Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Socialization and Training on Learning Outcomes and Merdeka Belajar Digital Modules with the Context of Local Wisdom at SMAN 1 Mengwi Arjaya, Ida Bagus Ari; Surata, Sang Putu Kaler; Paraniti, Anak Agung Inten; Hermawan, I Made Surya
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v9i1.9400

Abstract

Although SMAN 1 Mengwi is recognized as one of the top high schools in Badung Regency, challenges persist in the development of Learning Outcomes (CP), Learning Objectives (TP), Learning Objectives Flow (ATP), and the integration of the Merdeka Belajar Digital Module with local wisdom. A community service program addressed these gaps and enhanced teachers' knowledge and skills in these critical areas. 38 teachers from SMAN 1 Mengwi participated in this socialization and training initiative, which adopted a structured approach encompassing initial observation, program design, implementation, and evaluation, guided by the Community-Based Participatory Research (CBPR) method. The program revealed that while teachers possessed foundational knowledge of module structures and were aware of local wisdom within their subject areas, they encountered difficulties applying this understanding to preparing CP, TP, and ATP components. Pre-test and post-test assessments significantly improved teachers' comprehension and capability to prepare CP, TP, ATP, and integrate local wisdom into digital modules. Notably, teachers' understanding level regarding CP, TP, and ATP reached 87.41%, while the overall success rate of the socialization and training program participation achieved 100%. These outcomes underscore the program's effectiveness in significantly enhancing teacher competence, ultimately contributing to the advancement of educational practices at SMAN 1 Mengwi and reinforcing the integration of local genius within the framework of modern pedagogy.
Optimalisasi Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning dan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Vokasi Arjaya, Ida Bagus Ari; Hermawan, I Made Surya; Surata, Sang Putu Kaler; Sari, Ni Kadek Sintya Purnama; Wati, Kadek Ulan Pratima; Dema, Kornelius
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2557

Abstract

Pendekatan pembelajaran mendalam merupakan pendekatan kurikulum baru dalam dunia pendidikan Indonesia, oleh karena itu guru-guru masih mengalami kesulitan untuk mengintegrasikan pendekatan tersebut ke dalam bahan ajar. Berdasarkan hasil observasi, permasalahan serupa terjadi di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar dimana guru-guru kesulitan merancang kurikulum dan bahan ajar pembelajaran mendalam. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan dan mengembangkan kemampuan guru-guru dalam merancang bahan ajar dengan pendekatan deep learning. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Research), dengan melibatkan 15 guru dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilibatkan dalam mengisi instrumen pre test-dan post test pembelajaran mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru secara signifikan mengenai cara menyusun bahan ajar berbasis pendekatan pembelajaran mendalam (p=0.000). Pelatihan dan pengembangan bahan ajar spesifik berbasis problem-based learning dengan pendekatan pembelajaran mendalam sangat diharapkan kedepannya, mengingat karakter pendidikan vokasi yang mengedepankan pemecahan masalah real atau ill structured problem
STEM Learning: the Key to Developing Critical Thinking Skills in Students Ekayanti, Ni Wayan; Hermawan, I Made Surya; Arjaya, Ida Bagus Ari
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v9i2.92322

Abstract

There is an urgent need to improve and strengthen critical thinking skills among students. This study aims to analyze STEM learning: the key to developing critical thinking in students. This secondary study uses the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were collected using the Prisma model from 2014 to 2024, in the form of published articles on STEM and critical thinking indexed by Sinta (1 and 2) and/or Scopus. The data were analyzed qualitatively, showing that STEM research on critical thinking began to receive academic attention in 2018, with a peak of publications in 2023. Since 2018, publications in reputable journals such as Scopus and SINTA have experienced a surge, especially in the SINTA 2 and Scopus Q2/Q4 categories. STEM is most widely applied at the high school and tertiary levels, showing that 83.33% of students experienced an increase in critical thinking after implementing STEM, with the highest effectiveness in the Project-Based Learning (PjBL) model. The implications of this research confirm that STEM education plays a significant role in improving critical thinking skills, and predictions of future research trends will focus on exploring more specific and innovative approaches to optimizing STEM implementation in education.
WORKSHOP LITERASI STEM BERBASIS DEEP LEARNING: STUDI PRAKTIK DI SMK KESEHATAN BALI MEDIKA DENPASAR Ni Wayan Ekayanti; Ida Bagus Ari Arjaya; I Made Diarta; AA Inten Paraniti; Ni Komang Dina Suciari; I Made Surya Hermawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan workshop ini adalah merancang dan mengimplementasikan desain pembelajaran STEM yang terintegrasi dengan teknologi deep learning di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang belum optimal dalam mendukung pemahaman konseptual dan keterampilan abad 21. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan, kegiatan ini dilaksanakan dalam empat tahap: analisis kebutuhan, penyusunan program, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta merespons positif terhadap lima indikator utama, termasuk peningkatan aktivitas belajar, pemahaman teknologi, dan efektivitas klasifikasi data. Diskusi reflektif mengungkap tantangan seperti keterbatasan perangkat dan koneksi internet, namun tidak mengurangi antusiasme peserta dalam mengadopsi pendekatan baru. Temuan ini diperkuat oleh berbagai studi sebelumnya yang menegaskan efektivitas integrasi STEM dan AI dalam pendidikan vokasi. Hasil workshop ini merekomendasikan pengembangan kurikulum berbasis teknologi, pelatihan lanjutan bagi guru, serta penguatan infrastruktur digital untuk mendukung transformasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.
EKSPLORASI TEORETIS DAN PRAKTIS ASESMEN PEMBELAJARAN MENDALAM: WORKSHOP DI SMKS KESEHATAN BALI MEDIKA DENPASAR Hermawan, I Made Surya; Ekayanti, Ni Wayan; Diarta, I Made; Kumara, Komang Ayu Shri Candrika; Saputra, Pande Putu Eka; Budiasih, Fitri Nursiam
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v6i3.5959

Abstract

Recently, the policy of deep learning approaches has emerged as a key innovation in Indonesian education. In response, teachers must be adequately prepared, both theoretically and practically, to ensure meaningful implementation of this policy. This community engagement activity aimed to enhance the theoretical understanding and practical competence of teachers at SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar regarding assessment for deep learning. The activity was conducted through a workshop method, encompassing the delivery of theoretical concepts on deep learning assessment as well as the development of formative and summative assessment instruments. A total of 30 teachers participated in the workshop, guided by six facilitators from the Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Mahasaraswati Denpasar. The outcomes of the activity were found to be effective. In terms of theoretical understanding, the participants’ presentations demonstrated a comprehensive grasp of assessment for deep learning, particularly in balancing formative and summative assessments and in promoting student involvement through learning feedback, self-assessment, and peer-assessment. In terms of practical competence, the teachers successfully developed problem-based assessment rubrics. A notable improvement was observed between the initial rubrics and those refined through collaborative discussion, particularly in the objectivity of the scoring categories, which shifted from potentially biased to more objective formulations. Despite these improvements in theoretical and practical aspects as targeted, continuous professional development remains essential to sustain and deepen teachers’ understanding amidst evolving educational policies. Furthermore, the development of summative assessment instruments must be expanded beyond problem-based rubrics to include observation checklists, project and product assessment rubrics, as well as portfolio evaluations.
PELATIHAN IDENTIFIKASI TUMBUHAN BERBASIS ETNOBOTANI DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMA NEGERI 1 MENGWI UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Dewa Ayu Sri Ratnani; Desak Nyoman Budiningsih; I Made Diarta; I Made Surya Hermawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i8.6973

Abstract

Pembelajaran biologi merupakan suatu proses untuk menghantarkan siswa kepada tujuan belajarnya, sementara biologi sendiri memiliki peran sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan Wakasek Kurikulum dan beberapa orang guru mengungkapkan beberapa masalah yang muncul dalam proses belajar mengajar diantaranya siswa SMAN 1 Mengwi mengalami kesulitan mengkaitkan materi belajar dengan lingkungan kontekstualnya, terutama materi sains dan biologi terkait dengan budaya maupun kearifan lokal. guru-guru kesulitan menyiapkan materi pembelajaran sesuai dengan potensi kearifan lokal di lingkungan sekitar, sehingga materi terkesan tekstual dan jauh dari pengalaman siswa, setiap guru masih mengalami kesulitan menguasai teknologi terkini pembelajaran. Adaptasi teknologi pembelajaran dalam berbagai platform atau media belajar sangat penting untuk meningkatkan daya saing siswa di era globalisasi maupun disrupsi terutama pembelajaran tentang identifikasi tumbuhan yang berbasis etnobotani yang ada di taman di lingkungan sekolah. Dengan demikian pentingnya fasilitas dari pihak kampus dalam bentuk pengabdian masyarakat yang terintegrasi antara aspek evaluasi pembelajaran, aspek kearifan lokal, serta aspek teknologi pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh guru-guru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran biologi.
PEMANFAATAN PHOTOVOICE SEBAGAI IMPLEMENTASI MOBILE BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 MENGWI Ni Wayan Ekayanti; I Made Surya Hermawan; Dewa Ayu Puspawati; Ida Bagus Ari Arjaya; Ni Komang Dina Suciari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 11: April 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i11.7629

Abstract

Salah satu pembelajaran berbasis teknologi yang layak digunakan adalah ‘Photovoice’. Photovoice adalah pembelajaran menggunakan foto yang mampu bercerita tentang apa yang tertangkap pada layer kamera. Hasil observasi dengan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Mengwi, didapatkan bahwa ada beberapa masalah yang muncul dalam proses pembelajaran Biologi selama ini yaitu : a) guru memiliki kesulitan untuk mengajarkan pembelajaran kontekstual yang berbasis teknologi, 2) Siswa mengalami kesulitan ketika mengkaitkan materi biologi dengan lingkungan kontekstualnya. Berdasarkan permasalahan tersebut pihak kampus akan memberikan solusi terkait upaya untuk memberikan workshop pelatihan teknik photovoice sebagai salah satu bentuk mobile based learning dalam pembelajaran di SMA Negeri 1 Mengwi. Metode dalam kegiatan ini adalah observasi, sosialisasi, dan workshop. Adapun hasil kegiatan ini partisipasi aktif seluruh peserta, termasuk peserta pengabdian dan penerima manfaat, terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Adanya dampak positif yang tercipta dari kegiatan ini yang meliputi pengembaangan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi, siswa mampu mengatikan etnosains dan sains modern melalui penggunaan teknik photovoice, pemberdayaan individu dan komunitas.
Semiotik Lagu Bungan Sandat sebagai Media Pembelajaran Mendalam untuk Membentuk Dimensi Profil Lulusan Berbasis Tri Hita Karana Abdy, Iwan; Bestari, Ida Ayu Purnama; Kiswara, Komang Agus Triadi; Hermawan, I Made Surya; Andang, Andang; Wardani, Ni Nyoman Alit Putri; Ramdhani, Lisda; Purnami, Ketut Manis Santi; Sutajaya, I Made
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i10.4858

Abstract

This study analyzes the utilization of the Balinese traditional song “Bungan Sandat” composed by Anak Agung Made Tjakra as a medium for deep learning aimed at shaping graduate profile dimensions based on the Tri Hita Karana philosophy. An interpretative qualitative approach combining semiotic analysis and document review was employed to uncover linguistic signs, icons, and metaphors embedded within the song’s lyrics. The findings reveal a strong integration of the three core values, parhyangan (harmony with God), pawongan (harmony among people), and palemahan (harmony with nature), which can be mapped onto eight graduate profile dimensions: faith and piety, citizenship, critical reasoning, creativity, collaboration, independence, health, and communication. The metaphor of the kenanga flower that remains fragrant even when wilted symbolizes independence, resilience, and steadfast character. The teaching of menyama braya reinforces the values of citizenship, solidarity, and collaboration, while the emphasis on harmony with the natural environment aligns with the dimensions of health, creativity, and ecological awareness. The study offers theoretical contributions to the development of education rooted in local wisdom and provides practical insights for implementing a contextual, meaningful, and enjoyable curriculum. Ultimately, it underscores the urgency of preserving local culture as a vital source of learning to confront globalization and to cultivate graduates with a strong, culturally grounded identity and noble character.
Membangun Keterampilan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar: Akselerasi Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Paraniti, Anak Agung Inten; Dina Suciari, Ni Komang; Diarta, I Made; Hermawan, I Made Surya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1907

Abstract

Kurikulum merdeka mendukung paradigma pembelajarn aktif yang berpusat kepada siswa melalui implementasi model-model pembelajaran inovatif. Proses pembelajaran inovatif tersebut dapat membangun keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar dan keterampilan berpikir kritis merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia, sehingga dalam kurikulum merdeka kedua komponen tersebut tertuang ke dalam profil pelajar pancasila. Pengukuran terhadap penguasaan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen keterampilan berpikir kritis dan instrumen kemandirian belajar. Namun demikian, wawasan, pengalaman dan kemampuan guru dalam merancang instrrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa masih rendah. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini  adalah untuk meningkatkan kemampuan guru-guru di SMA Negeri 1 Mengwi dalam menyusun instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa SMA. Metode kegiatan berupa sosialisasi dan pelatihan penyusunan instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Peserta pelatihan ini sebanyak 70 guru-guru di lingkungan SMA Negeri 1 Mengwi, 10 dosen dan 3 mahasiswa di lingkungan program studi pendidikan biologi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan wawasan guru dalam menyusun instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Melalui penguasaan penyusunan instrumen guru dapat memetakan dan mengevaluasi pembelejaran secara lebih holistik terhadap kemajuan siswa dalam aspek intelektual dan kreatif.
Designing a Generative STEM Model Based on Subak Landscape: Integrating Entropic Modulation and Indigenous Ecological Knowledge into Science Education Surata, Sang Putu Kaler; Arjaya, Ida Bagus Ari; Hermawan, I Made Surya; Payadnya, I Putu Ade Andre; Eglash, Ron
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2025: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study introduces and evaluates a generative STEM education model grounded in the Subak landscape of Bali, designed to integrate Indigenous ecological knowledge with contemporary science learning frameworks. The model draws on the principles of generative justice-defined as value circulation within communities-and entropic modulation-a concept referring to balancing variation and structure for resilience. Culturally Situated Design Tools (CSDTs), which are simulation-based tools for visualizing ecological processes, were employed to model sustainable farming practices in Subak, focusing on intermittent irrigation data that connects water surface levels, drying periods, drying duration, and timing with changes in temperature, methane emissions, and rice yield. A mixed-methods approach was applied, combining design-based research, participatory action research, classroom observations, focus groups, and pre/post assessments. Preliminary findings indicate a 27% improvement in students’ conceptual understanding, particularly regarding Subak water management, greenhouse gas emissions, and the relationships between irrigation practices, environmental conditions, and rice production. These findings demonstrate that the Subak-based generative STEM model not only enhances student engagement, systems thinking, and ecological literacy but also offers concrete evidence for developing a culturally grounded framework for decolonizing STEM education.