Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Eksistensi dan Makna dalam Cerpen Sebuah Surat Karya Kuswahyo dengan Pendekatan Interdisiplin Ester Marga Retta; Jelita Sitorus; Mutiara Aprilia; Nayla Apriani Lubis; Nurul Annisa; Soraya Firanti Nur; Rosmawaty Harahap
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): JUNI: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8366qk89

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi dan makna dalam cerpen "Sebuah Surat" karya Kuswahyo menggunakan pendekatan interdisiplin. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pencarian identitas tokoh utama yang menghadapi tekanan norma sosial dalam konteks masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yang meliputi analisis strukturalisme, semiotika, dan filsafat untuk menggali berbagai lapisan makna dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini tidak hanya menyampaikan cerita menarik, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial dan budaya pada saat penulisannya. Melalui penggunaan bahasa simbolis dan provokatif, cerpen ini mendorong pembaca untuk merefleksikan nilai-nilai yang diyakini. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman karya sastra Indonesia, serta mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara individu dan Tuhan.
Analisis Stilistik pada Puisi Sajak Tafsir Karya Sapardi Djoko Damono Berdasarkan Pendekatan Objektif Rosmawaty Harahap; Alda Nafisa; Anggreiny Damanik; Atnes Hutagaol; Dian Sastra Sinaga; Gladys Felicia Manik; Rianggi Manalu; Mariana Yulistia Sinaga
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 3 No. 4 (2024): Desember : Concept : Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v3i4.1604

Abstract

The poem Sajak Tafsir by Sapardi Djoko Damono is a literary work that uses simple language but is full of meaning. In this study, the author adopts an objective approach to explore the meaning of the poem. Objectively, the approach analyzed views literary works as objects that stand alone, without involving other elements outside them. This poem reflects an emotional journey filled with natural symbolism, such as the last leaf, wind, fire, and ash, to depict fear, fragility, and the sacrifice of love. Sapardi is famous for his invitation to interpret his poetry freely, therefore this analysis explores the meaning of the poetry as reflected in the natural metaphors and symbolism used.
IDEOLOGI KEKUASAAN CINA YANG TERSIRAT PADA PUISI “HUIDA 回答” Resti Andini; Muthia Ayyuni Helmi; Wulan Dian Sari; Gizka Febrianka Tarigan; Syafina Ramadhani; Sarah Kiristiyani Br Regar; Rosmawaty Harahap
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i6.3623

Abstract

Menglongshi (hanzi: 朦胧诗) atau ‘puisi berkabut’ (juga diterjemahkan sebagai ‘puisi tidak jelas’) adalah salah satu jenis puisi Tiongkok yang diciptakan oleh penyair muda yang berpengalaman dalam Kebudayaan Revolusi pada tahun 1970an. Munculnya gaya puisi baru yang berbeda gaya sebelumnya menandai era baru penulisan puisi di Tiongkok. Keunikannya terletak dalam permainan kata, metafora, sinestesia, dan simbol-simbol yang maknanya tidak mudah dipahami diidentifikasi. Puisi berkabut itu juga menarik perhatian pemerintah Tiongkok, karena simbol dan rangkaian kalimatnya diduga mengandung pikiran yang dinilai tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah. Bei Dao dikenal sebagai penyair berkabut yang paling penting. Dalam kesempatan ini penulisi menganalisi puisi huida tersebut dengan menggunakan teori semiotik pragmatis. teori ini bertujuan untuk memahami makna puisi melalui simbol-simbol kata yang terdapat di dalam puisi tersebut. Selain menganalisis makna dengan kategori simbol, penulis juga menganalisi puisi ini dari aspek bahasa kiasan yang digunakan penyair, citraan, dan sarana retorika. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui makn yang terkandung dalam puisi huida, latar belakang pembuatan puisi, serta riwayat kehidupan bei dao.
PENELUSURAN STRUKTUR FISIK DAN STRUKTUR BATIN DALAM PUISI “PRAJURIT JAGA MALAM” KARYA CHAIRIL ANWAR : KAJIAN STRUKTURAL Salma Nursyah Billa; Rahma Andien Arezsya; Djogi Hot Jonathan Siburian; Irgi Fahrezi Lubis; Verdi Christian Manalu; Juniati Togatoro; Rosmawaty Harahap
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i1.3632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur fisik dan struktur batin dalam puisi "Perajurit Jaga Malam" karya Chairil Anwar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari buku "Aku Ini Binatang Jalang" yang diterbitkan pada tahun 1986. Puisi ini menggambarkan kegigihan para prajurit yang berjaga di malam hari untuk melindungi tanah air. Dalam analisis struktur fisik, ditemukan bahwa puisi ini terdiri dari dua bait yang memiliki rima bebas, dengan penggunaan gaya bahasa personifikasi, metafora, dan repetisi. Penggunaan kata-kata konkret membantu membangun citra visual dan emosional yang kuat. Citraan dalam puisi ini terdiri dari citraan visual, pendengaran, penciuman dan peraba. Sedangkan dalam analisis struktur batin, tema puisi ini adalah perjuangan, dengan nada rasa hormat, kekaguman, semangat, keberanian, dan pengharapan. Melalui puisi ini, penyair memberikan pesan agar pembaca tetap semangat dalam meraih cita-cita dan menghargai para pejuang yang telah berkorban untuk kemerdekaan.
Pengaruh Model Concept Sentence terhadap Kemampuan Menulis Teks Ulasan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tigapanah Hotmawanti Sihaloho; Rosmawaty Harahap
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v4i2.5774

Abstract

The purpose of this research is to  analyze the ability to write review texts without using the Concept Sentence model of class VIII students of SMP Negeri 2 Tigapanah, analyze the ability to write review texts by using the Concept Sentence model of class VIII students of SMP Negeri 2 Tigapanah, and analyze the impact of the Concept Sentence model on the ability to write review texts of class VIII students of SMP Negeri 2 Tigapanah. This research uses a quantitative method with a true experimental design in the form of a posttest-only control group design. The research population was all class VIII students of SMP Negeri 2 Tigapanah, and the sampling technique was carried out randomly with two selected classes: one as a control class consisting of 25 students, and one as an experimental class consisting of 25 students. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and review text writing tests. The results of the research indicate that the average value of the capability to write review texts of students in the control class (without the Concept Sentence model) was 65.98 with a sufficient category, while the average value in the experimental class (using the Concept Sentence model) was 85.7 with a good category. Hypothesis testing with the t-test approach using the SPSS application obtained a 2-tailed significance value of 0.00 <0.05.
Co-Authors Alda Nafisa Anggi Damora Sari Anggreiny Damanik Apri Ulita Atika Sania Samni Nst Atnes Hutagaol Besinaria Gea Cicilia Gultom Claudia Ratna Ningsih Cory Marlia Dea Saputri Dhea Amalia Dian Sastra Sinaga Diana Febrianty Silalahi Dina Olivia Sidabutar Djogi Hot Jonathan Siburian Elisabet Manullang Elly Prihasti W Enjelita Hutagalung Erika Cyntia Pebryanti Silitonga Ester Marga Retta Ezra Natasya Hutabarat Febri Simamora Gizka Febrianka Tarigan Gladys Felicia Manik Grace Tampubolon Hadya Aminah Harahap Hanna Sianturi Hasea Hikmah Sidabutar Hotmawanti Sihaloho Ibnu Husaini Irgi Fahrezi Lubis Jelita Sitorus Jenni Marlina Sitanggang Juli Arihta Juniati Togatoro Kevin Pardede Lawri Aulia Hasibuan Lentiar Gultom Mariana Yulistia Sinaga Mayesa Purba Mela Ambarita Mieke Angelika Siburian Muthia Ayyuni Helmi Mutiara Aprilia Nailah cahyani Najla Haifa Maulidina Tarigan Nayla Apriani Lubis Nazwa Salsabila Pasaribu Nila Angita Nasution Nopita Silaban Nurul Annisa Osmer Nadeak Pintauli Silaban Rahma Andien Arezsya Rahma Nurhidayati Maha Rantika Alycia Putri Regina Situmorang Resti Andini Rianggi Manalu Rosdiana Siregar Rowimatul Salma Nursyah Billa Samuel Simamora Sani Hutabarat Sarah Br Ginting Sarah Kiristiyani Br Regar Sarah Sofyanti Siregar Siti Fadilah aini Siregar Siti Fadillah Hasibuan Soraya Firanti Nur Sri Syahputri Sry Eninta Syafina Ramadhani Syafriyana Ritonga Tasya Amelia Saragi Ulfah Rani Daulay Verdi Christian Manalu Wahyudi Difler Rambe Wanti br Hombing Welia Sigalingging Wilda Lestari Wulan Dian Sari Yanti Claudia Sinaga