Claim Missing Document
Check
Articles

AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.33399

Abstract

STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33476

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33477

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.33478

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
UPACARA PERKAWINAN WIWAHA DI DESA NGARINGAN KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR HARDINI, SASMITANING; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34615

Abstract

MAKNA TEMU TEMANTEN NEMBE PADA UPACARA PERNIKAHAN DI TUBAN TIFTAANI DIAN AGUSTINA, SASTRI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34754

Abstract

Abstrak Temu temanten nembe merupakan prosesi perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Tuban ketika menikahkan anak yang pertama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan (1) tahapan upacara temu temanten nembe, dan (2) makna upacara temu temanten nembe. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang mana di dalamnya terdapat tiga komponen pokok yang harus dimengerti dan dipahami oleh setiap peneliti. Tiga komponen tersebut adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tahapan pada temu temanten nembe meliputi tiga hal yaitu: yang pertama menyiapkan sarana dan prasarana temu temanten nembe, yang kedua pelaksanaan temu temanten nembe, dan yang ketiga adalah tahapan setelah temu temanten nembe. (2) kandungan makna yang terdapat dalam temu temanten nembe terletak pada sarana dan prasarana temu temanten nembe yaitu nasi kuning, kembang mayang, iyan, ilir, jebor, irus, entong, kukusan, tombak, kendi dan kinangan yang kesemuanya memiliki makna yang berbeda-beda. Temu temanten nembe merupakan sarana untuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya diberi kelancaran dalam melangsungkan prosesi pernikahan dan tidak diganggu oleh roh-roh halus, dan diharapkan supaya menjadi keluarga yang selalu bahagia, bisa saling menghargai pasangan, bertanggung jawab dan selamat dunia serta akhiratnya. Kata Kunci: Makna, Temu Temanten Nembe, Upacara Pernikahan, Budaya Abstract Temu Temanten Nembe is a local cultural heritage of Tuban that is worth preserving. Temu Temanten Nembe must be done by the Tuban community in marrying their first child. The purpose of this study is to describe (1) the stages of Temu Temanten Nembe, and (2) the meaning of temu temanten nembe. This type of research uses descriptive qualitative data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The instruments used in this study were interview guidelines, observation guidelines and documentation guidelines. This research data analysis uses an interactive analysis model in which there are three main components that must be understood and understood by each researcher. The three components are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate (1) the stages of the temu temanten nembe include three things: the first is preparing the facilities and infrastructure of the temu temanten nembe, the second is the implementation of the temu temanten nembe, and the third is the stage after the temu temanten nembe. (2) the content of cultural values contained in the temu temanten nembe lies in the facilities and infrastructure of temu temanten nembe namely yellow rice, kembang mayang, iyan, ilir, jebor, irus, entong, steaming, spear, jug and kinangan all of which have different meanings. Temu temanten nembe is a means for supplication to God Almighty to be given a smooth process of marriage and not be disturbed by spirits, and is expected to be a family that is always happy, can respect each others partners, take responsibility and be safe in the world and the hereafter. Keywords: Meaning, Temu Temanten Nembe, Wedding Ceremony, Culture
Upacara tumplak punjen dalam prosesi panggih pernikahan adat jawa di kota malang YADIANA, ROCHMATINI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n2.34788

Abstract

Abstrak Upacara tumplak punjen merupakan upacara yang dilaksanakan ketika orang tua menikahkan anak bungsu atau anak yang terakhir. Tujuan penelitan ini adalah (1) mendeskripsikan asal-usul dan tahapan upacara tumplak punjen; (2) mendeskripsikan makna upacara tumplak punjen; dan (3) menjelaskan peran Dukun Manten dalam upacara tersebut. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, pertama, asal-usul upacara tumplak punjen sudah dimulai dari jaman kerajaan Majapahit (1293 M) ) kemudian pada jaman kerajaan Mataram Islam (1700 M) diberikan sentuhan Islam sehingga uborampe atau perlengkapan yang dipakai untuk tumplak punjen disederhanakan seperti yang ada pada saat ini. Kedua, makna filosofis dari upacara tumplak punjen adalah sebagai ungkapan syukur kedua orang tua kepada tuhan karena telah selesai menunaikan kewajibannya terhadap semua anak-anaknya dengan cara menikahkan, sebagai curahan kasih sayang orang tua kepada semua anaknya dan tidak membedakan anak yang satu dengan yang lainnya, menyampaikan amanat kepada semua anak cucu agar tetaphidup rukun dan saling tolong menolong, serta memberikan bekal kehidupanuntuk semua anak-anaknya. Ketiga, Dukun Manten bertanggung jawab mengarahkan pelaksanaan upacara Tumplak Punjen sesuai tata aturan adat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang tradisi tumplak punjen dalam prosesi panggih pernikahan adat jawa, sehingga generasi muda dapat melestarikan nilai-nilai budaya leluhur.Kata Kunci: Tumplak Punjen, Makna Filosofis, Pernikahan, JawaAbstractTumplak punjen ceremony is a ceremony that is held when parents marry the youngest child or the last child. The purpose of this research is (1) to describe the origins and stages of the punjen tumplak ceremony; (2) describe the meaning of the punjen tumplak ceremony; and (3) explain the role of the Manten Shaman in the ceremony. This type of research is descriptive qualitative. In this study the techniques used to collect data are interviews, observation, and documentation. The results of this study were, first, the origins of the punjen tumplak ceremony had begun from the era of the Majapahit kingdom (1293 AD) and then in the Islamic Mataram kingdom (1700 AD) a touch of Islam was given so that the uborampe or equipment used for the punjen pudding was simplified like that of the currently. Second, the philosophical meaning of the punjen tumplak ceremony is as an expression of gratitude for both parents to God because they have completed fulfilling their obligations to all their children by marrying off, as an outpouring of parental affection for all their children and not distinguishing one child from another, deliver the mandate to all children and grandchildren so that they can live in harmony and help one another, and provide life supplies for all their children. Third, the Manten Shaman is responsible for directing the implementation of the Tumplak Punjen ceremony in accordance with traditional rules. The results of this research are expected to be able to add insight and knowledge about the tumplak punjen tradition in the procession of Javanese traditional wedding ceremonies, so that the younger generation can preserve ancestral cultural values.Keywords: Tumplak Punjen, Philosophical Meaning, Marriage of Java
KAJIAN TATA RIAS TRADISIONAL PENGANTIN GAYA SEMANDINGAN DI KABUPATEN TUBAN CHOIRUL UMMAH, ANNISA; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.35427

Abstract

Tata rias pengantin adalah bagia dari salah satu kebudayaan yang terus berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Beitu juga dengan tata rias pengantin Gaya Semandingan yang berasal dari kaupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna tata rias wajah, penataan sanggul, busana dan aksesories yang digunakan dalam tata rias pengantin Gaya Semandigan di kabupaten Tuban. Jenis penelitia ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen pengambilan data berpedoman pada observasi dan wawancara, kemudian data yang diperoleh diolah menjadi deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias pengantin Gaya Semandingan memiliki tatanan rias wajah, yang meliputi bentuk alis, hiasan mata, hidung, perona pipi, perona bibir, dan paes tropong pradah. Kemudian tata rias rambut yaitu pembuatan sunggar ombak samudra, gelung sigar tumbar, roncean kembang ganggong, roncean sisir lilit gelung, sumping cagaran, karang melok, penetep dengan model tumpen. Tatanan busana pengantin Gaya Semandingan menggunakan kebaya berwarn hijau, kain panjang dari kain batik gedog motif kijing miring berwarna hitam khas Kabupaten Tuban, dan stagen berwarna hitam. Terakhir aksesoris yang digunakan pengantin Gaya Semandingan yaitu cunduk mentul, mahkota, cagaran, centhung, giwang dan kalung botoran, giwang model sigar penjalin, tusuk konde penetep, bros repes, dan trumpah (selop) berwarna hitam. Kata Kunci : Tata Rias Pen gantin Gaya Semandingan, Busana, Aksesoris.
KAJIAN BENTUK, MAKNA KREATIFITAS PADA TATA RIAS DAN BUSANA TARI SPARKLING SURABAYA, JAWA TIMUR Hendriana, Hana; Suhartiningsih, Suhartiningsih; Faidah, Mutimmatul; Pritasari, Octaverina
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n4.35842

Abstract

Tarian Sparkling Surabaya ialah salah satu tarian yang berasal dari Kota Surabaya, JawaTimur. Tarian ini merupakan hasil perpaduan dari tarian tradisional tradisional khas Jawa Timur dan modern yang tentunya tidak menghilangkan seni khas dari Kota Surabaya. Tari Sparkling Surabaya ini juga menggambarkan bagaimana jati diri masyarakat Kota Surabaya, tarian ini juga sering ditampilkan pada saat acara-acara besar di Kota Surabaya sebagai tarian penyambut tamu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk dan makna kreatifitas pada tata rias busana tari sparkling Surabaya, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). Proses-proses yang dilaksanakan oleh sang koreografi dalam pembuatan sebuah karya tari sparkling Surabaya, (2). Makna dan arti tari sparkling Surabaya , (3). Konsep gerakan yang di terapkan dalam tari sparkling Surabaya, (4). Riasan dan busana tari sparkling Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, serta subjek penelitian adalah seorang seniman sekaligus pencipta tari sparkling Surabaya yang bernama Diaztiarni Azhar. Metode pengumpulan data menggunakan survei dan wawancara. Hasil penelitian dengan metode survei dan wawancara ini diperoleh informasi tentang arti tari sparkling Surabaya, riasan dan busana yang dikenakan,proses yang dilakukan sang koreografi serta ragam gerakan selaku simbol sebuah makna yang menceritakan Kota Surabaya dengan bermacam kehidupannya. Kata Kunci: Proses Kreatifitas,Tari Sparkling Surabaya, Penciptaan
TATALAKSANA EYELASH EXTENSION DI EYELASH EXTENSION PANDAAN PADA ERA NEW NORMAL Ni’mah, Alfiatun; Faidah, Mutimmatul; Kusstianti, Nia; Puspitorini, Arita
Jurnal Tata Rias Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v10n2.40511

Abstract

Abstrak Riasan mata menjadi kunci untuk tampil cantik pada era new normal karena mata menjadi fokus perhatian bagi wanita yang memakai masker dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan layanan tatalaksana eyelash extension di Eyelash Extension Pandaan pada era new normal, mendeskripsikan pengorganisasian tatalaksana eyelash extension di Eyelash Extension Pandaan pada era new normal, mendeskripsikan pelaksanaan tatalaksana eyelash extension di Eyelash Extension Pandaan pada era new normal, dan mendeskripsikan kontrol tatalaksana eyelash extension di Eyelash Extension Pandaan pada era new normal. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan prinsip manajemen yaitu planning, organizing, actuating, controlling (POAC), metode yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tatalaksana eyelash extension meliputi 4 prinsip yaitu, tahap persiapan (planning), tahap penyusunan (organizing), tahap pelaksanaan (actuating), dan Tahap pengawasan (controlling) semua tahapan memperhatikan protokol kesehatan covid-19 era new normal kecuali pada pengukuran suhu tubuh, penggunaan celemek dan penggunaan masker medis. Tanam bulu mata selain dapat memberikan kelentikan bulu mata sesuai yang dikehendaki, juga memiliki resiko jika dilaksanakan dengan cara yang tidak tepat. Kata Kunci: tatalaksana, eyelash extension, era new normal, kecantikan
Co-Authors Afifah, Nabila Tri Akhsan, Elfin Fauzia Andriani, Tetania Maulidia Anggraini, Alfin Isadora Antika Kusuma, Lisa Nur ARDANI, ARI ARHAMIYAH, WASILATUL Arita Puspitorini Arshella Angelina AULIA P, AZIZAH Ayu Aghisna Farah, Diah Azizah, Livia Nur Balqois, Ratu Bella, Yuniar Anisa Chasanah, Siti CHOIRUL UMMAH, ANNISA Choirunnisa, Arina Dewi Lutfiati Diajeng Elok Setiti Dindy Sinta Megasari Festiana, Ailsa Fitri, Nadhiya Prita Nurdhianita HAFDARA MAGHFIROH, SITI Handayani, Galuh HARDINI, SASMITANING Hariono, Amelia Anjani Hendriana, Hana Indy Rahma Winona Isalia, Nadia Shalsabilla Istighfarin, Tsalatsa Baroqi Salsabil Jayanti, Khusmira Dwi KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA Khofifah Khofifah KUSDAYANTI, NURAISYA Kusnaedi, Sabrina Nurhaliza KUSUMA WARDANI, RIA Lailla Putri Anggita Dewi Lestya Mei Putri Lidyawati, Reky Lutfia, Novita Maspiyah Maspiyah Megasari, Dindy Miniarti, Miniarti Muhammad Hakim Akmal Muhammad Turhan Yani Muntazeri , Eliya Najma Nafannisa, Salsabilla Rizky Najlatun Naqiyah Nia Kusstianti Ni’mah, Alfiatun Novia Restu Windayani, Novia Restu Nurul Hikmah Nurwulandari, Laily Dewi Pratiwi, Evita Citra Pritasari, Octaverina Pritasari, Octaverina Kecvara Purba, Iman Pasu Marganda Hadiarto PUSPITA RANI, FEBRINA PUTRI ELVITASARI, DWI PUTRI WIJAYANTI, FIFI Putri, Diajeng Retno Kinanti putri, karina herawati Qoyyimah, Millah Rahmawati, Lilik Ramadhan, Sani Rarasyanti, Mia Retno Tri Hariastuti, Retno Tri Rusmanto, Hery Sabila, Safira Sal Sagala, Bernadeth Maudy Marcella br. SALISA, WERA Saputra, Pratama Yudha Aldi Sari, Sephia Angelina Karisma Putri Kartika Septiawardani, Dea Sri Dwiyanti Subagio, Agung Ari Suhartiningsih Suhartiningsih Tasya Agita TIFTAANI DIAN AGUSTINA, SASTRI TRI HANIFA, NURLITA Trishantini, namira Tritania, Zaradiya Audrey Triwidarti, Endah Usodoingtyas, Sri Usodoningtyas, Sri Vitabela, Vega Vrisaba, Nanda Audia Wahyuni, Nabila Dwi Wardani, Mega ayu Widiyantari, Dwika Ramadhani Wijaya, Nieke Andina Wilujeng, Biyan Yesi Windarti, Sri YADIANA, ROCHMATINI Yanti , Nur Puji YANTI NURULLAILY, ZULVI yuhaa, Fastami limaa