Claim Missing Document
Check
Articles

Potential Drug–Drug Interactions in Antihypertensive Therapy Among Outpatients with Comorbidities: Prevalence, Severity, and Clinical Implications Prita Anggraini Kartika Sari; Rahayu, Ade Rahmawati; Noor Faridah, Imaniar; Supadmi, Woro; Sari, Andriana; Ahmed, Bilal
Clinical and Pharmaceutical Sciences Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/clips.v2i1.563

Abstract

Hypertension is a condition that frequently coexists with comorbidities, often necessitating polypharmacy and consequently increasing the risk of drug-drug interactions (DDIs). This study aimed to analyze the pattern and severity of potential DDIs among hypertensive outpatients with comorbidities at North Lombok Regional General Hospital in 2024. This study employed a descriptive observational design with retrospective data collection. A total of 100 outpatient medical records meeting the criteria were selected via probability sampling from the hospital database during January to December 2024. Among the included patients, 50% were aged >60 years, 60% were female, and 91% were covered by the National Health Insurance. Potential DDIs were assessed using the Drugs.com drug interaction checker and categorized based on severity into major, moderate, and minor. A total of 257 potential DDI events were identified, consisting of 19 major interactions (7.4%), 205 moderate interactions (79.8%), and 33 minor interactions (12.8%). The most frequent major interaction was the combination of spironolactone and candesartan, which poses a significant risk of hyperkalemia and hypotension. Moderate interactions were predominantly observed with the combination of furosemide and bisoprolol, which may increase the risk of hyperglycemia and hypertriglyceridemia. Meanwhile, the most frequent minor interaction was aspirin with bisoprolol, which may reduced beta-blocker antihypertensive effect. In conclusion, this study found that moderate severity potential DDIs were the most prevalent and could significantly impact therapeutic outcomes in hypertensive patients with comorbidities. These findings highlight the critical role of clinical pharmacists in identifying and mitigating clinically significant interactions through rigorous prescription monitoring, patient education, and optimization of drug therapy. Strengthened monitoring and evaluation of drug regimens are recommended to minimize the risk of adverse drug reactions and enhance patient safety.
Evaluasi Kepatuhan Pengobatan Pasien TB Paru Aktif dan TB Paru Laten Menggunakan MARS-5 dan Pill Count di Puskesmas Playen I, Karangmojo I, Karangmojo II, dan Ponjong I, Gunungkidul, Yogyakarta Salamah, Siti Hajar; Faridah, Imaniar Noor; Dania, Haafizah; Kristina, Susi Ari
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2026.v15i1.65113

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan bersifat menular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kepatuhan dan faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB aktif dan TB laten di Puskesmas Playen I, Karangmojo I, Karangmojo II, Ponjong I di Gunungkidul Yogyakarta. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan desain potong lintang. Kriteria inklusi adalah penderita TB paru aktif dan TB paru laten, berusia ≥12 tahun, sedang menjalani pengobatan TB di puskesmas, dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi, yaitu pasien TB ekstra paru, pasien TB resisten obat, dan tidak menjawab kuesioner dengan lengkap. Subyek penelitian berjumlah 36 responden (13 pasien TB paru aktif, 23 pasien TB laten) yang dilakukan menggunakan total sampling. Kepatuhan diukur dengan MARS-5 dan pill count, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s exact. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan pada TB paru aktif 53,3% dan TB laten 85,7%. Mayoritas faktor sosiodemografi tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p>0,05), kecuali jenis kelamin yang menunjukkan hubungan signifikan (p=0,008), di mana perempuan lebih patuh dibanding laki-laki. Perbedaan hasil antara MARS-5 dan pill count disebabkan oleh potensi bias self-report pada kuesioner. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengukuran kepatuhan yang objektif serta intervensi spesifik berdasarkan jenis kelamin untuk meningkatkan keberhasilan terapi TB. 
Co-Authors . Inayati A, Faiza Chusnuni A, Faiza Chusnuni Adnan Adnan Ahmed, Bilal Ajeng Diantini Amsriza, Fadli Robbi Ana Hidayati Ana Hidayati Ana Hidayati Andriana Sari Arief Rahman Afief Ariska Wigatiningtyas Arviani, Septania Dini Ayu Lestari B Simanjuntak, Lamhot Bambang Purwoko Barkah Djaka Purwanto Boisi, Cici Feronika Cheung, Rocky Denys Chichi Kusumastuti Desty Kusumaningsih Dewi Wulandari Dewi, Masita Sari Dewintasari, Venty Dyah Aryani Perwitasari Esty Elvinda Faiza Chusnuni A Farida Nur Mufliha Fatimah, Salma Auliya Gina Noor Djalilah Haafizah Dania Herjanti Ratnawiningsih Herjanti Ratnawiningsih Hidayati, Ana Hipmi, Ahmad Fahrian Inayati Inayati Inayati, Inayati Islami, Safira Nur Kaptein, A.A Lalu Muhammad Irham Lamhot B Simanjuntak Lestari, Mardiana Puji Maliza, Rita Maulizah, Rizlah Melinda Widianingrum Melinda Widianingrum Menit Ardhiani Menit Ardhiani Mufliha, Farida Nur Muhammad Fathurrahman Ni Made Ary Sarasmita Nina Mardiana (F01108057) Nur Aida Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Pendicho Eko Yuliyanto Pertiwi, Deasy Vanda Pradipta, Indra Prita Anggraini Kartika Sari Purwanto, Barkah Djaka Puspitaningrum, Anisa Nova Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Ade Rahmawati Rezadhini, Melodia Riana Prastiwi Handayani Rizky, Muhammad Arif Saefi Saefi Salamah, Siti Hajar Santoso, Setiyo Budi Saputri, Ginanjar Zukhruf Septiantoro, Bayu Prio Siswahyudianto Siswandi Siswandi Siswandi, Siswandi Suhendra, Gugun Susi Ari Kristina Susilo, Rinto Tri Murti Andayani Wahyu Rahmatulloh Wirawan Adikusuma Woro Supadmi