Claim Missing Document
Check
Articles

Common Sense-Self Regulatory Model pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Abdul Azis Singkawang, RS Dok II Jayapura dan RSUD Meranti: Common Sense-Self Regulatory Model in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Abdul Azis Singkawang Hospital, Jayapura Doc II Hospital and Meranti Hospital Bambang Purwoko; Dyah Aryani Perwitasari; Imaniar Noor Faridah; Woro Supadmi; Ajeng Diantini
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i1.260

Abstract

T2DM sufferers during treatment will face stressors that will affect the outcome of therapy and psychological factors. The purpose of this study was to determine the relationship between perception and distress of T2DM patients on adherence, the relationship between adherence to therapy outcomes and quality of life. This study used an observational method with a cross-sectional approach, data was collected prospectively in T2DM patients in Abdul Azis Singkawang Hospital, Dok II Jayapura Hospital and Meranti Hospital. The questionnaires used in this research were the Diabetes Distress Scale (DDS) questionnaire, the Brief Perception Questionaire (B-IPQ), the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-4), and the European Quality of Life-5 Dimensions (EQ-5D). Data analysis using variance based SEM (Structural Equation Modeling), Partial Least Square (PLS) 3.0. The results of the study were 217 DMT2 patients who fulfilled the inclusion criteria dominated by female patients (59%) while men (41%). The index value of quality of life was 0.78±0.26 and visual analog scale was 71.46±14.45. The highest mean perception value was the treatment control domain (8.11±1.89). The mean value of compliance was 2.27±1.36. The results showed that perceptions and stress levels did not have a significant effect on adherence (p>0.05). Compliance did not have a significant effect on therapeutic outcome and quality of life (p>0.05). Stress levels and perceptions did not correlate with outcomes of therapy through adherence (p>0.05) and with quality of life through adherence (p>0.05). The highest mean score on DDS-17 is the therapeutic management domain (2.55±1.08). CSSRM concept conclusion in this study was that adherence did not have a significant effect on outcomes of therapy and quality of life. Perceptions and stress levels did not have a significant effect on compliance. ABSTRAK Penderita DMT2 selama dalam pengobatan akan menghadapi stressor yang akan berpengaruh terhadap luaran terapi dan faktor psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan distress pasien DMT2 terhadap kepatuhan, hubungan kepatuhan terhadap luaran terapi dan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan data dilakukan secara prospektif pada pasien DMT2 di RSUD Abdul Azis Singkawang, RS Dok II Jayapura dan RSUD Meranti. Kuesioner yang digunakan adalah Diabetes Distress Scale (DDS), Brief-Illnes Perception Questionaire (B-IPQ), Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-4), dan European Quality of Life-5 Dimensions (EQ-5D). Analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) yang berbasis varians yaitu Partial Least Square (PLS) 3.0. Hasil penelitian terdapat 217 pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi didominasi oleh pasien perempuan (59%) sedangkan laki-laki (41%). Nilai indek kualitas hidup adalah 0,78±0,26 dan visual analog scale 71,46±14,45. Rerata nilai tertinggi persepsi adalah domain kontrol pengobatan (8,11±1,89). Nilai rerata kepatuhan yaitu 2,27±1,36. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi dan tingkat stress tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan (p>0,05). Kepatuhan tidak berpengaruh signifikan terhadap luaran terapi dan kualitas hidup (p> 0,05). Tingkat stress dan persepsi tidak berkorelasi dengan  luaran terapi melalui kepatuhan (p>0,05) dan dengan kualitas hidup melalui kepatuhan (p>0,05). Nilai rerata tertinggi pada DDS-17 adalah domain manajemen terapi (2,55±1,08). Kesimpulan konsep CSSRM pada penelitian ini adalah kepatuhan tidak terbukti berpengaruh signifikan pada luaran terapi dan kualitas hidup, persepsi dan tingkat stress tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan.
LUARAN TERAPI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DMT2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DI APOTEK X KOTA YOGYAKARTA: THERAPEUTIC OUTCOMES AND QUALITY OF LIFE OF T2DM PATIENTS USING INSULIN AT PHARMACY X YOGYAKARTA CITY Wahyu Rahmatulloh; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.742

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu krisis global terutama pada fase urbanisasi yang cepat, perubahan gaya hidup, dan pola makan yang tidak sehat. Prevalensi Diabetes Mellitus Type 2 (DMT2) di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 8.5% yang artinya sebanyak 20.4 juta masyarakat Indonesia menderita DMT2. Berbagai pengobatan yang efektif telah sering didapatkan pasien DMT2 tetapi kadar gula darah masih belum terkontrol sehingga akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan luaran terapi dengan kualitas hidup pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin. Penelitian dilaksanakan  dengan desain cross-sectional, menggunakan instrumen kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ) dan data rekam medis pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 48% berjenis kelamin laki-laki dan 52% berjenis kelamin perempuan dan didominasi umur >60 tahun sebanyak 60%. Gambaran luaran terapi gula darah puasa (GDP) menunjukkan hasil terkontrol sebanyak 22% dan tidak terkontrol 78%. Kualitas hidup baik pada domain fungsi fisik sebanyak 72%, energi 22%, tekanan kesehatan 92%, kesehatan mental 56%, kepuasan pribadi 44%, kepuasan pengobatan 54%, efek pengobatan 20% dan frekuensi gejala penyakit 60%. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara luaran terapi dengan kualitas hidup (p>0.05). Kata Kunci : luaran terapi gula darah puasa (GDP), kualitas hidup, diabetes mellitus type 2
DIABETES DISTRESS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DI APOTEK X : DIABETES DISTRESS ON TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS USING INSULIN IN PHARMACY X Denys Chichi Kusumastuti; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.745

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) yaitu penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Hal inilah yang membuat penderita DMT2 mengalami distress. Diabetes distress merupakan kondisi yang menggambarkan stress psikologi yang dialami penderita sebagai manifestasi dari rasa takut mengenai hal negatif akibat penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distress pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan cross sectional selama bulan Juni-September 2022 di Apotek X, Yogyakarta. Kriteria responden penelitian adalah semua pasien DMT2 yang datang ke Apotek X dan sesuai dengan kriteria inklusi.  Kriteria inklusinya yaitu: pasien >18 tahun yang terdiagnosa DMT2, telah menggunakan insulin (baik tunggal maupun kombinasi dengan insulin atau oral antihiperglikemia) minimal 3 bulan sebelum rekrutmen penelitian dan bersedia mengikuti penelitian ini. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Diabetes Distress Scale (DDS). Dari 75 responden mengalami diabetes distress tingkat rendah (94,67%) dan tingkat sedang (5,33%). Domain distress yang berpengaruh pada pasien DMT2 yaitu beban emosional (1,30), pengobatan (1,29), interpersonal (1,18), dan dokter/tenaga kesehatan (1,14). Disimpulkan bahwa pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X mengalami diabetes distress tingkat ringan dengan domain yang paling berpengaruh adalah distress beban emosional. Kata kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Diabetes Distress Scale, Diabetes distress
KEPATUHAN DAN LUARAN TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PENGGUNA INSULIN DI APOTEK X YOGYAKARTA: COMPLIANCE AND TREATMENT OUTCOMES IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS USING INSULIN AT PHARMACY X YOGYAKARTA Muhammad Fathurrahman; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.743

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu gangguan metabolisme yang ditandai dengan gula darah yang naik secara berlebihan akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein pada penderita diabetes disebabkan oleh kurangnya aktivitas insulin pada sel target. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan insulin dengan luaran terapi klinis di Apotek X. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunaka kuisioner Medication Adherence Report Scale (MARS) dan data hasil laboratorium. Analisa dapat dilaksanakan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan tinggi  sebesar 6 responden (30%) dan kepatuhan rendah sebesar 14 responden (70%). Uji chi-square menunjukkan hubungan antara penggunaan insulin dengan HbA1c dengan p-value = 0,01, hubungan antara penggunaan insulin dengan Gula Darah Puasa dengan p-value = 0,024, dan tidak ada hubungan antara penggunaan insulin dengan Gula Darah Sewaktu dengan p-value = 0,807. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan insulin mempengaruhi terkontrolnya luaran terapi klinis pasien. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Insulin, HbA1c, GDP, GDS, Apotek
PERKEMBANGAN STUDI DENGUE KAITANNYA DENGAN INTERLEUKIN (IL-6) : BIBLIOMETRIK ANALISIS DARI TAHUN 1992-2022: TREND OF DENGUE STUDY RELATED TO INTERLEUKIN (IL-6): BIBLIOMETRIC ANALYSIS FROM 1992-2022 Pendicho Eko Yuliyanto; Herjanti Ratnawiningsih; Imaniar Noor Faridah; Dyah Aryani Perwitasari; Lalu Muhammad Irham; Arief Rahman Afief; Barkah Djaka Purwanto; Wirawan Adikusuma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.389

Abstract

Kasus demam berdarah (DB) atau Dengue Fever masih banyak dijumpai di daerah tropis dengan lingkungan yang kurang baik. Penelitian tentang DB telah dilakukan berkaitan dengan mekanisme peradangan dan terbentuknya interleukin-6 akibat respon tubuh terhadap infeksi dengue. Sebanyak 571 artikel berbahasa inggris yang diperoleh dari database scopus tahun 1992 hingga 2022 digunakan dalam analisa bibliometrik tentang dengue yang berkaitan dengan interleukin-6. Analisa bibliometrik digunakan untuk melihat tren penelitian meliputi kata kunci yang banyak digunakan, jurnal penerbit terbanyak, penerbit yang paling banyak dikutip, instansi penulis dan kolaborasi antar penulis digambarkan dalam visualisasi menggunakan aplikasi VOSViewer. Analisa bibliometrik menunjukkan tren penelitian semakin meningkat dari tahun 1992 hingga tahun 2022. Kata kunci yang paling banyak digunakan adalah dengue virus, dengue, cytokines, cytokine, dengue hemorrhagic fever dan inflammation. Jurnal penerbit yang paling banyak menerbitkan artikel adalah Jurnal Frontiers in Immunology dengan 34 artikel dan yang paling banyak dikutip adalah dari Jurnal Immunology sebanyak 1078 kali. Penulis terbanyak berasal dari National Cheng Kung University Taiwan sebanyak 103 penulis, diikuti oleh Mahidol University Thailand sebanyak 71 penulis. Kolaborasi antar penulis Single Country Publication (SCP) maupun Multiple Country Publication (MCP) yang paling banyak adalah Amerika Serikat diikuti negara China kemudian Brazil. Hasil analisa menunjukkan bahwa penelitian mengenai demam dengue yang berkaitan dengan interleukin-6 menunjukkan tren yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kontribusi penulis didominasi oleh negara-negara maju seperti Amerika dan China. Peran penulis dari negara-negara Asia Tenggara dengan kasus dengue yang tinggi diharapkan dapat semakin berkembang. 
LUARAN TERAPI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DMT2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DI APOTEK X KOTA YOGYAKARTA: THERAPEUTIC OUTCOMES AND QUALITY OF LIFE OF T2DM PATIENTS USING INSULIN AT PHARMACY X YOGYAKARTA CITY Wahyu Rahmatulloh; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.742

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu krisis global terutama pada fase urbanisasi yang cepat, perubahan gaya hidup, dan pola makan yang tidak sehat. Prevalensi Diabetes Mellitus Type 2 (DMT2) di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 8.5% yang artinya sebanyak 20.4 juta masyarakat Indonesia menderita DMT2. Berbagai pengobatan yang efektif telah sering didapatkan pasien DMT2 tetapi kadar gula darah masih belum terkontrol sehingga akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan luaran terapi dengan kualitas hidup pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin. Penelitian dilaksanakan  dengan desain cross-sectional, menggunakan instrumen kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ) dan data rekam medis pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 48% berjenis kelamin laki-laki dan 52% berjenis kelamin perempuan dan didominasi umur >60 tahun sebanyak 60%. Gambaran luaran terapi gula darah puasa (GDP) menunjukkan hasil terkontrol sebanyak 22% dan tidak terkontrol 78%. Kualitas hidup baik pada domain fungsi fisik sebanyak 72%, energi 22%, tekanan kesehatan 92%, kesehatan mental 56%, kepuasan pribadi 44%, kepuasan pengobatan 54%, efek pengobatan 20% dan frekuensi gejala penyakit 60%. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara luaran terapi dengan kualitas hidup (p>0.05). Kata Kunci : luaran terapi gula darah puasa (GDP), kualitas hidup, diabetes mellitus type 2
KEPATUHAN DAN LUARAN TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PENGGUNA INSULIN DI APOTEK X YOGYAKARTA: COMPLIANCE AND TREATMENT OUTCOMES IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS USING INSULIN AT PHARMACY X YOGYAKARTA Muhammad Fathurrahman; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.743

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu gangguan metabolisme yang ditandai dengan gula darah yang naik secara berlebihan akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein pada penderita diabetes disebabkan oleh kurangnya aktivitas insulin pada sel target. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan insulin dengan luaran terapi klinis di Apotek X. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunaka kuisioner Medication Adherence Report Scale (MARS) dan data hasil laboratorium. Analisa dapat dilaksanakan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan tinggi  sebesar 6 responden (30%) dan kepatuhan rendah sebesar 14 responden (70%). Uji chi-square menunjukkan hubungan antara penggunaan insulin dengan HbA1c dengan p-value = 0,01, hubungan antara penggunaan insulin dengan Gula Darah Puasa dengan p-value = 0,024, dan tidak ada hubungan antara penggunaan insulin dengan Gula Darah Sewaktu dengan p-value = 0,807. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan insulin mempengaruhi terkontrolnya luaran terapi klinis pasien. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Insulin, HbA1c, GDP, GDS, Apotek
DIABETES DISTRESS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DI APOTEK X : DIABETES DISTRESS ON TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS USING INSULIN IN PHARMACY X Denys Chichi Kusumastuti; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.745

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) yaitu penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Hal inilah yang membuat penderita DMT2 mengalami distress. Diabetes distress merupakan kondisi yang menggambarkan stress psikologi yang dialami penderita sebagai manifestasi dari rasa takut mengenai hal negatif akibat penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distress pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan cross sectional selama bulan Juni-September 2022 di Apotek X, Yogyakarta. Kriteria responden penelitian adalah semua pasien DMT2 yang datang ke Apotek X dan sesuai dengan kriteria inklusi.  Kriteria inklusinya yaitu: pasien >18 tahun yang terdiagnosa DMT2, telah menggunakan insulin (baik tunggal maupun kombinasi dengan insulin atau oral antihiperglikemia) minimal 3 bulan sebelum rekrutmen penelitian dan bersedia mengikuti penelitian ini. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Diabetes Distress Scale (DDS). Dari 75 responden mengalami diabetes distress tingkat rendah (94,67%) dan tingkat sedang (5,33%). Domain distress yang berpengaruh pada pasien DMT2 yaitu beban emosional (1,30), pengobatan (1,29), interpersonal (1,18), dan dokter/tenaga kesehatan (1,14). Disimpulkan bahwa pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X mengalami diabetes distress tingkat ringan dengan domain yang paling berpengaruh adalah distress beban emosional. Kata kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Diabetes Distress Scale, Diabetes distress
PENGETAHUAN, KUALITAS HIDUP DAN BIAYA SAKIT PASIEN DENGUE DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Supadmi, Woro; Elvinda, Esty; Aryani Perwitasari, Dyah; Noor Faridah, Imaniar
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v8i2.1428

Abstract

The incidence of dengue virus infection in the D.I. Yogyakarta reached 3,618 cases in 2020. Based on its clinical manifestations, dengue virus infection is divided into Dengue Fever (DF), Dengue Haemorrhagic Fever (DHF), and Dengue Shock Syndrome (DSS). This study aims to identify the level of knowledge, quality of life, and costs of dengue patients at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital from March 2021 to October 2021. This study used a cross-sectional design. The measurement of the patient's knowledge level used a questionnaire knowledge of dengue, while the quality of life was assessed using EQ-5D-5L for adult patients and EQ-5D-Y for pediatric patients. The cost of illness data from the hospital finance database. This study involved 31 respondents with the characteristics aged 16-40 years (54.84%), male (87.1%), using BPJS insurance (80.65%), and an average length of stay of 4 days (51.61%). The patient's level of knowledge about dengue, knowledge of dengue prevention, and dengue prevention behavior reached 74.20% (sufficient), 74.20% (sufficient), and 77.42% (sufficient) respectively. The quality of life of dengue patients reached 100% and 85.2% in DF patients, while the DHF patients felt a few anxious/depressed (sad). The average cost of illness in DF patients was Rp. 2,796,386 and Rp. 3,378,537 in DHF patients.
Hipertensi pada Pasien Kanker Kolorektal Metastatik dengan Terapi Bevacizumab di RSUP Dr. Kariadi Septiantoro, Bayu Prio; Perwitasari, Dyah Aryani; Faridah, Imaniar Noor; Pradipta, Indra
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 2 (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.123 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i2.502

Abstract

Latar belakang: Kanker kolorektal saat ini sudah menjadi penyebab utama ketiga kematian akibat kanker di dunia, penyakit ini membutuhkan terapi yang progresif dimana salah satu terapinya adalah bevacizumab. Namun diketahui bevacizumab dapat menimbulkan hipertensi pada sebagian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui onset terjadinya hipertensi akibat bevacizumab dengan rejimen kemoterapi apa yang digunakan. Metode: Penelitian ini merupakan sebuah tinjauan deskriptif restrospektif yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Kriteria inklusi terdiri dari pasien kanker kolorektal metastatik yang berusia ? 18 tahun dengan hipertensi tingkat ?2 berdasarkan NCI CTCAE version 5.0 setelah diberikan terapi bevacizumab 5 mg/kg berat badan di RSUP Dr. Kariadi. Pengambilan data dalam 1 tahun (bulan April 2018 hingga April 2019) melalui peninjauan dari rekam medis, laporan penggunaan obat bevacizumab dan laporan penggunaan obat kardiovaskuler instalasi farmasi. Kriteria ekslusi dalam penelitian ini yaitu hipertensi tingkat ?2 berdasarkan NCI CTCAE version 5.0 yang muncul setelah ?4 kali waktu paruh bevacizumab (t 1/2 = 20 hari) dari kemoterapi yang terakhir. Hasil: Total 95 pasien sesuai kriteria, sebanyak 24 pasien (25,26%) teridentifikasi mengalami hipertensi tingkat ? 2 berdasarkan NCI CTCAE version 5.0. Dengan 20 pasien (83,33%) pasien mendapatkan kemoterapi rejimen FOLFOX4, sedangkan sisanya (16,66%) dengan rejimen de Gramont. Hipertensi ini muncul sebagian besar pada siklus III, diikuti siklus ke II, ke I dan ke VI. Tidak satupun pasien dengan kombinasi FOLFIRI yang terdeteksi mengalami hipertensi ini. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan onset munculnya hipertensi tingkat ?2 NCI CTCAE version 5.0 paling banyak adalah pada siklus awal terapi yaitu I-III dan dengan rejimen kombinasi FOLFOX4 + bevacizumab. Kata Kunci: Kanker kolorektal, bevacizumab, hipertensi Background: Colorectal cancer nowadays is the third leading cause of cancer deaths in the world, this disease requires progressive therapy where one of the treatments is bevacizumab. But it is known that bevacizumab can cause hypertension in some patients. This study aims to determine the onset of the hypertension with chemotherapy regimen used. Method: This research is a retrospective descriptive review conducted at Dr. Kariadi General Hospital, Semarang. Inclusion criteria consisted of metastatic colorectal cancer patients aged ?18 years old with hypertension level ?2 based on NCI CTCAE version 5.0 after being given bevacizumab therapy dose 5 mg/kg body weight. Retrieval of data in 1 year (April 2018 to April 2019) through a review of medical records, reports on the use of bevacizumab drugs and reports on the use of cardiovascular drugs in Department of Pharmacy. The exclusion criteria in this study were hypertension level on NCI CTCAE version 5.0 which appeared after 4 times the half-life of bevacizumab (t 1/2 = 20 days) from the last chemotherapy. Result: Total 95 patients according to the criteria, 24 patients (25.26%) were identified as having hypertension level ? 2 based on NCI CTCAE version 5.0. With 20 patients (83.33%) patients received FOLFOX4 regimen, while the rest (16.66%) with de Gramont regimen. This hypertension occurs mostly in cycle III, followed by cycle II, to I and to VI. None of the patients with a combination of FOLFIRI. Conclusion: This research shows that the onset of hypertension level ?2 NCI CTCAE version 5.0 mostly in the initial cycle of therapy (I-III) with the FOLFOX4 + bevacizumab combination regimen. Keywords: Colorectal cancer, bevacizumab, hypertension