Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KOLABORASI SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT DI PULAU-PULAU KECIL TERHADAP PERUBAHAN IKLIM Quro, Mariatul; Bakti, Lalu Arifin Aria; Sukartono; Kusumo, Bambang Hari; Atnurlaeli; Royani, Ida; Q`uro, Mariatul
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.506

Abstract

Makalah ini mendiskusikan hasil kajian kualitatif peran kolaborasi dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim di pulau-pulau kecil. Ketergantungan pulau-pulau kecil seperti Gili Trawangan (GT) pada industri pariwisata telah menyebabkan tekanan (stress) dan gangguan (perturbation) yang berdampak pada keseimbangan sistim sosial-ekologi di GT. Jika ekosistim pulau-pulau kecil terus mengalami degradasi maka kemampuannya untuk menyerap karbon semakin rendah sehingga tidak mampu mengurangi gas rumah kaca (GRK) yang terakumulasi di atmosfer. Upaya pengurangan emisi GRK dapat dilakukan dengan mempertahankan stok karbon yang ada di dalam tanah maupun di atas permukaan tanah dengan meningkatkan serapan melalui berbagai program reforestrasi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat, yang dilaksanakan selama bulan Juli dan Agustus 2021, ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok kolaboratif masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim di pulau-pulau kecil, khususnya GT. Sedangkan secara khusus kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya penguatan kelompok kolaboratif melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, teknologi quantifikasi cadangan karbon di dalam tanah maupun di permukaan tanah, dengan memberdayakan sumberdaya lokal sehingga diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Proses penguatan kapasitas kolaborasi masyarakat GT dilakukan dengan pendekatan action learning untuk memastikan luaran yang direncanakan bisa dicapai:Pengetahuan kelompok kolaboratif masyakarat GT tentang konsep dan prinsip sekuestrasi karbon dan dampaknya terhadap kerusakan lingkungan semakin meningkat; ketrampilan tehnik mengestimasi jumlah cadangan karbon dalam tanah dan permukaan tanah meningkat; dan demplot sebagai laboratorium pelatihan lapangan bagi kelompok masyarakat dari desa-desa lain di KLU dapat diberdayakan.
The Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Komposter di Gili Air Sukartono, Sukartono; Bakti, Lalu Arifin Aria; Suwardji, Suwardji; Kusumo, Bambang Hari; Selvia, Siska Ita
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.2.207-216

Abstract

Gili Air is part of a group of small islands without waste problems. Efforts to reduce and manage waste in Gili Air, Gili Indah Village, still need to be improved, considering that the potential for waste generation is still significant, especially organic waste, which is 55% of the total potential for waste generation. The potential for recycling waste on Gili Air shows a waste-carrying capacity index value of 0.20, which means it is lower than the generation potential. It impacts Gili Air's relatively low level of waste support. As a tourist destination, Gili Air produces solid waste from local communities and tourism activities. This community service activity aims to increase awareness of the community and business owners in the tourism sector in Gili Air to reduce the rate of daily waste generation by reducing and utilizing organic waste to be processed into solid or liquid compost. The method applied for community service on Gili Air is in the form of outreach and training, demonstrating the stages of composting using a simple process that is easy for local communities to implement. Based on the results of monitoring and evaluation of community service activities, there was an increase in understanding of community service participants. It is indicated by a decrease in the percentage of wrong answers from the questionnaire announced after the service activity (post-test). In the pre-test before receiving community service, it was discovered that 59% of people still answered the statement on the questionnaire wrong. However, wrong answers decreased to only 12% after socialization and training. Increasing understanding of the pre-and post-test statements shows that socialization and training can positively impact community empowerment in managing household waste into solid and liquid fertilizer.
Kajian Serapan N, P dan Hasil Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) pada Berbagai Takaran Phonska Alam di Lahan Kering Sembalun Lombok Timur Permana, Wahyu Enggal; Sukartono, Sukartono; Kusumo, Bambang Hari; Kusnarta, IGM; Bakti, Lalu Arifin Aria
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i3.837

Abstract

Potatoes (Solanum tuberosum L.) are one of the horticultural commodities that have an important role as a food source. The purpose of this study is to determine the nutrient absorption of Nitrogen, Phosphorus and potato tuber products at various doses of natural phonska in the dry land of Sembalun East Lombok. The method used in this study is an experimental method by conducting field experiments that test various doses of natural phonska fertilizer. With fertilizer doses of P0 0 kg/ha, P1 800 kg/ha, P2 1,200 kg/ha, P3 1,600 kg/ha and the use of mulch on potato plants (Solanum tuberosum L.). This research was carried out from March to August 2024, in Sajang Village, Sembalun District on land owned by PT Sembalun Kusuma Emas (SKE). The application of natural phonska and mulch has a real effect on the absorption of nutrients from Nitrogen and Phosphorus. The application of phonska 1,600 kg/ha with mulch application (P3M1) yielded the best absorption value, namely, Nitrogen 1.70 gr/ton and Phosphorus 0.21 gr/ton. The application of natural phonska fertilizer and mulch has a real effect on the number of leaves of potato plants, especially at the age of 3 and 7 weeks after planting (MST). The application of natural phonska fertilizer and the use of mulch have a real effect on the yield of potato plants. The application of phonska 1,600 kg/ha with the application of mulch (P3M).
Pendampingan Teknis Pola Pemupukan Berimbang dan Terintegrasi untuk Tanaman Padi Varietas M70D pada Program IP400 di Lahan Sawah Desa Banyu Urip, Lombok Barat Jaya, Dori Kusuma; Kusumo, Bambang Hari; Sukartono, Sukartono; Muliarta, I Gusti Putu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/n8k2y715

Abstract

Rendahnya produktivitas padi di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, disebabkan oleh penerapan sistem pertanian konvensional dan penggunaan pupuk kimia yang tidak berimbang sehingga menurunkan efisiensi lahan serta kesuburan tanah. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas padi melalui pendampingan teknis penerapan pola pemupukan berimbang dan terpadu pada varietas padi genjah M70D dalam rangka mendukung program IP400. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pembuatan pupuk organik, penerapan teknologi di lahan percontohan (demplot), pendampingan, dan evaluasi. Teknologi yang diintroduksikan mencakup, penggunaan pupuk organik dari kotoran sapi dengan bioaktivator EM4 dan MOL, sistem tanam SRI, kombinasi pupuk organik–anorganik secara berimbang, serta pemanfaatan varietas padi M70D berumur panen ±70 hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani terhadap konsep pemupukan berimbang dan sistem tanam SRI, kemampuan produksi pupuk organik mandiri hingga 4 kwintal, serta penerapan budidaya padi berkelanjutan pada lahan tadah hujan dengan irigasi tenaga surya. Varietas M70D berpotensi meningkatkan produktivitas padi hingga 9–10 ton/ha dan mendukung peningkatan IP menuju 400 dan pemahaman petani terhadap teknologi ini mencapai lebih dari 80%. Hasil evaluasi program ini menunjukkan bahwa program ini akan dilanjutkan guna memberikan kesempatan kepada petani untuk melihat hasil yang lebih optimal selama minimal 3-4 tahun kedepan. Program ini juga mendorong kemandirian petani dalam pengelolaan lahan dan penggunaan pupuk ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan. Technical Assistance on Balanced and Integrated Fertilization Practices for M70D Rice Cultivation under the IP400 Program in Paddy Field of Banyu Urip, West Lombok Regency Abstract The low rice productivity in Banyu Urip Village, Gerung District, West Lombok, is caused by the implementation of conventional farming systems and the unbalanced use of chemical fertilizers, which reduce land efficiency and soil fertility. This Community Service Program aims to increase rice productivity through technical assistance in implementing balanced and integrated fertilization patterns on the M70D variety in order to support the IP400 program. Activities are carried out through stages of socialization, training, producing organic fertilizers, implementing technology in demonstration plots, mentoring, and evaluation. The technologies introduced include the use of organic fertilizer from cow dung with EM4 and MOL bioactivators, the SRI planting system, a balanced combination of organic-inorganic fertilizers, and the use of the M70D rice variety with a harvest age of ±70 days. The results of the activities show an increase in farmers' knowledge of the concept of balanced fertilization and the SRI planting system by more than 80%, the ability to produce independent organic fertilizers of up to 4 quintals, and the implementation of sustainable rice cultivation on rain-fed land with solar-powered irrigation. The M70D variety has the potential to increase rice productivity and support an increase in the rice yield index (PI) towards 400. This program also encourages farmer independence in land management and the use of environmentally friendly fertilizers for sustainable agriculture.