Claim Missing Document
Check
Articles

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Sekolah Dasar Desa Belatungan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Putra, I Gusti Ngurah Anom Cahyadi; Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Astuti, Ni Putu Widya
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.062 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.663

Abstract

ABSTRAKSekolah Dasar Negeri 1 Belatungan dan Sekolah Dasar Negeri 2 Belatungan merupakan dua sekolah dasar yang terletak di desa belatungan kecamatan pupuan kabupaten tabanan propinsi bali. Program Kemitraan Masyarakat ini menekankan tiga aspek yang dapat membantu keadaan sekolah menjadi lebih baik dan layak untuk proses belajar mengajar. Tiga aspek tersebut adalah pertama dari aspek teknologi, Kondisi perpustakaan yang masih manual sehingga dibutuhkan sistem informasi perpustakaan. Aspek kedua adalah dari sisi lingkungan dan kesehatan dimana sarana dan prasarana masih kurang, misal belum adanya pengelolaan sampah, belum ada sarana uks misanya tidak adanya kotak p3k, obat-obatan, alat timbang. Dan aspek ketiga adalah tentang kandungan gizi pada makanan di kantin sekolah yang belum memperhatikan kandungan gizi pada makanan, misal apakah makanan tersebut mengandung bahan kimia yang berbahaya. Hasil dari PKM ini adalah perbaikan terhadap ke tiga bidang tersebut antara lain terdapat sistem informasi perpustakaan pada perpustakaan masing-masing sekolah, terdapat tempat sampah yang terpisah berdasarkan jenis dan sarana pada UKS. Siswa-siswa mengetahui perbedaan sampah berdasarkan jenisnya. Pengetahuan gizi pada siswa-siswa sekolah dasar yang meningkat dan juga pengetahuan tentang kandungan kimia berbahaya pada makanan.Kata kunci: sistem informasi perpustakaan, uks, gizi dan zat kimia makananABSTRACT Sekolah Dasar Negeri 1 Belatungan dan Sekolah Dasar Negeri 2 Belatungan are two elementary schools located in the village of Belatungan, sub-district of Pupuan, Tabanan Regency, Bali Province. The Community Partnership Program emphasizes three aspects that can help improve the condition of the school and the teaching and learning process. The three aspects are first from the aspect of technology, the condition of the library is still manual so it requires a library information system. The second aspect is from the aspect of environment and health where facilities and infrastructure are still lacking, for example the absence of waste management, there is no means of construction, for example there are no first aid kits, medicines, weighing devices. And the third aspect is about the nutritional content of food in the school canteen that has not considered the nutritional content of food, for example whether these foods contain dangerous chemicals. The results of this PKM are improvements to the three fields, among others, there is a library information system in the library of each school, there are separate bins based on types and facilities in the UKS. Students know the difference in waste based on its type. Knowledge of nutrition in elementary school students is increasing and also knowledge about the harmful chemical content of food. Keywords: library information system, uks, nutrition and food chemicals
PENDAMPINGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SDN 2 DAN SDN 3 LUMBUNG Octaviani Elisa Putri, Ni Putu; Husna Gusmiati, Afifah; Sarimba Randan, Jassica; Trivika Ayu Sarini, Ni Komang; Woli, Yuniatri; Ayu Ginawai, Tirta; Marcelina Freitas Belo, Dionisia; Aprilia Siskowati, Dewi; Diah Krismawintari, Ni Putu; Widya Astuti, Ni Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 2 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i2.4880

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu strategi pembangunan nasional yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat pada masyarakat. Salah satu sasaran PHBS adalah sekolah. Tujuan pendampinganPHBS di sekolah adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan masyarakat di lingkungan sekolah agar menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat untuk menciptakan sekolah sehat yang mendukung proses belajar dan mengajar. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu berupa sosialisasi yang terdiri dari penyampaian materi, penayangan video animasi, sesi tanya jawab, dan pemasangan poster PHBS di lingkungan sekolah. Materi yang disampaikan adalah cara mencuci tangan yang baik dan benar, cara sikat gigi yangbaik dan benar, konsumsi makanan gizi seimbang, berolahraga secara teratur, membuang sampah pada tempatnya, dan penggunaanjamban yang bersih dan sehat. Peserta dalam pendampingan PHBS adalah siswa- siswi kelas 1-6 di SDN 2 Lumbung dan SDN 3 Lumbung. Peserta pendampingan tampak aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Hal itu terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan dan mempresentasikan kembali di depan kelas.
Pelatihan Pembuatan Herbal Welcome Drink Dan English For Hospitality Bagi Anggota Pokdarwis Desa Selanbawak, Marga, Kabupaten Tabanan I Made Wisnu Adhi Putra; Ni Putu Widya Astuti; Mirsa Umiyati; Yohanes O. L. Awololon; Komang Satria Wirasa
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.15184

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Selanbawak melalui dua bidang intervensi utama, yaitu pengolahan herbal welcome drink dan peningkatan kemampuan English for Hospitality. Pelatihan herbal berfokus pada pemanfaatan simplisia daun sambung nyawa serta bahan rempah lokal menggunakan teknik infusa, mulai dari proses persiapan bahan, proporsi takaran, perebusan, penyaringan, hingga penyajian higienis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu memahami standar produksi dan menghasilkan formulasi minuman yang konsisten. Pelatihan English for Hospitality dilakukan melalui pretest, praktik dialog, simulasi pelayanan, dan posttest untuk menilai perubahan kemampuan komunikasi. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan skor rata-rata peserta dari 19,17 pada pretest menjadi 20,83 pada posttest dengan total 20 responden, menandakan peningkatan keterampilan berbahasa dalam konteks pelayanan wisata. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis dan komunikasi anggota Pokdarwis, sekaligus memperkuat kesiapan Desa Selanbawak dalam memberikan layanan wisata yang lebih profesional dan berdaya saing.
PkM Pendampingan Potensi Biodiversitas Sebagai Rintisan Desa Wisata di Banjar Pukuh, Desa Tiga, Susut, Bangli Ni Putu Widya Astuti; I Wayan Rosiana
Dharma Sevanam : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juny 2026
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/sjpkm.v5i1.4203

Abstract

Banjar Pukuh administratively located in Tiga Village, Susut District, Bangli Regency. Pukuh located in a highland area with temperatures suitable for agricultural areas. Most of the Pukuh Village community currently works in the agricultural sector by cultivating rice fields to produce rice and secondary crops. Besides these two commodities, Pukuh Village also very suitable forplantations such as citrus fruit which is a mainstay commodity in the economy of people in Banjar Adat Pukuh. Residents of the Banjar Adat Pukuh have a unique and traditional of building residential houses where the community will build houses on the east side and abstain from building houses on the west side of the road. This is one of the unique things about this village and not widely people known. The challenges faced by partners in preparing Banjar Pukuh as a tourist village are that they do not have knowledge about ecotourism activities, they do not have knowledge about landscaping areas for ecotourism activities, partners do not have knowledge about how to inventory animals biodiversity and partners do not have knowledge and skills regarding organic waste management. The solution to this partner problem is to provide assistance in the form of providing socialization and improving skills by conducting training. The results of this mentoring activity are an increase in partners' knowledge regardingtourism villages by 85%, an increase in knowledge related to socialization regarding how to inventory animals, partners'understanding has increased by 90%, an increase in knowledge related to socialization regarding processing pig waste, an increase in knowledge by 90% and skills. processing of pig manure waste by 80%.
PKM Cegah Merokok Sejak Dini: Pemberdayaan Remaja melalui Program Sekolah Bebas Rokok Ni Luh Utari Sumadewi; Ni Made Kurniati; Ni Komang Sriwisani S; I Putu Dedy Kastama Hardy; Ni Putu Widya Astuti; I Nyoman Purnawan; Made Nyandra; Nyoman Suarjana; I Gusti Ayu Dwita Wahyu Laksmi; Emil Arifin Ndari Tana; Ni Nyoman Eluna Nandini Putri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/gssqwa82

Abstract

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi masalah penting di Indonesia dan berdampak pada meningkatnya risiko penyakit akibat rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Remaja lebih mudah tertarik untuk merokok karena pengaruh teman sebaya, keluarga, kondisi psikologis, serta paparan iklan rokok. Di antara faktor tersebut, teman sebaya menjadi pendorong terbesar karena remaja cenderung mengikuti perilaku kelompoknya. Jika kebiasaan merokok tidak dicegah sejak dini, hal ini dapat menurunkan fungsi paru dan meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, tim PKM melaksanakan program Cegah Merokok Sejak Dini dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan. Program ini memberikan edukasi tentang bahaya rokok dan vape serta melatih siswa menjadi peer educator untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah bebas rokok dan vape. Kegiatan ini diikuti oleh 14 siswa SMP Negeri 2 Kuta Utara, Dalung, Badung, Bali, dan dilaksanakan pada Oktober 2025. Edukasi dan pelatihan yang diberikan menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja serta kemampuan mereka dalam menolak ajakan merokok.
Co-Authors Afifah Husna Gusmiati Agustin, Ni Putu Diah Putri Aprilia Siskowati, Dewi Aprilisia, Made Viani Ayu Ginawai, Tirta Bagus Komang Satriyasa Dewi Aprilia Siskowati Dewi, I Dewa Ayu Sri Warma Diah Krismawintari, Ni Putu Dionisia Marcelina Freitas Belo Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Emil Arifin Ndari Tana Gusti Ayu Nyoaman Sri Rahayu Agustini Gusti Ayu Nyoman Sri Rahayu Agustini Heretringgi, Rode Husna Gusmiati, Afifah I Gede Agus Handyka Kumala I Gede Arma Prima Reka Yoga I Gede Mustika I Gusti Ayu Dwita Wahyu Laksmi I Gusti Ayu Putu Dian Anggraeni I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra I Kade Fandy Rajendra Suta I Ketut Tunas I Made Candra Wiguna I Made Wisnu Adhi Putra I Nyoman Mahaendra Yasa I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Purnawan I Nyoman Suarjana I Putu Darma Wijaya I Putu Darmawijaya I Putu Dedy Kastama Hardy I Putu Dedy Kastama Hardy I Wayan Rosiana I Wayan Sudiana J. A. Pangkahila Jassica Sarimba Randan Jois Kadek Andi Dwi Saputra Kharisma, Putu Anastasia Komang Satria Wirasa Komang Sriwisani S Komang Try Adnyani Rahayu Krismawintari, N.P.D. Made Agus Sugianto Made Nyandra Made Nyandra Manuntun Manurung Marcelina Freitas Belo, Dionisia Martini, Ni Ketut Mirsa Umiyati Negara, I Made Jaya Ni Kadek Sukarini NI KADEK YUNITA SARI Ni Ketut Martini Ni Ketut Sri Lestari Ni Komang Asri Novitasari Ni Komang Sriwisani S Ni Komang Sutriari Ni Komang Trivika Ayu Sarini Ni Luh Gede Ari Natalia Ni Luh Utari Sumadewi Ni Made Dwijayanti Ni Made Kurniati Ni Made Suaniti Ni Made Tia Erlinda Sukadewi Ni Nyoman Eluna Nandini Putri Ni Putu Octaviani Elisa Putri Ni Wayan Eka Rusniati Ni Wayan Rahayuni Nyoman Ngurah Adi Sanjaya Nyoman Ngurah Adisanjaya Nyoman Suarjana Octaviani Elisa Putri, Ni Putu Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Prayoga M, Gede Aris Primatanti, Putu Asih Putri, Kadek F. Aryani Putri, Kadek Fina Aryani Putri, Ruliana Putu Nuniek Hutnaleontina Putu Sri Armayani Ranika, Ni Putu Nanda Rasasiwi, Ni Kadek Melati Sarimba Randan, Jassica Sri Indah Pramana Widayani Sukhawidanti, Ni K. A. Sumadewi, Ni Luh Utari Tirta Ayu Ginawi Trivika Ayu Sarini, Ni Komang Woli, Yuniatri Yohanes Octovianus L. Awololon Yudha, Ni Luh Gde Ari Natalia Yuniatri Woli