Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Neni Haerani; Mukhriani; Alifia Putri Febriyanti
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.52201

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kejadian dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Penggunaan obat antihipertensi yang rasional pada penderita hipertensi adalah salah satu hal penting tercapainya kualitas Kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Hikmah Makassar berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data lampau atau data sekunder berupa rekam medik dan resep tahun 2020 yang memenuhi kriteria eksklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik probability sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rasionalitas tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 82,3%, dan tepat dosis 97,9%. Kesimpulan: Terapi antihipertensi yang diberikan kepada pasien memenuhi komponen penggunaan obat yang rasional.
Sebuah SOSIALISASI PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT DESA PANDANSARI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Zamzami, Ahmad Haikal Zamzami; Khoir, Akiful; Febriyanti, Alifia Putri; Mufarrichah, Binti Ni'matul; Aini, Dewi Nur; Ningrum, Diva Libriyani Syauqi; Zahrah, Nada Nafisati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.318 KB) | DOI: 10.59060/jpmy.v2i1.274

Abstract

Based on research and interviews, there are 16 people consisting of 1 man and 15 women who get married at the age of 19 in 2022 from January to December. Health impacts both psychologically and biologically often occur for couples who are not physically or mentally prepared. This can be in the form of child mental health disorders, domestic violence, malnutrition, premature babies, physical disabilities, or even death in the mother and fetus and child. Early marriage is usually motivated by social matters such as economic problems, traditions, getting pregnant outside of marriage, low levels of education , and coercion from the old man himself. One of the efforts to reduce cases of early marriage has been carried out quite often by the Pandansari Village government in collaboration with the Poncokusumo District KUA and the Poncokusumo District HEALTH CENTER namely carrying out socialization to all levels of society in Pandansari Village. In Indonesia, the minimum age for a person to perform marriage is at the age of 19 years as stated in Article 7 of the Marriage Law No. 16 of 2019 . In Islam itself, the law of marriage is mubah or permissible, but it can change its law according to one's wishes or wishes . In carrying out the marriage of the bride and groom and their families, they must pay attention to the legal aspects of the marriage so as not to cause chaos in the future , especially in baligh age for the bride and groom.
Promosi Kesehatan dalam Rangka Peningkatan Pengetahuan Interaksi Obat - Makanan pada Masyarakat Febriyanti, Alifia Putri; Putri Wulan Akbar; Qoriah Nur Alfaizah; Mochammad Rif’al Maulana Ilham; Rosadian Maharani; Yashinta Avrilia Rahma
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i1.2216

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai interaksi obat dengan makanan/minuman kepada warga RT.01 RW. 02, Dusun Krajan, Sumbersekar. Metode digunakan dalam pengabdian ini yaitu Participatory Action Research (PAR) dengan rentang usia 40-60 tahun. Metode pengabdian ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pra pelaksanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap pra pelaksanaan dijelaskan terkait deskripsi kegiatan, menentukan tujuan, sasaran, tempat, dan waktu pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan. Tahap pelaksanaan dilakukan secara door to door dengan menggunakan media leaflet. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test kepada warga. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai evaluasi yang awalnya pada pre-test sebesar 63,3% menjadi 100 % pada post-test dengan kategori baik. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan secara door to door dengan media leaflet terbukti efektif dalam memberikan pengetahuan kepada warga RT.01 RW. 02, Dusun Krajan, Sumbersekar.