sebulan yaitu anjuran membaca Al-Quran setiap hari, berzikir setiap saat, melaksanakan puasa senin-kamis, anjuran untuk tidur setelah melaksanakan sholat isya agar bisa bangun sholat malam dan dilanjutkan sholat subuh, tidur menghadap kanan sesuai ajaran Rasulullah, saat sedang makan dan minum harus duduk, mencuci tangan sebelum makan, membaca basmalah sebelum makan dan minum, makan dengan menggunakan tangan kanan, tidak membiasakan meniup makanan, ketika sedang makan agar tidak berbicara, dan makan tidak berlebihan. Kegiatan tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Kesimpulan: Islamic Home Pharmacy Care berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup pasien geriatri diabetes melitus tipe 2 dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai signifikan 0.010 (P value < 0.05) Kata kunci: Islamic Home Pharmacy Care, Kualitas Hidup, Diabetes Melitus, Geriatri
Studi Pustaka Evaluasi Polifarmasi pada Pasien Geriatri Diabetes Melitus Alifia Putri Febriyanti; Wahyuddin, Munifah; Ummu Khairunnisa Azzahra
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51056

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Proses menua menyebabkan banyak perubahan pada tubuh lansia seperti perubahan psikologis, sosial dan penurunan fungsional tubuh. Hal ini menyebabkan lansia biasanya lebih rentan terhadap berbagai penyakit sehingga akan terjadi polifarmasi. Polifarmasi sering didefinisikan sebagai penggunaan rutin dari lima obat atau lebih. Polifarmasi pada lansia telah dikaitkan dengan banyak hasil kesehatan yang merugikan. Faktor utama yang berhubungan dengan polifarmasi adalah Penggunaan obat yang tidak tepat atau PIMs (Potentially inappropriate medications). Tujuan: Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menelaah instrumen yang bisa digunakan untuk mengevalusi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus. Metode: Studi literatur berupa analisis artikel jurnal yang memiliki hubungan atau kata kunci yang berkaitan dengan evaluasi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus dengan menggunakan metode PICOS. Hasil: Pengkajian menunjukkan bahwa Prevalensi PIM yang diresepkan untuk pasien geriatri mengalami peningkatan ketika di evaluasi menggunkan instrumen seperti STOPP / START criteria v2, Beer’s criteria 2019, European list of PIMs (7), The Swedish quality indicators, dan the PRISCUS list. Kesimpulan: Dari analisis beberapa jurnal, instrumen yang bisa digunakan untuk mengevaluasi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus yaitu STOPP / START criteria v2, Beer’s criteria 2019, European list of PIMs (7), The Swedish quality indicators, dan the PRISCUS list. Kata kunci: Evaluasi Polifarmasi, Geriatri, Diabetes Melitus, PICO
KREASI SABUN DAN LILIN DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI PELUANG BISNIS BAGI WARGA DESA NGASEM Lulu’ Choir Risalina; Ratna Nabila Permataningrum; Rio Martin; Laily Khasinatil Asror; Febriyanti, Alifia Putri
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3618

Abstract

There are 2,214 families in Ngasem Village who each produce 1 liter of cooking oil waste every month. From there, there is a need for the treatment of used cooking oil waste in the region so that the waste does not pollute the environment. The processing proposed in this research is the utilization into soap and candles. The implementation of activities uses the CBR (Community-based Research) method. In its stages, there are several series: Determining the target of the workshop, namely the women of PKK and Dasa Wisma of Ngasem Village; observing the condition of the village organization and the type of training that is often promoted; and following up the workshop with materials related to the utilization of used cooking oil waste into creations with business opportunities. Our workshop resulted in a good enthusiasm from the ladies. They were able to grasp the material well and were active in the discussion. Demonstrations were well followed, and participants were able to practice smoothly. This shows an indicator of success in delivering information, especially in terms of calculating prices as the next business opportunity. The price of soap and candle products from used cooking oil can be categorized as affordable with raw materials from daily cooking waste. =========================================== Terdapat 2.214 keluarga di Desa Ngasem yang masing-masing menghasilkan limbah minyak goreng 1 liter tiap bulan. Dari situ, ada kebutuhan akan pengolahan limbah minyak jelantah di wilayah tersebut agar limbah tidak mencemari lingkungan. Pengolahan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan menjadi sabun dan lilin. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode CBR (Community-based Research). Dalam tahapannya, terdapat beberapa rangkaian: penentuan sasaran workshop, yaitu Ibu-ibu PKK dan Dasa Wisma Desa Ngasem; observasi kondisi organisasi desa dan jenis pelatihan yang sering digalakkan; dan penindaklanjutan workshop dengan materi yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi kreasi yang berpeluang bisnis. Workshop kami menghasilkan sebuah antusias yang baik dari Ibu-ibu. Mereka dapat menangkap dengan baik materi yang disampaikan dan aktif dalam diskusi. Demonstrasi diikuti dnegan baik, serta peserta mampu mempraktikkannya dengan lancar. Hal tersebut menunjukkan indikator keberhasilan dalam penyampaian informasi, terutama dalam hal perhitungan harga sebagai peluang bisnis selanjutnya. Harga produk sabun dan lilin dari minyak jelantah dapat dikategorikan terjangkau dengan bahan baku limbah hasil olahan masak sehari-hari.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PRODUK NUTRACEUTICAL NUGGET SINGKONG DI DUSUN BABAAN SELATAN, DESA NGASEM Aulan nadiya; Dina Nur Afida; Tsabitah Daffa' Aulia Akmal; Yustisia Sifaiyya; Alifia Putri Febriyanti
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3638

Abstract

Stunting is one of the serious problems related to child growth, one of the causes of which is the lack of nutritional intake in the form of food provided. The purpose of the activities carried out is preventive action through empowerment focused on three categories that are the main targets, namely mothers of toddlers, pregnant women, and breastfeeding mothers with a demonstration of making nutraceutical products as an effort to reduce the risk of stunting. The method used is CBR (community-based research) which focuses on problems that have occurred and the development of new solutions. The implementation of stunting education was carried out in the form of material presentations by three resource persons, application of cassava-based nutraceutical products, and questions and answers for participants who attended. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of stunting and its prevention efforts. This can be seen from the enthusiasm when answering the speaker's questions. The implementation of activities also increases the ability to process surrounding food ingredients into stunting prevention products. The aspects of understanding and processing nutraceutical products are empowerment efforts that have been successfully carried out and are the objectives of the procurement of activities. ================================================ Stunting merupakan salah satu permasalahan serius terkait pertumbuhan anak yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi dalam bentuk makanan yang diberikan. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah tindakan preventif melalui pemberdayaan yang difokuskan kepada tiga kategori yang menjadi sasaran utama, yakni ibu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan demonstrasi pembuatan produk nutraceutical sebagai upaya penurunan resiko stunting. Metode yang digunakan adalah CBR (community-based research) yang berfokus pada permasalahan yang pernah terjadi dan pengembangan solusi terbaru. Pelaksanaan edukasi stunting dilakukan dalam bentuk presentasi materi oleh tiga orang narasumber, penerapan produk nutraceutical berbahan dasar singkong, dan tanya jawab bagi peserta yang hadir. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap stunting dan upaya pencegahannya. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme saat menjawab pertanyaan pemateri. Pelaksanaan kegiatan juga meningkatkan kemampuan pengolahan bahan pangan sekkitar menjadi produk preventif stunting. Aspek pemahaman dan pengolahan produk nutraceutical merupakan upaya pemberdayaan yang berhasil dilakukan serta menjadi tujuan dari pengadaan kegiatan